Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Hamil pada Upaya Pencegahan Stunting di Puskesmas Gumawang OKU Timur RM. Aziz; Pariyana; Eddy Roflin; Hanna Marsinta Uli; Adira Sukmaningtyas; Naufal Fikri Ismail; Prima Yudha Aditya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V6I2.173

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah lima tahun yang terjadi karena kekurangan gizi yang berkepanjangan dan seringnya mengalami infeksi, khususnya selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai sejak kehamilan hingga usia 23 bulan. Stunting dapat memengaruhi perkembangan kognitif pada anak. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka stunting di Indonesia tahun 2021 mencapai 24%. Indonesia menargetkan angka stunting turun hingga 14 % pada tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi penyuluhan dengan melihat perubahan pengetahuan mengenai pencegahan stunting melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi di Puskesmas Gumawang Kabupaten OKU Timur. Penyuluhan ini menggunakan presentasi PowerPoint dengan topik stunting yang terdiri dari gejala, dampak, dan pencegahan stunting, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu hamil. Kemudian, dilengkapi dengan sesi tanya jawab, serta pemeriksaan kesehatan gratis berupa pemeriksaan pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Evaluasi pemahaman peserta melalui kuesioner mengenai stunting dan pemenuhan kebutuhan nutrisi dilakukan secara deskriptif.Edukasi yang diberikan efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting, yang diharapkan dapat memengaruhi sikap dan perilaku mereka dalam menjaga status gizi selama kehamilan.
Upaya Optimalisasi Pengendalian Hipertensi Peserta BPJS Kesehatan Melalui Program Prolanis di Klub Prolanis Puskesmas Pakjo Kota Palembang Idris, Fachmi; Tjekyan, Suryadi; Pariyana; Liberty, Iche Andriyani
Khidmah Vol 6 No 1 (2024): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v6i1.500

Abstract

Salah satu penyakit tidak menular yang menjadi perhatian serius oleh pemerintah adalah hipertensi karena dapat menimbulkan komplikasi penyakit lain yang lebih berbahaya jika tidak dikelola dengan baik. Prevalensi hipertensi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 30,44%, untuk di kota Palembang sendiri mencapai 31,19% (Riskesdas, 2018). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada selama 3 hari (tidak berurutan). Pada hari pertama kegiatan yang dilakukan adalah Focus Group Discussion yang dihadiri oleh tim pengmas serta petugas dari Puskesmas Pakjo yang membahas terkait pelaksanaan prolanis di Puskesmas Pakjo dan rencana jadwal selanjutnya. Pada hari kedua kegiatan yang dilakukan terdiri dari senam bersama, pemeriksaan kesehatan dan edukasi, penyuluhan mengenai prolanis dan hipertensi, dan pemberian hadiah. Kegiatan pada hari kedua ini diikuti oleh 40 orang peserta prolanis, tim pengmas, dan petugas Puskesmas Pakjo. Hasil dari kegiatan tersebut diantaranya adalah dari 40 peserta yang berpartisipasi 75% penderita hipertensi, 10% penderita diabetes melitus, dan 15% penderita hipertensi dan diabetes melitus serta terdapat peningkatan pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan mengenai prolanis dan hipertensi. Pada hari ketiga, kegiatan yang dilakukan adalah home visit ke rumah pasien hipertensi yang tidak rutin memeriksakan diri ke Puskesmas Pakjo.
The efficacy of autologous serum therapy in chronic spontaneous urticaria: A systematic literature review and meta-analysis Suherman, Ahmad Ligar; Nopriyati; Pariyana
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 15, No 2, (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol15.Iss2.art11

Abstract

Chronic spontaneous urticaria (CSU) is an autoimmune disease characterised by urtica lesions and/or angioedema accompanying an itching sensation, recurring for at least six weeks without any specific trigger. Autologous serum therapy (AST) is an adjuvant therapy for CSU that is resistant to H1 antihistamines. This therapy is an economical option in developing countries. There were a few studies discussing the role of AST in CSU. This systematic review and meta-analysis were conducted to evaluate the efficacy of AST based on urticaria activity scores (UAS or UAS7) and urticaria total severity scores (TSS) so that clinicians can consider them. Data were searched systematically in Cochrane, PubMed, Google Scholar, Willey, and EMBASE from 2000 to March 2023. Data analysis using Excel 2010 (Microsoft Corp) and MedCalc version 20.218. There were 14 studies: 4 randomised controlled trials (RCT), 9 prospective, and 1 cross-sectional. The average improvement in UAS and TSS scores at the end of therapy was 42.24% and 41.24%. Results of subgroup analysis of AST administration in the group autologous serum skin test (ASST) positive and ASST negative based on the end of therapy UAS score (p=0.18). Results of subgroup analysis of AST administration in the positive ASST and negative ASST groups based on the TSS score at the end of therapy (p=<0.001). Results of subgroup analysis of AST administration versus placebo based on TSS score (p=0.861). Based on subgroup analysis, autologous serum therapy improves TSS scores in CSU patients (ASST positive). However, AST is not significantly different from placebo.
Pengaruh Seminar Online Terhadap Pengetahuan Masyarakat tentang Melindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal : The Effect of Online Seminars on Public Knowledge about Protecting Self and Family in the New Normal Era Fadilah, Mariatul; Pariyana; Zulkarnain, Mohammad; Norlaila; Syakurah, Rizma Adlia; Cahyani, Dini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.281 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i1.1631

Abstract

Kelompok rentan memiliki risiko dampak kesehatan yang berat dibandingkan dengan populasi lainnya apabila terinfeksi COVID-19. Langkah pencegahan penyebaran COVID-19 harus diterapkan dengan baik pada kelompok rentan, akan tetapi, kelompok rentan terdapat keterbatasan dari segi fisiologis dan psikologis sehingga dibutuhkan suatu dukungan eksternal untuk dapat memastikan dilakukannya langkah-langkah pencegahan transmisi COVID-19 pada kelompok tersebut. Salah satu bentuk dukungan ini adalah peran serta keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan masyarakat tentang melindungi diri dan keluarga di era new normal. Desain penelitian ini adalah quasi experimental pre and post-test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta seminar online, yaitu sebanyak 254 orang. Sampel penelitian adalah sebanyak 75 responden, dimana responden ini merupakan peserta seminar online yang mengisi quasi pre dan post-test melalui fitur aplikasi Google Form dan telah memenuhi kriteria penelitian. Hasil analisis deskriptif didapatkan karakteristik usia, jenis kelamin, serta pekerjaan. Distribusi berdasarkan usia terbanyak ditemukan pada kelompok usia yaitu 17-26 tahun yaitu 49 responden (65,3%), distribusi berdasarkan jenis kelamin banyak ditemukan pada wanita, yaitu 46 responden (61,3%), dan pekerjaan tertinggi didapatkan pada mahasiswa sebanyak 30 orang (40,0%). Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukan bahwa ada perbedaan yang bermakna pada pengetahuan sebelum dan setelah mengikuti seminar online via WhatsApp terhadap keinginan melindungi diri dan keluarga di era new normal (p-value = 0,000) p<α.
Pengaruh Seminar Online terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat mengenai Pemeriksaan Laboratorium COVID-19: The Influence of Online Seminars on the Level of Public Knowledge Regarding COVID-19 Laboratory Examinations Fadilah, Mariatul; Pariyana; Taufik, Santryo Anggrahi; Vania, Clarisya Resky
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.884 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.1633

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala umum yang timbul saat seseorang terinfeksi virus corona anatara lain, sesak naps, demam tinggi, dan batuk. Pemeriksaan laboratorium dapat mengidentifikasi seseorang terinfeksi virus covid-19. Rapid test merupakan skrining awal COVID-19 sangat dibutuhkan mengingat penyebaran penyakit yang sangat cepat. PCR dapat mendiagnosis COVID-19 dengan metode pengambilan sampel dari swab test. Desain penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental pre dan post-test yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh seminar online terhadap tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pemeriksaan laboratorium COVID-19 sebelum dan sesudah seminar online dilaksanakan. Seminar online diadakan menggunakan aplikasi grup WhatsApp. Subjek penelitian ini adalah 75 peserta seminar online yang telah memenuhi kriteria inklusi yaitu mengisi kuesioner pre dan post-test. Hasil analisis univariat mengenai demografi subjek penelitian didapatkan usia rerata yaitu 31,36 tahun, sebagian besar memiliki jenis kelamin perempuan (54,7%), pendidikan terakhir perguruan tinggi (65,3%), dan belum bekerja (36,0 %). Pada analisis komparasi nilai test sebelum dan sesudah seminar online, didapati nilai rerata pretest yaitu 9.28±1.907 sedangkan nila rerata post-test 10.88±1.284. Uji Wilcoxon digunakan untuk analisis komparatif hasil pre dan post-test dan didapati nilai p=0.000. Dapat disimpulkan bahwa seminar online memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan pengetahuan masyarakat tentang pemeriksaan laboratorium COVID-19.
Pengaruh Seminar Online terhadap Pengetahuan Masyarakat tentang Adaptasi Kebiasaan Baru pada Anak di Masa Pandemi COVID-19: The Effect of Online Seminars on Public Knowledge about Adaptation of New Habits in Children during the COVID-19 Pandemic Fadilah, Mariatul; Pariyana; Purnama Sari, Rifka; Dwi Patriawati, Rizka
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.644 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2401

Abstract

Latar belakang: Pandemi COVID-19 saat ini belum terselesaikan, namun berbagai aktivitas dalam beradaptasi dengan kehidupan baru telah dimulai. Pengetahuan tentang Adaptasi Kebiasaan Baru pada Anak perlu ditingkatkan. Hal ini sangat penting dalam mencegah terjadinya sumber infeksi baru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh seminar online terhadap pengetahuan masyarakat umum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pre and post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta yang mengikuti seminar online dan mengisi angket pretest dan posttest. Hasil: Analisis data secara univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden rata-rata berusia 27 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan (67,6%), pendidikan terakhir perguruan tinggi (85,9%), mahasiswa dan pegawai swasta masing-masing dengan proporsi yang sama (25,4 %), dan sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan awal yang baik tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di era pandemi COVID-19 (84,5%) sebelum mengikuti seminar online. Analisis data bivariat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di era pandemi COVID-19 sebelum dan sesudah mengikuti seminar online dengan p value = 0,000 (p value < 0,05). Kesimpulan: Seminar online merupakan cara yang tepat untuk mempromosikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat di era pandemi COVID-19.