Articles
Tinjauan Pelaksanaan Review Berkas Rekam Medis Sesuai Standar MIRM 13.4 di RS X Bandung
Amalia, Melda;
Setiatin, Sali;
Yunengsih, Yuyun
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.154
Latar Belakang: Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan Review yang dilakukan dalam penelitian ini mengacu pada standar MIRM 13.4 dari Rumah Sakit X Bandung Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pelaksanaan review berkas rekam medis di rumah sakit X kota bandung sudah sesuai dengan standar MIRM 13.4 Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak 84 berkas dari 561 populasi. Hasil: Hasil penelitian terdapat 24 berkas (2,85%) yang tidak tepat dalam pengembaliannya dan yang tepat sebanyak 60 berkas (71,4%). Dalam keterbacaan ada 10% yang tidak terbaca dan 90% terbaca. Secara kelengkapan ada 8 formulir yang tidak lengkap diataranya Assesment IGD, Assesment Edukasi, Lembar Penolakan, Form Edukasi, Resume, Transfer Ruangan, dan yang mecapai lengkap terdapat pada formulir Triage serta Informed Consent. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan masih terjadi ketidaktepatan waktu sebesar 28,5%, Ketidakterbacaan pada formulir sebesar 10% dan Ketidaklengkapan sebesar 53,5% terdapat pada formulir CPPT dan Transfer Ruangan.
Pengaruh Latarbelakang Pendidikan Perekam Medis Terhadap Sistem Penyimpanan Rekam Medis Di RSUD Boven Digoel
Ohoiwutun, Norberta;
Setiatin, Sali Setiatin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i8.161
Latar Belakang: Rekam medis akan terlaksana dengan baik jika petugas rekam medis memiliki latarbelakang pendidikan dibidangnya yaitu dalam pengolahan berkas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Latarbelakang Pendidikan Perekam Medis Terhadap Sistem Penyimpanan Rekam Medis Saran perekam medis yang memiliki pendidikan SMA diharapkan perlu melanjutkan pendidikan (kuliah) berjenjang tinggi, sehingga sistem penyimpanan rekam medis tertata dengan rapi sesuai SOP yang ada di rumah sakit. Metode: Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi berjumlah 21 orang dengan teknik sampel jenuh yaitu 21 orang. Analisis dengan uji chie square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perekam medis (61,9%) memiliki latar belakang SMA, Sistem Penyimpanan Rekam Medis (66.7%) adalah tidak sesuai SOP dan terdapat pengaruh antara latar belakang dengan Sistem Penyimpanan Rekam Medis (p-value=0,000).Permasalahan di Rumah Sakit Umum Daerah Boven Digoel bahwa penyimpanannya yang belum terlaksana dengan benar seperti pemberian tracer di rak penyimpanan serta pemberian nomor di setiap rak. Kesimpulan: Perekam medik di Rumah Sakit Umum Daerah Boven Digoel sebagian besar 13 (61,9%) memiliki Latarbelakang SMA. Sistem Penyimpanan Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Boven Digoel diperoleh 14 atau 66.7% adalah tidak sesuai dengan SOP yang berlaku. Terdapat pengaruh antara Latarbelakang dengan Sistem Penyimpanan Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Boven Digoel (p-value=0,000).
Kerahasiaan dan Keamanan Rekam Medis di Rumah Sakit Hermina Arcamanik
Fauzi, Muhamad Rizal;
Fauzia, Rizky Miftah;
Setiatin, Sali
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.176
Latar Belakang: Ruangan penyimpanan rekam medis Rumah Sakit Hermina Arcamanik belum terjaga keamanannya walaupun pintu sudah dilengkapi dengan kunci, perawat atau petugas lainnya kadang masuk ruangan penyimpanan rekam medis dan mencari berkas rekam medis yang diperlukan sendiri tidak didampingi oleh Perekam Medis. Selain itu masih terdapat beberapa berkas rekam medis yang rusak dan hilang diluar ruangan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kerahasiaan dan keamanan di rekam medis Rumah Sakit Hermina Arcamanik. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif pendekatan deskriptif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara observasi dan wawancara. Kami mewawancarai 4 orang perekam medis di bagian yang berbeda. Hasil: Dari hasil penelitian yang kami temukan bahwa masih terdapat masalah, baik dari faktor internal maupun eksternal rekam medis di Rumah Sakit Hermina Arcamanik. Masih terdapat berkas yang hilang di luar ruangan rekam medis, rusak, dan rak yang penuh. Kesimpulan: Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah kami teliti di Rumah Sakit Hermina Arcamanik bahwa Standar Prosedur Operasional sudah dijalankan, namun kerahasiaan dan keamanannya masih belum terjamin.
Tinjauan Pelaksanaan Penyusutan Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit “X” Bandung
Amirudhin, Ali;
Setiatin, Sali
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.184
Latar Belakang: PERMENKES 269 Tahun 2008 tentang rekam medis menyatakan bahwa rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit wajib disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat atau dipulangkan, Penyusutan rekam medis merupakan suatu kegiatan pengurangan dokumen dari rak penyimpanan dengan cara memindahkan berkas rekam medis in-aktif dari rak aktif ke rak in-aktif. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penyusutan rekam medis terhadap ruang penyimpanan, mengetahui jenis formulir yang dilestarikan serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi Rumah Sakit “X” Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode: Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil: Jenis formulir yang diselamatkan merupakan formulir rekam medis yang bernilaiguna seperti : ringkasan masuk dan keluar, resume, lembar operasi. Serta untuk mengoptimalkan penyusutan dokumen rekam medis maka diusulkan agar setiap dokumen rekam medis diberi kode warna, sesuai tahun terakhir berobat. Kesimpulan: Prosedur penyusutan dokumen Rekam medis di Rumah Sakit “X” Bandung dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu : Pemindahan, penilaian dan pemusnahan.
Indikator Rawat Inap Pada Masa Pandemi COVID-19 di RSI Assyifa Sukabumi
Utami, Septiani Tri;
Azizah, Vanny Hendriyan;
Setiatin, Sali
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.190
Latar Belakang: Penyelenggaraan rekam medis yang baik akan menunjang terselenggaranya peningkatan pelayanan kesehatan yang baik dirumah sakit, di masa pandemi COVID-19 pelayanan dirumah sakit terhambat. Sehingga dinilai perlu meyiapkan ruangan dengan kapasitas yang memadai sesuai dengan kebutuhan dimasa kunjungan pasien terkonfirmasi COVID-19. Kasus pertama COVID-19 di Rumah Sakit Islam Assyifa terkonfirmasi Pada bulan April 2020 dan kasusnya meningkat hingga saat ini. Tujuan: Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis indikator pelayanan rawat inap berdasarkan standar DepKes dan Barber Johnson di Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi di masa pandemi COVID-19 tahun 2020. Metode: Jenis penelitian adalah Penelitian Deskriptif dengan Pendekatan Retrosfektif. Populasi yang digunakan adalah data rekapitulasi Sensus Harian Rawat Inap tahun 2020. Hasil: Hasil penelitian, BOR pada triwulan II dan IV menurun, LOS setiap triwulan sama, TOI meningkat pada triwulan II dan IV, BTO setiap triwulan dibawah angka ideal, GDR NDR setiap triwulan memenuhi standar menurut Depkes. Begitupun pada kasus COVID-19 BOR belum ideal yaitu 39%, LOS ideal, TOI belum ideal yaitu 10 hari, BTO ideal yaitu 6 kali dan GDR NDR belum ideal yaitu 72‰ dan 29‰, dapat disimpulkan nilai indikator pada tahun 2020 belum efisien. Kesimpulan: Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu Indikator Rawat Inap di RSI Assyifa Sukabumi belum ideal. Karena, sarana dan prasarana belum terpenuhi. Sehingga harus adanya peningkatan terhadap pelayanan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk kasus COVID-19 tersebut di Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi.
Pengaruh Waktu Tunggu Pasien Rawat Jalan Terhadap Kepuasan Pelayanan Pendaftaran di Klinik X Kota Bandung
Nurfadillah, Aulia;
Setiatin, Sali
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.194
Latar Belakang : Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendaftarkan pelayanan kesehatan mulai dari tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter.waktu tunggu pasien merupakan salah satu komponen yang pontensial menyebabkan ketidak puasan pada pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tunggu pasien rawat jalan terhadap kepuasan pelayanan pendaftaran di Klinik X Kota Bandung. Agar sesuai dengan SOP dan agar pelayanan kesehatan memberikan tingkat kepuasan terhadap pasien. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif statistik deskriptif. Responden berjumlah 25 pasien dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Analisis dengan univariat dan uji chie square. Hasil : Rata rata waktu tunggu pasien di Klinik X Kota Bandung selama 70 menit sebagian besar masih kategori lama >60 menit (68.0%). tingkat kepuasan pelayanan pendaftaran dalam kategori kurang puas (48,0%). Kesimpulan : Rata-rata waktu tunggu pasien rawat jalan Klinik X Kota Bandung selama >60 menit (68.0%) yaitu sekitar 70 menit masih dalam kategori lama. Tingkat kepuasan pelayanan pendaftaran yang diberikan Klinik X Kota Bandung masih dalam kategori kurang puas (48,0%), dan pengaruh waktu tunggu pasien rawat jalan terhadap kepuasan pelayanan pendaftaran diperoleh nilai (p-value 0,004). Pasien akan merasa puas jika pelayanan yang diberikan sesuai harapan pasien atau bahkan lebih dari apa yang diharapkan pasien. Adanya pengaruh antara waktu tunggu pasien rawat jalan terhadap kepuasan pelayanan pendaftaran Klinik X Kota Bandung belum temasuk kedalam SOP (Standar Operasional Prosedur). Hal ini membuktikan bahwa dengan waktu tunggu pasien rawat jalan akan semakin meningkat atas rasa ketidakpuasan pelayan pendaftaran yang diberikan petugas.
Pelayanan Rekam Medis Rawat Jalan pada Masa Pandemi Covid-19 di Klinik X Kota Bandung
Nuraulia, Anisa;
Setiatin, Sali;
Aulia, Andzara
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.195
Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelayanan rekam medis rawat jalan pada masa pandemi COVID-19 di Klinik X. Dimana bagian pendaftaran merupakan bagian yang pertama di temui oleh pasien saat pasien datang ke pelayanan kesehatan. Rekam medis tersebut merupakan pelayanan yang berfungsi untuk mendukung proses keperawatan pasien mencakup isi dan informasi-informasi data pasien Tujuan:. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelayanan rekam medis pada masa pandemi COVID-19. Metode: Metode jenis penelitiannya yaitu metode kualititaf penelitian ini di lakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara kepada petugas rekam medis dan kepala unit rekam medis. Hasil: Hasil pelayanan rekam medis di Klinik X Kota Bandung pada masa pandemi sudah menuju digitalisasi melakukan pendaftaran dan konsultasi online via whatsapp tapi masih ada kendalanya yaitu pendaftaran online pada penerimaan pendaftarannya terlambat, konsultasi online pelayanannya terlambat dan Standar Operasional penyimpanan rekam medisnya belum memenuhi standar karena tidak adanya tracer, bon peminjaman, buku register dan out guide sehingga dokumen rekam medis yang tidak ada di rak penyimpanan, pasien mendapatkan pelayannya akan terlambat. Kesimpulan Klinik X ini sudah menuju digitalisasi namun masih ada beberapa kendalanya dan perlu di perbaiki lagi. Kesimpulan: Pada penyimpanan rekam medis Klinik X tidak menggunakan tracer, bon peminjaman dan out guide oleh karena itu petugas sering mengalami kesulitan dalam mencari dokumen rekam medis pasien yang hilang di rak penyimpanan sehingga pasien mendapatakan pelayanan selanjutnya akan terlambat. Standar Operasional Prosedur (SOP) di Klinik X ini belum memenuhi standar atau belum efektif karena masih ada beberapa bagian yang belum lengkap.
K3 Perekam Medis di Bagian Penyimpanan Rekam Medis Masa Pandemi Covid-19 Rs X Bandung
Putri, Rizka Auliana;
Gunawan, Sandi Pebrian;
Setiatin, Sali
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.200
Latar Belakang: Penyimpanan Rekam Medis merupakan kegiatan menyimpan berkas Rekam Medis yang bertujuan untuk melindungi Rekam Medis dari kerusakan fisik maupun isi dari Rekam Medis tersebut. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perekam Medis di bagian penyimpanan penting untuk meningkatkan efektifitas dan produktifitas kerja pegawai sehingga dapat memberikan pelayanan yang prima dan meningkatkan pelayanan kesehatan rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perekam Medis di bagian penyimpanan berkas Rekam Medis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil: Berdasarkan hasil wawancara dari Perekam Medis bagian penyimpanan diantaranya pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bagian penyimpanan belum terpenuhi dengan baik, masih ada tumpukan berkas Rekam Medis di atas lemari penyimpanan, pelaksanaan SOP Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang belum terealisasi dengan baik, ruang penyimpanan bersatu dengan ruangan staf Perekam Medis lainnya. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Rumah Sakit “X” Bandung terdiri dari bahaya biologis seperti terpapar debu, virus dan bakteri.
Perancangan Sistem Informasi Pasien Covid-19 Menggunakan Visual Basic 2010 di Puskesmas Panghegar
Mahendra, Sandy;
Setiatin, Sali
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.213
Latar Belakang: Perancangan merupakan suatu proses dalam mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dimulai dari proses pengolahan data dari bahan mentah dari informasi yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang yang akan menjadi masukan dari sebuah sistem informasi.Selanjutnya merancang bentuk keluaran dari sebuah sistem tersebut. Sistem informasi merupakan data yang dikumpulkan menjadi satu kesatuan yang menjadi sebuah informasi yang saling berhubungan dan saling mendukung menjadi suatu informasi yang bermanfaat bagi penerimanya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perancangan sistem informasi pasien COVID-19 menggunakan Visual Basic 2010 di Puskesmas Panghegar. Metode: Metode ini menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk pengumpulan data yaitu melakukan observasi, wawancara tanya jawab, studi kepustakaan. dan untuk mendesain membuat rancangan informasi pasien COVID-19 menggunakan Microsoft Visual Basic 2010 dan tahapan kebutuhan sistem, desain, koding, pengujian menggunakan metode pengembangan Waterfall Hasil: Diperlukan perancangan sistem informasi pasien COVID-19 perangkat lunak yang dibuat dapat menunjang aktivitas pelaporan data pasien terkonfirmasi COVID-19 lebih mudah dicari dan data pasien COVID-19 tersebut terinput oleh system Kesimpulan: Perancangan sistem informasi pasien COVID-19 memakai program Visual Basic 2010 dan menggunakan metode waterfall yang sudah dibuat dan dirancang mengenai data identitas pasien terkomfirmasi COVID-19, informasi klinis pasien COVID-19, informasi pemantauan pasien terkomfirmasi COVID-19, dan laporan data pasien COVID-19 tersebut dapat mempermudah petugas untuk menginput, mengolah, menghasilkan data pasien terlihat di tiap kelurahan yang dinyatakan sembuh.
Pengaruh Rekam Medis Elektronik Terhadap Peningkatan Efektivitas Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit X
Latipah, Tania;
Solihah, Siti;
Setiatin, Sali
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.215
Latar Belakang: Penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) di banyak pelayanan kesehatan diharapkan dapat menggantikan Rekam Medis Manual karena Rekam Medis Elektronik dianggap lebih efektif dan efisien dalam penggunaannya, banyak rumah sakit yang sudah mulai menggantikan Rekam Medis Manual (RMM) dengan Rekam Medis Elektronik (RME) termasuk Rumah Sakit X. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) terhadap peningkatan efektivitas khususnya pada pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit X. Metode: Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 – 8 Juli 2021. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif pendekatan deskriptif dengan desain penelitian korelasional. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada 30 Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yang mengisi posisi tenaga kesehatan Rekam Medis Rumah Sakit X. Hasil: Hasil penelitian menunjukan persentase dari aspek 4 Aspek efektivitas yang diteliti suatu program dalam hal ini RME dapat dikatakan efektif apabila program tersebut memenuhi Aspek Tugas dan Fungsi, Aspek Rencana atau Program, Aspek Ketentuan dan Peraturan, dan Aspek Tujuan atau Kondisi Ideal pada pelayanan Rawat Jalan saat diberlakukannya Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit X. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tenaga kesehatan Rawat Jalan Rumah Sakit X setuju bahwa penerapan RME efektif pada 3 aspek yaitu; tugas atau fungsi rawat jalan, rencana atau program rawat jalan, ketentuan dan peraturan rawat jalan, adapula tenaga kesehatan Rawat Jalan Rumah Sakit X sangat setuju bahwa penerapan RME efektif pada aspek tujuan atau kondisi ideal Rawat Jalan Rumah Sakit X.