Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Kacang Koro Pedang ( Canavalia ensiformis L.) Terfermentasi Rhizopus oligosporus terhadap Kinerja Produksi dan Kualitas Telur Burung Puyuh Utami, Sri; Fatmona, Sariffudin; Wahyuni, Sri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 8 (2024): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i8.8407

Abstract

Scarcity and high cost of raw materials for poultry feed are the main problems that can hamper poultry production. An alternative ingredient that can be used in feed is koro beans. The aim was to determine the effect of rations containing fermented jack beans, Rhizopus oligosporus, on the production performance and quality of quail eggs. The analysis used a completely randomized design consisting of 5 treatments; Each treatment was repeated 4 times and each replication consisted of 15 quail. Four types of rations contained fermented sword bean at 7.5, 15, 22.50 and 30% and the control ration did not contain fermented sword bean. The parameters observed included feed consumption, egg production, feed conversion, shell thickness, egg yolk color and egg yolk cholesterol. The level of fermented sword bean in the ration of laying quail did not have a significant effect (p>0.05) on feed consumption and eggshell thickness. However, egg weight, daily egg production, feed conversion, yolk color intensity and yolk cholesterol were significantly influenced by fermented treatment (p<0.05). Sword beans fermented by R. oligosporus can be used as a food ingredient in egg-laying quail feed formulations to increase the quantity and quality of quail eggs.
PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI LIMBAH PANGAN, LITER ARANG SEKAM AMPAS GERGAJI PADA KELOMPOK ITIK MILLENNIAL DI SANGAJI UTARA KOTA TERNATE Fatmona, Sariffudin; Utami, Sri; Dwi Putranti, Oktora; Edrawati, Eny; Gunawan, Gunawan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1188-1197

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan dan pemahaman kepada kelompok ternak terkait manfaat dari tatalaksana pemeliharaan, pembuatan pakan ferementasi dari limbah sayur pasar tradisional dan pembuatan arang dari ampas gergaji sebagai bahan campur alas kandang.  Yang menjadi masalah utama adalah mengenai pakan yang diberikan adalah pakan komersial yang harganya cukup mahal, bahkan karena mahalnya pakan tersebut peternak terkadang hanya memberikan makanan seadanya, seperti sisa-sisa makanan dari dapur, karena tidak bisa menyediakan pakan berkualitas dalam jumlah sesuai kebutuhan, kebutuhan gizi itik yang tidak terpenuhi hal ini berdampak pada produktivitas telur yang tidak optimal. Masalah lain yaitu bau yang ditimbulkan dari feces ternak sehingga kerapkali menimbulkan protes masyarakat sekitar. Pengolahan sampah organik menjadi pakan fermentasi dan pemanfaatan ampas gergaji menjadi arang sebagai bahan liter ternak itik diharapkan dapat menjadi solusi selain mengurangi sampah organik juga menjadi solusi dari masalah pakan, juga dapat mencegah timbulnya bibit penyakit dan bau yang diakibatkan oleh kotoran ternak tersebut. Pakan fermentasi dapat menekan biaya pakan dan arang ampas gergaji dapat mengatasi masalah bau kandang Itik bahkan dapat di jual sebagai media tanaman di berbagai pekarangan rumah tangga, hal ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kelompok. Kegiatan dilakukan dengan cara ceramah, sosialisasi dan bimbingan. Pertemuan lapangan, Demplot (Demonstrasi). Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan hasil yang cukup baik dilihat dari hasilnya yaitu peternak dapat memahami, membuat dan mengaplikasikannya. Terjadi peningkatan produksi telur setelah kegiatan PKM dan bau feces dapat teratasi. 
Ternate Cinnamon Flour Supplementation (Cinnamomum spp.) in Ration on Internal Organ Phenotype, First Egg-Laying Age, and Quality of Quail Eggs (Coturnix coturnix japonica) Utami, Sri; Fatmona, Sariffudin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.12681

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of supplementation of Ternate cinnamon flour (Cinnamomum spp.) in rations on internal organ phenotypes, age of first egg-laying and quality of Japanese quail eggs (Coturnix coturnix japonica). A total of 192 two-week-old female quails were used with a complete random design (RAL) consisting of four treatments and four replicates, 12 each per replication, for a total of 192 quails. The treatment provided included a control ration without cinnamon flour (P0), supplementation of 1% (P1), 2% (P2), and 3% (P3). The parameters observed included liver weight, spleen weight, age of first egg, egg index, egg weight, and shellwork thickness. The results showed that cinnamon flour supplementation had a significant effect (P < 0.05) on liver weight, age of first egging, and egg shell quality. A 2% cinnamon flour (P2) treatment provides the best results with normal internal organs, faster egg-laying life, and optimal egg quality. Thus, cinnamon flour supplementation can be a natural strategy to improve the productivity and reproductive health of Japanese quails.