Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Implementasi Kebijakan Administrasi Pemerintahaan Desa Wolaang Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa Jeane Mantiri; Vanesha Sumolang; Recky H.E. Sendouw
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.6002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Kebijakan Administrasi Pemerintahan Desa di Desa Wolang, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi umum adalah implementasi dari Kebijakan Administrasi Pemerintahan Desa di Wolang, Kecamatan Langowan Timur. Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa tantangan, yaitu: 1) Kurangnya pengawasan terhadap implementasi kebijakan administrasi pemerintahan desa, khususnya administrasi umum, oleh pemerintah kabupaten dan kecamatan. 2) Masih rendahnya pemahaman tentang peran dan tanggung jawab aparat desa, terutama terkait profesionalisme mereka. 3) Kepala Desa kurang tegas dalam menjalankan tugasnya. 4) Belum adanya prosedur operasional standar (SOP) dalam pengelolaan operasional pemerintahan saat ini.
Analisis Kebijakan Penggunaan Gawai Bagi Praja Di Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Utara: (Studi Pada IPDN Kampus Sulawesi Utara) Rendy Ariandana; Recky H. E. Sendouw; Sisca B. Kairupan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.6183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan praja terhadap kebijakan penggunaan gawai di Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Utara. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak praja menggunakan gawai tidak sesuai kebijakan, seperti untuk hiburan dan di luar waktu atau tempat yang diizinkan. Kurangnya sosialisasi tentang aturan penggunaan gawai menyebabkan praja kurang memahami ketentuan secara detail. Selain itu, penegakan aturan dan pemberian sanksi tidak konsisten, sehingga praja merasa bingung dan tidak mendapat efek jera atas pelanggaran yang dilakukan. Disarankan agar sosialisasi diperluas, monitoring lebih optimal, dan penegakan aturan dilakukan secara konsisten.
Pengaruh Koordinasi Dan Pembagian Beban Kerja Terhadap Kinerja Pada Kantor Regional XI Badan Kepegawaian Negara Feryanto Radjak; Recky H.E. Sendouw; Devie S. R. Siwij
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.10383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh koordinasi dan Pembagian beban kerja terhadap kinerja pada Kantor Regional XI Badan Kepegawaian Negara (BKN). Fokus utama penelitian adalah pada pencapaian Indeks Profesionalitas ASN sebagai indikator kinerja, yang mencakup dimensi kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik total sampling, melibatkan seluruh narahubung IP ASN dari 34 instansi pemerintah daerah sebagai responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa koordinasi yang sinergis dan Pembagian beban kerja yang proporsional berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja baik secara parsial maupun simultan. Hal ini mengindikasikan bahwa pencapaian target organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas koordinasi internal dan efektivitas pembagian tugas. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan kebijakan manajemen ASN, khususnya dalam aspek koordinasi dan pengelolaan beban kerja sebagai strategi peningkatan profesionalitas ASN di lingkungan kerja yang tersebar secara geografis.