Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Anak Dalam Kandungan Dan Kematian Masal Dalam Fikih Mawaris Mahbub, Muhammad; Ghafur, Abd
Journal of Religion and Social Community | E-ISSN : 3064-0326 Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mass death cases (al-halāk al-jamā‘ī) are important issues in Islamic jurisprudence because they affect the clarity of the status of both the heir and the beneficiary. In Islamic inheritance law, the presence of unborn children has a potential position as heirs if certain conditions are met, thus requiring the determination of a special inheritance share through the concept of ta‘līq al-irth. Meanwhile, mass death raises issues regarding the order of death (tartīb al-mawt) and mutual inheritance between victims, especially when it is unknown who died first. This study aims to analyze the provisions of Islamic jurisprudence related to these two issues, including the method of determining inheritance rights, dispute resolution, and legal implications for the distribution of inherited assets. Through a literature review of classical and contemporary books, this study found that Islamic jurisprudence provides a resolution mechanism through the principle of prudence (iḥtiyāṭ), the postponement of inheritance shares, and the application of the principle of al-yaqīn lā yazūlu bi al-syakk. Thus, this discussion provides a comprehensive understanding regarding the dynamics of determining inheritance rights in uncertain conditions, as well as its relevance in the modern social context.
Digital Marketing Training For Tilapia Fish Farming Businesses In Bladu Kulon Village, Tegal Siwalan Subdistrict, Probolinggo Regency I’tisoma Billah, Zahida; Zainullah, Ahmad; Hidayatul Hikmiyah, Hawa’; Ghafur, Abd; Nuntupa
CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Simfoni Ilmu Cindekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65430/jpm.v2i1.27

Abstract

Community service through the Kuliah Kerja Nyata (KKN) program in Blado Kulon Village, Tegal Siwalan District, Probolinggo Regency was carried out using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. This approach was chosen because it emphasizes the utilization of community assets, strengths, and local potential, particularly in the tilapia fish farming sector, which serves as the village’s main asset. Through the ABCD method and Appreciative Inquiry, the mentoring process was implemented in five key stages: discovery, dream, design, define, and destiny. This program focused on developing community capacity, especially among members of the Mina Mandiri tilapia farming group (POKDAKAN), in enhancing their knowledge and skills in digital marketing. The results of the program indicate positive changes within the community, particularly in business management, mindset, and the ability to utilize social media as a marketing platform. Training activities, including the creation of Shopee and Lazada accounts and the optimization of WhatsApp Business, contributed to increased creativity and independence in promoting tilapia farming products. These findings reinforce that the ABCD approach effectively fosters self-reliance, confidence, and empowerment within the community to develop its local potential. Overall, the digital marketing assistance program based on local assets proved effective in improving the capacity of the Blado Kulon Village community. This initiative is expected to serve as an initial step toward further business innovation development and strengthening the village economy through community-based assets.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Metode Pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) Memproduksi Permen Jelly Dari Buah Pepaya di Desa Pesawahan Kecamatan Tiris Izzah, Inayah Robbil; Putri, Indra Dwi Irmawati Setiawan; Amalia, Rizqy; Ghafur, Abd
Najah: Journal of Research and Community Service Vol. 3 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Kalam Nusantara Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya California merupakan hasil pemuliaan yang dilakukan oleh Pusat kajian Buah Tropika (PKBT)-IPB yang disebut IPB – 9. Pepaya California memiliki keunggulan antara lain, buahnya kecil dengan ukuran antara 0,8 – 2 kg/buah, halus dan mengkilat, buah matangnya berwarna kuning, rasanya manis, dan daging buahnya kenyal, sehingga buah pepaya ini sangat cocok diolah menjadi permen jelly. Pada PKM ini buah pepaya menjadi bahan baku utama dalam memproduksi permen jelly dengan menggunakan pewarna alami yaitu buah naga dan daun pandan. Tujuan PKM ini untuk meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan hasil panen perkebunan buah pepaya yang dikelola oleh masyarakat pesawahan. Rancangan PKM ini dilakukan dengan melakukan observasi ke ladang perkebunan pepaya dan mengadakan pendampingan pembuatan permen jelly. Hasil PKM yang dilakukan menunjukkan, pemanfaatan buah pepaya yang tidak masuk kriteria penjualan bisa di olah menjadi sebuah produk,serta adanya produk bertujuan untuk mengembangkan produksi pepaya menjadi permen jelly, permen jelly yang menggunakan pewarna alami dengan buah naga sebagai warna merah, dan pandan sebagai warna hijau, metode PKM yang di gunakan adalah pendekatan aset based community development (ABCD) dengan mengembangkan aset atau sumber daya lokal yang di miliki masyarakat,salah satunya yaitu memproduksi pepeya menjadi permen jelly. Tahapan yang di gunakan dalam kegiatan ini ialah persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mahasiswa berharap setelah kegiatan ini masyarakat bertambah wawasan dan keterampilan dalam memasarkan produk serta memproduksi sesuatu yang awalnya tidak layak di konsumsi dan di pasarkan menjadi sebuah produk yang bisa di kenal oleh masyarakat.
Implementasi Radd Dalam Pembagian Kewarisan Islam: Studi Atas Keselarasan Fiqih Mawaris dan KHI Ghafur, Abd; Safi'i, Salim
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4277

Abstract

Pembagian warisan merupakan aspek fundamental dan krusial dalam hukum Islam, yang secara tegas menekankan prinsip keadilan distributif serta perlindungan menyeluruh terhadap hak-hak finansial ahli waris yang sah. Dalam praktik pembagian harta peninggalan, seringkali ditemukan kondisi di mana muncul sisa harta (al-baaqi) setelah seluruh bagian pasti (ashab al-furudh) telah menerima haknya sesuai ketetapan syariat. Untuk mengatasi sisa harta yang berpotensi terlantar ini, diperkenalkanlah konsep radd (pengembalian sisa harta kepada ahli waris yang berhak) yang berperan vital dalam menjamin pemanfaatan harta secara optimal.Kajian ini berfokus pada analisis komparatif mengenai implementasi konsep radd antara kerangka Fiqih Mawaris klasik dan penerapannya dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia. Perbandingan ini bertujuan menelaah sejauh mana terdapat keselarasan substantif antara prinsip normatif yang dikembangkan oleh ulama klasik dengan perumusan hukum positif yang berlaku di tanah air.Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan menelusuri sumber-sumber primer seperti Al-Qur’an, hadis, serta beragam literatur fiqih mazhab empat, dan regulasi resmi yang termuat dalam KHI. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun KHI cenderung menyederhanakan mekanisme dan prosedur radd demi tercapainya kepastian hukum dan kemudahan praktik peradilan, secara substansi hukum positif tersebut tetap konsisten dan sejalan dengan roh Fiqih Mawaris. Konsistensi ini dipertahankan melalui penegasan kembali asas keadilan, perlindungan garis keturunan (nasab), dan pemanfaatan harta warisan yang benar. Meskipun demikian, reduksi penafsiran yang dihasilkan dari penyederhanaan ijtihad mazhab dalam KHI patut dicatat, karena hal ini mengakibatkan adanya berkurangnya fleksibilitas interpretasi dan adaptasi hukum yang kaya dalam khazanah fiqih klasik.  
Analisis Fiqh Mawaris Islam: Status Janin sebagai Ahli Waris dan Kasus Kematian Massal (al-Halāk al-‘Ām) ., Aldi; Ghafur, Abd
Journal of Religion and Social Community | E-ISSN : 3064-0326 Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

culinary businesses, with a specific focus on Angkringan Sendang 86 in Kraksaan. Using a qualitative research method with a literature review approach, this study examines a variety of scientific sources published between 2020 and 2024 that discuss service quality, customer comfort, consumer behavior, and customer loyalty in the micro-culinary sector. The findings indicate that service quality which includes friendliness, service speed, cleanliness, accuracy of presentation, and professionalism significantly affects customers’ perceptions and levels of satisfaction. Additionally, comfort factors such as physical environment, spatial layout, ambiance, and supporting facilities play an essential role in shaping positive customer experiences. The literature further emphasizes that the combination of optimal service quality and adequate comfort can enhance customer loyalty and attract new visitors through word-of-mouth recommendations. Therefore, strengthening both aspects is crucial for angkringan business managers to remain competitive and sustainable in an increasingly competitive culinary landscape.