Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Education For All

Analisis Pelaksanaan Program Keaksaraan Dasar Di PKBM Ina Malaka Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka Bria, Yunita Namok; Ray, Fransiskus F. G; Syukur, Abdul; Simbolon, Gallex
Education For All Vol 5 No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v5i1.14726

Abstract

Background Education is the main thing in the current era of globalization.Education in the era of globalization emphasizes the development of futureoriented education. Education cannot be separated from the existence ofknowledge, skills and creativity which actually aims to equip children to facecurrent developments. Data on illiteracy taken by researchers on October 25 2022 at the Malacca Regency education office found that the number ofilliterates in 2022 will be 500 illiterates. The aim is to analyze theimplementation of the basic literacy program at PKBM Ina Malaka and theimpact of implementing the literacy program. The method used is aqualitative method. The technique used to collect data is interviews. As aresult of the research, several findings can be found, namely that theimplementation of the basic literacy program carried out by PKBM InaMakala was carried out in several stages, namely the planning stage,implementation stage, evaluation stage, in carrying out the program. Apartfrom that, many people are enthusiastic about implementing basic literacylearning so that all learning citizens get a literacy certificate (SUKMA) eventhough the infrastructure is still simple in the form of writing tools but alreadysupports the basic literacy program process. PKBM Ina Malaka has had adecreasing impact on illiterate people in West Malaka District, MalakaRegency
Kekerasan Seksual Dalam Hubungan Berpacaran Pada Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Atty, Sherly Aprilia; Klau, Erni Raster; Simbolon, Gallex
Education For All Vol 5 No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v5i1.17268

Abstract

Pacaran adalah hubungan antara dua insan manusia yang saling mencintai dan memiliki visi dan misi yang sama. Pacaran berfungsi sebagai tahap pencocokan diridan bertujuan untuk menuju hubungan yang lebih serius, namun sering kali dalamhubungan berpacaran diwarnai dengan kekerasan. Kekerasan dalam hubungan berpacaranadalah fenomena yang sering terjadi disekitar kehidupan dan menempati peringkat ke duakasus kekerasan terhadap perempuan, namun masih banyak orang bahkan korban tidakmenyadari hal tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenalogi dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Informanpenelitian adalah mahasiswa Universitas Nusa Cendana di Kota Kupang yang terdiri dari7 (tujuh) orang sebagai korban kekerasan seksual dalam hubungan berpacaran. Tujuan penelitian ini untuk menemukan faktor penyebab terjadinya kekerasan seksual dalam hubungan berpacaran pada mahasiswa universitas nusa cendana. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kekerasan seksual dalam hubungan berpacaran disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kurangnya pengetahuan dan keterampilan menghindari kekerasan, mispersepsi diri, tidak merasa bersalah, afeksi dan harapan, ketidakmampuan mengungkapkan ketidaksetujuan, dorongan seksual dan sikap manipulatif, adapun faktor yang paling dominan adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan menghindari kekersan dan mispersepsi diri. Faktor eksternal meliputi tidak adanya batasan-batasan yang jelas dalam hubungan berpacaran, lemahnya hubungan anak dan orang tua dan riwayat kekerasan.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEAKTIFAN PESERTA DIDIK DI SPNF KABUPATEN ALOR Djuru, Fikri Haikal; Simbolon, Gallex; Sogen, Yosephina K
Education For All Vol 3 No 2 (2023): OCTOBER
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v3i2.12309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan peserta didik, penggunaan model pembelajaran konvensional yang tidak terlalu membangkitkan kekaktifan peserta didik dikarena kan model pembelajaran ini lebih berpusat pada tutor proses pembelajaran berjalan membosankan dan peserta didik menjadi pasif. Sala satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan peserta didik yaitu pembelajaran berbasis masalah dikarenakan model pembelajaran ini lebih berpusat pada peserta didik, peserta didik dapat menjadi pembelajaran yang mandiri pada pembelajaran IPS materi sejarah indonesia pada peserta didik program paket C SPNF kecamatan wolatang Kabupaten Alor. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one-grup pre test-post test. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keaktifan peserta didik dan variabel bebasnya pembelajaran berbasis masalah. Subjek dalam penelitian ini 50 peserta didik pada kelas eksperimen dan 50 pada kelas kontrol. Teknik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data ini adalah angket dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan analisis statistik deskriptif dengan bantuan Microsoft excel. Hasil penelitian ini menujukan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap keaktifan peserta didik dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial. Hal tersebut dapa dilihat dari adanya pengikatan. Berdasarkan hasil Microsof Excel hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Wilcoxon mendapatkan hasil Whitung = 118,5 sedangkan Wtabel = 434. Dengan Diketahui W hitung= 118,5 < Wkritis= 434, yang berarti Ha diterima dan HO ditolak. Berdasarkan hasil peneitian disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dapat menigkataan keaktifan peserta didik di SPNF Kabupaten Alor pada mata pelajaran IPS.
GAMBARAN MASYARAKAT TENTANG PENDIDIKAN SERTA KONTRIBUSINYA Saragih, Fernando; Simbolon, Gallex
Education For All Vol 3 No 2 (2023): OCTOBER
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v3i2.13063

Abstract

Education is something special in the eyes of society where education is one of the keys to developing human resources. Many views regarding education became the basis for developing this research. This research focuses on a quantitative approach using survey methods. This research was carried out using a questionnaire with 28 statements (16 questions focused on perceptions of PLS and 12 on interest in continuing education to higher education. Based on these results it can be concluded that there is a positive and significant influence between public perceptions about education and interest in continuing education at state universities.
Pemberdayaan Perempuan Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Melalui Kelompok Tenun Mawar Di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang Seran, Apriliana Hoar; Simbolon, Gallex; Mardani, Ambara Saraswati
Education For All Vol 5 No 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/efapls.v5i2.24053

Abstract

The women's empowerment program in the family environment is one of the strategic steps in improving household welfare, along with economic demands, women now have an important role in supporting the resilience of family life. This encourages the involvement of women working in productive activities such as women's empowerment programs through weaving groups as part of village development and brings change for women in changing family lives. This study aims to examine how the role of the rose weaving group in increasing women's household income in Tanah Merah Village. The research approach used is a qualitative method with Longwe Analysis, this study examines 5 dimensions of empowerment, namely (1) Welfare dimension (2) Access dimension (3) Critical awareness dimension (4) Participation dimension (5) Control dimension. The results of the study show that the involvement of women members of the weaving group has a positive impact on family income. Because through the women's weaving group they are able to generate additional income that can help meet the needs in the household and are not dependent on their husbands.