Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Real Coster

Sosialisasi “Sadar, Tangani dan Terima Cerebral Palsy” bagi Keluarga Kristen di Persekutuan Pelayanan Anak Istimewa (PAKIS) Batam Irfan Feriando Simanjuntak1; Dewi Lidya S.; Desetina Harefa; Rini Sumanti; Ester Debora Siburian; Yolenta Erika
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1: Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rcj.v3i1.120

Abstract

Cerebral Palsy (CP) is a condition of brain damage or disorder that causes a person to have impaired movement. Under certain conditions, the situation can also interfere with the ability to hear, see, taste and speak, even mentally. It generally occurs in children or is a condition that is present at birth. From 1000 births, there is a 1-5 chance of a child being born with CP. With this fact, parents need to be made aware, nurtured and assisted in dealing with, especially if they have children with such conditions. For this reason, this socialization activity aims to raise awareness and provide knowledge about what CP is and how to deal with it, including giving spiritual advice to the parents. The activity was given to Christian families in the Special Children's Service Association (Persekutuan Anak Istimewa-PAKIS) of Batam, all of whom are parents with children with disabilities. The result of this community service is the delivery of material about CP and its handlers in the form of physical therapy including spiritual advice. The results of this socialization are useful so that parents in the PAKIS fellowship can increase their knowledge, insight, experience and motivation in dealing with such conditions.AbstrakCerebral Palsy (CP) merupakan kondisi gangguan otak yang menyebabkan seseorang terganggu gerakannya. Dalam kondisi tertentu, keadaan ini bisa juga mengganggu kemampuan mendengar, melihat, mengecap dan berbicara, bahkan juga mengganggu mental. Hal ini umumnya terjadi pada anak-anak atau merupakan kondisi yang dibawa sejak lahir. Dari 1000 kelahiran, ada 1-5 kemungkinan anak terlahir dengan CP. Dengan fakta tersebut, para orang tua perlu disadarkan, dibina dan dibantu dalam menghadapi dan menangani, jika memiliki anak dengan kondisi demikian. Atas hal tersebut, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyadarkan dan memberikan pengetahuan tentang apa itu CP dan bagaimana penanganannya, termasuk juga memberi siraman rohani terhadap para orang tua tersebut. Kegiatan sosialisasi ini diberikan kepada keluarga-keluarga Kristen dalam Persekutuan Pelayanan Anak Istimewa (PAKIS) yang ada di pulau Batam yang kesemuanya merupakan orang tua dengan anak disabilitas. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adaah penyampaian materi tentang CP dan penangannya dalam bentuk terapi fisik termasuk siraman rohani. Hasil dari sosialisasi ini bermanfaat sehingga para orangtua dalam persekutuan PAKIS bisa meningkat pengetahuan, wawasan, pengalaman dan motivasi dalam menghadapi kondisi-kondisi demikian.
Menakar Fungsi KPPAD Kepulauan Anambas (Studi kasus korban pelecahan seksual anak dibawah umur) Ronald Sianipar; Fredy Simanjuntak; Desetina Harefa; Lidya Dewi S.; Candra Gunawan Marisi; Ester Debora Br Siburian; Selvi Agustina; Eliyscha Janetta Lumbansiantar
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2: September 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.887 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v3i2.125

Abstract

Fulfilment of children's rights needs to be improved so that national development can run smoothly, for that the Regional Child Supervision and Protection Commission (hereinafter abbreviated as KPPAD) carries out its function in supervising children's problems, especially issues of sexual abuse. It is clear that supervision will determine the function of the KPPAD in achieving the goals and plans that must be realized as well as making policies that must be socialized to the public. This study uses a qualitative descriptive method. The purpose of the study was to determine the benefits and the inhibiting factors for implementing the benefits of the KPPAD Commission on Victims of Child Sexual Harassment in the Anambas Islands Regency. The final result of the study stated that the function of the KPPAD was still not optimal, namely the lack of socialization and the slow process of resolving cases.AbstrakPemenuhan hak-hak anak perlu ditingkatkan agar pembangunan nasional dapat berjalan dengan lancar, untuk itu Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (untuk selanjutnya disingkat KPPAD) melaksanakan fungsi nya dalam mengawasi permasalahan anak terutama permasalahan pelecehan seksual. Hal ini Jelas bahwa pengawasan sangat menentukan fungsi KPPAD dalam usaha pencapaian tujuan dan rencana yang harus direalisasikan serta pembuatan kebijaksanaan yang harus disosialisasikan kepada publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manfaat dan faktor-faktor penghambat pelaksanaan manfaat Komisi KPPAD Terhadap Korban Pelecehan Seksual Anak Di Kabupaten Kepulauan Anambas. Hasil akhir penelitian menyatakan bahwa fungsi KPPAD masih belum maksimal, yaitu masih kurang sosialisasi serta lambannya proses penyelesaian kasus.