Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN TATA HIDANG DI SMK WIRA HARAPAN TEGAL JAYA Andriani, I Gusti Putu Bintang; Astuti, Ni Made Erpia Ordani; Suryanto, I Wayan
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i1.1331

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar pada siswa kelas XI JB 4 SMK Wira Harapan dalam mata pelajaran tata hidangan yang menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Teknik pengambilan data menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis diskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I rerata motivasi belajar siswa 66,417% sedangkan pada siklus II menjadi 88,85%. Dengan demikian terjadi peningkatan motivasi siswa sebesar 22,44%. Hasil belajar pada siklus I rerata ketuntasan belajar sebesar 77,54%, sedangkan pada siklus II 95,97%, terjadi peningkatan sebesar 18,43%. Pada Ketuntasan Klasikal siklus I mencapai persentase rerata 53,84% sedangkan pada siklus II mendapat skor 100%, terjadi peningkatan sebesar 46,16%. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa motivasi dan hasil belajar Tata Hidangan siswa kelas XI JB4 SMK Wira Harapan dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining.Kata Kunci : model pembelajaran student facilitator and explaining, motivasi, hasil belajar.AbstractThis study aims to determine the increase in motivation and learning outcomes in class XI JB 4 of SMK Wira Harapan in the subject of food preparation using the Student Facilitator and Explaining learning model. This research is a classroom action research. Data collection techniques using tests, observation and documentation. The sampling technique was random sampling. The data analysis technique used quantitative descriptive analysis. The results showed that the Student Facilitator and Explaining learning model could improve student motivation and learning outcomes from cycle I to cycle II. In the first cycle the average student learning motivation was 66.417%, while in the second cycle it was 88.85%. Thus there was an increase in student motivation by 22.44%. Learning outcomes in the first cycle the average completeness of learning was 77.54%, while in the second cycle was 95.97%, there was an increase of 18.43%. In cycle I Classical Completeness reached a mean percentage of 53.84% while in cycle II got a score of 100%, an increase of 46.16%. In this study it can be concluded that the motivation and learning outcomes of students in class XI JB4 of SMK Wira Harapan can be improved by using the Student Facilitator and Explaining learning model.Keywords: student facilitator and explaining models, motivation, learning outcomes
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR TATA HIDANG SISWA KELAS X DI SMK KERTHA WISATA DENPASAR Rimbayani, Ni Luh Nyoman Tri; Suryanto, I Wayan; Astuti, Ni Made Erpia Ordani
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i2.1340

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa kelas X AP 1 pada Mata Pelajaran Tata Hidangan di SMK Kertha Wisata Denpasar dengan menerapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Objek penelitian ini adalah pemahaman konsep, dan hasil belajar siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Akomodasi Perhotelan 1 di di SMK Kertha Wisata Denpasar, berjumlah 32 orang. Sampel dipilih secara random dari 257 orang populasi siswa. Metode pengumpulan data dengan metode tes dan metode observasi. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan telah terjadi peningkatan hasil belajar pada setiap siklus yang dapat dilihat dari peningkatan Persentase rerata skor pemahaman konsep siswa sebesar 13.8% yaitu dari siklus I sebesar 71,8% meningkat menjadi 85,6% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Persentase rerata skor hasil belajar meningkat sebesar 14,3% yaitu dari siklus I sebesar 74,46% meningkat menjadi 88,8% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Persentase Akomulasi rerata nilai pemahaman konsep dan hasil belajar siswa meningkat sebesar 14,1% yaitu dari siklus I sebesar 73,1% meningkat menjadi 87,2% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Ketuntasan klasikal Siswa meningkat sebesar 28,2% yaitu dari siklus I sebesar 71,8% meningkat menjadi 100% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Jadi, model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa kelas X AP 1 pada Mata Pelajaran Tata Hidangan di SMK Kertha Wisata Denpasar.Kata Kunci : Contextual Teaching And Learning (CTL), Pemahaman Konsep, Dan Hasil Belajar.AbstractThis study aims to improve the conceptual understanding and learning outcomes of class X AP 1 students in the subject of food preparation at SMK Kertha Wisata Denpasar by applying the contextual learning model (CTL). This type of research is a classroom action which is carried out in two cycles. Each consists of a cycle of planning, action, observation, and reflection stages. The object of this research is understanding the concept and student learning outcomes. The research subjects were students of class X Hotel Accommodation 1 at SMK Kertha Wisata Denpasar, 32 people. The sample was randomly selected from a population of 257 students. The data test method is the test method and the observation method. The data obtained were then analyzed using quantitative analysis techniques. The findings of this study indicate an increase in learning outcomes in each cycle which can be seen from the increase in the percentage of students' mean score understanding of concepts by 13.8%, namely from the first cycle of 71.8%, increasing to 85.6% in cycle II which is in the very category. good . The percentage of the mean score of learning outcomes increased by 14.3%, from the first cycle of 74.46% to 88.8% in the second cycle which was in the very good category. The percentage of accumulated value understanding of concepts and student learning outcomes increased by 14.1%, namely from the first cycle of 73.1% increased to 87.2% in the second cycle which was in the very good category. Students classical completeness increased by 28.2%, namely from the first cycle of 71.8% increased to 100% in the second cycle which was in the very good category. So, the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model can improve the understanding of concepts and learning outcomes of class X AP 1 students in the Dish Administration Subject at SMK Kertha Wisata Denpasar.Keywords: Contextual Teaching And Learning (CTL), Concept Understanding, and Learning Outcomes.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA Kumala Dewi, Ni Made Rai; Astuti, Ni Made Erpia Ordani; Sinta Diarini, I Gusti Ayu Agung
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2022): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v6i1.1896

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) mampu meningkatkan respon siswa dengan penggunaan media Google Classroom, 2) Untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) mampu meningkatkan motivasi siswa dengan penggunaan media Google Classroom. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII TB 2 SMK PGRI 1 Badung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model Problem Based Instruction (PBI) respon dan motivasi belajar siswa meningkat, yaitu dalam Pra-Tindakan nilai rerata respon siswa yaitu 39,10% dan pada Siklus I nilai rerata respon siswa sebesar 78,10% mengalami peningkatan dari Pra-Tindakan ke Siklus I sebesar 39% sedangkan pada Siklus II nilai rerata motivasi belajar siswa sebesar 82,10% mengalami peningkatan dari Siklus I ke Siklus II sebesar 3,67%. Pada motivasi belajar dalam Pra-Tindakan nilai rerata motivasi belajar yaitu 40% dan pada Siklus I nilai rerata motivasi belajar sebesar 78,43% mengalami peningkatan dari Pra-Tindakan ke Siklus I sebesar 38,43% sedangkan pada Siklus II nilai rerata motivasi belajar siswa sebesar 82,10% mengalami peningkatan dari Siklus I ke Siklus II sebesar 3,67%. Kata Kunci : model Problem Based Instruction (PBI), respon siswa, motivasi belajar.ABSTRACTThe purposes of this study are: 1) To find out whether the use of Problem Based Instruction (PBI) learning model can improve student response by using Google Classroom media, 2) To find out whether the use of Problem Based Instruction (PBI) learning model is able to increase student motivation by using media. Google Classroom. The sample in this study is class XII TB 2 SMK PGRI 1 Badung. The results showed that with the Problem Based Instruction (PBI) model, students' responses and learning motivation increased, namely in Pre-Action the average value of student responses was 39.10% and in Cycle I the average value of student responses was 78.10% experienced an increase from Pre-Action. -Action to Cycle I was 39% while in Cycle II the average value of student learning motivation was 82.10%, an increase from Cycle I to Cycle II was 3.67%. On learning motivation in Pre-Action the average value of learning motivation is 40% and in Cycle I the average value of learning motivation is 78.43%, it has increased from Pre-Action to Cycle I of 38.43% while in Cycle II the average value of student learning motivation of 82.10%, an increase from Cycle I to Cycle II by 3.67%.Keywords : Problem Based Instruction (PBI) model, student response, learning motivation
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PENGOLAHAN MAKANAN KONTINENTAL Gare, Agustina Anu; Diarini, I Gusti Ayu Agung Sinta; Astuti, Ni Made Erpia Ordani
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 2 (2022): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v6i2.2417

Abstract

abstrakPenelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa karena penerapan model pembelajaran kurang menarik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar pada siswa kelas XI JB 3 SMK Wira Harapan dalam mata pelajaran pengolahan makanan kontinental menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together.Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif PTK dengan menerapkan metode total sampling sebagai bentuk desain Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran Numbered Head Together terjadi suasana pembelajaran menyenangkan sehingga hasil belajar siswa meningkat, yaitu aktivitas dan hasil belajar siklus I ke siklus II terdapat peningkatan, pada siklus I jumlah Presentase rerata skor aktivitas belajar siswa 60% sedangkan siklus II mendapatkan skor 80%, meningkat sebesar 20%. Pada hasil belajar siklus I mencapai presentase rerata 61,50%, sedangkan siklus II 80,58%,meningkat sebesar 19,08%. Pada Ketuntasan Klasikal siklus I mencapai presentase rerata 10% sedangkan pada siklus II mendapat skor 90%, meningkat sebesar 80%.Kata kunci : model pembelajaran numbered head together, aktivitas, hasil belajar peserta didik.AbstractThe research was motivated by the low activity, student learning outcomes because the application learning model was less attractive. This study aims to determine increase activity, learning outcomes in class XI JB 3 SMK Wira Harapan subject of continental food processing using Numbered Head Together learning model.The research used qualitative and quantitative research type of CAR applying total sampling method form of Classroom Action Research design.The results study show Numbered Head Together learning model occurs pleasant learning atmosphere student learning outcomes increase, namely activity, learning outcomes of cycle I to cycle II there is increase, cycle I verage percentage score of student learning activities is 60% while cycle II gets score of 80% , increased 20%. first cycle learning outcomes reached average percentage of 61.50%, while the second cycle was 80.58%, increase 19.08%. Classical Completeness cycle I reached average percentage 10% while in second cycle got score 90%, increase 80%Keywords: numbered head together learning model, activities, and student learning outcomes
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SANITASI, HYGIENE DAN KESELAMATAN KERJA SISWA MENGGUNAKAN MODEL QUANTUM LEARNING Ayu, Rahma; Suryanto, I Wayan; Astuti, Ni Made Erpia Ordani
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 8 No. 1 (2024): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JUNI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v8i1.3082

Abstract

Penelitian tindakan kelas, khususnya mengkaitkan Hasil Belajar Sanitasi, Hygiene dan Keselamatan Kerja Siswa dengan menggunakan Model Quantum Learning di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) termasuk langka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar sanitasi, hygiene dan keselamatan kerja siswa kelas X Jurusan Jasa Boga di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bali Dewata Denpasar dengan penerapan model pembelajaran kuantum (Quantum learning). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan jumlah sampel sebanyak 41 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes essay untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini  menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas X jurusan jasa boga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bali Dewata tahun ajaran 2015/2016 setelah diterapkannya model pembelajaran quantum learning pada mata pelajaran sanitasi, hygiene dan keselamatan kerja. Hal ini dapat dilihat dari hasil  belajar siswa pada siklus I menunjukkan rata-rata skor 70,95%  berada pada kategori “cukup baik”, selanjutnya setelah melalui siklus II, rata-rata hasil belajar siswa menjadi 84,29% dan berada pada kategori “baik”. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 13,34%. Serta terjadi peningkatan ketuntasan klasikal dari yang sebelumnya 31,71% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model quantum learning dalam penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan mampu dijadikan salah satu alternatif  model pembelajaran yang dapat digunakan pada pembelajaran jasa boga untuk meningkatkan hasil belajar siswa.  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA JURUSAN JASA BOGA mahardika, Putu mahardika; sentosa, Putu Pranatha; astuti, Ni Made Erpia Ordani
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2023): MEDIA EDUKASI: JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v7i1.3097

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran pengelolaan masakan kontinental dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X jurusan jasa boga tahun pelajaran 2015/2016 di SMK Seni Ukir Tangeb, 2) untuk menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw pada mata pelajaran pengelolaan masakan kontinental dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X jurusan jasa boga tahun pelajaran 2015/2016 di SMK Seni Ukir Tangeb. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas X Jurusan Tata Boga SMK Seni UkirTangeb dengan jumlah sampel sebanyak 42 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner untuk mengukur motivasi belajar siswa serta tes esaay untuk mengukur hasil belajar siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terjadi peningkatan motivasi belajar siswa kelas X jurusan jasa boga tahun pelajaran 2015/2016 di SMK Seni Ukir Tangeb setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran pengelolaan masakan kontinental. Hal ini dapat dilihat dari motivasi belajar siswa pada siklus I memperoleh rata-rata 65,27% berada pada kategori “cukup” sedangkan pada siklus II rata-rata motivasi belajar siswa 81,89% berada pada kategori “baik”. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 16,62%, 2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas X jurusan jasa boga tahun pelajaran 2015/2016 di SMK Seni Ukir Tangeb setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran pengelolaan masakan kontinental. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh rata-rata 68,47% berada pada kategori “cukup” sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 84,21% berada pada kategori “baik”. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 15,74%. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam penelitian ini telah dikatakan berhasil meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan mampu dijadikan salah satu alternatif model belajar yang dapat digunakan pada pembelajaran jasa boga untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN PENGETAHUAN BAHAN MAKANAN KELAS X JASA BOGA Teang, Maria Viana; Suryanto, I Wayan; Astuti, Ni Made Erpia Ordani
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 8 No. 1 (2024): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JUNI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v8i1.3098

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 dengan metode pengumpulan data, observasi, tes dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X jasa boga pada pelajaran pengetahuan bahan makanan di SMK Wira Harapan dengan model pembelajaran snowball throwing. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terjadi peningkatkan hasil belajar siswa kelas X jasa boga 3 di SMK Wira Harapan setelah diterapkannya model pembelajaran snowball throwing pada mata pelajaran pengetahuan bahan makanan tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh rata-rata 69,59% berada pada kategori “cukup” sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 81,29% berada pada kategori “baik”. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 11,7%; 2) terjadi peningkatkan ketuntasan klasikal siswa kelas X jasa boga 3 di SMK Wira Harapan setelah diterapkan model pembelajaran snowball throwing pada mata pelajaran pengetahuan bahan makanan tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan klasikal siswa pada siklus I memperoleh rata-rata 40,54% berada pada kategori “kurang” sedangkan pada siklus II rata-rata ketuntasan klasikal siswa 100% berada pada kategori “baik”. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan ketuntasan klasikal siswa dari siklus I ke siklus II, peningkatan rata-rata sebesar 59,46%.
Pengolahan Jagung Manis menjadi Makanan Tradisional Daerah Manggarai Jelita, Gradiana Romulda; Deki, Katrina Kewu; Pajaga, Sunni Heingu; Artana, Nengah Rata; Astuti, Ni Made Erpia Ordani
JAKADIKSI: JURNAL VOKASI Vol. 4 No. 1 (2025): JAKADIKSI: JURNAL VOKASI
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jdk.v4i1.3876

Abstract

Proyek ini adalah menghasilakn olahan jagung manis berupa jagung bose dan sobol dalam launching event serta menghasilkan standar resep yang disajikan dalam launching event. Proyek ini diselenggrakan di Restoran kampus Universitas Dhyana Pura Bali dan mengundang dua puluh empat tamu serta empat orang talent dan satu orang pemusik untuk memeriahkan event launching product. Judul proyek ini adalah Pengolahan Jagung Manis Menjadi Makanan Tradisional Daerah Manggarai untuk mengembangkan kuliner local. Objek dalam proyek ini adalah dua product yaitu Jagung Bose dan Sobol serta beberapa responden untuk dijadikan narasumber dalam wawancara mengenai product launching event . Data dikumpulkan dengan empat metode yaitu observasi yang dilakukan di pasar Badung bali sebagai tempat pemilihan bahan baku, wawancara dengan dengan dua narasumber, membagikan kuisioner kepada responden serta metode dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif (yang berupa data kualitatif yang diangkakan seperti hasil kuisioner) dan kualitatif. Metode pelaksanaan proyek ini dalam bentuk penyelenggaraan event, tim penulis mengharapkan agar konsep pengolahan jagung manis serta standar resep yang dihasilkan ini bisa dijadikancontoh bagi industry perhotelan atau masyarakat yang ingin mengembangkaninovasi product local.
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry untuk Meningkatkan Kreativitas, Percaya Diri, dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Jayantini, Made Rai Meyta; Astuti, Ni Made Erpia Ordani; Diarini, I Gusti Ayu Agung Sinta
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 3 No. 1 (2024): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v3i1.2924

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sebagian besar siswa masih kurang inisiatif dan kurang percaya diri saat proses pembelajaran. Kesulitan ini disebabkan karena kreativitas dan percaya diri siswa masih kurang dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan model pembelajaran inquiry mampu meningkatkan kreativitas, percaya diri, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pengolahan dan penyajian makanan. Metode pengumpulan sampel penelitian yaitu purposive sampling. Hasil penelitian mendapatkan hasil melalui penerapan model pembelajaran inquiry di kelas XII TB 2 SMK Pariwisata Dalung berhasil meningkatkan kreativitas, percaya diri, dan hasil belajar siswa. Pada penelitian hasil Uji hipotesis dengan perhitungan Uji T berpasangan (Paired sample t-test) yang membandingkan antara pretest-posttest kreativitas, percaya diri, dan hasil belajar menunjukkan signifikan sebesar 0.000 < 0.05, dengan demikian Ho ditolak; Ha diterima dan dapat dinyatakan terdapat peningkatan kreativitas, percaya diri, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pengolahan dan penyajian makanan melalui penerapan model pembelajaran inquiry.
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Interaktif Lestari, Ni Kadek Dwi Sri; Sentosa, I Putu Pranatha; Astuti, Ni Made Erpia Ordani
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 3 No. 3 (2024): JAKADARA: JURNAL EKONOMI, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v3i3.3477

Abstract

Latar belakang penelitian ini berusaha mengungkapkan bagaimana perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PBL berbantuan media interaktif. Penelitian ini dilatarbelakangi pada proses pembelajaran yang kurang inovatif dan masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PBL (Problem Based Learning) pada mata pelajaran dasar-dasar kuliner. Jenis penelitian ini adalah eksperimen tipe one group pretest posttest yang dilakukan pada siswa kelas X Kuliner 1 di SMK Wira Harapan. Teknik sampling menggunakan purposive sumpling. Jumlah responden berjumlah 41 siswa yang terdiri dari laki-laki 25, dan perempuan 16 orang. Data yang dikumpulkan menggunakan metode kuesioner, tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada pretest rerata kemampuan berpikir kritis yang diperoleh sebesar 82.02, sedangkan pada posttest diperoleh sebesar 88.66. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 6.64. Pada pretest rerata hasil belajar yang diperoleh sebesar 71.46, sedangkan pada posttest diperoleh sebesar 83.15. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 11.69. Hasil uji paired sample t-test yang membandingkan antara pretest-posttest kemampuan berpikir kritis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dan pada hasil belajar menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05.