Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Keamanan Pada Website Dengan Menggunakan Metode Penetration Testing Dan Framework Owasp Pada Website XYZ Pamungkas, Arvynanda; Nasrullah, Muhammad; Ilham Alhari, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Dengan bertambahnya jumlah pengguna internet, keamanan jaringan telah menjadi elemen kritis yang sangat penting, mengingat dampaknya yang mencakup dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks pekerjaan. Xyz adalah lembaga yang mengelola dan memberdayakan dana zakat, infaq, dan sedekah dengan amanah dan profesional. Dalam era teknologi informasi yang semakin maju, penting bagi Xyz untuk meningkatkan keamanan dan melindungi infrastruktur serta data sensitif yang ada pada Website mereka. Untuk mendukung kualitas layanan tersebut, pada penelitian ini dengan dengan metode Penetration Testing dengan framework OWASP Manfaat dari Penetration Testing untuk Website Xyz dapat mengetahui apa saja kekurangan dari keamanan yang ada pada website Xyz. Pada penelitian kali ini menggunakan metode Penetration Testing dengan menggunakan framework Open Web Application Security Project (OWASP). Pengujian berhasil menemukan beberapa kerentanan penting seperti adanya potensi Broken Access Control melalui akses langsung ke endpoint administratif tanpa autentikasi yang memadai (A01), kelemahan pada konfigurasi cookie dan header keamanan yang belum optimal (A02), serta indikasi kerentanan Cross-Site Scripting (XSS) pada parameter input pengguna (A03). Selain itu, desain sistem belum menerapkan validasi input numerik secara logis (A04), dan terdapat konfigurasi server yang tidak sesuai dengan praktik keamanan standar (A05). Penggunaan komponen perangkat lunak yang usang dan rentan (A06), ketiadaan mekanisme perlindungan terhadap serangan brute force serta token anti-CSRF (A07), dan praktik pemuatan skrip eksternal tanpa pembatasan yang memadai (A08) turut memperbesar risiko keamanan. Sistem juga belum menerapkan pencatatan (logging) dan pemantauan (monitoring) aktivitas secara efektif (A09). Kata kunci— Penetration Testing, Keamanan Sistem Informasi, OWASP.
Implementasi Kerangka Kerja DAMA-Dmbokv2 Untuk Meningkatkan Tata Kelola Data Pada Badan Pusat Statistik Surabaya Muhammad Zidan Darmawan; Nizar Palefi Ma'ady, M.; Ilham Alhari, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tata kelola data di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya dengan fokus pada domain Data Quality Management (DQM) berdasarkan kerangka kerja DAMA-DMBOKv2. BPS telah menerapkan Quality Gates sesuai Peraturan Kepala BPS No. 117 Tahun 2023 sebagai upaya menjamin kualitas data. Namun, pendekatan yang diterapkan masih bersifat prosedural dan terbatas pada tahapan tertentu, sehingga belum sepenuhnya mendukung pengelolaan data yang holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang divalidasi oleh para ahli melalui metode Content Validity Index (CVI). Tahapan penelitian meliputi perancangan aktivitas DQM, pemetaan indikator model kematangan Loshin, asesmen tingkat kematangan, analisis GAP, dan penyusunan rekomendasi peningkatan kualitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,19% indikator Loshin (90 dari 135) telah diterapkan. Nilai kematangan kualitas data saat ini berada pada level Defined (skor 3,0 dari 5), menunjukkan bahwa BPS Kota Surabaya telah memiliki fondasi DQM yang cukup baik. Penelitian ini menghasilkan pedoman teknis untuk mendukung peningkatan kualitas data yang lebih terstruktur, memperkuat pelaksanaan Quality Gates, dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data secara berkelanjutan. Kata kunci— Tata Kelola Data, Manajemen Kualitas Data, DAMA-DMBOKv2, Quality Gates, DQM3 Loshin, BPS Surabaya
Penerapan Framework DAMA DMBOKV2 Dalam Data Governance Menggunakan Data Quality Management (DQM) Pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya Allan Putra Pratama; Nizar Palefi Ma'ady, Mochamad; Ilham Alhari, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Perkembangan era digital menjadikan data dan informasi sebagai aset strategis dalam mendukung pengambilan keputusan, peningkatan layanan publik, serta pencapaian tujuan organisasi. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan data melalui kebijakan Satu Data Indonesia. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti belum terintegrasinya sistem data, pengelolaan pusat data yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia, serta belum adanya standar kualitas data. Penelitian ini mengusulkan penerapan kerangka kerja Data Management Body of Knowledge versi 2 (DAMA-DMBOKv2), dengan fokus pada domain Data Quality Management (DQM), menggunakan pendekatan kualitatif dan validasi internal melalui metode Content Validity Index (CVI). Tahapan penelitian meliputi perancangan aktivitas data, penyusunan indikator model Loshin, pemetaan aktivitas DQM, penilaian kematangan data, analisis kuantitatif, dan validasi. Hasil menunjukkan 54,48% indikator Loshin (75 dari 127) telah terpenuhi, dengan tingkat kematangan kualitas data berada pada level Repeatable (skor 2,9 dari 5). Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas data melalui pendekatan Technology–Organization–Environment (TOE) untuk mendukung tata kelola data yang efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan di sektor publik. Kata kunci— Tata Kelola Data, DAMA-DMBOKv2, Manajemen Kualitas Data, Model Kematangan Manajemen Kualitas Data Loshin, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya
Prediksi Tingkat Kematian Ayam Petelur terhadap Perubahan Cuaca menggunakan Metode Long Short Term Memory Sonaya Devi Anja Amelia; Nizar Palefi Ma'ady, Mochamad; Ilham Alhari, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Pada tahun 2022, populasi ayam petelur di Indonesia mengalami penurunan sebesar 1,77%, yang menjadi perhatian serius karena ayam petelur berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Selain itu, fenomena El Niño dapat mengakibatkan kekeringan atau kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juni 2023 meningkatkan potensi heatstress yang dapat memperburuk tingkat kematian ayam. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma Long Short Term Memory (LSTM) guna memprediksi tingkat kematian ayam petelur terhadap perubahan cuaca. Data dikumpulkan dari September 2022 hingga Desember 2023, mencakup data kematian ayam dan parameter cuaca bulanan. Setelah melalui tahapan preprocessing, normalisasi, dan pembagian data, model LSTM dilatih dan diuji untuk mendapatkan performa terbaik. Model optimal dengan epoch 50, batch size 8, dan learning rate 0.1 menghasilkan MAE sebesar 3.33 dan MAPE sebesar 10.10%, dengan akurasi 89.90%. Model ini diintegrasikan ke dalam website Growchick berbasis Streamlit untuk membantu peternak dalam memitigasi risiko dan pengambilan keputusan bisnis kedepan yang lebih tepat. Kata kunci— Ayam petelur, Cuaca, LSTM
Perancangan Enterprise Architecture Super App Smart Village Nusantara dengan TOGAF 10: Studi Kasus PT Telkom Indonesia Witel Jawa Timur Unit E-Government Service Everald Anthony Arther; Mochamad Nizar Palefi Ma’ady; Muhammad Ilham Alhari
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Desa sebagai ujung tombak pelayanan publik memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional, sehingga memerlukan sistem informasi yang terintegrasi, efisien, dan mudah diakses. Digitalisasi desa menjadi penting untuk meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat transparansi tata kelola, serta mendorong pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini berfokus pada perancangan Enterprise Architecture (EA) untuk pengembangan Super App Smart Village Nusantara berbasis web dengan menggunakan kerangka kerja TOGAF 10. Studi dilakukan di PT Telkom Indonesia Witel Jawa Timur unit e-Government Service, yang berperan dalam mendukung transformasi digital desa melalui integrasi berbagai layanan aplikasi. Metodologi penelitian mengacu pada tahapan Architecture Development Method (ADM) dari fase preliminary hingga migration planning, yang menghasilkan artefak penting seperti katalog, matriks, diagram, dan IT Roadmap lima tahun. Rancangan EA ini disusun dengan mengacu pada empat dimensi utama smart village versi Kemendes PDTT, yaitu smart governance, smart economy, smart people, dan smart living. Perancangan super app meliputi tujuh fitur utama, yakni SISDUK, PeDas, SIPAD, SIKUDES, SIPROD, SIKERJA, dan SIPOS, yang mewakili layanan administratif, partisipatif, ekonomi, edukasi, ketenagakerjaan, dan kesehatan. Hasil penelitian berupa IT blueprint EA dan roadmap implementasi teknologi disertai prioritas proyek berbasis value-risk assessment. Rancangan ini diharapkan menjadi pedoman strategis bagi pembangunan layanan digital desa yang terintegrasi, efisien, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat pedesaan Indonesia. Kata kunci— Smart Village, Super App, Enterprise Architecture, TOGAF ADM 10, IT Blueprint
Rancang Bangun Super App Smart Village Dengan Framework Scrum Pada Dimensi Smart People Studi Kasus: Unit e-Government Service Telkom Indonesia Rafly Akhbar Rafsanjani; Nasrullah, Muhammad; Ilham Alhari, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Konsep Smart Village bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan publik, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Dalam konteks ini, dimensi Smart People berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan akses Pelatihan Pengembangan Diri dan e-Library. Penelitian ini merancang dan membangun sistem Super App yang menyediakan fitur utama seperti sistem manajemen pelatihan, sertifikasi peserta, dan perpustakaan digital (e-Library) sebagai sarana peningkatan literasi dan keterampilan masyarakat desa. Metodologi pengembangan yang digunakan adalah Software Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan Scrum, yang memungkinkan proses pengembangan dilakukan secara iteratif dan kolaboratif dalam tujuh siklus Sprint Execution. Setiap Sprint mencakup serangkaian fitur mulai dari autentikasi pengguna, pengelolaan pelatihan oleh penyelenggara, pengumpulan tugas oleh peserta, hingga pemberian sertifikat dan fitur e-Library. Penelitian ini juga mengadopsi prinsip Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai dasar dalam membangun sistem yang efisien, transparan, dan dapat diakses secara digital. Pengujian sistem dilakukan melalui metode Black Box Testing untuk memastikan kualitas fungsionalitas dan logika sistem. Dengan dirancang dan dibangunnya Website berbasis Super App ini diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menjawab permasalahan kesenjangan adopsi teknologi di desa, sekaligus menjadi solusi digital untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan literasi digital. Kata kunci— Smart Village, Super App, Smart People, SPBE, Scrum, e-Government.
Rancang Bangun Super App Smart Village Menggunakan Metode SCRUM pada dimensi Smart Governance (Studi Kasus: Unit E-Government Service Telkom WITEL Sidoarjo) Dennis Michael Andrew; Nasrullah, Muhammad; Muhammad Ilham Alhari
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Smart Village merupakan konsep yang mendorong adopsi teknologi informasi di desa untuk meningkatkan efisiensi layanan publik dan kualitas hidup masyarakat. Di Indonesia, pada tahun 2024 tercatat sekitar 9.941 dengan persentase 13,29% desa tergolong desa tertinggal dan sangat tertinggal, sehingga digitalisasi desa menjadi kebutuhan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah website untuk implementasi konsep Smart Village dengan fokus pada dimensi Smart Governance sebagai solusi digitalisasi layanan administrasi desa. Layanan utama yang dikembangkan adalah permohonan dokumen kependudukan dan sistem pengaduan masyarakat desa. Pengembangan website menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan SCRUM, sedangkan pengujian dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan fungsionalitas sistem. Hasil penelitian berupa website layanan administrasi desa yang diharapkan dapat mempermudah akses layanan publik bagi masyarakat desa, meningkatkan efisiensi kerja perangkat desa, serta mendukung transparansi layanan guna membangun kepercayaan masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi digital untuk pemerintahan desa di Indonesia. Kata kunci— Smart Village, Smart Governance, Digitalisasi Desa, Aplikasi Website, Black Box Testing, SCRUM
Rancang Bangun Super App Smart Village Menggunakan Metode SCRUM pada Dimensi Smart Living Studi Kasus: Unit E-Government Service Telkom Indonesia Refki Joeta Kanada; Nasrullah, Muhammad; Ilham Alhari, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Smart Village merupakan konsep yang mendorong adopsi teknologi informasi di desa untuk meningkatkan efisiensi layanan publik dan kualitas hidup masyarakat. Masalah pengangguran dan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi tantangan di wilayah pedesaan Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka mencapai 4,76%, dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor informal. Di sisi lain, distribusi tenaga medis dan keterjangkauan informasi posyandu juga belum merata. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan sebuah Super App berbasis web dalam konteks transformasi digital desa pada dimensi Smart Living. Sistem dirancang untuk menyediakan dua layanan utama, yaitu Job Availability sebagai platform informasi lowongan pekerjaan, dan E-Posyandu sebagai sistem layanan kesehatan digital. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Scrum melalui tahapan product backlog, sprint planning, sprint execution, dan review. Implementasi dilakukan menggunakan framework Laravel dan Bootstrap, dengan antarmuka dirancang melalui Figma. Pengujian dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan fungsionalitas berjalan sesuai kebutuhan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil memenuhi kebutuhan fungsional dan non-fungsional pengguna, serta berkontribusi dalam memperluas akses layanan publik berbasis digital di lingkungan perdesaan. Kata kunci— Smart Living, Job Availability, E-Posyandu, Super App, Scrum, Web Application
Rancang Bangun Website Sistem Keuangan dan Marketplace Desa pada Unit E-Government Service Telkom Indonesia Witel Sidoarjo dengan Metode SCRUM Putra Rafi Naufal Maajid; Nasrullah, Muhammad; Ilham Alhari, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Pemanfaatan teknologi informasi di tingkat desa merupakan langkah strategis dalam mengatasi kesenjangan pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi lokal. Penelitian ini mengembangkan sebuah aplikasi berbasis web yang terdiri dari dua fitur utama, yaitu Marketplace Produk Desa dan Sistem Keuangan Desa. Fitur marketplace dirancang untuk mendukung pelaku UMKM desa dalam memasarkan produk secara digital, sedangkan sistem keuangan membantu perangkat desa dalam pencatatan dan pengelolaan anggaran secara sistematis dan transparan. Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan Scrum, yang berfokus pada iterasi dan kolaborasi tim. Proses pengujian menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi berjalan sesuai kebutuhan pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua fitur telah berfungsi dengan baik, meskipun dikembangkan secara terpisah dan belum terintegrasi. Fitur marketplace berhasil menampilkan produk dan memfasilitasi transaksi dasar, sementara sistem keuangan mampu mencatat transaksi dan menyajikan laporan keuangan sederhana. Penelitian ini menunjukkan bahwa solusi digital sederhana dapat memberikan kontribusi nyata terhadap transformasi digital desa, khususnya dalam aspek tata kelola keuangan dan ekonomi lokal. Kata kunci— Digitalisasi Desa, Marketplace Desa, Sistem Keuangan Desa, Pengembangan Perangkat Lunak, Scrum, Black Box Testing, Aplikasi Berbasis Web
PERANCANGAN IT BLUEPRINT SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN KONSEP SMART VILLAGE Alhari, Muhammad Ilham; Hidayat, Alifiansyah Arrizqy; Rospricilia, Tita Ayu; Alvianto, Firman Bayu; Rizkia, Alifia Chandra Dinnur; Dewanta, Alief Sukma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26843

Abstract

Abstrak: Transformasi dalam pemerintahan desa telah menjadi sebuah keharusan dalam era digital ini. Dengan menerapkan pengembangan model enterprise arsitektur smart village, pemerintahan desa dapat memainkan peran yang signifikan dalam pengembangan teknologi digital. Penerapan model enterprise arsitektur smart village ini membutuhkan pendekatan yang terstruktur dan terukur. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah pendekatan IT blueprint. Pada kegiatan abdimas ini, dilakukan pengembangan IT Blueprint pada desa Panjunan yang berada di kota Gresik. Mitra dalam kegiatan ini adalah pemerintah desa Panjunan, serta bekerja sama dengan kecamatan Duduksampeyan. Desa ini dipilih karena desa ini sudah tergolong desa mandiri, sehingga untuk memajukan desanya diperlukan sebuah rencana dari pengembangan IT yang sesuai dengan kondisi desa saat ini. Pendekatan ini terdiri dari beberapa fase, yaitu Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, dan Technology Architecture. Setiap fase memiliki peranannya masing-masing dalam merancang sistem yang komprehensif dan berkelanjutan. Hasil kegiatan adalah sebuah dokumen blueprint IT yang berisi rancangan pengembangan IT dari jangka pendek hingga jangka panjang. Dokumen blueprint juga disosialisasikan ke masyarakat dan perangkat desa untuk memberikan gambar serta feedback terkait dokumen tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 73,17% masyarakat desa Panjunan merasa blueprint IT ini akan membantu membangun desa secara berkelanjutan. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat ingin berkomitmen untuk mendukung pembangunan ini. Harapannya blueprint IT ini akan membantu pemerintah desa panjunan mengembangkan ekosistem digital secara keseluruhan dan terintegrasi.Abstract: Transformation in village government has become a necessity in this digital era. By implementing the development of a smart village architecture enterprise model, village government can play a significant role in the development of digital technology. In this community service activity, an IT Blueprint was developed in Panjunan village in Gresik city. The partner in this activity is the Panjunan village government in collaboration with the Duduksampeyan sub-district. This village was chosen because this village is already classified as an independent village, to advance the village, a plan for IT development is needed that is in accordance with the current conditions of the village. The result of the activity is an IT blueprint document containing an IT development plan from the short to long term. The blueprint document was also socialized to the community and village officials to provide images and feedback related to the document. The evaluation results showed that 73.17% of the Panjunan village community felt that this IT blueprint would help build the village sustainably. These results also show that the community wants to commit to supporting this development. It is hoped that this IT blueprint will help the Panjunan village government develop a digital ecosystem as a whole and be integrated.