Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Ebers Papyrus

GAMBARAN PROFIL LIPID PADA SALAH SATU LABORATORIUM DI WILAYAH KOTA TANGERANG Novendy, Novendy; Tirtasari, Silviana; Farid, Ivanov Radhitya; Simatupang, Eirene Priscilla Caroline
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34666

Abstract

Profil lipid merupakan indikator penting dalam penilaian risiko penyakit kardiovaskular, dimana penyakit ini sendiri masih merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data World Health Organization pada tahun 2008, prevalensi laki-laki yang mengalami dislipidemia adalah 37% Indonesia sendiri angka hiperkolesterolemia yang merupakan bagian dari dislipidemia menyentuh angka 28,8%. Kota Tangerang yang termasuk dalam kota metropolitan yang sedang berkembang pesat, membawa banyak perubahan kepada gaya hidup pada masyarakatnya. Salah satu perubahan terutama pola makan karena bermunculan makanan dan minuman kekinian yang tinggi akan kandungan lemak dan gula. Sehubungan data penelitian epidemiologi mengenai profil lipid di Kota Tangerang masih sedikit, maka penelitian ini perlu dilakukan, agar dapat memberikan pandangan lebih jelas mengenai kondisi kesehatan, terutama profil lipid masyarakat yang ada di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif potong lintang dan teknik pengambilannya sampel nya adalah total population sampling. Data didapatkan dengan mengumpulkan data dari salah satu laboratorium swasta di Kota Tangerang selama tahun 2022. Penelitian ini mendapatkan sebanyak 386 data responden, yang mayoritas adalah perempuan (56%). Proporsi kelainan profil lipid dalam penelitian ini berada dalam rentan 6,7%-37,3% tergantung dari profil lipid yang dinilai. Dengan adanya penelitian ini diharapkan adanya peningkatan kesadaran pada masyarakat mengenai hasil profil lipid yang sudah dilakukan. Sehingga jangan sampai menimbulkan gangguan kesehatan di kemudian hari.
HUBUNGAN ANTARA DURASI MENGEMUDI TERHADAP KELELAHAN AWAK MOBIL TANGKI BBM PT. PERTAMINA TANJUNG GEREM MERAK BANTEN Mufadhdhal, Raihan Adham; Tirtasari, Silviana; Wahyuni, Octavia Dwi
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19420

Abstract

Lamanya durasi mengemudi akan menyebabkan kelelahan dan menjadi faktor resiko utama dari kecelakaan lalu lintas. Regulasi tersebut sudah diatur dalam UU no.22 Tahun 2009 bahwa durasi mengemudi maksimal 8 jam per hari. Hasil studi sebelumnya, didapatkan durasi mengemudi >8 jam dan rata-rata mencapai 11-12 jam, 68 awak mobil tangki (AMT) sebanyak 47 orang (69,1%) mengalami kelelahan tingkat sedang. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi mengemudi terhadap kelelahan pada awak mobil tangki (AMT) BBM PT. Pertamina (Persero) Tanjung Gerem Merak Banten. Studi ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Sample dalam studi ini adalah 151 awak mobil tangki I (sopir) yang bekerja di Terminal Bahan Bakar di Tanjung Gerem Merak Banten yang diambil menggunakan quota population sampling. Tingkat kelelahan dinilai menggunakan kuesioner subjective self rating test dan data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil studi menunjukkan bahwa proporsi AMT Terminal BBM PT. Pertamina (Persero) Tanjung Gerem Merak Banten mengalami kelelahan sebesar 65,6%, para AMT Terminal BBM PT. Pertamina (Persero) Tanjung Gerem Merak Banten mayoritas bekerja >8 jam (79,5%), dan terdapat hubungan yang bermakna antara durasi mengemudi terhadap kelelahan pada AMT BBM PT. Pertamina (Persero) Tanjung Gerem Merak Banten dengan nilai p = 0,001 (p<0,05) dan pada asosiasi epidemiologis didapatkan PR 2,58 (1,47-4,52), artinya orang yang bekerja >8 jam memiliki resiko kelelahan 2,58 kali lebih besar dibandingkan yang bekerja ?8 jam.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA SISWA/I SMP MUTIARA BANGSA KECAMATAN RAJABASA BANDAR LAMPUNG  Irene, Salsabilla Kalila; Tirtasari, Silviana
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/f009wc80

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), praktik mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko terkena diare hingga 47%.Namun,berdasarkan hasil survei Environmental Services Program (ESP), hanya 6–12% masyarakat Indonesia yang melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) secara benar. Di wilayah Provinsi Lampung, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kebiasaan CTPS yang tepat mencapai 54,30% di Lampung Tengah dan 38,90% di Lampung Utara. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Mutiara Bangsa, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, dimana tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik siswa terkait CTPS masih tergolong rendah. Hal ini diduga akibat belum optimalnya pelaksanaan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sehingga pendidikan kesehatan belum sepenuhnya efektif dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa SMP di Bandar Lampung terkait cuci tangan menggunakan sabun, dengan menggunakan pendekatan deskriptif melalui desain penelitian potong lintang yang dilaksanakan di SMP Mutiara Bangsa, Kecamatan Rajabasa. Sebagian besar siswa SMP Mutiara Bangsa di Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung (58,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai praktik CTPS. Selain itu, 37,3% siswa menunjukkan perilaku CTPS yang kurang baik, dan sebanyak 51,6% memiliki sikap negatif terhadap kebiasaan cuci tangan dengan sabun. Mayoritas siswa SMP Mutiara Bangsa Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung telah menerapkan perilaku mencuci tangan yang sesuai selama proses pembelajaran tatap muka, terutama berkaitan dengan waktu dan langkah mencuci tangan yang benar.
THE EFFECT OF FASTING BLOOD GLUCOSE LEVELS ON LIPID PROFILES Novendy, Novendy; Tirtasari, Silviana
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ch2w4j42

Abstract

Metabolic diseases have become a common health problem faced by many people in Indonesia. Two important indicators for monitoring the onset of metabolic diseases are blood glucose and blood lipids. Blood glucose has a strong physiological relationship with lipid metabolism, including triglycerides, total cholesterol, LDL, and HDL. Excess blood glucose that is not utilized by the cells is converted into fatty acids through the process of lipogenesis in the liver, which are then stored as triglycerides, leading to elevated blood lipid levels that may contribute to the development of metabolic diseases. One private clinical laboratory in Tangerang City has received numerous test requests related to blood glucose and blood lipids. However, no analysis has been conducted to date, highlighting the need for a research study. This study employed a cross-sectional design and analyzed a total of 322 samples that met the inclusion criteria. The results showed a significant association between fasting blood glucose levels and triglyceride levels (p-value = 0.0001, PRR = 2.93), as well as HDL levels (p-value = 0.01, PRR = 1.469). However, no significant relationship was found between fasting blood glucose and total cholesterol (p-value = 0.209, PRR = 1.710) or LDL levels (p-value = 0.977, PRR = 0.993). These findings emphasize the importance of controlling blood glucose levels to prevent lipid metabolism disorders, even though not all lipid profile components showed a similar association.