Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Health Science

Persepsi Dan Sikap Masyarakat Terhadap Konsumsi Obat Halal Di Desa Kedungrejo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro Fud Khotul Ariddah; Ainu Zuhriyah; Romadhiyana Kisno Saputri
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.495

Abstract

Consuming drugs is one of the human efforts to maintain and restore physical health. The drugs we consume have active ingredients and auxiliary ingredients, one of which comes from animals. Indonesia is the largest pharmaceutical market in ASEAN and ranks fourth in the world among Muslim consumer markets in the pharmaceutical sector. The pharmaceutical industry in Indonesia is growing rapidly, and the state controls up to 70% of the domestic market, most (90%) of the country's medicines are imported from countries with non-Muslim majority populations. These countries include China (60%), India (25%), and the United States and Europe, so there is no guarantee that the ingredients used in medicines are halal. The purpose of this study is to assess how people's perceptions and attitudes about halal medicine are. This research method is descriptive observational with data collection through questionnaires distributed to respondents. The respondents of this study were the Muslim community of Kedungrejo Village who were selected randomly. purposive sampling, as many as 90 respondents. Data testing was carried out using Microsoft Excel which included the process of testing the validity and reliability of research instruments on people's perceptions and attitudes towards halal medicines. In this study, perception of halal drugs used four indicators, including the Security of Religious Values, Health and Specificity. The results of this study state that the perception of the Kedungrejo community is in the good category with a percentage of 63% and the remaining 37% is very good. As for research on public attitudes, there are four indicators, namely satisfaction, positive impression, pleasure to buy, and perceptions of halalness. The result is that 36% of the public's attitude towards halal medicines is not good, while the remaining 64% show a good attitude towards halal medicines. Mengkonsumsi obat merupakan salah satu upaya manusia untuk menjaga dan memulihkan kesehatan jasmani. Obat yang kita konsumsi memiliki komposisi bahan aktif dan bahan pembantu salah satunya berasal dari hewani. Indonesia merupakan pasar farmasi terbesar di ASEAN dan menempati urutan keempat dunia di antara pasar konsumen Muslim di sektor farmasi. Industri farmasi di Indonesia berkembang pesat, dan negara menguasai hingga 70% pasar domestik, sebagian besar (90%) obat-obatan negara diimpor dari negara-negara dengan populasi mayoritas non-Muslim. Negara-negara ini termasuk Cina (60%), India (25%), dan Amerika Serikat dan Eropa, sehingga tidak ada jaminan bahwa bahan yang digunakan dalam obat-obatan itu halal. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai bagaimana persepsi dan sikap masyarakat tentang obat halal. Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebar kepada responden, responden dari penelitian ini adalah masyarakat muslim Desa Kedungrejo yang dipilih secara purposive sampling, sebanyak 90 responden. Pengujian data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel yang meliputi proses pengujian validitas dan reliabilitas instrument penelitian terhadap persepsi dan sikap masyarakat terhadap obat halal. Dalam penelitian ini persepsi masyarakat terhadap obat halal menggunakan empat indikator, antaralain adalah keamanan, nilai keagamaan, kesehatan dan kekhususan. Hasil dari penelitian ini menyatakan persepsi masyarakat kedungrejo berkategori baik dengan presentase 63% dan sisanya 37% sangat baik. Sedangkan untuk penelitian sikap masyarakat ada empat indikator yaitu kepuasan, kesan positif, senang membeli, dan persepsi kehalalan. Hasilnya 36% sikap masyarakat terhadap obat halal tidak baik, sedangkan sisanya 64% menunjukkan sikap baik terhadap obat halal. 
Uji Antioksidan Sediaan Suspensi Ekstrak Sereh Dapur (Cymbopogon Citratus) Dengan Variasi Konsentrasi Suspending Agent PGA (Pulvis Gummi Arabici) Dan CMC-NA (Carboxymethylcellulosum Natrium) Bintari Anggi Dwi Sugiarti; Nawafila Februyani; Romadhiyana Kisno Saputri
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.497

Abstract

Suspensi merupakan sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, serta terdispersi dalam cairan pembawa. Agar mendapatkan sediaan suspensi yang stabil diperlukan adanya suspending agent, suspending agent merupakan zat yang dapat memperlambat pengendapan serta mencegah terjadinya penurunan ukuran partikel, dapat meningkatkan viskositas suatu sediaan. Suspensi dalam penelitian ini berfungsi sebagai antioksidan. Sumber antioksidan alami yang dapat dimanfatkan sebagai alternatif obat herbal adalah tanaman sereh dapur (Cymbopogon citratus). Tanaman sereh dapur (Cymbopogon citratus) memiliki berbagai senyawa bioaktif dan mengandung antioksidan tinggi yang terdapat pada bagian batang dan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari adanya variasi konsentrasi suspending agent PGA  dan CMC-Na terhadap nilai aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menujukkan bahwa variasi konsentrasi suspending agent dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan dengan hasil kategori aktivitas sedang dan sangat lemah.  
Standarisasi Parameter Spesifik Dan Non-Spesifik Ekstrak Daun Binahong Merah (Anredera cordifolia) Dengan Perbedaan Metode Ekstraksi Ni'am, Musfirotun; Saputri, Romadhiyana Kisno; Februyani, Nawafila
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.564

Abstract

Standarisasi merupakan proses karakteristik, nilai kuantitatif kualitatif yang digunakan untuk menjamin mutu, khasiat, keamanan, serta kemurnian bahan obat. Sebanyak 95,6% masyarakat Indonesia menyatakan obat tradisional memiliki manfaat tinggi bagi tubuh. Salah satu obat tradisional yaitu daun binahong merah (Anredera cordifolia). Daun binahong merah memiliki kandungan flavonoid tinggi sehingga dapat digunakan obat nyeri, maag, sariawan, memperlancar peredaran darah, dan menurunkan kolesterol. Standarisasi tumbuhan guna obat tradisional penting untuk menjamin mutu menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekstrak daun binahong merah (Anredera cordifolia) dengan perbedaan metode ekstraksi menghasilkan ekstrak yang terstandar sesuai parameter. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan model penelitian True Experimental dan jenis penelitian RAL. Hasil penelitian menunjukkan ketiga ekstrak memiliki hasil parameter spesifik yang terstandar dengan pedoman FHI edisi II. Pada parameter non-spesifik uji susut pengeringan ekstrak maserasi 2,40%; ekstrak refluks 3,90%; dan ekstrak dekok 95,38% hal tersebut menunjukkan bahwa ekstraksi dekok tidak sesuai standar parameter. Sedangkan, pada uji kadar air ekstrak maserasi 2,64%; ekstrak refluks 2,96%; dan ekstrak dekok 95,00% hal tersebut menunjukkan bahwa ekstraksi dekok tidak sesuai dengan standar parameter. Penelitian ini terbukti ekstrak daun binahong merah (Anredera cordifolia) dengan perbedaan metode ekstraksi menghasilkan ekstrak yang terstandar dengan parameter spesifik dan non-spesifik. Standardization is process of characteristics and values ​​to guarantee the quality, efficacy, safety, purity of medicinal substances. Red binahong leaves have high content of flavonoids so they can treat various diseases. Standardization is important to guarantee the high quality traditional medicines. This study aims to prove that the red binahong leaf extract (Anredera cordifolia) with different extraction methods produces standardized extract. This study used screening and gravimetric methods. The results showed that the three extracts had standardized specific parameters. The non-specific parameters of the maceration drying shrinkage test 2.40% ; reflux 3.90% ; and 95.38% dekok this shows dekok not according to standard non-specific parameters. Meanwhile, in the maceration water content test 2.64%; reflux 2.96% ; and 95.00% dekok this shows dekok not according to standard non-specific parameters. This research proved that binahong red leaf extract (Anredera cordifolia) with different extraction methods produced standardized extracts with specific and non-specific parameters.
Uji Efektivitas Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Jelatang (Urtica dioica L.) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus musculus) Setyorini, Herny; Akhmad, Albari; Kisno, Saputri Romadhiyana
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.580

Abstract

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbaik di dunia. Hal ini terlihat dari banyaknya jenis tumbuhan yang secara tradisional digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat adalah tumbuhan jelatang (Urtica dioica L.). Ekstrak etanol daun jelatang memiliki beberapa kandungan diantaranya flavonoid, alkaloid dan tannin yang dapat membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sediaan krim ekstrak etanol daun jelatang (Urtica dioica L.) dalam mempercepat penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus) dan mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun jelatang (Urtica dioica L.) dalam sediaan krim yang paling efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian true eksperiemntal. Perlakuan pada kelompok F3 krim ekstrak etanol daun jelatang 15% menunjukkan waktu penyembuhan luka sayat mencit paling cepat pada hari ke-5. Berdasarkan hasil statistik One Way Anova (p <0,05) pada penelitian ini, dapat diambil kesimpulan bahwa krim ekstrak etanol daun jelatang (Urtica dioica L.) memiliki efektivitas yang signifikan terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus).
Uji Antioksidan Dan Efektivitas Sediaan Toner Ekstrak Daun Binahong Merah (Anredera cordifolia) Wahyuni, Wahyuni; Saputri, Romadhiyana Kisno; Hutahaen, Titi Agni
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.591

Abstract

Daun binahong merah (Anredera cordifolia) mengandung senyawa alkoloid, asam askorbat, saponin, triterpenoid, flavonoid, polifenol, oksida, minyak atsiri, dan protein dan memiliki aktivitas antoksidan. Prevalensi kulit kering diindonesia mencapai 50-80% dibeberapa negara lain seperti brazil, Australia, turki 35%-70%. Tujuan penelitian ini untuk melakukan formulasi dan evaluasi serta efektivitas sediaan toner daun binahong merah (Anredera cordifolia). Formulasi dibuat 4 dengan perbedaan konsentrasi F0 0%, F1 20%, F2 25%, F3 30% ekstrak. Berbentuk cair, homogen, sediaan berwarna coklat hingga hijau pekat, uji pH Sediaan toner ekstrak daun binahong merah (Anredera cordifolia) dengan rentan nilai pH 4,45–6,49 pH sesuai SNI. Sedian toner dapat melembabkan wajah dengan nilai parameter 46%-55% yang diukur dengan skin mouisture meter dan sediaan toner tidak mengiritasi kulit saat diaplikasikan karena pH aman dalam rentan 4,5 – 6,5 sesuai pH kulit. Aktivitas antioksidan sediaan toner pada F3 dengan konsentrasi (30% ekstrak)  dalam kategori sangat kuat, dengan perlakuan terbaik IC50 35 ppm.
Karakterisasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Serum Nanopartikel Ekstrak Daun Binahong Merah (Anredera cordifolia) Farlina, Nur; Saputri, Romadhiyana Kisno; Basith, Abdul
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.604

Abstract

Serum merupakan sediaan kosmetik dengan konsentrasi tinggi dan memiliki kemampuan lebih dalam mengangkut bahan aktif ke kulit sehingga lebih efektif dalam mengatasi permasalah kulit akibat radikal bebas. Daun binahong merah (Anredera cordifolia) diketetahui mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan yaitu flavonoid, fenol, tanin, dan vitamin C. Serum dengan kandungan antioksidan dapat dibuat dalam bentuk nanopartikel karena memiliki tetesan kecil dan luas permukaan yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas antioksidan serum nanopartikel ekstrak daun binahong merah (Anredera cordifolia). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan model penelitian true experimental laboratory dan desain rancangan acak lengkap. Pembuatan NLC dilakukan dengan metode emulsifikasi-sonikasi, karakteristisasi serum meliputi ukuran partikel NLC dengan metode PSA dan efisiensi penjerapan NLC dengan spektrofotometer UV-Viss, kemudian serum di evaluasi dengan parameter uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji iritasi, uji kelembapan, dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan ANOVA one way. Karakteristik NLC belum memenuhi ukuran partikel dengan rata-rata 3,811 µm dan efisiensi penjerapan 99,96%. Parameter evaluasi sediaan sudah memenuhi standar sediaan topikal pada uji organoleptis menghasilkan warna hijau muda, bau khas dan tekstur cair; hasil homogen; pH 5; dan daya sebar 5,5-7,5 cm. Serum tidak mengiritasi kulit dan memenuhi standar kelembapan kulit dengan rentang 46%-55%. Nilai IC50 F0, F1, F2, F3 berturut-turut 834,12 ppm, 149,71 ppm, 130,24 ppm, 99,44 ppm. Serum memiliki karakteristik, sifat fisik dan kimia sesuai dengan sediaan topikal dan aktivitas antioksidan dalam kategori kuat pada F3.
Co-Authors Abdul Basith Abdul Basith Afifta, Siti Nur Afika, Zayana Dwi Nur Agustin, Lilis Nova Ainu Zuhriyah Akhmad Al-Bari Albabi, Nabila Ulul Amelia, Rika Andri Hardiyansyah, Andri Anti, Tika Roro Anwar, M Rosichan Anwar, M. Rosichan Aprillia Dwi Ardianti Awawin Mustana Rohmah Ayuningtyas, Tita Rachma Azzizah, Isma Nur Bintari Anggi Dwi Sugiarti D.I. Pramesti Dian Geatri Deasa Dimas Reza Fachrudin Endah Yuliani Farlina, Nur Fauziyah, Ima Fud Khotul Ariddah Habiburrohman, Muhammad Hadiyatul Lilfitriyani Hadiyatul Lilfitriyani Hisanah, Hilya Alifiah Huda, Muhammad Miftachul Ifa Khoiria Ningrum Inayah, Nurin Kharisma Kusuma Pratiwi Kharisma Kusuma Wardani Kharisma Kusuma Wardani Khoirin Maghfiroh M. Shofiudin Rohmatullah M. Sholeh Manshur, Ahmad Moh. Kholil Mughofar Musfirotun Ni'am Mutiani, Tia N. Farlina Nabila Ulul Albabi Nafisah, Roihanatun Nawafila Februyani Nella Ridha Setiana Ni'am, Musfirotun Nisa’, Shofi Chofiatun Nisak, Siti Khoirun Nofitasari, Risma Septyana Novi Arum Sari Nur Farlina Nurhabibah, Qoiria Aini Nursiyah Nursiyah Nurul Istiana Nurul Musyafaah Puji Aning Nur Nadhiffa Puji Aning Nur Nadhiffa Rahmawati, Wahyu Desi Ria Indah Kusuma Pitaloka Rifky Ardhana Kisno Saputra Rika Amelia Rika Amelia Rizka Amelya Rizky Patria Nevangga Rohmah, Sofiyatur Rohmat Saiful Anam Safitri, Rina Alfianita Sari, Novi Arum Setyorini, Herny Siti Choirun Nisak Siti Khoirun Nisak Siti Khoirun Nisak Siti Nur Afifta Sofiyatun, Siti Solikah, Nur Luthfiatus Sovia Roikhatul Jannah Teguh Pribadi Tia Mutiani Tika Roro Anti Tika Roro Anti Titi Agni Hutahaen Triani Kiswati Ulvina Rachmawati Umma Rohmawati Utami, Cahyaning Rini Vilisa Ayu Wulandari wahyuni wahyuni Wulandari, Vilisa Ayu Dwi Yani’ Qoriati Yogi Prana Izza Yogi Septiana