Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Usia Pra Sekolah di TKIT Yarsi Mataram Romadonika, Fitri; Baiq Nurul Hidayati; Eka Adithia Pratiwi; Indah Wasliah; Zurriyatun Thoyibah; Henny Yolanda
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Juli : SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v5i3.2790

Abstract

One-third of children in the world experience growth and development disorders, both physical and mental. In Indonesia, around 13–18% of children experience developmental delays, with 16% of them being toddlers who experience neurological and brain development disorders. Children's growth and development are influenced by adequate nutrition, health, and educational stimulation. Early detection and intervention are very important to optimize children's growth and development potential. This community service activity was carried out at TKIT Yarsi Mataram which has around 119 children aged 5–6 years and has not implemented an early detection program for growth and development. Activities include anthropometric examinations (weight, height, head circumference, and arm circumference) and development detection using the Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP). The expected results are that each child has a growth and development report card, and teachers receive training in conducting and documenting examinations, so that this early detection program can become a routine activity in schools..
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DALAM MERAWAT LANSIA DENGAN KEJADIAN OSTEOATRITIS DI DUSUN AIK NYET NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT Syamdarniati, Syamdarniati; Indah Wasliah; Bahtiar, Heri
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 4 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia yang mengalami osteoathritis mempunyai dampak social ekonomi yang besar, baik di Negara maju maupun di Negara berkembang. Diperkirakan satu sampai dua juta orang lanjut usia di Indonesia mengalami kecacatan karena Osteoathritis (potter & perry,2013). Nyeri yang dirasakan pada daerah persendian dan tidak dapat penanganan dengan baik akan mempengaruhi kenyamanan tubuh dan akan berdampak pada penurunan aktivitas (imobilisasi) Peran keluarga sangat penting dan keluarga perlu mengetahui bagaimana untuk mengatasi nyeri persendian dalam merawat Lansia yang dapat di lakukan dengan cara terapi fisik dan dapat dilakukan terapi kompres air hangat pada bagian area yang terkena nyeri,kompres tersebut dapat memberikan efek fisiologi dengan meningkatkan relaksasi otot pergerakan sendi ( Rifham,2012). Metode:. Desain penelitian bersifat Observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross setional dengan tehnik sampling simple random sampling dengan jumlah responden 69 orang. Hasil: Uji Chi-Square test dengan taraf kesalahan (α)= 0,05 diperoleh Hasil uji korelasi spearman rank di dapatkan p-value = 0,01 jadi p-value < 0.05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada Hubungan Peran Keluarga dengan Kejadian Osteoathritis pada Lansia. Nilai korelasi spearman rank sebesar 0,385 menunjukan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi lemah. Kesimpulan; Peran Keluarga dalam merawat lansia di Dusun Aik Nyet Desa Buwun Sejati Kecamatan Narmada sebagian besar memiliki peran keluarga sedang.. dengan Kejadian Osteoathritis sebagian besar membaik.
Pengaruh Kombinasi Kompres Hangat dan Dzikir terhadap Tingkat Nyeri pada Pasien Gastritis Syamdarniati; Indah Wasliah
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (Juni)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v2i4.382

Abstract

Gastritis is an inflammation (inflammation) of the gastric mucosa caused by irritating and infectious factors, namely increased stomach acid. of the many factors that cause gastritis make the incidence of gastritis increase, due to irregular and unhealthy eating habits, alcoholic beverages, stress and consuming lots of coffee which can stimulate increased production of stomach acid. This community service activity was carried out by providing a combination therapy of warm compresses and dhikr therapy to reduce the pain sensitivity of patients with gastritis, with a total of 17 respondents. The aim of implementing this community service is to increase knowledge, reduce pain levels, empower patients and families, improve the quality of life of patients and to encourage the use of complementary therapies in health care and increase community participation in health programs.  After the pre-test and post-test, it can be concluded that the combination of warm compresses and dhikr can reduce pain levels in gastritis patients. So it is recommended for gastritis sufferers to do warm compresses and dhikr as an alternative therapy when feeling pain.
Edukasi Asupan Zat Besi dalam Meningkatkan Kadar Hemogobin (Hb) pada Remaja Putri Sebagai Upaya Dini Pencegahan Stunting Indah Wasliah; Syamdarniati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/9hrdgy29

Abstract

Introduction: Indonesia is still facing nutritional problems which have a serious impact on the Quality of Human Resources. One of the nutritional problems that has become the main concern at this time is the high stunting of children under five. The prevalence of stunting that occurs in Indonesia in 2020 puts Indonesia to have a higher prevalence of stunting than other countries in Southeast Asia. Indonesia is in second place with the highest prevalence of stunting, reaching 31.8%. Efforts to break the chain of stunting problems need to be strengthened in the youth group by providing iron education to prevent stunting.   Objective: To determine the effect of education on iron intake on increasing Hb in female adolescents as an early effort to prevent stunting. Design: Quasi experimental design with one group pretest and posttest. The number of samples in this study were 29 people who were taken by total sampling technique.  Results: The t-test analysis showed that there was an effect of education on iron intake on increasing Hb with a p value of 0.034.  Conclusion: Thus, education on iron intake can be applied as an early effort to prevent stunting.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN FAKTOR SITUASIONAL DENGAN KEJADIAN BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 1 SURABAYA SAKRA TIMUR indah wasliah; Bq. Nurul Hidayati Bq. Nurul Hidayati; Fitri Romadonika Fitri Romadonika; Syamdarniati Syamdarniati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/hv4jgb04

Abstract

Latar belakang: Perilaku bullying merupakan kasus yang mengerikan di Indonesia dan terjadi dari level sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pada tahun 2022 tercatat di KPAI perilaku bullying terjadi di kalangan siswa sekolah dasar dengan angka 54,2% Tujuannya: Untuk mengetahui adanya hubungan pola asuh orang tua dan faktor situasional dengan kejadian bullying pada anak usia sekolah Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif korelatif” pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu 112 siswa, sampel 53 siswa dengan menggunakan teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan  kuesioner, selanjutnya dianalisis dengan uji Chi Square. Responden penelitian anak usia sekolah kelas 4-6, tinggal bersama orang tua, dan memiliki media sosial. Variabel independen penelitian ini yaitu pola asuh orang tua dan pengguna media sosial. Variabel dependen penelitian ini yaitu perilaku bullying Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan yaitu ada hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian bullying p value 0.039 (<0.05) adanya hubungan faktor situasional dengan kejadian bullying Penggunaan media sosial nilai p value 0.038 (<0.05) dan Faktor teman sebaya p value 0.000 (<0.05)Kesimpulan: Perilaku bullying pada anak usia sekolah dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dan faktor situasional. Anak dengan pola asuh authoritarian beresiko lebih besar terlibat perilaku bullying. Anak yang aktif menggunakan media sosial dan anak yang memiliki pertemanan yang tidak baik  rentan terlibat bullying. Saran: perlu adanya peran tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan berbagai upaya dalam promosi kesehatan terkait cara untuk mencegah perilaku bullying dengan melibatkan orang tua dan guru.