Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pendampingan Implementasi dan Pelaksanaan E-office bagi Aparatur Gampong Cot Keumuneng Kabupaten Aceh Utara untuk Mendukung Smart governance Aidilof, Hafizh Al Kautsar; Rosnita, Lidya; Fitria, Rahma; Meiyanti, Rini; Yusdartono, Habib Muharry; Rangkuti, Haris Yunanda; Azwir, Andrea Micola
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.16410

Abstract

Background: Perkembangan teknologi khususnya tekologi informasi telah merubah pola pelayanan masyarakat desa sebagai unit terkecil dari pemerintahan Republik Indonesia, dari yang sebelumnya terbatas pada ruang dan waktu, kini telah fleksibel dan lebih leluasa. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah menerapkan konsep smart village dimana dalam pelaksanaan administrasinya menerapkan smart government. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menyasar Aparatur Desa Cot Keumuneng yang berjumlah 15 orang sebagai peserta pelatihan yang nantinya akan menggunakan aplikasi e-office. Setelah pelatihan dan pendampingan dilakukan survey untuk melihat pemahaman aparatur desa dalam menggunakan e-office. Hasil: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendapat hasil positif di kalangan aparatur desa dimana dengan adanya aplikasi ini proses persuratan di kalangan aparatur desa menjadi lebih efektif dan efisien. Dampak lainnya adalah pelayanan kepada masyarakat dapat lebih ditingkatkan karena fleksibilitas yang didapat dengan penerapan teknologi informasi. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat bermanfaat baik bagi internal aparatur desa maupun bagi pelayanan kepada warga desa sendiri dan aparatur desa berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan.
Spatial Analysis of Residential and Vacant Land using Mean Shift Clustering in Lhokseumawe City Aidilof, Hafizh Al Kautsar; Ula, Munirul; Mirsa, Rinaldi; Rosnita, Lidya; Almaula, Marhaban; Budiman, Muji
Brilliance: Research of Artificial Intelligence Vol. 6 No. 1 (2026): Brilliance: Research of Artificial Intelligence, Article Research May 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/brilliance.v6i1.7279

Abstract

Uncontrolled urban growth in medium-sized Indonesian cities like Lhokseumawe has created spatial disparities through uneven settlement distribution and numerous underutilized vacant lands, demanding adaptive and data-driven planning approaches. This study aims to analyze spatial patterns of settlement and vacant land distribution in Lhokseumawe City by implementing the Mean Shift Clustering algorithm and to develop spatial planning recommendations supporting sustainable development. The research employs a quantitative approach using spatial data from OpenStreetMap (OSM), Sentinel-2 satellite imagery (for NDVI calculation), and Detailed Spatial Planning (RDTR) data. The non-parametric, density-based Mean Shift Clustering algorithm was applied to adaptively group areas without predetermined cluster numbers, analyzing both city-wide and Blang Mangat District levels. Results show Mean Shift successfully identified 62 spatial clusters across Lhokseumawe City and 28 clusters (OSM-based) plus 37 clusters (RDTR-based) in Blang Mangat District. Analysis revealed linear-transitional urban development patterns from the west (dense urban core) to northeast (transition areas and vacant land), identifying zones of dense settlements, transition zones potential for infill development, and vacant land suitable for green spaces or planned development. Findings also revealed discrepancies between factual spatial patterns from clustering and RDTR zoning plans. The study concludes that Mean Shift Clustering effectively reveals natural spatial structures of settlements and vacant land, providing credible data for spatial policy revision with main recommendations focusing on vertical development, transportation system development along main corridors, and conservation area designation in eastern and northern zones to support Lhokseumawe's sustainable urban planning.