Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PIJAT TUI NA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN DAN PENAMBAHAN BERAT BADAN BALITA STUNTING Maulida, Husna; Sutrisna, Eka
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2654

Abstract

Latar Belakang: Pijat Tui Na merupakan salah satu metode alternatif dari cina dengan menggunakan sentuhan (pijat) pada titik meredian yang dapat mengatasi kesulitan makan pada balita Stunting dengan memperlancar peredaran darah pada limfa dan pencernaan serta meningkatkan daya absorpsi zat gizi, sehingga memberikan efek positif secara fisik untuk peningkatan berat badan balita stunting. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat Tui Na terhadap peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan pada balita stunting di wilayah Kerja Puskesmas Blang Cut. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan Quasy eksperimental dengan desain Pre and Post test with control group. Populasi yang digunakan adalah seluruh balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Blang Cut, dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling yang terdiri dari kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan penyebaran kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji Paired T Test. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan rata-rata nafsu makan pada kelompok perlakuan sebelum dilakukan pijat Tui Na adalah 1,32 dan setelah dilakukan pijat Tui Na rata-rata 1,52. Sedangkan pada kelompok kontrol, rata-rata nafsu makan sebelum sebesar 1,56 dan sesudah sebesar 1,48, terdapat perbedaan nafsu makan sebesar 0,2 pada kelompok perlakuan dan 0,08 pada kelompok kontrol. Sedangkan rata-rata berat badan pada kelompok perlakuan sebelum dilakukan pijat adalah 10,47 kg dan setelah dilakukan pijat Tui Na rata-rata adalah 10,54 kg. Ada kenaikan berat badan pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah pijat Tui Na sebesar 0,07 kg dan pada kelompok kontrol sebesar 0,04 kg. Kesimpulan: Berdasarkan hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian pijat Tui Na terhadap peningkatan nafsu makan dan berat badan balita stunting
Inovasi Produksi MP-ASI Lokal Berbasis Komunitas di Desa Blang Teue Kota Lhokseumawe Ardilla, Arista; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Sutrisna, Eka; Aulia, M. Kahfi; Maulida, Husna; Yasmine, Dian; Maula, Zaqiul; Irawan, Silvia; Azwani, M. Faza Raka
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 7 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v7i2.751

Abstract

Background: Stunting remains one of the leading public health problems in Indonesia, including in Blang Teue Village, Lhokseumawe City, where the prevalence reaches 27.6%. Purpose: This community service program aimed to develop an innovative community-based production model for locally sourced complementary feeding (MP-ASI) through the empowerment of PKK women’s groups and Posyandu cadres. The program focused on improving nutritional knowledge, production skills, and digital capabilities related to child growth monitoring. Methods: The Participatory Action Research (PAR) approach was employed through several stages, including identification of local food resources, training on the production of nutrient-dense complementary foods made from mackerel and moringa leaves, and digital education for promotion and child growth recording using Google Sheets. Results: The program demonstrated significant improvements, including an increase in knowledge related to stunting prevention (participants in the “good” category rose from 5% to 72.5%), enhanced production skills for NABUNG complementary food (85%), and improved digital literacy among Posyandu cadres in creating educational media and recording child growth data. Conclusion: This program successfully developed an innovative community-based MP-ASI production model that not only supports stunting prevention but also strengthens digital literacy and fosters community independence in managing child nutrition
Hubungan Pola Makan Dan Picky Eating Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Lhokseumawe Wahyuni, Rita; Sutrisna, Eka; Maulida, Husna; Novita, Putri Tia; Agustina, Tara
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.785

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting diantaranya ialah pola makan dan Picky Eating. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Pola Makan dan Picky Eating dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mon Geudong.Pada penelitian ini rancangan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita berjumlah 224 orang. Sampel ada penelitian ini berjumlah 143 orang. Berdasarkan hasil uji statistik korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil dengan p value 0.001 dan dengan tingkat keeratan hubungan yaitu tidak berhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa ρ value< α maka hipotesis Ha1 diterima dan Ho1 ditolak yang berarti ada hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada balita. Berdasarkan hasil uji statistik korelasi Uji Chi Square diperoleh hasil dengan p value 0.000 dan dengan tingkat keeratan hubungan yaitu berhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa ρ value< α maka hipotesis Ha2 diterima dan Ho2 ditolak yang berarti ada hubungan picky eating dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan dapat memberikan edukasi terkait pola makan dan picky eating dengan kejadian stunting.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN MARKETPLACE SEBAGAI SARANA PENINGKATAN PENDAPATAN UMKM Raudhatinur, Raudhatinur; Aula, Rahmiatul; Yusnidar, Yusnidar; Sutrisna, Eka; Rista, Lia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.4944-4950

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana peningkatan pendapatan pada UMKM Unique Fashion yang bergerak di bidang penjualan baju. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan jangkauan pasar dan belum optimalnya penggunaan platform digital dalam kegiatan pemasaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pendampingan langsung yang meliputi tahap identifikasi masalah, pelatihan digital marketing, praktik pembuatan dan optimalisasi akun media sosial serta marketplace, dan evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada jumlah pengikut media sosial, interaksi konsumen, jumlah transaksi, serta omzet penjualan setelah pendampingan dilakukan. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas dan literasi digital pemilik usaha dalam mengelola pemasaran berbasis teknologi. Dengan demikian, pemanfaatan media sosial dan marketplace terbukti efektif dalam meningkatkan pendapatan dan memperluas jangkauan pasar UMKM baru secara berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENANGANAN DAN PENCEGAHAN GIZI BURUK DAN KURANG PADA 1.000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN MENUJU GAMPONG BEBAS GIZI BURUK, SEHAT DAN KUAT Sutrisna, Eka; Al Kausar, Esar; Maulida, Husna; Dasrina, Dasrina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.4951-4959

Abstract

Gerakan 1.000 HPK sejalan dengan upaya global dalam penanganan masalah gizi melalui program Scaling-up Nutrition Movement untuk menurunkan masalah gizi, dengan fokus 1000 hari pertama kehidupan (270 hari selama kehamilan dan 730 hari dari kelahiran sampai 2 tahun). Pentingnya peengetahuan ibu tentang makanan bergizi mulai dari perencanaan kehamilan sampai 1.000 HPK untuk mencegah terjadinya gizi buruk pada balita.  data UPTD Puskesmas Blang Mangat tahun 2024 terdapat 66 anak yang mengalami stunting, sedangkan anak yang mengalami wasting sebanyak 110 kasus dan anak yang mengalami Underweight sebanyak 200 kasus. Sedangkan di Puskesmas Blang Cut terdapat 78 kasus stunting dengan 41 wasting dan yang underweight sebanyak 89 kasus. Tujuan dari kegiatan ini mampu memberikan Pemberdayaan perempuan akan dilakukan dengan bekerja sama dengan dibantu oleh kader desa untuk penanganan gizi buruk. Metode pengabdian masyarakat ini dengan pemberian edukasi atau penyuluhan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, observasi, dan dokumentasi, dengan tatap muka melibatkan 20 peserta. Program mencakup sosialisasi, pemaparan materi, diskusi, tanya jawab,  dan evaluasi pre test dan post-test. Hasil setelah diadakan penyuluhan, terdapat kenaikan pemahaman peserta yang cukup signifikan. Hal ini terbukti dari nilai post test yang didapat peserta. Sebanyak 87% bisa menjawab pertanyaan post test dengan benar.
Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia Dasrina, Dasrina; Yulastri, Desi; Sutrisna, Eka; Safriana, Ita
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2609

Abstract

Background: Increasing life expectancy has led to a continued rise in the number of elderly people, making attention to their well-being and quality of life increasingly important. One factor that plays a role in determining the quality of life for older adults is family support. Purpose: To determine the relationship between family support and the quality of life of the elderly. Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study population was all 40 elderly people in Panglima Sahman Village, using a total sampling technique to sample the entire population. Data were collected using a questionnaire and analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test with SPSS. Results: The majority of elderly people (29 respondents) received family support. The quality of life of elderly people was in the adequate and good categories, respectively, with 15 respondents (37.5%). Furthermore, among elderly people who did not receive family support, the majority had a poor quality of life (45.5%). The statistical test results showed a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant relationship between family support and elderly people's quality of life. Conclusion: There is a significant relationship between family support and quality of life in older adults. Family support plays a crucial role in improving the physical, psychological, and social well-being of older adults, making family involvement a key factor in efforts to improve quality of life for older adults.   Keywords: Attitude;  K3RS Training; Knowledge; SMK3RS.   Pendahuluan: Peningkatan usia harapan hidup menyebabkan jumlah lansia terus meningkat, sehingga perhatian terhadap kesejahteraan dan kualitas hidup lansia menjadi semakin penting. Salah satu faktor yang berperan dalam menentukan kualitas hidup lansia adalah dukungan keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di Desa Panglima Sahman sebanyak 40 orang dengan teknik total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS. Hasil: Sebagian besar lansia mendapatkan dukungan keluarga sebanyak 29 responden (72.5%). Kualitas hidup lansia berada pada kategori cukup dan baik masing-masing sebanyak 15 responden (37.5%). Kemudian pada lansia yang tidak mendapatkan dukungan keluarga, sebagian besar memiliki kualitas hidup kurang baik (45.5%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value = 0.000 (< 0.05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup lansia. Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial lansia, sehingga keterlibatan keluarga menjadi faktor kunci dalam upaya peningkatan kualitas hidup lansia.   Kata Kunci: Pelatihan K3RS; Pengetahuan; Sikap; SMK3RS.