Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

F: Pola Spasial Temporal Variabilitas Iklim dan Ketersediaan Dokter dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kota Palembang Pratiwi, Laura Dwi; Saputra, Yoerdy Agusmal; Septiawati, Dwi; Ardillah, Yustini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 4 (2026): April 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bukti tentang pengaruh variabilitas iklim terhadap kejadian tuberkulosis paru (TB) bersifat heterogen dan sering dimodifikasi oleh determinan layanan kesehatan. Studi ini mengevaluasi hubungan spasial-temporal antara variabel meteorologi dan kejadian TB paru dewasa serta peran ketersediaan tenaga kesehatan di Kota Palembang selama Januari 2020–Oktober 2025. Desain ekologi menggunakan data kejadian TB bulanan yang diagregasi per kecamatan dipadukan dengan data iklim (suhu, kelembapan, curah hujan, lama penyinaran matahari, dan kecepatan angin) dan indikator ketersediaan tenaga kesehatan. Analisis meliputi deret waktu untuk mengevaluasi asosiasi temporal dan analisis spasial untuk mengidentifikasi heterogenitas kejadian antar-kecamatan serta hubungan dengan distribusi dokter. Secara temporal tidak ditemukan asosiasi linier dan konsisten antara variabilitas iklim bulanan dan fluktuasi kejadian TB paru pada periode studi. Analisis spasial mengungkap heterogenitas kejadian antar-kecamatan yang berkaitan dengan ketersediaan dokter: kecamatan dengan ketersediaan tenaga medis lebih tinggi menunjukkan kejadian TB paru lebih banyak, mengindikasikan potensi detection bias, sedangkan kecamatan dengan tenaga kesehatan rendah berisiko under-reporting dan keterlambatan diagnosis. Variabilitas iklim tidak menjelaskan secara konsisten fluktuasi bulanan TB paru pada tingkat agregat; sebaliknya, kapasitas deteksi yang dipengaruhi distribusi tenaga kesehatan tampak berperan penting pada pola spasial notifikasi. Rekomendasi programatik meliputi pemerataan layanan primer, penguatan pendekatan active case finding dan kemitraan public–private, serta integrasi indikator pelayanan dalam surveilans spasial. Penelitian lanjutan dengan desain multilevel dan data individu diperlukan untuk menguji hubungan kausal.
Intervensi Biosand Filter di Lingkungan Kampus dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Pendidikan dan Kualitas Air Saputra, Yoerdy Agusmal; Sunarsih, Elvi; Hasanah, Swara Mega; Lewinsca, Maurend Yayank; Sitanggang, Jhon Wesly; Faradiba, Selly; Purba, Seri Ulina; Ramadhini, Delfi; Apriana, Aisyah; Handayani, Adelia Rizki; Irawan, Cynthia Maharani; Marennu, Luthfi Nauval Isthi; Putri, Nurhaliza Luthfia; Salsabila, Vania Manda Zahrani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2649

Abstract

Akses terhadap air bersih tetap menjadi tantangan bagi institusi pendidikan tinggi. Biosand Filter (BSF), sebagai Teknologi Tepat Guna, dapat meningkatkan kualitas air dan berfungsi sebagai alat pembelajaran praktis. Studi ini mengevaluasi dampak intervensi pendidikan partisipatif (paparan teoritis ditambah perakitan BSF secara praktis) terhadap pengetahuan mahasiswa dan indikator organoleptik air yang difilter. Lokakarya pendidikan partisipatif dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya. Semua mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Kesehatan Masyarakat yang mengikuti lokakarya dimasukkan melalui total sampling (n = 100). Prosedur meliputi tes pra-intervensi, sesi teoritis, demonstrasi, perakitan praktis BSF, dan tes pasca-intervensi. Sampel air yang difilter dievaluasi secara organoleptik dan melalui pengamatan visual. Perubahan pengetahuan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Skor pra-tes rata-rata adalah 98,3 dan meningkat menjadi 99,6 pasca-intervensi (mean different = 1,3). Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p < 0,001). Penilaian organoleptik dan visual melaporkan penurunan kekeruhan dan tidak adanya bau tidak sedap pada sampel yang difilter, menunjukkan peningkatan kualitas air yang dirasakan. Pendidikan partisipatif berbasis BSF secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa dan terkait dengan sifat organoleptik yang lebih baik pada air yang difilter, mendukung pelatihan praktis dan potensi BSF untuk solusi air di kampus.