Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EFEKTIVITAS METODE COOPERATIVE LEARNING PADA HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI PUISI SISWA KELAS X SMA AL-IKHLAS KOTA BEKASI Luluk Setyowati; Sigit Widiyarto; Aster Pujaning Ati; Lengsi Manurung; Loecita Sandiar; Nana Suyana
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 5 No. 2 (2023): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v5i2.3929

Abstract

Learning the Indonesian language and literature still needs to be optimal. Learning needs to get the attention of teachers and educational observers. Good learning makes students happy and comfortable and gets optimal learning results. This study aimed to determine the effectiveness of cooperative learning in class X high school students with poetry material. The method used is an experimental method with the type of pretest-posttest. Respondents who participated in the study were 42 students. Research activities were carried out from January to March 2019. The study's results stated an increase of 4.7464 when students used cooperative learning. The learning process begins with forming groups and interactions between students and teachers. This method can provide added value before and after using the method.
Penyuluhan Kesantunan dan Kesopanan Berbahasa Pada Siswa SMK Karya Mandiri Kota Bekasi Sigit Widiyarto; Hanggono Arie Prabowo; Siti Alifah; Luluk Setyowati; Zeinora Zeinora; Isroyati Isroyati; Agus Abdillah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i4.157

Abstract

Penggunaan bahasa tidak hanya sebatas memperhatikan ragam yang baik dan benar, akan tetapi juga mematuhi ketepatan penyampaian makna dan maksud tujuan yang ingin disampaikan kepada mitra tutur secara santun. Ketidaksantunan acap muncul karenan kurangnya pengetahuan dan pembiasaan dari para siswa. Hal ini menjadi perhatian para guru dan orang tua siswa. Ketidaksopanan juga muncul karena siswa belum memperhatikan dan mengetahui dampak dari ucapan yang tidak sopan. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, praktek, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Peserta yang ikut adalah siswa SMK Karya Mandiri sebanyak 37 siswa kelas X program studi d Kota Bekasi. Kegiatan dilakkan pada bulan Maret hingga Juli 2023. Hasil kegiatan menunukkan siswa sudah mampu membedakan siuasi formal dan informal serta mempraktekkan kesantunan dan kesopanan berbicara di lingkungan sekolah. Nilai evaluasi mencapai 74, berkatagori cukup baik.
PENYULUHAN DAN PENGUATAN KARAKTER PANCASILA PADA SISWA SMK BUNDA AUNI KOTA BEKASI Hanggono Arie Prabowo; Lengsi Manurung; Siti Alifah; Husain Nurisman; Luluk Setyowati; Dellia Mila Vernia; Sigit Widiyarto; Lidya Natalia Sartono; Nana Suyana
Jubaedah : Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah)
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jub.v4i1.147

Abstract

The growth and development of good character will encourage students to grow with the capacity and commitment to do things the best and do everything correctly and have a purpose in life. Based on this statement, schools as educational institutions have a responsibility to develop and strengthen character to produce students with character. Strengthening the character of Pancasila is important at this time, to answer the challenges of the times. This activity was attended by 30 vocational high school students from nursing and pharmacy study programs. The activities were carried out from January to March 2024. The results of the activities showed that the students were able to apply the Pancasila character attitudes, even though they were not yet spontaneous and routine
SOSIALISASI DAN PELATIHAN MEMBANGUN KESADARAN BERWIRAUSAHA PADA SMA LEPPESA Deni Nasir Ahmad; Luluk Setyowati; Westri Andayanti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2203-2207

Abstract

Pembangunan watak berwirausaha bisa dibangun mulai dari dalam keluarga, lingkungan masyarakat ataupun sekolah sehingga membangun kesadaran akan berwirausaha. Tujuan dari kegiatan adalah membangun kesadaran berwirausaha guna mencapai kemandirian bekerja dan penghasilan. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah dengan dilakukan pengarahan berupa motivasi dan pelatihan berwirausaha guna mencapai kemandirian bekerja dan pendapatan. Hasil dari kegiatan adalah mitra dalam hal ini adalah peserta didik sangat berantusias dalam kegiatan guna mencapai kesadaran berwirausaha.
MENCEGAH BRAIN ROT: PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO YOUTUBE DALAM MENGUJI KEMAMPUAN ANALISIS PESERTA DIDIK Deni Nasir Ahmad; Giry Marhento; Zakiah Fithah A’ini; Aulia Masruroh; Nurma Tambunan; Luluk Setyowati; Arum Sanjayanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 2 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i2.14304

Abstract

The phenomenon of brain rot, or the decline in analytical thinking skills due to passive consumption of digital content, is a new challenge in modern education. This study aims to test whether YouTube video-based learning improves students' analytical skills compared to conventional learning. The term "brain rot" has garnered widespread attention and has been discussed in both popular and academic literature recently; several articles and reviews have suggested a link between consuming short/shallow content and decreased concentration, cognitive overload, or reduced deep thinking. social media has positive impacts, such as a means for socializing, self-expression, seeking entertainment, obtaining information, building networks, and supporting the educational process, its negative side is also real. The research method used a quantitative approach with a quasi-experimental design. The study, conducted before and after the use of image learning media, significantly improved students' analytical skills. The results of the analysis of the analytical thinking skills test revealed changes in learning, indicating an increase. This means that the average sample remained in a normal brain state and did not experience a decline or brain decay in their analytical skills. The conclusion of this study is that targeted learning using YouTube videos can prevent brain rot by improving students' analytical skills.
Sosialisasi Tanaman Obat Tradisional sebagai Budaya Kearifan Lokal kepada Siswa MA Bina Mulia Depok Deni Nasir Ahmad; Luluk Setyowati; Westri Andayanti
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1470

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat tradisional merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Indonesia yang telah diwariskan secara turun-temurun dan memiliki potensi sebagai alternatif dalam menjaga kesehatan. Namun, seiring perkembangan zaman, pemanfaatan tanaman obat tradisional mulai berkurang karena rendahnya pengetahuan generasi muda mengenai manfaat, cara penggunaan, serta jenis-jenis tanaman obat yang ada di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa MA Bina Mulia Depok mengenai manfaat tanaman obat tradisional sebagai bagian dari budaya kearifan lokal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap observasi untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra, pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan mengenai jenis, manfaat, serta pemanfaatan tanaman obat tradisional, kemudian diakhiri dengan evaluasi melalui sesi diskusi dan umpan balik bersama peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif dalam diskusi maupun sesi tanya jawab. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan sosialisasi diterima dengan sangat baik oleh peserta, yang ditunjukkan melalui meningkatnya pemahaman mengenai tanaman obat tradisional serta adanya masukan agar kegiatan serupa dilaksanakan dengan durasi yang lebih panjang dan dilengkapi dengan praktik atau pelatihan secara langsung. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi siswa mengenai tanaman obat tradisional sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.
Metode Keteladanan (Modeling), Pembiasaan Rutin, Dan Pendekatan Kooperatif Untuk Pembelajaran Karakter Pada Sekolah Rakyat Nur Rizkiyah; Luluk Setyowati; Loecita Sandiar; Husain Nurisman; Novita Delima; Zeinora Zeinora; Bado Riyono
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 20, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v20i2.8644

Abstract

Perkembangan media sosial, digitalisasi, dan maraknya perundungan menuntut penguatan pendidikan karakter di Sekolah Rakyat Bekasi Timur agar teknologi dan lingkungan belajar mendukung akhlakul karimah. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara semi-terstruktur (5 siswa, 2 guru, 1 orang tua), observasi partisipatif, dan kajian dokumen; data dianalisis secara tematik melalui reduksi, pengkodean, dan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa metode keteladanan (modeling), pembiasaan rutin, dan pendekatan kooperatif saling melengkapi dalam membentuk karakter siswa. Modeling efektif bila guru konsisten menunjukkan perilaku jujur, disiplin, dan empati; pembiasaan rutin (doa pagi, piket, refleksi) menginternalisasi kebiasaan positif apabila disertai pemaknaan; pendekatan kooperatif mengembangkan keterampilan sosial, empati, dan tanggung jawab kolektif namun memerlukan mekanisme penilaian individu dan pembagian tugas jelas. Temuan juga menekankan perlunya psikoedukasi dan keterlibatan komunitas untuk mencegah perilaku menyimpang serta memediasi penggunaan media digital. Integrasi ketiga metode dalam kurikulum dan budaya sekolah meningkatkan efektivitas pembelajaran karakter. Direkomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi guru dalam praktik modeling dan fasilitasi kelompok, penguatan makna dalam rutinitas harian, rubrik penilaian kerja kelompok, monitoring berkala, serta keterlibatan orang tua dan komunitas untuk memastikan kesinambungan dan relevansi nilai dalam konteks modern.