Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Examining The Relationship Between Self-Efficacy and Speaking Proficiency: A Correlational Study Among English Major Students Delis Meta Tiana; Aprillia; Rina Lestari; Lidya Damayanti
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 3 (2025): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v12i3.3772

Abstract

This research investigates the correlation between the EFL learners’ self-efficacy and speaking proficiency. Considering speaking as essential but problematic language competency, the study in question looks at the impact of self-efficacy on students’ proficiency in accomplishing speaking tasks with confidence and efficiency. The study utilized a quantitative correlational technique and comprised 35 second-semester students from a private university in Jakarta. Data were gathered using a self-efficacy questionnaire and speaking performance evaluations focusing on pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, and comprehension. The findings demonstrated a strong positive correlation (r = 0.796), the value of Sig. = 0.000 < 0.05 between students' self-efficacy and their speaking proficiency, indicating that elevated self-efficacy correlates with enhanced speaking proficiency. The results underscore the necessity for students to cultivate confidence and participate actively in speaking exercises.
EFEKTIFITAS USULAN PROGRAM DESA MULYASARI PADA MUSRENBANG KECAMATANTAN LAMPASIO KABUPATEN TOLITOLI Rina Lestari; Muhammad Iqbal; Nursifa
Jurnal Sektor Publik Vol 2 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v2i2.1101

Abstract

Musrenbang tingkat kecamatan merupakan salah satu agenda tahunan yang menjadi wadah bagi desa untuk menyampaikan usulan program, termasuk usulan pembangunan infrastruktur desa seperti jalan, kantor desa, balai desa dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelaksanaan musrenbang pada tingkat kecamatan dalam rangka realisasi usulan program Desa Mulyasari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Ada 8 informan yang dipilih melalui teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas musrenbang di tingkat kecamatan dalan merealisasikan usulan Desa Mulyasari belum berjalan efektif karena usulan program Desa Mulyasari belum menjadi usulan prioritas di tingkat kecamatan. Pada indikator pencapaian tujuan menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan musrenbang Kecamatan Lampasio belum mencapai hasil yang diharapkan. Hal ini terlihat dari ketidaksesuaian antara target yang ditetapkan pada usulan program Desa Mulyasari dengan harapan pemerintah desa dan masyarakat lokal. Indikator integrasi, pemerintah kecamatan telah mengambil keputusan terkait usulan program, namun pemerintah Desa Mulyasari belum melakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat mengenai hasil Musrenbang tingkat kecamatan. Selain itu, pemerintah kecamatan kurang memberikan informasi yang memadai tentang pelaksanaan Musrenbang desa, sehingga pemerintah desa terhambat mempersiapkan usulan-usulan lainnya yang sangat mendesak di tingkat desa. Indikator adaptasi, pemerintah Desa Mulyasari belum menyampaikan hasil musrenbang kepada masyarakat. Kondisi ini menyebabkan kerap kali masyarakat merasa kebingungan dan sering mempertanyakan status atau hasil usulan program yang dibahas pada tingkat kecamatan.
Tuberkulosis Multidrug-Resistant (TB-MDR): Diagnosis and Treatment Baiq Ayu Rahmawati; Rina Lestari
Lombok Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Lombok Medical Journal Volume 3 Nomor 2
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v3i2.3223

Abstract

Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) is a TB disease that is resistant to rifampicin and isoniazid with or without other first-line Anti-Tuberculosis Drugs (OAT). Accurate MDR-TB diagnosis and treatment methods are very important to minimize the impact of the disease. The aim of this literature review is to increase understanding of MDR-TB, with a focus on discussing methods of diagnosing and treating MDR-TB. Diagnosis in MDR-TB patients can be done using TCM and sensitivity testing using the Line-2 LPA (Line Probe Assay) method or conventional methods. Treatment is in the form of the use of bedaquiline, prothionamide, linezolid, and moxifloxacin regimens for 6 months; all-oral regimen for 9 months; and long-term regimens for MDR-TB patients
EFEKTIVITAS KONSTITUSI DALAM MENJAMIN HAK-HAK WARGA NEGARA DI INDONESIA Ade Fartini; Anggi Febrianti; Rina Lestari; Zuraida Alifia
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6540

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam menjamin hak-hak warga negara serta mengkaji sejauh mana norma-norma konstitusional tersebut diimplementasikan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari. Meskipun UUD 1945 memberikan jaminan yang luas terhadap hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya, temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaannya belum sepenuhnya selaras dengan amanat konstitusi. Dengan menggunakan pendekatan penelitian hukum normatif, penelitian ini mengidentifikasi adanya kesenjangan yang signifikan antara ketentuan konstitusional dan praktik pelaksanaannya, yang dipengaruhi oleh ketimpangan infrastruktur, keterbatasan akses terhadap pelayanan publik, rendahnya literasi hukum masyarakat, serta lemahnya koordinasi antar lembaga negara. Disparitas regional, khususnya antara kota-kota besar dan daerah terpencil seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Papua, semakin menghambat terwujudnya pemenuhan hak konstitusional secara merata. Mahkamah Konstitusi memiliki peran penting dalam memastikan agar peraturan perundang-undangan tetap sejalan dengan prinsip-prinsip konstitusional, terutama dalam perlindungan hak-hak warga negara; namun demikian, berbagai kendala struktural menyebabkan putusan-putusan Mahkamah Konstitusi belum memberikan dampak yang optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Konstitusi Indonesia secara normatif telah kuat dalam menjamin hak-hak warga negara, tetapi efektivitasnya dalam praktik masih dibatasi oleh tantangan struktural, administratif, dan sosial. Oleh karena itu, penguatan keselarasan antara norma konstitusional dan implementasinya sangat diperlukan agar hak-hak konstitusional benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh warga negara.