Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Fenomena Thrifting di Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara Pascal Adinata Susanto; Abdul Haris Fatgehipon; Sujarwo
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): JIMI - APRIL
Publisher : PT. PENERBIT TIGA MUTIARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/jimi.v2i2.222

Abstract

The phenomenon of thrifting at Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara demonstrates the continuity and evolution of frugal shopping practices involving the purchase of second-hand items. This research delineates the long history of thrifting, from the medieval period to the emergence of organizations such as Salvation Army and Goodwill that popularized it in the 19th century. The COVID-19 pandemic has reignited interest in thrifting due to economic pressures prompting people to save on expenses. The research methodology employed is qualitative descriptive, utilizing in-depth interviews and direct observations at Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara. The findings reveal that traders employ two main strategies: selling directly at the market and through online platforms. Meanwhile, consumers have diverse motivations, ranging from meeting household needs to a desire to collect unique and antique items. Analysis of Alfred Schutz’s phenomenological theory is used to understand the reasons and goals behind consumer’s choices in thrifting. The researcher finds that each individual has different motives, such as goal motives (In order to motive) and because motives (Because motive), underlying their decisions to engage in thrifting. The conclusion of this research is that the phenomenon of thrifting at Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara reflects the evolving and relevant dynamics of consumer culture, adapting to social and economic changes. With the evolution of this practice, the second-hand market becomes a favorite place for people to find affordable items, while traders and consumers continue to adapt to technological advancements and changes in the economic landscape. This study provides valuable insights into how thrifting is not just an economic phenomenon but also reflects the identity and preferences of consumers in a constantly changing shopping culture.
PENYALAHGUNAAN BEASISWA KJMU OLEH MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL & HUKUM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Latif Admadi; Abdul Haris Fatgehipon; Nandi Kurniawan
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi dan bentuk-bentuk penyalahgunaan dana beasiswa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Hukum Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena maraknya penggunaan dana beasiswa yang tidak sesuai dengan peruntukannya, seperti digunakan untuk keperluan konsumtif, hiburan, hingga investasi pribadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap sebelas mahasiswa penerima KJMU serta satu koordinator fakultas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi penyalahgunaan dana KJMU berasal dari dua faktor utama: internal dan eksternal. Faktor internal meliputi niat, sifat oportunistik, dan ketidakmampuan mengelola emosi. Sementara itu, faktor eksternal mencakup tekanan ekonomi keluarga dan perilaku yang dipelajari dari lingkungan sosial. Bentuk penyalahgunaan yang ditemukan meliputi penggunaan dana untuk keperluan non-akademik seperti belanja online, hiburan, kontribusi rumah tangga, hingga memanipulasi dokumen administratif. Temuan ini menunjukkan bahwa program KJMU memerlukan sistem pengawasan dan pendampingan yang lebih ketat agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.
Analisis Dampak Body Shaming pada Remaja Perempuan Awal di SMP Negeri 213 Jakarta Damayanti Damayanti; Desy Safitri; Abdul Haris Fatgehipon
SOSIAL : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Vol 3 No 3 (2025): SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/sosial.v3i3.1052

Abstract

This research was motivated by the rising number of adolescent girls experiencing body shaming, which can lead to negative consequences, particularly affecting their self-confidence. The aim of this study is to explore the impacts felt by female junior high school students after experiencing body shaming. A descriptive method was employed, using questionnaires, interviews, and documentation as data collection techniques. The population of this study consisted of 144 eighth-grade female students at SMP Negeri 213 Jakarta in the 2024/2025 academic year. The sample was selected through purposive sampling, with a total of 50 participants. The data were analyzed using descriptive analysis techniques. The results of the study show that: 1) Body shaming has a significant impact on the four analyzed aspects: global subjective satisfaction, affective distress regarding appearance, cognitive aspects of body image, and behavioral aspects of body shaming. Each aspect shows a negative influence, although the intensity varies. 2) In this study, the cognitive aspect was identified as the most dominant impact, with 38% of respondents categorized as experiencing a high level.
Perilaku Konsumtif Pengguna Shopee PayLater pada Masyarakat Kelurahan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat Afrilyanti; Abdul Haris Fatgehipon; Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku konsumtif masyarakat Kelurahan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat dalam menggunakan Shopee PayLater serta alasan masyarakat memilih metode pembayaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Shopee PayLater mendorong terjadinya perilaku konsumtif yang ditunjukkan dengan pembelian impulsif karena iming-iming promo, harga murah, kemasan menarik, dan keinginan untuk menjaga gengsi serta simbol status. Kemudahan penggunaan, manfaat praktis, dan intensitas penggunaan yang tinggi menjadi faktor dominan masyarakat memilih Shopee PayLater. Penggunaan yang tidak terkontrol berpotensi menyebabkan ketergantungan dan masalah keuangan. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan refleksi bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan layanan kredit digital serta mampu mengendalikan pola belanja konsumtif.
Strategi Komunitas Jakarta Mengabdi Dalam Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu Anak Terhadap Pengetahuan Melalui Program Edukasi Miftahur Rohmah; Budiaman Budiaman; Abdul Haris Fatgehipon
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh Komunitas Jakarta Mengabdi dalam menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap pengetahuan melalui program edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas ini menerapkan strategi yang menyeluruh, meliputi corporate strategy (strategi organisasi), program strategy (strategi program), resource support strategy (strategi pendukung sumber daya), dan institutional strategy (strategi kelembagaan). Pendekatan pembelajaran kontekstual seperti experiential learning, community-based learning, dan problem-based learning menjadi kunci untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak. Selain itu, teori Self-Determination digunakan untuk mendorong motivasi intrinsik anak melalui lingkungan belajar yang aman dan suportif. Keberhasilan strategi ini tidak hanya terletak pada isi program, tetapi juga pada sinergi antar relawan, dukungan sumber daya, serta keberlanjutan struktur organisasi. Dengan demikian, strategi yang diterapkan oleh Komunitas Jakarta Mengabdi memberikan kontribusi nyata dalam membangun pendidikan nonfromal berbasis komunitas dalam menumbuhkan rasa ingin tahu.
Pengaruh Kelompok Sosial di BEM FISH UNJ Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Aldwyn Emilio; Abdul Haris Fatgehipon; Achmad Nur Hidayaht
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelompok sosial di BEM Prodi terhadap motivasi belajar mahasiswa FISH UNJ. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 84 mahasiswa pengurus BEM Prodi. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kelompok sosial dan motivasi belajar, ditunjukkan dengan nilai signifikansi < 0,05. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya menciptakan lingkungan organisasi yang mendukung untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
Boarding School sebagai Strategi Pembentukan Karakter di MTsN 4 Jakarta Anbiya Nur Hibatullah; Abdul Haris Fatgehipon; Martini Martini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan karakter siswa melalui strategi boarding school di MTsN 4 Jakarta. Sistem boarding school menyediakan lingkungan terkontrol dan terpadu antara pendidikan formal dan nonformal, sehingga memungkinkan internalisasi nilai-nilai karakter secara lebih efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi boarding school untuk pembentukan karakter dilaksanakan melalui: (1) Strategi Organisasi, dengan perumusan visi, misi, tujuan, dan prinsip yang jelas; (2) Strategi Program, melalui pembinaan keagamaan, keasramaan, dan kebahasaan; (3) Strategi Pendukung Sumber Daya, meliputi kualitas musyrif dan kelengkapan fasilitas; serta (4) Strategi Kelembagaan, mencakup komunikasi internal dan hubungan eksternal yang terjalin. Strategi ini selaras dengan teori strategi Jack Kooten (Riawan, 2024). Sehingga secara keseluruhan, boarding school terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa, baik dari aspek spiritual, sosial, maupun kedisiplinan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pengasuh asrama guna mengoptimalkan hasil pembinaan karakter.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP CATCALLING SEBAGAI PELECEHAN SEKSUAL VERBAL DI RUANG PUBLIK Nur Alifa Yasmin Budiyanti; Abdul Haris Fatgehipon; Martini Martini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa terhadap tindakan catcalling sebagai bentuk pelecehan seksual verbal di ruang publik. Fenomena catcalling sering dianggap sebagai candaan atau pujian, padahal tindakan ini dapat berdampak negatif secara psikologis bagi korban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menganggap catcalling sebagai bentuk kekerasan seksual verbal karena dilakukan tanpa persetujuan dan merendahkan martabat korban. Namun, sebagian mahasiswa masih memiliki pandangan berbeda, menganggap catcalling sebagai ekspresi spontan yang tidak berbahaya, terutama jika tidak disertai kontak fisik. Kurangnya pemahaman tentang batas antara pujian dan pelecehan, pengaruh lingkungan sosial, serta rendahnya kesadaran hukum menjadi faktor yang memengaruhi normalisasi tindakan ini. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi dan sosialisasi mengenai pelecehan seksual verbal di kalangan mahasiswa agar tercipta ruang publik yang aman dan menghargai privasi setiap individu.
STRATEGI MEMBANGUN CITRA POSITIF SMP NEGERI 70 JAKARTA Cindyaningsih Kurniawan; Abdul Haris Fatgehipon
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, dan sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran sentral dalam mewujudkan hal tersebut. Dalam hal ini, citra sekolah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah institusi pendidikan dalam menarik perhatian peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Citra sekolah yang baik tidak hanya berkaitan dengan kualitas pendidikan yang diberikan, tetapi juga dengan bagaimana sekolah itu dikenal dan dipersepsikan oleh publik. Oleh karena itu, strategi membangun citra positif yang tepat sangat penting di mata masyarakat.
DAYA TARIK FITUR INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN MUSEUM: STUDI KASUS MENGENAL PARAS NUSANTARA Choirul Umam Azhari; Abdul Haris Fatgehipon; Nova Scorviana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya inovasi digital dalam menarik minat pengunjung museum, terutama di era modern yang didominasi oleh teknologi. Museum Nasional Indonesia, sebagai salah satu institusi budaya terkemuka, berupaya beradaptasi dengan tren ini melalui pengaplikasian fitur teknologi interaktif "Mengenal Paras Nusantara". Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali bagaimana daya tarik fitur interaktif Mengenal Paras Nusantara memengaruhi minat kunjung masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui studi kasus di Museum Nasional Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengunjung dan pengelola museum, serta observasi langsung. Hasil utama penelitian menunjukkan bahwa fitur Mengenal Paras Nusantara berhasil meningkatkan keterlibatan (engagement) pengunjung, menciptakan pengalaman personal yang unik, dan secara signifikan mendorong kunjungan berbasis tren digital, khususnya di kalangan generasi muda. Meskipun terdapat beberapa keterbatasan dalam penyajian informasi mendalam, fitur ini terbukti efektif sebagai media pengenalan awal terhadap keragaman budaya Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teknologi interaktif, seperti yang diimplementasikan dalam fitur Mengenal Paras Nusantara, terbukti berperan penting dalam meningkatkan minat dan jumlah pengunjung museum, sekaligus memperkuat citra museum sebagai pusat edukasi dan hiburan yang relevan di era digital.