Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN UMUR DAN KELELAHAN DENGAN STRES KERJA PADA HOME INDUSTRY LAUNDRY DI KOTA MAKASSAR Esse Puji Pawenrusi; Kamariana; Sudarni
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i1.449

Abstract

Latar belakang: Ketika seseorang mengalami stres kerja, mereka berada di bawah tekanan fisik dan mental di tempat kerja. Sejak tahun 1990-an, 80% dari semua kompensasi pekerja kesehatan telah digunakan untuk membayar penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan, sedangkan di Inggris (UK), 71% manajer melaporkan mengalami masalah dengan kesehatan fisik dan mental mereka sebagai akibat dari stres. Manajer ini diidentifikasi di Australia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara umur dan kelelahan dengan stres kerja pada home industry laundry Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang ada pada home industry laundry dengan jumlah sampel sebanyak 59 orang menggunakan pendekatan total sampling. Uji chi square digunakan dalam penelitian ini. Hasil: Hubungan umur dengan stres kerja menunjukkan bahwa dari 59 responden berdasarkan uji statistik chi-square dengan Fisher’s Exact Test didapatkan nilai p value=1000 ini menyiratkan bahwa ada hubungan antara kelelahan dan stres kerja tetapi tidak antara usia dan stres kerja. (p = 0.006<p value 0.05). Kesimpulan: Untuk pekerja agar dapat mengelolah stres dengan baik misalnya dengan menonton atau melakukan kegiatan yang menyenangkan di sela jam istirahat dan juga melakukan olahraga ringan di sela jam istirahat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA KEBAKARAN PADA SISWA DI SMA 1 TOLANGOHULA Abdul, Alien Angraini; Ilham Syam; Andi Arnoli; Kamariana; Marisna Eka Yulianita
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.506

Abstract

Latar Belakang: Bencana kebakaran merupakan kejadian yang diakibatkan adanya bahan bakar, oksigen dan panas. BNPBD Provinsi Gorontalo Tahun 2023 terdapat 82 kasus kebakaran dan 2 diantaranya kejadian kebakaran di wilayah sekolah di Provinsi Gorontalo, dalam hal ini bulan september merupakan bulan yang banyak menyumbang angka kejadian kebakaran yaitu sebanyak 32 kasus kebakaran. Tujuan: Untuk mengetahui hubunngan penngetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan bencana kebakaran di SMAN 1 Tolangohula. Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak sekolah di SMAN 1 Tolangohula sebanyak 506 anak sekolah dengan jumlah kelas 10 sebanyak 185 siswa, kelas 11 sebanyak 197 siswa dan kelas 12 sebanyak 124 siswa dengan menggunakan stratified random sampling. Hasil: Hubungan antara pengetahuan dan kesiapsiagaan mendapatkan nilai p = 0,000 (p<α = 0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan kesiapsiagaan pada siswa di SMA Negeri 1 Tolangohula. Sedangkan hasil hubungan antara sikap dan kesiapsiagaan mendapatkan hasil yaitu nilai p = 0,000 (p<α = 0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap dan kesiapsiagaan pada siswa di SMA Negeri 1 Tolangohula. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dalam kesiapsiagaan bencana kebakaran pada siswa di SMA Negeri 1 Tolangohula Kabupaten Gorontalo.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA HOME INDUSTRY LAUNDRY DI KOTA MAKASSAR Esse Puji Pawenrusi; Kamariana; Sri Wahyuni Ningsi
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.566

Abstract

Stres kerja merupakan tekanan yang dirasakan oleh karyawan sebagai akibat dari tumbuhnya tuntutan pekerjaan untuk menjadi produktif dan efisien, stress terjadi ketika pekerja tidak dapat menangani tuntutan pekerjaan mereka. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) 450 juta orang di indonesia atau 10% dari total penduduk yang mengalami stress kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan beban kerja, masa kerja dan lama kerja dengan stres kerja pada home industry laundry di Kota Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan Cross sectional. Populassi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang berada pada home industry laundry di jalan Maccini Raya dengan jumlah sampel sebanyak 59 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian yang didapatkan dari 59 responden bahwa sebanyak 41 orang (69.5%) yang mengalami stres sedang, 47 orang (79.7%) yang memiliki beban kerja sedang, 31 orang (52.5%) yang memiliki masa kerja lama, dan 34 orang (57.6) yang memiliki jam kerja tidak berisiko, dari hasil uji chi-square bivariat ada hubungan antara beban kerja (p 0.004 < 0.05), masa kerja (p 0.050 < 0.05), lama kerja (p.0.038 < 0.05) dengan stres kerja. Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara beban kerja , masa kerja, dan lama kerja dengan stres kerja. Dengan penelitian ini diharapkan untuk pemilik home industry laundry menambah tenaga kerja agar tidak terjadi beban yang berlebihan bagi pekerja dan memberikan jam kerja yang sesuai dengan aturan pemerintah agar mengurangi kejadian stres pada pekerja.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DIGITAL DENGAN PERSONAL HYGIENE SISWA DI SMP NEGERI 2 MAKASSAR Kasma, Andi Yulia; Melki S Husain; Marisna Eka Yulianita; Kamariana; Andi Wahyuni; Andi Ayumar
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.649

Abstract

Latar belakang: Perilaku menjaga kebersihan diri penting dalam mewujudkan kenyamanan, keamanan, serta kesehatan individu. Personal hygiene kurang pada anak usia sekolah menimbulkan masalah kesehatan, seperti terjadi gangguan integritas kulit, gangguan mukosa bibir, serta gangguan mata, telinga dan gangguan pada kuku. Tujuan : Untuk menganalisis hubungan literasi kesehatan digital dengan personal hygiene siswa SMP Negeri 2 Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian 178 siswa kelas IX dengan teknik pengambilan sampel dengan proporsional systematic random samping. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil : Penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara literasi kesehatan digital dengan personal hygiene siswa diperoleh hasil p-value = 0,000. Literasi kesehatan digital kurang baik 36 responden (20,2%) dan literasi kesehatan baik 142 responden (79,8%) pada personal hygiene kurang baik 42 responden (23,6%) dan personal hygiene baik 136 responden (76,4%) Kesimpulan: Siswa yang memiliki literasi kesehatan digital lebih tinggi maka kecenderungannya lebih peduli dengan kebersihan diri serta lebih sering menerapkan kebiasaan hygiene baik, seperti mencuci tangan dan merawat kebersihan mulut. Diharapkan orang tua memperkuat kebiasaan personal hygiene anak di rumah dengan memanfaatkan informasi kesehatan digital akurat serta membimbing penggunaan teknologi secara bijak.
Pelatihan serta Pendampingan Penerapan Teknologi Aplikasi keluarga Cara’de bagi Kader Posyandu Anggrek di Desa Je’nemadinging Kabupaten Gowa Esse Puji Pawenrusi; Sri Syatriani; Suarni Suarni; Kamariana Kamariana; Riamilah Riamilah; Eka Wahyuni; Muh. Dzulkifli MN
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i3.5810

Abstract

This community service program was held with the primary objective of improving the understanding and skills of Posyandu Anggrek cadres in conducting technology-based stunting surveys using the Cara'de application. Stunting is a chronic nutritional problem that impacts child growth and development and requires targeted intervention. Therefore, Posyandu cadres, as the frontline of health services, play a crucial role in collecting accurate nutritional data. The training was designed in eight face-to-face meetings and facilitated by five people, consisting of three lecturers and two students from the Makassar Health Sciences College, so that the knowledge transfer process was more structured. The series of activities included focus group discussions (FGDs) to explore initial understanding, technical training discussing the application's features, hands-on practice so that cadres could practice using Cara'de, and intensive mentoring to ensure all participants could optimally master the new skills. Evaluation results showed that the cadres not only understood the concept of stunting surveys but were also able to practice using the application independently to support valid, accurate, fast, and real-time child nutrition data collection. This success confirms a significant increase in cadre capacity, both in terms of knowledge and technical skills. Furthermore, this program is expected to improve the efficiency of Posyandu cadres, strengthen the health database, and support the development of more targeted nutrition policies and interventions. Thus, this activity significantly contributes to strengthening the local government's efforts to reduce stunting rates in Gowa Regency and serves as a model for strengthening technology-based public health services in rural areas.
HUBUNGAN PENGALAMAN BULLYING DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA SMP Andi Wahyuni; Kamariana; Irma Yunita
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.676

Abstract

Latar belakang: Bullying merupakan masalah psikososial yang kerap dialami oleh remaja dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan mental, termasuk menurunnya rasa percaya diri. Remaja yang menjadi korban biasanya menunjukkan perilaku menarik diri, mengalami hambatan dalam bersosialisasi, serta merasa takut untuk menyampaikan pendapat. Menurut catatan WHO pada tahun 2020, kasus perundungan di kalangan remaja masih tergolong tinggi, di mana lebih dari sepertiga remaja Perempuan. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara pengalaman bullying dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja yang berada di jenjang SMP. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan statistik berjenis kuantitatif melalui desain observasi analitik yang dilaksanakan pada satu waktu pengambilan data (cross-sectional). Populasi 705 orang dan sampel 226 orang sebagai responden penelitian dengan metode pemilihan sampel secara purposif. Hasil: Uji Chi-Square pada analisis bivariat menunjukkan nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya keterkaitan bermakna antara perilaku bullying dengan tingkat kepercayaan diri. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan yang signifikan antara perilaku bullying dan tingkat kepercayaan diri pada remaja. Dengan demikian, dukungan dari sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar menjadi sangat diperlukan dalam mencegah terjadinya bullying serta membantu memperkuat kepercayaan diri siswa melalui pendampingan psikososial.
PENYULUHAN TENTANG PEMANFAATAN SAMPAH DI KAMPUNG BARU RT F RW 8 KELURAHAN PAMPANG MAKASSAR Kamariana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/b.v1i1.141

Abstract

Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diingankan setelahberakhirnya suatu proses yang cenderung merusak lingkungan. Sampah dapatmembawa dampak yang buruk pada kesehatan manusia. Bila sampah dibuangsecara sembarang atau ditumpuk tanpa pengeloloan yang baik, maka akanmenimbulkan dampak kesehatan yang serius. Kegiatan intervensi bertujuanuntuk meningkatkan pengetahuan tentang sampah serta pengelolaan sampahyang dapat dimanfaatan oleh masyarakat.Hasil intervensi menunjukkan kenaikan pengetahuan respondendimana sebelum diberi penyuluhan pengetahuan dengan kategori cukupsebanyak 19 orang (63.3%). setelah diberikan penyuluhan, pengetahuan dengankategori cukup menjadi 25 orang (83.3%). Hal ini menunujukkan terjadipeningkatan sebesar 54.5%Hasil program penyuluhan tentang pemanfaatan sampah di Kelurahankampung Baru RT F RW 8 Kelurahan Pampang menunjukkan adanyapeningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan sampah.
SOSIALISASI BAKTERI (BAKSO IKAN TERI) & EDUKASI GIZI SEBAGAI UPAYA ANAK GEMAR MAKAN IKAN PADA SISWA SD KARUWISI II KOTA MAKASSAR Kamariana; Balqis Hasyatillah; Novelin; Diya Pasapan; Nurilmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/b.v2i1.262

Abstract

Anak sekolah dasar memiliki permasalahan terkait konsumsi ikan, banyak diantara mereka yang tidak gemar mengkonsumsi ikan. Perilaku Anak- anak cenderung memilih makanan yang disukai dan menyisihkan makanan yang tidak disukai terutama terkait makanan yang berasal dari ikan. Di sekolah anak lebih sering jajan makanan yang tidak sehat. Kebutuhan gizi terutama kandungan protein pada ikan terutama ikan teri memberikan banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk mengajak anak makan ikan dengan mensosialisasikan makanan berbahan dasar ikan berupa BAKTERI (Bakso Ikan Teri) serta pemberian edukasi gizi berupa penyuluhan tentang manfaat ikan teri pada anak sekolah Dasar di SDN Karuwisi II Makassar. Hasil intervensi menunjukkan daya terima anak terhadap BAKTERI (Bakso Ikan Teri) diliat dar kesukaan warna & rasa. Sedangkan dari hasil pre post test menunjukkan pengetahuan anak sebelum diberi penyuluhan pengetahuan dengan kategori cukup sebanyak (50%). setelah diberikan penyuluhan, pengetahuan dengan kategori cukup menjadi (78.6%). Hal ini menunujukkan terjadi peningkatan. Hasil pemberian BAKTERI dan Edukasi gizi menunjukkan adanya daya terima makanan berbahan dasar ikan serta terjadi peningkatan pengetahuan.
EDUKASI KANDUNGAN GIZI BAHAN PANGAN LOKAL UNTUK MEMBUAT MPASI DI DUSUN TOMPO BALANG, DESA JOMBE, KEC.TURATEA, KAB. JENEPONTO Suarni; Kamariana; Esse Puji Pawenrusi; Marice Popla
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v3i2.385

Abstract

Latar Belakang; Stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan berkembang yang dialami oleh anak. MP ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi sejak usianya 6 bulan sebagai pelengkap ASI. Pembuatan MP ASI dapat menggunakan bahan pangan local yang dihasilkan dari hasil pertanian keluarga karena lebih murah dari segi biaya. Olehnya itu Ibu perlu diberikan edukasi tentang pengolahan dan kandungan gizi pangan local yang dapat digunakan dalam pembuatan MP ASI. Tujuan; Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang pentingnya MPASI, dan cara pembuatan MPASI yang tepat, murah, dan bergizi berbasis pangan lokal untuk mencegah terjadinya stunting pada anak. Metode; Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan, yang diberikan kepada 16 orang ibu di dusun Tompobalang, desa Jombe. Sebelum kegiatan ibu diberikan pre test, kemudian ibu diberikan edukasi tentang MP ASI dan pemanfaatan pangan lokal dalam membuat MP ASI. Setelah penyuluhan, dilakukan evaluasi post-tes. Hasil; Evaluasi pre test menunjukkan ibu dengan pengetahuan cukup sebanyak 14 0rang (75 %) dan ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 4 orang (25 %). Setelah penyuluhan dilakukan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu yaitu ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 14 orang (85 %) dan ibu dengan pengetahuan kurang 2 orang (15 %). Simpulan; Edukasi tentang MP ASI dan pengolahan MP ASI dari bahan local perlu dilakukan secara rutin untuk menambah pengetahuan ibu dalam memilih dan memanfaatkan bahan pangan local yang tepat dalam menyiap kan MP ASI yang bergizi bagi anak.
EDUKASI DAN GERAKAN MAKAN IKAN DENGAN OLAHAN BAKSO UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA BULULOE KABUPATEN JENEPONTO Esse Puji Pawenrusi; Kamariana; Suarni; Andi Indah Fajrina; Viralin Abas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v3i2.388

Abstract

Latar belakang: Gerakan makan ikan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan konsumsi ikan Indonesia. Konsumsi ikan dengan kandungan protein merupakan upaya untuk pencegahan stunting. Tujuan: kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pentingnya konsumsi ikan dan Gerakan makan ikan dengan olahan bakso dalam upaya pencegahan stunting. Metode: kegiatan berupa pemberian edukasi melalui penyuluhan pada ibu yang memiliki anak usia sekolah Dasar dan pemberian olahan bakso berbahan dasar ikan sebanyak 14 ibu di Desa Bululoe kabupaten Jeneponto. Hasil: menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan. usia anak mulai diberi makan ikan paling banyak kategori usia 1-3 tahun sebanyak 6 orang (43%), Sebagian besar ibu tidak pernah mengolah ikan dalam bentuk camilan sebanyak 12 orang (85.7%), anak yang tidak gemar makan ikan Sebagian besar disebabkan karena tidak suka baunya dan tidak suka rasanya masing-masing 5 orang (35.7%) dan semua responden dan anak menyukai rasa olahan bakso dari ikan (100%). Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan setelah pemberian edukasi berupa penyuluhan, serta semua menyukai olahan bakso berbahan dasar ikan.