Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Relationship Between the Meaning of Life and Prosocial Behavior in Early Adulthood in Makassar City Zhafirah Firna, Sitti Meydhita; Mansyur, Ahmad Yasser; Kusuma, Perdana
卷 8 编号 1 (2025): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v8i1.487

Abstract

Humans can increase prosocial behavior through the meaning of life. This is caused by the desire for a meaningful life within the individual. Prosocial behavior is an act of providing benefits and advantages voluntarily so that the physical and psychological needs of other individuals are met. However, individuals often do not carry out prosocial behavior because they do not have confidence in themselves. This research aims to determine the relationship between the meaning of life and prosocial behavior in early adulthood in Makassar City. This research used quantitative methods with research respondents totaling 355 early adults in Makassar City aged 18 to 25 years. The measuring instruments used in this research are the meaningfulness of life scale with a reliability value of 0.972 and the prosocial behavior scale with a reliability value of 0.911. Hypothesis testing used the Pearson correlation parametric analysis technique using the Jamovi application version 2.3.21 with results r = 0.105 and p = 0.000. The results of the research show that there is a positive relationship between the meaning of life and prosocial behavior in early adulthood in Makassar City. This means that the higher the level of meaningfulness of life, the higher the level of prosocial behavior in early adulthood. The lower the level of meaningfulness of life, the lower the level of prosocial behavior in early adulthood. The implication of this research is that it is a reference source that can contribute to knowledge regarding the meaning of life and prosocial behavior.
The Influence of Perceived Social Support on Burnout Mediated by Emotional Regulation in Hasanuddin University Co-Assistant Students A, Asrini; Tetteng, Basti; Kusuma, Perdana
卷 8 编号 1 (2025): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v8i1.488

Abstract

Burnout experienced by co-ass school students can affect their concentration, thus affecting the services provided to patients. Burnout can be overcome by increasing perceptions of social support and emotional regulation. This research aims to examine the influence of perceived social support on burnout through emotional regulation which acts as a mediating variable. This research uses quantitative methods. The subjects in this research were co-ass school students at Hasanuddin University with a population of 350 subjects, and there were 185 respondents who participated in this research. The results showed that emotional regulation had a role as a mediator on the influence of perceived social support on burnout (B = -0.156, p = 0.009), with a contribution of 30.2%. Based on the research results, it also shows that perceived social support has a negative and significant effect on burnout. On the other hand, perceived social support also has a positive and significant impact on the emotional regulation abilities of co-ass g school students. Apart from that, emotional regulation abilities have also been proven to have a negative and significant impact on burnout levels. The implications are expected to provide positive contributions, especially in the field of Psychology and also for medical schools that emphasize the importance of paying attention to perceptions of social support and emotional regulation in interns to reduce burnout levels. In addition, this study can also be an additional important reference related to the topic of burnout, perception of social support and emotional regulation.
Memahami Diri dalam Mencapai Konsep Diri Positif pada Remaja di Rumah Zakat Sulsel Fakhri, Nurfitriany; Firdaus, Faradillah; Irdianti, Irdianti; Kusuma, Perdana; Buchori, Sahril
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Periode remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan konsep diri, terutama bagi remaja dari keluarga kurang mampu yang menghadapi berbagai faktor risiko psikososial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman diri dan kepercayaan diri remaja binaan Rumah Zakat Sulawesi Selatan melalui Workshop Pengenalan Diri dengan pendekatan experiential learning dan social-emotional learning. Workshop dilaksanakan pada Juli 2025 dan diikuti oleh remaja binaan berusia remaja awal hingga remaja akhir dengan komposisi seimbang antara laki-laki dan perempuan. Kegiatan terdiri dari empat aktivitas inti yang dirancang secara terstruktur: Pemetaan Identitas Diri, Identifikasi Kekuatan Karakter, Refleksi Pencapaian Diri, serta Integrasi dan Rencana Tindak Lanjut. Evaluasi pelaksanaan menggunakan kuesioner menunjukkan hasil sangat positif dengan tingkat kepuasan yang tinggi dari seluruh peserta, melampaui target minimal yang telah ditetapkan. Aspek kualitas materi memperoleh penilaian tertinggi, diikuti oleh aspek manfaat kegiatan, kecukupan sarana prasarana, kemudahan memahami materi, dan pelayanan komunikasi tim. Mayoritas responden memberikan penilaian sangat baik pada seluruh aspek evaluasi. Umpan balik kualitatif mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap kegiatan, permintaan kontinuitas program, saran peningkatan penyampaian materi, dan apresiasi terhadap metode kerja kelompok yang interaktif. Workshop ini berhasil memfasilitasi eksplorasi identitas dan penguatan konsep diri positif pada remaja binaan, dengan rekomendasi untuk pelaksanaan berkelanjutan guna memastikan dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan psikososial remaja.Kata kunci: konsep diri, remaja, experiential learning, workshop, Rumah Zakat
PEMAKNAAN PERAN IDOL K-POP PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL PENGGEMAR K-POP Fahiemah El Faiqah, Dzar; Zainuddin, Kurniati; Kusuma, Perdana
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5119-5126

Abstract

K-Pop menjadi lebih populer selama pandemi COVID-19 karena banyak orang merasa stres saat isolasi mandiri, menjadikannya sebagai sumber hiburan dan "pelarian." Selain itu, popularitas K-Pop berdampak besar pada kehidupan pribadi beberapa penggemar dewasa awal, yang mencari idola mereka sebagai inspirasi, motivasi, dan dorongan untuk melanjutkan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan peran idol K-Pop pada perempuan dewasa awal penggemar K-Pop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang perempuan dewasa awal yang merupakan penggemar kpop selama minimal 3 tahun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara secara mendalam. Hasil analisis data dari penelitian ini dapat dibagi menjadi lima: (1) hubungan parasosial di mana penggemar merasa dekat dengan idol mereka, (2) lagu-lagu K-Pop memberikan kenyamanan, dukungan emosional, dan inspirasi, (3) K-Pop membantu penggemar bangkit dari masa sulit, dan (4) idol berfungsi sebagai sumber inspirasi dan motivasi melalui perjuangan, lirik positif, pesan langsung, dan dukungan komunitas. Implikasi pada penelitian ini adalah agar masyarakat dapat menilai dampak positif atau negatif dari fandom K-Pop terhadap kesejahteraan emosional dan mental para penggemarnya.Kata Kunci: Pemaknaan, Peran, Penggemar K-Pop, Perempuan
Analisis Mediasi Keterampilan Sosial pada Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Motivasi Berprestasi Siswa Tetteng, Basti; Dewi, Eva Meizara Puspita; Kusuma, Perdana; Ansar, Nuratthahirah; Baman, Ahmad Habiby Arafaat; Awalya, Nur
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/talenta.v11i1.80888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keterampilan sosial sebagai mediator pada pengaruh dukungan sosial terhadap motivasi berprestasi pada siswa sekolah menengah pertama di Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain kausalitas dan metode survei yang melibatkan 350 siswa SMP di Kota Makassar yang diperoleh melalui teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Multidimentional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), Interpersonal Competence Questionnaire (ICQ), dan Prestatie Motivate Test (PMT). Analisis data penelitian menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh negatif terhadap motivasi berprestasi siswa, keterampilan sosial berpengaruh positif terhadap motivasi berprestasi siswa, dukungan sosial berpengaruh positif terhadap keterampilan sosial, dan terdapat peran mediator variabel keterampilan sosial dalam pengaruh dukungan sosial terhadap motivasi berprestasi siswa. 
Gender Role and Online News Framing in Sexual Assault Victim Blaming: An Experimental Study Awalya, Nur; Tetteng, Basti; Kusuma, Perdana
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 5, No 2 (2025): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v5i2.81284

Abstract

Abstract. Victim blaming remains prevalent in sexual harassment cases on university campuses and is shaped by media framing and internalised gender roles. This study examined the extent to which gender roles and exposure to framed online news about sexual harassment influence students’ victim-blaming tendencies. Forty psychology undergraduates (aged 18–23 years) from Universitas Negeri Makassar were classified as masculine, feminine, androgynous, or undifferentiated using the Bem Sex Role Inventory. A true experimental design with a randomised pretest–posttest control group was employed. Data were analysed with Two-Way ANOVA and paired-sample t-tests. The analyses revealed no statistically significant main effects of gender role or news framing on victim-blaming scores (p > .05). However, participants exposed to negatively framed news showed a significant posttest increase in victim-blaming (p = .043; d = 0.44). These findings indicate that negative victim-focused framing can heighten the tendency to blame victims. The results highlight the need for media literacy education and gender-awareness programmes to mitigate perceptual bias toward victims. Keywords: Victim Blaming, News Framing, Gender Roles
Tingkat Kecemasan Mahasiswa: Kajian Deskriptif Berdasarkan Faktor Demografis dan Lingkungan Tempat Tinggal Ismail, Ismalandari; Murdiana, Sitti; Kusuma, Perdana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perbedaan tingkat kecemasan mahasiswa berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat semester, dan status tempat tinggal. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian dilakukan pada 94 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar yang mengisi instrumen DASS-21 subskala kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan mahasiswa berada pada variasi kategori, dengan proporsi terbesar pada kategori sangat berat (28,7%). Perbedaan kecemasan terlihat jelas pada kelompok demografis tertentu, di mana mahasiswa usia 19–20 tahun, perempuan, mahasiswa semester 3–4, dan mereka yang tinggal bersama keluarga maupun kos/asrama menunjukkan tingkat kecemasan lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor perkembangan, tuntutan akademik, dan konteks sosial berperan dalam munculnya kecemasan. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan psikologis berbasis kampus dan intervensi preventif untuk kelompok mahasiswa yang lebih rentan.
Pengaruh Kesepian Terhadap Para-Friendship dan Para-love Pada Dewasa Awal Penggemar K-pop di Kota Makassar Sukur, Arifa Mulinkasari; Nurdin, Muhammad Nur Hidayat; Kusuma, Perdana
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan parasosial merupakan pengalaman keintiman, persahabatan, dan keterlibatan afektif dengan tokoh-tokoh media. Hubungan parasosial dapat terbagi menjadi dua bentuk yaitu parasosial friendship dan parasosial love yang mirip dengan hubungan interpersonal, dan hal tersebut mampu meningkatkan risiko kebingungan pada penggemar dewasa awal yang sedang membangun hubungan interpersonal, terutama individu yang tidak mampu memenuhi kebutuhan emosional dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kesepian terhadap hubungan parasosial friendship dan love pada dewasa awal penggemar K-pop di kota Makassar. Dalam penelitian ini, teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi ordinal, dengan jumlah responden sebanyak 142 penggemar K-pop yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kesepian terhadap hubungan parasosial love sebesar 33,7 % (0,000 < 0,05) dan hubungan parasosial friendship sebesar 5,2% (0,035 < 0,05). Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi penggemar K-pop terutama yang sedang berada dalam masa dewasa awal agar tidak membangun hubungan parasosial terutama cinta dengan idola lebih jauh agar tidak mengganti interaksi sosial di dunia nyata dan pada akhirnya mampu memenuhi tugas perkembangannya.
Pengaruh Internalisasi Stigma Terhadap Kecenderungan Depresi pada Perempuan Berstatus Not in Employment, Education, or Training (NEET) Auliya, Athira Izzah; Nurdin, Muhammad Nur Hidayat; Kusuma, Perdana
Jurnal Psikologi Sains dan Profesi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i2.66601

Abstract

Perilaku diskriminatif akibat stereotipe sosial yang mengaitkan status NEET (not in employment, education, or training) dengan kelemahan karakter, seperti pemalas atau kurang berusaha merupakan stigmatisasi terhadap NEET. Apabila terinternalisasi, stigma tersebut dapat menjadi faktor risiko yang signifikan terhadap munculnya kecenderungan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh internalisasi stigma terhadap kecenderungan depresi pada perempuan berstatus NEET. Peneliti merekrut sebanyak 201 perempuan dewasa awal (usia 18–40 tahun) yang berstatus NEET di Kota Makassar melalui teknik snowball sampling. Internalisasi stigma diukur menggunakan Self-Stigma Scale-Short (SSS-S) dan kecenderungan depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory II (BDI-II). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menghitung analisis regresi linier sederhana antarvariabel. Hasil menunjukkan adanya pengaruh internalisasi stigma terhadap kecenderungan depresi pada perempuan berstatus NEET (R2 = .52, F(1,199) = 211.304, p < .05). Peningkatan internalisasi stigma dikaitkan dengan kecenderungan depresi yang lebih tinggi. Selain itu, internalisasi stigma yang lebih tinggi ditemukan pada perempuan berstatus NEET yang belum menikah. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan kecenderungan depresi pada perempuan berstatus NEET serta mengurangi internalisasi stigma demi menjaga kesehatan mental. The Influence of Internalized Stigma on Depressive Tendencies Among Women with NEET Status AbstractDiscriminatory behavior rooted in social stereotypes that associate NEET (not in employment, education, or training) status with character flaws, such as laziness or a lack of effort, constitutes stigmatization of individuals with NEET status. When internalized, such stigma may become a significant risk factor for depressive tendencies. This study aimed to examine the effect of internalized stigma on depressive tendencies among women with NEET status. A total of 201 emerging adult women (aged 18–40 years) with NEET status in Makassar were recruited using snowball sampling technique. Internalized stigma was measured using the Self-Stigma Scale-Short (SSS-S), while depressive tendencies were assessed using the Beck Depression Inventory–II (BDI-II). The hypothesis was tested using simple linear regression analysis. The results indicated that internalized stigma predicted depressive tendencies among women with NEET status (R² = .52, F(1, 199) = 211.304, p < .05). Higher levels of internalized stigma were associated with greater depressive tendencies. In addition, unmarried women with NEET status reported higher levels of internalized stigma. These findings highlight the importance of early detection and intervention for depressive tendencies among women with NEET status, as well as efforts to reduce internalized stigma to promote mental well-being.