Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Neraca Massa Pada Alat Centrifuge dan Rotary Dryer ZA I Bagian Produksi IA PT. Petrokimia Gresik Rohmah, Zan Nubah Arifah Chafsoh; Setiawan, Oki
Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jipl.v1i1.6411

Abstract

Perusahaan pupuk terbesar di Indonesia salah satunya PT Petrokimia Gresik dengan 16 pabrik pupuk. Pabrik ZA berkapasitas 400.000 ton/tahun memproduksi pupuk nitrogen dengan kandungan N 21%. Proses pembentukan pupuk ZA meliputi beberapa tahapan: reaksi netralisasi, kristalisasi, pemisahan kristal ZA dan pengeringan produk, serta untuk menjalankan beberapa tahapan pada proses tersebut digunakan beberapa alat seperti Saturator, Centrifuge dan Rotary Dryer. Pada alat saturasi terjadi netralisasi antara amonia dan asam sulfat membentuk suspensi ammonium sulfat, kemudian kristal ammonium sulfat dan larutan induk dipisahkan dengan cara sentrifugasi sehingga membentuk kristal ZA, kemudian dikeringkan dengan rotary dryer. Evaluasi ini dilakukan dengan menghitung neraca massa pada centrifuge dan rotary dryer dengan mempertimbangkan aliran massa komponen masuk dan keluar sistem. Hasil perhitungan neraca massa inlet centrifuge adalah 30.444,60 kg/jam dan massa oultet sebsar 30.444,60 kg/jam. Sedangkan pada rotary dryer massa inlet sebesar 42.472,85 kg/jam dan massa outlet sebesar 42.472,85 kg/jam, produk yang dihasilkan sebesar 29.092,88 kg/jam sehingga efisiensi pengoperasian kedua alat tersebut masih baik.
Analisis effisiensi penukaran ion pada unit demineralisasi di PT Petrowidada Pratama, Bagas Aji; Setiawan, Oki
Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jipl.v1i1.6414

Abstract

Air demineralisasi merupakan air yang memiliki banyak kegunaan. Dilaboratorium air demineralisasi digunakan sebagai pelarut dan pencuci peralaratan laboratorium, sedangkan di industri air demineralisasi digunakan sebagai air proses untuk BWF (Boiler Feed Water). Proses demineralisasi air menggunakan pertukaran ion merupakan salah satu cara proses pemurnian air .Pada dasarnya proses pemurnian air dengan metode pertukaran ion adalah mengganti semua kation dan anion(selain OH-) yang terlarut dalam air dengan kation hidrogen dan anion OH- dari dalam resin. Analisis efisiensi resin pertukran ion pada penelitian ini mengunakan data pengamatan konduktivias raw water dengan produk air hasil deminerlisasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai efisiensi resin kation dan anion pada proses demineralisasi secara berurutab sebesar 72,86 % dan 82,05 %. Hasil lain juga menunjukan bahwa lama siklus regenerasi pada proses demineralisasi yaitu selama 13 jam untuk penggunaan secara berkelanjutan. Nilai efisiensi resin kation tergolong dibawah standar yaitu 80%, artiya resin kation mengalami kejenuhan dan penurunan kualitas. Sementara itu untuk resin anion perolehan nilai efisiensinya diatas 80% menunjukan kualitas resin tergolong sangat baik dan tidak jenuh.
Pengolahan Limbah Industri Sarung dengan Metode Fenton Rais, Deviano Rachmadani; Setiawan, Oki
Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jipl.v1i2.7201

Abstract

Sektor tekstil memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia dan menawarkan prospek yang luas dalam perdagangan internasional. Namun tantangan utama yang dihadapi adalah dampak sampah dari industri ini, terutama dalam pembuatan sarung. Limbah cair yang dihasilkan selama proses produksi sarung mengandung zat berbahaya seperti Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), dan tingkat kromatik yang tinggi. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pendekatan baru menggunakan teknik Advanced Oxidation Processes (AOPs), khususnya metode Reagen Fenton. Teknik ini menghasilkan hasil akhir yang aman dan ramah lingkungan. Analisis awal limbah menunjukkan parameter pH 10, konsentrasi COD sebesar 1664 g/ml, dan warna merah bata. Pada penelitian ini, berbagai rasio H2O2/COD dievaluasi, dengan efektivitas bervariasi: rasio 7 mencapai 44%, rasio 8 meningkat menjadi 72,55%, dan rasio 9 mencapai 82,42%. Rasio 10 mengalami penurunan signifikan sebesar 89,07%, sedangkan rasio 12 memiliki efektivitas sebesar 83,79%. Rasio optimal yang menghasilkan penurunan kadar COD signifikan sebesar 87,92% diamati pada rasio H2O2/COD 10, terutama pada menit ke-50 dan ke-60. Interaksi antara hidrogen peroksida (H2O2) dan katalis besi (Fe2+) menghasilkan ion hidroksida (OH- ), memulai proses transfer organik yang mengurangi tingkat kebutuhan oksigen kimia (COD). Pada rasio 12, terjadi peningkatan kadar COD antara menit ke-30 dan ke-60 karena kelebihan H2O2, yang bereaksi dengan kalium dikromat (K2Cr2O7), meningkatkan jumlah bahan kimia organik. Pertahankan pH 3 dengan menambahkan larutan H2SO4 terbukti paling menguntungkan bagi reagen Fenton, karena beroperasi dengan efisiensi maksimal pada tingkat keasaman ini. Radikal hidroksil yang dihasilkan dari reaksi reagen Fenton secara terdeteksi menyerang ikatan gugus azo dalam molekul pewarna, mengakibatkan dekolorisasi lebih lanjut.