Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA TES IVA DALAM PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DI LAPAS PEREMPUAN KOTA PALEMBANG Bina Aquari; Fika Minata; Ahmad Arif; Eka Afrika; Ratna Dewi; Rini Gustina Sari; Muhamad Romadhon; Irdan Irdan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i1.55232

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di seluruh dunia, dengan lebih dari 570.000 kasus baru dan 311.000 kematian pada tahun 2018. Di Indonesia, kanker serviks juga menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah kanker payudara. Deteksi dini melalui tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dapat mengidentifikasi lesi prakanker dan berpotensi menurunkan angka kematian akibat kanker serviks. Namun, kurangnya akses informasi kesehatan, khususnya di kalangan narapidana perempuan, menyebabkan rendahnya kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan dini tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran narapidana perempuan di Lapas Kota Palembang tentang pentingnya tes IVA dalam pencegahan kanker serviks melalui program edukasi dan pelaksanaan tes IVA. Metode yang digunakan adalah pendekatan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi. Sebanyak 30 narapidana perempuan mengikuti program ini, dengan hasil yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pengetahuan yang terbatas sebelum edukasi. Setelah mengikuti penyuluhan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 83,3% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang kanker serviks dan tes IVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program edukasi tentang kanker serviks dan tes IVA di Lapas Kota Palembang berhasil meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan. Program ini tidak hanya memberikan informasi mengenai kanker serviks, tetapi juga memberikan akses langsung untuk melakukan tes IVA, yang diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini dan mencegah kematian akibat kanker serviks di kalangan narapidana perempuan. Penelitian ini menyarankan untuk melanjutkan program edukasi secara berkala dan meningkatkan fasilitas kesehatan di lapas untuk mendukung keberlanjutan upaya pencegahan kanker serviks di kalangan narapidana perempuan.
Analysis of risk factors for uterine atonia prolonged part, anemia, age and parity: A literature review Rini Gustina Sari; Anisa Safitri; Texi Monica; Khetrin Patra
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 2 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i2.3152

Abstract

Background: Uterine atony is defined as the leading cause of postpartum hemorrhage, which is the largest contributor to maternal mortality. Numerous studies have shown that factors such as prolonged labor, anemia during pregnancy, maternal age, and parity are associated with the incidence of uterine atony Purpose: to analyze and synthesize findings from five journals related to these risk factors. Method: The method used was a literature review of journals with a cross-sectional and case-control approach, with a total sampling technique and chi-square and Fisher correlation tests. Results: The results show that prolonged labor increases uterine muscle fatigue, resulting in decreased contractions. . Anemia causes reduced oxygen supply to uterine tissue, which impacts contraction failure. Maternal age under 20 and over 35 increases the risk due to unpreparedness and decreased organ function. High parity also contributes to decreased elasticity and strength of uterine contractions. Conclusion: The conclusion of this review indicates that all of these factors are significantly associated with the incidence of uterine atony, so preventive efforts through early detection and improving the quality of antenatal care are needed.
Analisis Faktor Risiko dan Penanganan Depresi Postpartum Pada Ibu Nifas: Literature Review Rini Gustina Sari; Andriani Andriani; Reva Meise Sari
JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Midwifery Science
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jms.v5i1.1370

Abstract

Postpartum depression is a mental health disorder experienced by approximately 10–20% of women after childbirth and can affect parenting quality, maternal health, and infant development. This condition is influenced by various interrelated factors, making comprehensive studies necessary. This study aimed to analyze the risk factors and management of postpartum depression based on previous research findings. The method used was a literature review of 10 relevant scientific articles. Articles were searched through Google Scholar and PubMed databases from publications between 2022 and 2026 using the keywords postpartum depression, social support, maternal mental health, postpartum women, and risk factors. The review findings indicated that socioeconomic factors and social support were the most dominant factors influencing the occurrence of postpartum depression. Age and educational level were identified as factors affecting maternal vulnerability. In addition, social stigma, lack of knowledge, and limited access to healthcare services were barriers to the management of postpartum depression. In conclusion, the management of postpartum depression requires improved education, strengthened social support, and optimized healthcare services to support maternal mental health after childbirth.
Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus: Systematic review Adelia Vannesa; Rini Gustina Sari; Fitri Sundari; Nova Angelina
JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Midwifery Science
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jms.v5i1.1373

Abstract

Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat menimbulkan gangguan fisik maupun psikologis serta berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas maternal, sehingga diperlukan identifikasi berbagai faktor yang berhubungan dengan kejadiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus pada ibu hamil berdasarkan bukti ilmiah yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan metode systematic review dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri atas 5 jurnal nasional dan 5 jurnal internasional yang diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed serta dipublikasikan pada tahun 2022–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus meliputi usia ibu, paritas, riwayat abortus sebelumnya, usia kehamilan, jarak kehamilan, tingkat pendidikan, pekerjaan, anemia defisiensi besi, indeks massa tubuh yang tidak normal, obesitas, hipertensi, diabetes, sindrom antifosfolipid, kelainan anatomi uterus, gangguan hematologi, status sosial ekonomi, kondisi lingkungan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, serta perilaku ibu selama kehamilan. Faktor yang paling sering ditemukan pada berbagai penelitian adalah usia ibu, paritas, riwayat abortus sebelumnya, pendidikan, pekerjaan, dan anemia. Disimpulkan bahwa kejadian abortus dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal, obstetri, medis, biologis, sosial, dan lingkungan yang saling berinteraksi selama kehamilan.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Anemia Pada Ibu Hamil: Literatur Review Naja Muniroh; Rini Gustina Sari; Cahya Arum Javesty; Adelia Lestari
JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Midwifery Science
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jms.v5i1.1375

Abstract

Anemia di kalangan ibu hamil tetap menjadi isu kesehatan yang penting dan berperan dalam meningkatnya kemungkinan komplikasi selama kehamilan, seperti kehamilan prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di trimester ketiga dengan berdasarkan pada tinjauan beberapa jurnal. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan menganalisis jurnal nasional yang diperoleh melalui Google Scholar dalam rentang waktu 2022 hingga 2026, analisis dilakukan melalui proses komprasi dan ketegorisasi temuan dari jurnal-jurnal yang memenuhi kriteria inklusi.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe. Ibu hamil yang mempunyai pengetahuan dan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe lebih cenderung mempunyai kadar hemoglobin yang lebih baik, sedangkan ibu hamil yang tidak memiliki pengetahuan dan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe dapat menyebabkan resiko lebih tinggi mengalami anemia, sehingga hal ini muncul sebagai faktor paling dominan yang sering kali relevan dengan kejadian anemia. Dapat disimpulkan bahwa anemia pada ibu hamil merupakan masalah yang terdiri dari berbagai faktor dan memerlukan pendekatan yang menyeluruh untuk pencegahannya.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Solusio Plasenta Pada Ibu Hamil: Studi Literatur Imelda Safitri; Rini Gustina Sari; Lasia Selifensi; Lisha Holillollah
JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Midwifery Science
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jms.v5i1.1381

Abstract

Solusio plasenta merupakan komplikasi obstetri yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas maternal maupun perinatal sehingga perlu dilakukan identifikasi faktor-faktor yang berperan dalam kejadiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian solusio plasenta pada ibu hamil berdasarkan bukti ilmiah yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan metode systematic review dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri atas 2 jurnal nasional dan 8 jurnal internasional yang diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed serta dipublikasikan pada tahun 2022–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko solusio plasenta meliputi usia ibu ≥35 tahun, multiparitas, multigravida, anemia, riwayat keluarga, riwayat solusio plasenta, riwayat operasi sesar, riwayat keguguran, kehamilan ganda, penggunaan Assisted Reproductive Technology (ART), hipertensi gestasional, preeklampsia, eklampsia, ketuban pecah dini, korioamnionitis, plasenta previa, polihidramnion, oligohidramnion, proteinuria, merokok, konsumsi alkohol, penggunaan mariyuana, dan kunjungan antenatal yang tidak adekuat. Faktor yang paling sering ditemukan pada berbagai penelitian adalah hipertensi dalam kehamilan, preeklampsia, multiparitas, riwayat solusio plasenta sebelumnya, dan merokok. Disimpulkan bahwa kejadian solusio plasenta dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal, obstetri, penyakit, dan perilaku yang saling berinteraksi selama kehamilan.
Analysis of shoulder dystocia management and development of learning media to improve midwifery competency Fariesa Dinda Aurelia; Rini Gustina Sari; Winda Aprilia
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 3 (2026): June Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i3.3429

Abstract

Background: Shoulder dystocia is a potentially life-threatening obstetric complication for the mother and neonate, but its management is often suboptimal due to limited competence of midwifery personnel in emergency situations. Purpose: to analyze the management patterns of shoulder dystocia based on a systematic literature review and evaluate the effectiveness of developing 3D animated video-based learning media using the ADDIE model in improving midwifery competency. Method: A quantitative approach with a systematic literature study design was used, sourced from five selected scientific journals containing case data, clinical interventions, and development of midwifery learning media. Results: The analysis results showed that the McRoberts maneuver was the primary management technique with a success rate of 42–58%, followed by suprapubic pressure (34-42%) as an additional intervention. The incidence of shoulder dystocia was recorded to be higher in deliveries with a history of macrosomia, gestational diabetes, and vaginal delivery in primigravida adolescents. The implementation of 3D animated video-based learning media using the ADDIE model has been shown to significantly improve midwifery students' competency scores (p < 0.001), with an average increase of 23.4 points from pretest to posttest. Conclusion: The novelty of this study lies in the integration of clinical analysis of shoulder dystocia with a standardized learning media development strategy, a practice never before comprehensively implemented in the context of midwifery education in Indonesia. The implications of this study are relevant for developing a competency-based curriculum and improving the preparedness of midwifery personnel in facing obstetric emergencies.
Gambaran Kehamilan Berisiko Berdasarkan Usia Ibu: Literature Riview Rini Gustina Sari; Oktri Ramadan; Conery Dery
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2026): Juni: Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v4i2.2278

Abstract

Pregnancy in women aged under 20 years and over 35 years is classified as a high-risk pregnancy because it may increase maternal and neonatal complications. This literature review aims to describe pregnancy risks based on maternal age, particularly among women younger than 20 years and older than 35 years. The method used was a literature review through the analysis of various scientific journals, articles, and health reports related to maternal age and pregnancy risks. The findings indicate that pregnancy in women under 20 years of age is associated with an increased risk of anemia, preterm birth, low birth weight, and maternal psychological unpreparedness. Meanwhile, pregnancy in women over 35 years of age is associated with hypertension, preeclampsia, gestational diabetes, cesarean delivery, and fetal chromosomal abnormalities. These risks are influenced by biological conditions, nutritional status, education, socioeconomic factors, and access to health services. Therefore, health education, routine antenatal care, and early detection of pregnancy risks are essential to reduce maternal and infant morbidity and mortality.  
Edukasi Kesehatan Kehamilan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Di Puskesmas Ujanmas Rini Gustina Sari; Ainaya Dinda; Andriani Nurohmah
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.106

Abstract

Pengetahuan ibu hamil mengenai jadwal pemeriksaan kehamilan, konsumsi tablet tambah darah, dan tanda bahaya kehamilan berperan dalam pengambilan keputusan untuk memperoleh pelayanan secara tepat waktu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui edukasi kesehatan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Ujanmas, Kabupaten Muara Enim. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juni 2026 dan diikuti oleh 32 ibu hamil. Program menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi sederhana, tanya jawab, presentasi audiovisual, serta pembagian leaflet. Pengetahuan dievaluasi secara deskriptif menggunakan pre-test dan post-test pada tiga indikator. Proporsi peserta yang mengetahui standar minimal enam kali kunjungan antenatal meningkat dari 37,5% menjadi 90,6% (kenaikan 53,1 poin persentase). Pemahaman mengenai manfaat konsumsi tablet tambah darah meningkat dari 43,8% menjadi 87,5% (43,7 poin persentase), sedangkan kemampuan menyebutkan sedikitnya tiga tanda bahaya kehamilan meningkat dari 34,4% menjadi 93,8% (59,4 poin persentase). Peningkatan terbesar terdapat pada pengenalan tanda bahaya kehamilan. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi terstruktur dan interaktif berpotensi memperkuat pengetahuan langsung ibu hamil. Edukasi berkala yang terintegrasi dengan pelayanan antenatal, kelas ibu hamil, serta pendampingan kader dan keluarga diperlukan untuk mempertahankan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku.
Edukasi Kesehatan Kehamilan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Di Puskesmas Ujanmas Rini Gustina Sari; Ainaya Dinda; Andriani Nurohmah
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.106

Abstract

Pengetahuan ibu hamil mengenai jadwal pemeriksaan kehamilan, konsumsi tablet tambah darah, dan tanda bahaya kehamilan berperan dalam pengambilan keputusan untuk memperoleh pelayanan secara tepat waktu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui edukasi kesehatan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Ujanmas, Kabupaten Muara Enim. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juni 2026 dan diikuti oleh 32 ibu hamil. Program menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi sederhana, tanya jawab, presentasi audiovisual, serta pembagian leaflet. Pengetahuan dievaluasi secara deskriptif menggunakan pre-test dan post-test pada tiga indikator. Proporsi peserta yang mengetahui standar minimal enam kali kunjungan antenatal meningkat dari 37,5% menjadi 90,6% (kenaikan 53,1 poin persentase). Pemahaman mengenai manfaat konsumsi tablet tambah darah meningkat dari 43,8% menjadi 87,5% (43,7 poin persentase), sedangkan kemampuan menyebutkan sedikitnya tiga tanda bahaya kehamilan meningkat dari 34,4% menjadi 93,8% (59,4 poin persentase). Peningkatan terbesar terdapat pada pengenalan tanda bahaya kehamilan. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi terstruktur dan interaktif berpotensi memperkuat pengetahuan langsung ibu hamil. Edukasi berkala yang terintegrasi dengan pelayanan antenatal, kelas ibu hamil, serta pendampingan kader dan keluarga diperlukan untuk mempertahankan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku.