Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Motivasi Belajar dengan Academic Burnout Pada Mahasiswa Sahab, Nurlin; Abas, Muhamad; Kaimuddin, Sitti Mikarna
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i3.41593

Abstract

Academic burnout merupakan kondisi yang membuat berkurangnya minat individu dalam memenuhi tugas, rendahnya motivasi, dan kelelahan karena persyaratan pendidikan, sehingga munculnya perasaan yang tidak di inginkan dan perasaan tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi belajar dengan academic burnout pada mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur di Universitas Halu Oleo. Subjek dalam penelitian berjumlah 78 responden yang ditentukan dengan teknik random sampling. Jenis penelitian berupa penelitian kuantitatif korelasional. Instrumen penelitian menggunakan skala motivasi belajar dan skala academic burnout. Pengujian hipotesis dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi belajar dengan academic burnout pada mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur di Universitas Halu Oleo. Nilai koefisien korelasi Pearson yang diperoleh menunjukkan nilai sebesar -0,621 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (ρ < 0,05). Hal ini berarti bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara motvasi belajar dengan academic burnout pada mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur di Universitas Halu Oleo. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah hipotesis diterima.
Persepsi Fear Appeal Pada Kemasan Rokok Dan Motivasi Berhenti Merokok Remaja Husnaya, Irdha; Aspin, Aspin; Kaimuddin, Sitti Mikarna
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i3.42992

Abstract

Abstrak : Angka kematian akibat rokok terus meningkat. Pemerintah menetapkan beberapa kebijakan untuk mengendalikan masalah rokok. Salah satunya adalah dalam peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan menteri kesehatan Nomor 28 Tahun 2013 tentang pencantuman peringatan kesehatan dan informasi kesehatan pada kemasan produk tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi fear appeal pada kemasan rokok dengan motivasi berhenti merokok remaja Madrasah Aliyah Desa Lasalimu. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 32 orang, yang diambil dengan menggunakan teknik total sempling. Instrumen penelitian ini menggunakan skala persepsi fear appeal pada kemasan rokok dan skala motivasi berhenti merokok. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment, Koefisien korelasi ditemukan dengan nilai sebesar -0,256 dan nilai signifikansi 0,158 nilai ini lebih besar dari 0,05 sehingga dikatakan tidak ada hubunganantara persepsi fear appea pada kemasan rokok dengan motivasi berhenti merokok remaja Madrasah Aliyah Desa Lasalimu, sehingga hipotesis dalam penelitian ini ditolak. Kata kunci : motivasi berhenti merokok; persepsi; remaja
Konsep Diri pada Penggemar K-Pop Suhardi, Taufik Al Hakim; Aspin, Aspin; Kaimuddin, Sitti Mikarna
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i3.39007

Abstract

Kepopuleran musik K-pop mampu mendominasi pasar global termasuk Indonesia dan digemari dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Banyaknya penggemar K-pop kemudian membentuk komunitas-komunitas pecinta K-pop salah satunya komunitas dance cover Orange Crush. Banyaknya penilaian negatif mengenai K-pop di masyarakat menjadi tantangan bagi para anggota Orange Crush dalam menjalalani aktivitasnya di dalam komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep diri penggemar K-pop di dalam komunitas Orange Crush. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, self report dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki konsep diri yang positif, yang memiliki ciri-ciri yakin dan mampu dalam mengatasi masalah, merasa sama dan setara dengan orang lain, mampu menerima pujian tanpa rasa malu, menyadari bahwa tidak semua orang menyetujui hobi dan aktivitasnya, dan mampu mengintrospeksi dan memperbaiki kesalahan serta menyadari dan mengembangkan potensi diri.
Konsep Diri dengan Interaksi Sosial pada Remaja Pracilia, Suci Risky; Siregar, Nani Restati; Kaimuddin, Sitti Mikarna
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i2.44543

Abstract

Konsep diri merupakan gambaran atau pandangan individu mengenai diri sendiri yang didapatkan dari hasil interaksi dengan lingkungannya. Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu satu dengan lainnya yang saling memberi pengaruh baik dalam hal positif maupun negatif dalam kehidupan sehari-hari. Remaja di lingkungannya diharapkan mampu menjalin interaksi sosial dengan baik untuk dapat membentuk konsep diri yang baik pula. Konsep diri terbentuk karena adanya interaksi dengan individu lain disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan interaksi sosial pada remaja di SMP Negeri 1 Kendari. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 87 orang dari 650 populasi remaja kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan skala interaksi sosial dan skala konsep diri. Teknik analisis ini menggunakan metode korelasi pearson’s product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara konsep diri dengan interaksi sosial pada remaja di SMP Negeri 1 Kendari dengan nilai korelasi sebesar 0,394 dan taraf signifikan 0,00
Keaktifan Berorganisasi dan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Pengurus BEM Fakultas Arman, Fikriyyah Islamic; Kaimuddin, Sitti Mikarna; Aspin, Aspin
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i3.41690

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan mengerjakan tugas-tugas akademik yang biasa dilakukan oleh mahasiswa. Jika mahasiwa tidak dapat memanejemen waktu dengan baik maka mahasiswa akan kesulitan dalam menjalani aktivitas yang dijalaninya. Faktor mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik salah satunya dikarenakan aktif mengikuti organisasi. Ketika terlalu sibuk mengerjakan program kerja organisasi biasanya mahasiswa mengerjakan tugas akademiknya saat sudah deadline pengumpulan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keaktifan berorganisasi dengan prokrastinasi akademik mahasiswa pengurus BEM Fakultas di Universitas Halu Oleo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 65 mahasiswa dari 908 mahasiswa Pengurus Bem Fakultas di Universitas Halu Oleo. Metode pengumpulan data menggunakan skala keaktifan berorganisasi dan skala prokrastinasi akademik. Teknik analisis data menggunakan metode korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara keaktifan berorganisasi dan prokrastinasi akademik mahasiswa pengurus BEM Fakultas di Universitas Halu Oleo.
Kontrol Diri dalam Perilaku Merokok pada Remaja Laki-Laki Abdillah, Abdillah; suarni, waode; Kaimuddin, Sitti Mikarna
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 1 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i1.42487

Abstract

Adolescence is a time when an individual is looking for identity. In searching for identity, sometimes a teenager does things that shouldn't be like smoking behavior. Smoking behavior is the activity of burning cigarettes made of tobacco and wrapped in paper and then inhaling the smoke and then exhaling it out of the body. Smoking behavior is a form of juvenile delinquency related to self-control abilities. Self-control or self-control is an important factor in controlling and directing adolescent behavior. Adolescents who have high self-control will be able to control and direct their behavior. The teenager is generally still able to control the impulses that exist in him. This study aims to determine whether self-control plays a role in smoking behavior in male adolescents at SMKN 2 Kendari. This type of research is quantitative with an ex-post facto research design. The population in this study were 613 students. The sample of this research was 89 people who were taken using a purposive sampling technique with the criteria of male students, class X and XI, and students who smoked. The research instrument used a self-control scale and smoking behavior scale. Data analysis technique using simple regression analysis. The results showed that self-control played a role in smoking behavior with a significance value of 0.001 (P
peran dukungan sosial dalam resiliensi pada orang tua anak autis nur aqilah, waode hazrah; abas, muhammad; kaimuddin, sitti mikarna
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i2.45198

Abstract

Resiliensi adalah kemampuan individu untuk bertahan dan tidak menyerah pada keadaan-keadaan yang sulit yang sedang dialami dalam kehidupan, serta berusaha untuk beradaptasi dengan kesulitan dan kemudian bangkit dari kesulitan tersebut untuk bertahan dan menjadi lebih baik. dukungan sosial adalah kenyamanan, perhatian, penghargaan atau bantuan yang diterima individu dari orang lain, dimana orang lain dapat diartikan sebagai individu atau kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dukungan sosial dalam resiliensi pada orang tua anak autis di UPTD penanganan siswa berkebutuhan khusus Sulawesi Tenggara. Metode penelitian ini termasuk jenis penelitian kuatitatif komparatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang tua anak autis. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik ex-post facto. Instrumen penelitian ini menggunakan skala resiliensi dan dukungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan uji analisis regresi sederhana nilai R Square sebesar 0,329 yang berarti bahwa dukungan sosial memberikan sumbangsih dalam resiliensi sebesar 32,9%. Kategorisasi dukungan sosial sebagian besar orang tua anak autis mendapat dukungan sosial yang berada dikategori sedang dengan presentase 60% sedangkan variabel resiliensi sebagian besar respon orang tua anak autis memiliki resiliensi yang berada dikategori sedang dengan presentase 63,3%.
Citra Tubuh dengan Kepercayaan Diri pada Siswi Trisnonurcahyani, Sari; Siregar, Nani Restati; Kaimuddin, Sitti Mikarna
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i3.29319

Abstract

Kepercayaan diri yang cukup, seseorang individu akan dapat mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya sedangkan individu yang kurang percaya diri tidak akan mampu mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya sehingga seseorang akan minder dan memiliki citra tubuh yang negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan kepercayaan diri. Penelitian dilakukan di SMAN 4 Kendari dengan populasi berjumlah 314 Siswi kelas X. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling dengan total sampel yang berjumlah 79 siswi. Jenis penelitian berupa penelitian kuantitatif korelasional. Data penelitian diukur dengan menggunakan skala citra tubuh dan skala kepercayaan diri. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa mayoritas citra tubuh siswi berada pada kategori rendah, sedangkan kepercayaan diri siswi mayoritas berada di kategori sedang. Koefisien pearson correlation menunjukkan angka sebesar 0,494 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara citra tubuh dan kepercayaan diri pada siswi SMAN 4 Kendari. Kedua variabel memiliki angka koefisien korelasi bertanda positif, artinya semakin tinggi citra tubuh maka akan diikuti dengan semakin tingginya kepercayaan diri siswi SMAN 4 Kendari
Kontribusi Kontrol Diri dalam Perilaku Agresif Remaja Nur Jamal, Silkiyah Rif'ah; Aspin, Aspin; Kaimuddin, Sitti Mikarna
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 1 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i1.42786

Abstract

Masa remaja disebut sebagai masa usia bermasalah karena remaja merasa mampu mengatasi masalahnya sendiri namun belum berpengalaman dalam mengatasi masalah yang dihadapinya. Oleh karena itu, ketika menghadapi masalah, remaja terkadang tidak dapat mengontrol emosinya sehingga memunculkan perilaku tidak menyenangkan yaitu perilaku agresif. Kontrol diri merupakan faktor yang penting dimiliki oleh setiap remaja agar terhindar dari perilaku agresif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kontrol diri dalam perilaku agresif pada remaja SMP Negeri 12 Kendari. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 46 siswa kelas VIII dari 240 populasi yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan skala kontrol diri skala perilaku agresif. Teknik analisis data menggunakan metode analisis regresi sederhana dan diperoleh nilai signifikansi p = 0,000 < 0,05 dan nilai R Square sebesar 0,339. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol diri berperan dalam perilaku agresif remaja SMP Negeri 12 Kendari dengan sumbangan efektif sebesar 33,9 persen.
Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Dalam Mengenal Huruf Dan Angka Bagi Anak Tunagrahita Herik, Eva; Sah, Maolana Mohammad; Kaimuddin, Sitti Mikarna; Sunarjo, Ida Sriwaty; Fajriah, Linda
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): Edisi November 2022
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v4i1.43

Abstract

Tunagrahita merupakan kata lain dari retardasi mental. Anak dengan retardasi mental mempunyai kemampuan intelektual di bawah rata-rata dan memiliki keterbatasan dalam hal berpikir, dimana kemampuan berpikirnya rendah, perhatian dan daya ingatannya lemah, sukar berpikir abstrak, serta kurang mampu berpikir logis. Hal ini berdampak pada kemampuan akademiknya, seperti   mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran, khususnya pelajaran mengenal huruf dan angka. Tujuan pengabdian untuk mengetahui efektifitas penggunaan media pembelajaran dalam mengenal huruf dan angka bagi anak tunagrahita. Media pembelajaran yang digunakan adalah media yang telah dimodifikasi oleh peneliti sebelumnya. Subjek pengabdian ini berjumlah 3 anak SLB Negeri 1 kendari. Metode yang digunakan adalah kuasi eskperimen dengan pendekatan kuantitatif. Hasilnya dalam mengenal huruf adalah kemampuan anak saat pre-test adalah 48,75% dan saat post-test adalah 51,25%. Artinya, media pelajaran yang digunakan memberikan dampak pada anak dalam mengenal huruf sebesar 1,08%. Sedangkan dalam mengenal angka, kemampuan anak saat pre-test adalah 50,54% dan saat post-test adalah 49,46%. Artinya, media pelajaran yang digunakan tidak memberikan perubahan dalam kemampuan anak mengenal angka yang disebabkan faktor mood anak. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran efektif dalam membantu anak tunagrahita dalam mengenal huruf dan angka. Namun faktor mood dapat menyebabkan anak tunagrahita tidak dapat fokus terhadap pelajaran.