Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemakaian Kontrasepsi Implan di Puskesmas Pematang Panggang IV Kecamatan Mesuji Raya Tahun 2025 Tri Oktaviani; Rini Gustina Sari; Siti Aisyah
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.133

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan salah satu strategi utama dalam mendukung keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) yang bertujuan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk serta menurunkan angka kematian ibu. Pelayanan KB meliputi kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), konseling, pemeriksaan medis, pemberian serta pemasangan atau pencabutan alat kontrasepsi, hingga penatalaksanaan efek samping dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan apakah ada hubungan usia ibu, pekerjaan dan pendidikan dengan penggunaan kontrasepsi implan di lingkungan Puskesmas Pematang Panggang IV Kecamatan Mesuji Raya Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional yang dilakukan di Puskesmas Pematang Panggang IV Kecamatan Mesuji Raya, pada bulan Juni tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor kontrasepsi implan yang datang ke Puskesmas Pematang Panggang IV, Kecamatan Mesuji Raya berjumlah 74 orang dan cara pengambilan sampel dengan total sampling. Hasil uji statistic didapatkan nilai p Value = 0,009 maka dapat disimpulkan ada yang signifikan secara statistik antara usia dengan penggunaan kontrasepsi implant. Nilai p Value = 0,004 maka dapat disimpulkan ada yang signifikan secara statistik antara Pekerjaan dengan kontrasepsi Implan. Nilai p Value =0,032 maka dapat disimpulkan ada yang signifikan secara statistik antara Pekerjaan dengan kontrasepsi Implan. Kesimpulan adanya hubungan yang signifikan antara usia, pekerjaan dan pendidikan dengan penggunaan kontrasepsi implant. Saran untuk petugas Kesehatan baiknya para petugas puskesmas khususnya para bidan dapat mengetahui minat pasien dalam pemilihan kontrasepsi khususnya KB Implant dan melakukan edukasi yang mendalam mengenai jenis – jenis kontrasepsi.
Pengenalan Prototipe SMART-ATONIA kepada Bidan Praktik di Kota Palembang Rini Gustina Sari; Ainaya Dinda; Adriani Nurohmah
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.109

Abstract

Atonia uteri merupakan penyebab penting perdarahan postpartum, tetapi alat stratifikasi risiko memiliki kinerja yang bervariasi dan memerlukan validasi sebelum digunakan untuk keputusan klinis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan pengenalan prototipe SMART-ATONIA kepada bidan di 10 Tempat Praktik Mandiri Bidan di Kota Palembang. Kegiatan pada April 2026 meliputi koordinasi, pemaparan dasar ilmiah, demonstrasi, simulasi kasus, diskusi, dan penyerahan prototipe. Luaran kegiatan berupa tersampaikannya konsep dan alur pengisian prototipe. Kegiatan tidak mengumpulkan data pre-post, karakteristik peserta, penerimaan pengguna, reliabilitas, atau luaran klinis; karena itu, peningkatan pengetahuan, kelayakan, dan manfaat klinis tidak dapat disimpulkan. Bobot, titik potong, dan algoritme tindak lanjut juga belum tervalidasi. SMART-ATONIA harus diposisikan sebagai media edukasi awal, bukan alat diagnosis atau dasar mandiri penentuan frekuensi antenatal, tempat persalinan, maupun rujukan. Tahap berikutnya memerlukan validasi isi, uji kegunaan dan reliabilitas, serta validasi prospektif.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN REBUSAN DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI IBU NIFAS DI PMB FAULIEN KECAMATAN GANDUS KOTA PAPLEMBANG TAHUN 2025 Putri Kirana; Erma Puspita Sari; Rini Gustina Sari
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Abudurahman
Publisher : STIKES Abdurahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55045/jkab.v15i1.274

Abstract

Produksi ASI yang kurang optimal pada ibu nifas merupakan hambatan utama dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung senyawa fitosterol dan polifenol yang berperan sebagai laktagogum, mampu meningkatkan sekresi hormon prolaktin dan mendukung produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian rebusan daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 15 ibu nifas yang mengalami masalah produksi ASI, dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Intervensi berupa pemberian rebusan daun kelor dilakukan selama 7 hari berturut-turut dengan dosis yang telah ditentukan. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang mencatat frekuensi menyusui sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk mengetahui perbedaa n rata-rata sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada frekuensi menyusui sebelum dan sesudah pemberian rebusan daun kelor dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini membuktikan bahwa rebusan daun kelor dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas secara bermakna. Kesimpulan: Pemberian rebusan daun kelor efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas dan dapat dijadikan alternatif intervensi alami yang mudah diaplikasikan di masyarakat untuk mendukung keberhasilan program ASI eksklusif. Saran: Diharapkan tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan penggunaan daun kelor sebagai intervensi pendukung laktasi, serta melakukan edukasi kepada ibu nifas mengenai manfaat dan cara penyajiannya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Status Gizi dan Siklus Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Regina Dwi Oktaviana; Erma Puspita Sari; Rini Gustina Sari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.85

Abstract

Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin dan sel darah merah dari normal yaitu 12 gr/dl, remaja putri memiliki resiko tinggi mengalami anemia karena dapat membuat daya tahan pada tubuh menurun sehingga rentan menyebabkan gangguan kesehatan. Anemia disebabkan oleh pemahaman yang rendah tentang zat besi, kadar hemoglobin yang rendah, panjangnya durasi menstruasi, penyakit infeksi, status sosial serta pola makan yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, status gizi dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Makarti jaya pada bulan Juni 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Makarti Jaya berjumlah 165 remaja putri dengan menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampel sebanyak 62 responden dengan teknikpengambilan sampel non random dengan metode Purposive Sampling. Menggunakan alat pengumpulan data berupa kuisioner pengetahuan, status gizi dan siklus menstrasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariate, analisis univariat meliputi kejadian anemia, tingkat pengetahuan, status gizi dan siklus menstruasi. Sedangkan analisis bivariate menggunakan uji chi square . hasil penelitian didapatkan p-value = 0,478 (sig> 0,05) artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadiana anemia, p-value = 0,018 (sig< 0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadiana nemia, p-value = 0,000 (sig< 0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Makarti Jaya.
Pengenalan Prototipe SMART-ATONIA kepada Bidan Praktik di Kota Palembang Rini Gustina Sari; Ainaya Dinda; Adriani Nurohmah
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.109

Abstract

Atonia uteri merupakan penyebab penting perdarahan postpartum, tetapi alat stratifikasi risiko memiliki kinerja yang bervariasi dan memerlukan validasi sebelum digunakan untuk keputusan klinis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan pengenalan prototipe SMART-ATONIA kepada bidan di 10 Tempat Praktik Mandiri Bidan di Kota Palembang. Kegiatan pada April 2026 meliputi koordinasi, pemaparan dasar ilmiah, demonstrasi, simulasi kasus, diskusi, dan penyerahan prototipe. Luaran kegiatan berupa tersampaikannya konsep dan alur pengisian prototipe. Kegiatan tidak mengumpulkan data pre-post, karakteristik peserta, penerimaan pengguna, reliabilitas, atau luaran klinis; karena itu, peningkatan pengetahuan, kelayakan, dan manfaat klinis tidak dapat disimpulkan. Bobot, titik potong, dan algoritme tindak lanjut juga belum tervalidasi. SMART-ATONIA harus diposisikan sebagai media edukasi awal, bukan alat diagnosis atau dasar mandiri penentuan frekuensi antenatal, tempat persalinan, maupun rujukan. Tahap berikutnya memerlukan validasi isi, uji kegunaan dan reliabilitas, serta validasi prospektif.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RETENSIO PLASENTA: TINJAUAN LITERATUR Rini Gustina Sari; Ulfa Audia; Angel Laura Sukma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58251

Abstract

Retensio plasenta merupakan salah satu komplikasi obstetri yang berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu akibat perdarahan postpartum. Kondisi ini terjadi ketika plasenta belum lahir lebih dari 30 menit setelah bayi lahir dan dapat menyebabkan perdarahan hebat, syok, infeksi, hingga kematian Ibu apabila tidak segera ditangani. Berbagai faktor predisposisi diduga memengaruhi kejadian retensio plasenta, seperti usia Ibu, paritas, riwayat abortus, riwayat curettage, anemia, kehamilan ganda, jenis persalinan, kontraksi uterus, dan riwayat persalinan sebelumnya. Namun, hasil penelitian terkait faktor-faktor tersebut masih menunjukkan variasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian retensio plasenta berdasarkan kajian literature review. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan menelaah enam belas artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2021–2025. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dari masing-masing artikel untuk mengidentifikasi faktor yang paling dominan terhadap kejadian retensio plasenta. Hasil kajian menunjukkan bahwa usia Ibu, riwayat curettage, anemia, kehamilan ganda, jenis persalinan, kontraksi uterus, dan riwayat persalinan sebelumnya memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian retensio plasenta. Sementara itu, paritas dan riwayat abortus menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan cenderung tidak memiliki hubungan bermakna secara statistik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa retensio plasenta merupakan komplikasi multifaktorial sehingga diperlukan deteksi dini faktor risiko, peningkatan kualitas antenatal care, serta penatalaksanaan persalinan yang optimal untuk menurunkan risiko komplikasi dan kematian Ibu.
Factors Associated with the Incidence of Anemia among Adolescent Girls at SMK Bina Sriwijaya Indonesia, Palembang City, 2026 Wanda Miliya Apriliani; Sendy Pratiwi Rahmadhani; Rini Gustina Sari; Arie Anggraini
Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS Vol 4 No 3 (2026): Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/mikailalsys.v4i3.11726

Abstract

Anemia among adolescent girls remains an important public health concern because it may impair learning concentration and productivity and adversely affect future reproductive health. Dietary practices, adherence to iron–folic acid (IFA) supplementation, and menstrual cycle patterns are among the factors potentially associated with anemia in this population. This study aims to examine the relationships between fast food consumption, adherence to IFA supplementation, menstrual cycle patterns, and anemia among adolescent girls at SMK Bina Sriwijaya Indonesia, Palembang, in 2026. An analytical survey with a cross-sectional design was conducted among a population of 108 adolescent girls, from whom 52 respondents were selected using stratified random sampling. Data were analyzed using the chi-square test at a significance level of α = .05. The findings showed that 28 respondents (53.8%) had anemia, 26 (50.0%) frequently consumed fast food, 31 (59.6%) were non-adherent to IFA supplementation, and 27 (51.9%) had abnormal menstrual cycles. Bivariate analysis demonstrated significant associations between fast food consumption and anemia (p < .001), adherence to IFA supplementation and anemia (p < .001), and menstrual cycle patterns and anemia (p < .001). These findings indicate that dietary behavior, adherence to IFA supplementation, and menstrual health are significantly associated with anemia among adolescent girls. The study contributes empirical evidence supporting integrated anemia-prevention strategies that emphasize balanced dietary practices, reduced fast food consumption, adherence to IFA supplementation, and appropriate monitoring of menstrual health among adolescent girls.
The Relationship between Gestational Age, Birth Weight, and Mode of Delivery with the Incidence of Neonatal Jaundice at Bunda Hospital, Palembang City in 2026 Risky Amey Yolanda; Rini Gustina Sari; Arie Anggraini
Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS Vol 4 No 3 (2026): Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/mikailalsys.v4i3.11779

Abstract

Neonatal jaundice is a common condition characterized by yellow discoloration of the skin, mucous membranes, and sclera resulting from elevated blood bilirubin levels and may cause complications if not appropriately managed. This study examined the relationships between gestational age, birth weight, mode of delivery, and neonatal jaundice at Bunda Hospital, Palembang City, in 2026. A quantitative cross-sectional design was employed using medical-record data from 93 neonates. Data were analyzed using univariate statistics and bivariate Chi-square tests at a significance level of α = .05. Of the 93 neonates, 16 (17.2%) had neonatal jaundice, whereas 77 (82.8%) did not. Twenty-two neonates (23.7%) were born preterm, and 71 (76.3%) were born at term. Similarly, 22 neonates (23.7%) had low birth weight, while 71 (76.3%) had normal birth weight. Regarding mode of delivery, 37 neonates (39.8%) were recorded as having normal deliveries, and 56 (60.2%) were delivered by cesarean section. Bivariate analysis demonstrated significant associations between neonatal jaundice and gestational age (p < .001; OR = 32.741), birth weight (p < .001; OR = 60.375), and mode of delivery (p = .014; OR = 0.171). These findings indicate that gestational age, birth weight, and mode of delivery are significantly associated with neonatal jaundice among neonates treated at Bunda Hospital. The findings may support the early identification and closer clinical monitoring of neonates with characteristics associated with jaundice.