Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN STRES DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) Hasanah, Salmiya; Fitri, Nurwijaya; Ardiansyah
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.940

Abstract

Kualitas hidup penderita congestive heart failure (CHF) dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan, klasifikasi New York Heart Association (NYHA), tingkat keparahan gagal jantung, risiko kematian, dan kondisi kesehatan mental. Pasien dengan CHF sering kali mengalami kecemasan, kesulitan tidur, stres, dan rasa putus asa akibat penyakit yang diderita yang dapat menurunkan kualitas hidup mereka, bahkan meningkatkan risiko kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres dan kualitas tidur terhadap kualitas hidup pasien congestive heart failure. Jenis penelitian dilakukan dengan desain cross sectional. Populasi semua pasien CHF yang berobat jalan di poliklinik jantung RSUD Sejiran Setason Bangka Barat pada bulan Oktober-Desember 2024 sebanyak 192 pasien. Cara menentukan sampel menggunakan rumus Slovin didapatkan 70 responden. Teknik yang digunakan yaitu consecutive sampling. Analisa data adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan stress (ρ-value 0,000) dan kualitas tidur (ρ-value 0,001 dan OR = 7,765) terhadap kualitas hidup pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Poliklinik Jantung RSUD Sejiran Setason Bangka Barat tahun 2025. Saran penelitian ini adalah diharapakan instansi Rumah Sakit dapat menyediakan program edukasi mengenai pentingnya pengelolaan stres dan tidur bagi pasien CHF.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK RESPONDEN DAN TINGKAT STRES TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI Febriansyah, Pratama; Fitri, Nurwijaya
JURNAL SMART ANKes Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Biro Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jsa.v9i2.233

Abstract

Hypertension is a major public health problem in Indonesia, with stress being a significant contributing factor. Respondent characteristics such as age, gender, occupation, and education level have the potential to influence the relationship between stress and the incidence of hypertension, particularly in rural areas such as the Petaling Community Health Center in Bangka Regency. To analyze the relationship between respondent characteristics and stress levels on the incidence of hypertension in the working area of the Petaling Community Health Center, Bangka Regency in 2025. This study used a cross-sectional design conducted at the Petaling Community Health Center in Bangka Regency from October 2025 to November 2025. A total of 73 respondents were selected using purposive sampling. The inclusion criteria for respondents were aged 26-65 years and above, having hypertension, being a community member who sought treatment at the health center, and living in the working area of the Petaling Health Center, Bangka Regency. The instrument used was DASS. The analysis used in this study was the chi-square test and Fisher's exact test. Stress levels (p-value = 0.004) had a significant relationship with the incidence of hypertension. However, age (p-value = 0.331), gender (p-value = 0.246), education level (p-value = 0.570), and occupation (p-value = 0.926) were not significantly related to the incidence of hypertension. Conclusion: Of the five variables studied, there was one variable that was related, namely stress levels. The community has become more aware of the importance of health and conducts regular health checks to control high blood pressure. Keywords: Hypertension, Stress Level, Gender, Education, Occupation
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI Ayu, Diyona Permata; Fitri, Nurwijaya
JURNAL SMART ANKes Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Biro Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jsa.v9i2.236

Abstract

Hypertension is a condition in which systolic blood pressure rises to ? 140 mmHg and diastolic blood pressure rises to ? 90 mmHg, as determined by at least two measurements taken five minutes apart while at rest. This study aims to analyze the relationship between sleep quality and anxiety in hypertensive patients at the Gerunggang Community Health Center in 2025. This study used a quantitative method with a correlational design and a cross-sectional approach. The study population consisted of all hypertensive patients who visited and sought treatment at the Gerunggang Community Health Center in Pangkalpinang in July 2025, totaling 260 people, with a sample of 80 respondents selected using random sampling techniques. The research instruments were a sleep quality questionnaire (PSQI) and a GAD7 anxiety questionnaire. Data analysis was performed using the chi-square test and the Pearson correlation test. The results showed a significant correlation between sleep quality and the incidence of hypertension with a p-value of 0.000. In addition, there was a significant correlation between anxiety and the incidence of hypertension with a p-value of 0.031. The direction of the correlation indicates that the poorer the sleep quality, the higher the anxiety level tends to be. The conclusion of this study is that there is a significant correlation between sleep quality and anxiety in hypertensive patients at the Gerunggang Community Health Center in 2025. It is hoped that health workers can improve education about healthy sleep patterns and anxiety management as part of efforts to control hypertension in primary health care services. Keywords: Hypertension, Sleep Quality, Anxiety
Pengalaman Lansia Dalam Pencegahan Stunting Di Keluarga Multigenerasi Di Desa Tanjung Gunung Khairunisa, Desvina; Sari, Indah Permata; Fitri, Nurwijaya; Mardiana, Nova
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2181

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan publik global yang mempengaruhi 148 juta anak di bawah lima tahun. Indonesia mencatat prevalensi 21,6% pada 2022, dengan Desa Tanjung Gunung menunjukkan 24 kasus pada 2025. Lansia memiliki potensi signifikan dalam pencegahan stunting melalui pengasuhan cucu, namun penelitian mendalam tentang pengalaman mereka masih terbatas. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi melibatkan enam partisipan (tiga lansia dan tiga anggota keluarga) melalui wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan metode tematik Braun dan Clarke dengan triangulasi sumber untuk validasi kredibilitas. Hasilnya Ditemukan enam tema utama: (1) pengetahuan lansia tentang stunting terbatas namun dipengaruhi pengalaman pribadi, (2) lansia berperan aktif dalam pengasuhan melalui penyediaan makanan bergizi dan kebersihan, (3) sikap lansia menunjukkan kepedulian meskipun pemahaman belum optimal, (4) budaya lokal berpengaruh signifikan terhadap praktik pengasuhan, (5) pola asuh lansia terstruktur dan konsisten, dan (6) dukungan lingkungan positif mendukung peran mereka. Lansia memiliki potensi besar dalam pencegahan stunting melalui praktik pengasuhan sehari-hari. Pendekatan edukasi berbasis komunitas yang menghormati nilai budaya lokal diperlukan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mendukung tumbuh kembang anak optimal.