Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Intervensi Biosand Filter di Lingkungan Kampus dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Pendidikan dan Kualitas Air Saputra, Yoerdy Agusmal; Sunarsih, Elvi; Hasanah, Swara Mega; Lewinsca, Maurend Yayank; Sitanggang, Jhon Wesly; Faradiba, Selly; Purba, Seri Ulina; Ramadhini, Delfi; Apriana, Aisyah; Handayani, Adelia Rizki; Irawan, Cynthia Maharani; Marennu, Luthfi Nauval Isthi; Putri, Nurhaliza Luthfia; Salsabila, Vania Manda Zahrani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2649

Abstract

Akses terhadap air bersih tetap menjadi tantangan bagi institusi pendidikan tinggi. Biosand Filter (BSF), sebagai Teknologi Tepat Guna, dapat meningkatkan kualitas air dan berfungsi sebagai alat pembelajaran praktis. Studi ini mengevaluasi dampak intervensi pendidikan partisipatif (paparan teoritis ditambah perakitan BSF secara praktis) terhadap pengetahuan mahasiswa dan indikator organoleptik air yang difilter. Lokakarya pendidikan partisipatif dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya. Semua mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Kesehatan Masyarakat yang mengikuti lokakarya dimasukkan melalui total sampling (n = 100). Prosedur meliputi tes pra-intervensi, sesi teoritis, demonstrasi, perakitan praktis BSF, dan tes pasca-intervensi. Sampel air yang difilter dievaluasi secara organoleptik dan melalui pengamatan visual. Perubahan pengetahuan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Skor pra-tes rata-rata adalah 98,3 dan meningkat menjadi 99,6 pasca-intervensi (mean different = 1,3). Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p < 0,001). Penilaian organoleptik dan visual melaporkan penurunan kekeruhan dan tidak adanya bau tidak sedap pada sampel yang difilter, menunjukkan peningkatan kualitas air yang dirasakan. Pendidikan partisipatif berbasis BSF secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa dan terkait dengan sifat organoleptik yang lebih baik pada air yang difilter, mendukung pelatihan praktis dan potensi BSF untuk solusi air di kampus.
Physician Distribution Outweighs Climate Variability in Shaping Pulmonary Tuberculosis Patterns Laura Dwi Pratiwi; Yoerdy Agusmal Saputra; Dwi Septiawati; Yustini Ardillah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 4 (2026): April 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf170415

Abstract

Pulmonary tuberculosis remains a public health burden in endemic urban areas, exacerbated by heterogeneous climate variability and limited health service capacity. This study aimed to describe the temporal patterns of climate variability and the spatial patterns of physician distribution and their relationship to tuberculosis cases in Palembang. Using a spatial-temporal ecological design, we analyzed monthly time series of tuberculosis cases and summarized monthly climate data from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency of Indonesia, then mapped the cases and availability of general practitioners and pulmonologits in 18 subdistricts using geographic information system to explore distribution patterns and potential detection bias. The results showed that at the aggregate level, there was no consistent linear relationship between climate fluctuations and variations in pulmonary tuberculosis cases; instead, spatial mapping revealed heterogeneity in cases correlated with medical personnel availability, areas with higher health worker density reported higher cases (indicating increased detection), while resource-limited areas risked underreporting and delayed diagnosis. These findings underscore the need for equitable primary care services, strengthened active case finding, and integration of service indicators into spatial surveillance to improve programmatic detection and response. Keywords: climate variability; physician availability; pulmonary tuberculosis; spatial-temporal patterns