Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penggunaan Alat Tangkap Bubu Lipat Terhadap Laju Tangkap Rajungan di Perairan Karang Agung, Tuban Nur Sukma, Raka; Spanton M, Perdana Ixbal; Yuliardi, Amir Yarkhasy; Sa'adah, Nor
MIYANG Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Miyang Edisi November 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/j.miy.v3i2.915

Abstract

Pemanfaatan sumber daya perikanan Di Perairan Karang Agung, Tuban saat ini masih mempunyai potensi yang besar. Salah satu cara pemanfaatan sumber daya perairan yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan alat penangkapan ikan yang dapat dilipat, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Penerapan alat tangkap ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih jauh mengenai potensi penangkapan rajungan di Perairan Karang Agung, Tuban. Bahan yang digunakan adalah bubu yang bisa dilipat dan peralatan penangkapan ikan lainnya. Penangkapan rajungan di Perairan Karang Agung, Tuban lazim dilakukan oleh masyarakat pesisir Karang Agung, Tuban yang menggunakan alat tangkap bubu lipat. Bubu merupakan salah satu alat pancing yang cukup familiar di telinga para nelayan. Alat tangkap ini berbentuk bubu, pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi laju tangkap rajungan yang ditangkap menggunakan bubu berdasarakan umpan yang digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen, dengan menggunakan satu faktor pengolahan yaitu jenis umpan yang berbeda dengan menggunakan jenis alat tangkap yang digunakan adalah bubu lipat persegi. Umpan yang digunakan antara lain adalah ikan Swangi (Priacanthus tayanus), ikan Buntal Balon (Arothron hispidus), ikan Tembang Juwi (Sardinella gibbosa). Analisis data yang digunakan dilakukan dengan menggunakan  Perhitungan Hook Rate. Berdasarkan hasil uji analisis  umpan jenis Ikan Buntal balon (Arothon hispidus) mempunyai persentase laju tangkap paling tinggi yaitu 64,33 % dibandingkan dengan prosentase laju tangkap pada perlakuan umpan Kepala Ikan Swangi (Priacanthus tayanus) sebesar 40 % dan perlakuan umpan jenis Kepala Ikan Tembang Juwi (Sardinella gibbosa) sebesar 29 %.  
Residual Analysis and Tidal Harmonic Components in Bangkalan Regency, East Java Prayogo, Luhur Moekti; Yuliardi, Amir Yarkhasy; Spanton M, Perdana Ixbal; Suwarsih; Joesidawati, Marita Ika; Sukma, Raka Nur
MIYANG Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Miyang Edisi November 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/j.miy.v3i2.921

Abstract

Bangkalan Regency is one of Madura, East Java, where some of its areas are located in a coastal environment. The coastal environment can experience economic development due to the transportation aspect so that many industries have been established in that environment. Studies on oceanographic parameters are essential because management of coastal environments can not be separated from oceanographic information: The tides information about the tidal characteristics can be obtained after performing a harmonic analysis, which produces the value of harmonic components. This study analyses the residue and tidal harmonic components using the LP-Tides Matlab software in the Sepulu district, Bangkalan Regency, East Java. The data used are January 2021 data from the Geospatial Information Agency. This research shows that the main harmonic components generated include K2, M4, MS4, M2, S2, N2, K1, O1, and P1. The tidal type shows that the Sepulu district is a semi-diurnal type with a Formzahl number = 0.08566. The maximum observation and prediction data values for January 2021 in the Sepulu district are 978 and 1273.64 mm. The MSL value is 434 mm, with an average tidal residue value between the observation and predictive data = 166.01 mm. Then the calculation of the RMSE value and standard deviations are 12.88 and 125.90 mm
Analisis Distribusi Suhu Permukaan Laut (SPL) dan Pola Arus di Perairan Palang Tuban dan Area Sekitarnya : Analysis of Sea Surface Temperature (SST) Distribution and Current Patterns in the Waters of Palang Tuban and the Surrounding Area Yuliardi, Amir Yarkhasy; Sukma, Raka; Prayogo, Luhur; Heltria, Septy; Putra, Muhamad
MIYANG Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Miyang Edisi April 2024
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/j.miy.v4i1.1110

Abstract

Kabupaten Tuban memiliki wilayah di pesisir utara Pulau Jawa. Wilayah pesisir Tuban memiliki garis pantai sepanjang 65 km dengan potensi bahari dan sumber daya perairan yang cukup tinggi. Pemahaman yang mendalam tentang parameter fisik perairan di wilayah ini memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Analisis parameter fisik perairan dalam konteks keberlanjutan lingkungan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pemahaman kita tentang dinamika ekosistem perairan dan implementasi praktik pengelolaan yang berkelanjutan di wilayah Tuban dan sekitarnya. Data yang dihimpun dari 9 titik berupa suhu permukaan laut dan arus. Data suhu permukaan laut diukur menggunakan menggunakan instrumen Water Quality Checker (WQC) dan data arus menggunakan metode lagrange. ). Selain itu, untuk melihat sebaran spasial menggunakan data dari marine copernicus yang merupakan data reanalysis dengan perata-rataan bulanan yang mencakup wilayah perairan tuban dan sekitarnya. Pada parameter suhu permukaan laut, nilai terendah berkisar pada 27oC, dengan nilai rata-rata 28.2oC dan nilai tertinggi 30oC dengan rentang nilai secara spasial 29 – 31.5 oC yang nilainya semakin menurun seiring menuju laut lepas. Hasil pengolahan data kecepatan arus di perairan Palang Tuban memiliki nilai minimum 0.1 m/s dengan nilai rata-rata 0.3 m/s dan nilai maksimum mencapai 0.5 m/s. Distribusi spasial suhu dan pola arus pada perairan Palang Tuban dipengaruhi oleh angin musim. Pengambilan data yang dilakukan pada bulan Maret (musim peralihan 1) menyebabkan pola arus yang cenderung tidak beraturan disebabkan oleh faktor angin yang cenderung tidak memiliki arah dominan tertentu.
Distribution of Sea Surface Temperature and Salinity in the Karimata Strait Yuliardi, Amir Yarkhasy; Firdaus, Randi; Heltria, Septy; Prayogo, Luhur Moekti; Nugroho, Agung Tri; Rahmalia, Diah Ayu; Sari, Ratna Juita
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 6 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jocos.6.1.10-15

Abstract

The Karimata Strait possesses unique characteristics influenced by its geographical location and the local, regional, and global impacts on its physical, biological, and chemical parameters, contributing to its potential as a significant fishing ground. This study aims to observe and analyze the physical oceanographic parameters, including temperature, salinity, and sea surface currents, within the Karimata Strait. The dataset comprises monthly averaged data, resulting in a single representative value for each month. Key physical parameters examined include temperature, salinity, and the horizontal (u) and vertical (v) current components. The patterns of sea surface temperature (SST) and salinity distribution in the Karimata Strait exhibit significant variations between the west and east monsoons. During the west monsoon season, the South China Sea influenced the region with lower SST and higher salinity than the Java Sea. In contrast, the east monsoon demonstrates an inverse pattern with warmer, fresher waters from the Java Sea moving towards the strait. Additionally, the horizontal distribution of these parameters highlights the critical role of sea currents in dispersing physical oceanographic characteristics within the region. These findings underscore the dynamic nature of the Karimata Strait's oceanography, influenced by seasonal monsoon shifts, water masses from adjacent seas, and freshwater inputs from rivers, crucial for understanding the broader Indonesian Throughflow (ITF) system and its implications for regional climate and marine ecosystems.
HYDRODYNAMICS MODELING IN KENDARI BAY, SOUTHEAST SULAWESI, INDONESIA Imalpen, Imalpen; Prartono, Tri; Rastina, Rastina; Koropitan, Alan Frendy; Yuliardi, Amir Yarkhasy
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 21, No 1 (2024)
Publisher : Ikatan Geografi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2024.v21.a3906

Abstract

Kendari Bay is coastal water in the center of the capital city of Southeast Sulawesi province. It is shaped like a pocket with a narrow mouth and there is an estuary of a large river, namely the Wanggu river, which makes the dynamics of its waters very interesting to study. The focus of the study is the hydrodynamic factors in the Kendari Bay and Wanggu River areas. This study aims to examine the hydrodynamic conditions of Kendari Bay, mainly due to the existence of reclamation and the influence of the Wanggu River which has not been studied previously. This research method uses a two-dimensional model based on bathymetric data, tides, and the flow of the Wanggu River with a simulation time of 15 days (1 March to 15 March 2020). The modeling results were then verified with PUSHIDROSAL tidal elevation data showing an RMSE value of 0.07 indicating that the model was well constructed. The mixed tidal type with a tendency to double daily is the tidal type of Kendari Bay waters based on the Formzahl number value of 0.51. The current pattern generally moves in and out from east to west and vice versa with a varying elevation range following spring conditions of 1.75 m. The maximum tidal speed is 0.1784 m/s and the minimum value is 0.0057 m/s which is shown in the sample results of the model when the hing to low tide, and low to high tide. The results of the hydrodynamic modeling show that the current velocity increases when passing through a narrow path, namely the bay estuary and river estuary. The existence of the reclamation area affects the changes in the velocity of the current which is significantly larger and the direction of the current that undergoes a deflection follows the shape of the reclamation area. The current direction is to the southeast and then turns towards the northeast when low to high tide and eastward then turns towards the northeast when the high to low tide spring conditions compared to research before the reclamation
Dinamika Distribusi Spasial-Vertikal Massa Air di Jalur Barat dan Timur Arlindo pada Musim Barat: Dynamics of the Spatial-Vertical Distribution of Water Masses in the West and East Indonesian Throughflow Routes in the Wet Season Yuliardi, Amir Yarkhasy; Prayogo, Luhur Moekti; Joesidawati, Marita Ika
MIYANG Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Miyang Edisi November 2022
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/jmiy.v2i2.532

Abstract

Perairan timur Indonesia merupakan jalur Arus Lintas Indonesia (Arlindo) yang merupakan bagian dari sirkulasi massa air global. Arlindo memiliki dua jalur utama, jalur barat dan jalur timur yang berperan penting dalam mentransfer properti massa air dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia. Indonesia yang memiliki batimetri kompleks menyebabkan terjadi dinamika pada jalur Arlindo. Untuk mengungkap dinamika massa air yang terjadi secara spasial dan vertikal pada jalur Arlindo, telah dilakukan kegiatan penelitian dengan memanfaatkan data reanalysis dengan paramater suhu dan salinitas. Data suhu dan salinitas ini didapatkan dari 9191 titik yang tersebar pada 115 – 140 BT dan 10 LU – 12.5 LS. Analisis dinamika distribusi spasial mencakup perairan timur Indonesia pada kedalaman 0 m, 250 m dan 500 m. Analisis dinamika distribusi vertikal kolom air pada jalur barat dan timur Arlindo yang diwakilkan masing-masing 4 stasiun pengamatan pada wilayah yang signifikan dilalui oleh Arlindo. Hasil analisis menunjukkan suhu dan salinitas terdistribusi dari perairan utara Papua masuk ke perairan Indonesia. Suhu yang hangat teridentifikasi sebagai kolam air hangat Pasifik barat. Distribusi vertikal massa air terstratifikasi kedalam tiga lapisan, lapisan tercampur, lapisan termoklin/haloklin dan lapisan dalam. Terjadi penurunan nilai salinitas pada stasiun-stasiun di Samudera Pasifik dengan ciri salinitas tinggi yang semakin tereduksi seiring memasuki perairan Indonesia. Teridentifikasi beberapa jenis massa air, South Pacific Subtropical Water (SPSW) dan North Pacific Subtropical Water (NPSW) pada lapisan termoklin dari Samudera Pasifik. Terdapat pula massa air asli pada laut banda, massa air laut jawa pada permukaan yang menawarkan lapisan permukaan dan jejak massa air dari Samudera Hindia.
Analisis Komponen Harmonik dan Elevasi Pasang Surut pada Alur Pelayaran Perairan Cilacap: Harmonic Component Analysis and Tidal Elevation in Shipping Lanes in Cilacap Waters Yuliardi, Amir Yarkhasy; Prayogo, Luhur Moekti; Spanton M, Perdana Ixbal
MIYANG Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Miyang Edisi April 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/jmiy.v3i1.644

Abstract

Cilacap merupakan kabupaten yang mempunyai luas area mencapai 225.360,840 ha yang terletak pada wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Kabupaten ini menghadap langsung dengan Samudera Indonesia disebelah selatannya. Karakteristik elevasi harmonik suatu wilayah perairan bermanfaat untuk mengetahui interaksi pembentuk pasang surut pada wilayah tertentu. Hal ini dibutuhkan untuk keperluan pengelolaan lingkungan lebih lanjut serta bangunan pantai dan kegiatan lain di wilayah pesisir. Penelitian ini dilakukan menggunakan data primer berupa data elevasi pasang surut yang terekam setiap jam selama satu 31 hari pada bulan Januari 2019. Analisis harmonik menggunakan T-Tide untuk mengekstrak komponen-komponen pasang surut. Komponen pasut yang dominan  diantaranya Q1, O1, NO1, K1, N2, M2. Perairan cilacap memiliki tipe pasang surut yang diklasifikasikan sebagai pasang surut campuran condong harian ganda dengan nilai indeks Formzahl sebesar 0.531856. Elevasi muka air laut di Perairan Cilacap MSL yang menunjukan nilai rata-rata muka air laut sebesar 3.46m,  HAT 4.74m, MHWL 4.3m, MLWL 2.62m dan LAT 2.18m.
Tidal Characteristics in the Northern Coast of Central Java (a Case Study in Semarang, Indonesia) Prayogo, Luhur Moekti; Yuliardi, Amir Yarkhasy; Spanton, Perdana Ixbal

Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v3i2.5643

Abstract

Tides are a phenomenon that affects the dynamics of coastal waters. This study aims to analyze the characteristics of tides on the North Coast of Semarang, Central Java using the Least Square method. The tidal data used is in September 2020 from the Geospatial Information Agency open source data. The results showed that the tidal pattern in this area is dominated by a semi-diurnal component with a Formzahl number of 1.44, which means that the tidal type is mixed tending to be semi-diurnal. The main component identified is M2 (0.4 meters), which is the main semi-diurnal component influenced by the gravitational force of the moon. In addition, the S2 component (0.3 meters), which is a semi-diurnal component influenced by the gravitational force of the sun. In addition, the influence of extreme weather such as storms causes an increase in tide height, which triggers tidal flooding and coastal abrasion. The study concludes that an understanding of tidal characteristics is essential for sustainable coastal management. The results of this analysis can be used as a basis for mitigating environmental impacts, such as abrasion and tidal flooding, as well as for optimizing the economic activities of tide-dependent coastal communities, such as fisheries and ponds.
Analisis Variasi Musiman Suhu, Salinitas, dan Arus Permukaan di Perairan Madura Yuliardi, Amir Yarkhasy; Rachman, Herlambang Aulia; Sari, Ratna Juita; Rahmalia, Diah Ayu; Nugroho, Agung Tri; Prayogo, Luhur Moekti
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i4.24477

Abstract

Perairan sekitar Pulau Madura mencakup Laut Jawa di utara dan perairan selatan yang berbatasan dengan Pulau Jawa merupakan wilayah dengan dinamika oseanografis kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi musiman Sea Surface Temperature (SST), Sea Surface Salinity (SSS), dan arus permukaan dan mengidentifikasi pengaruh monsun dan debit sungai terhadap kondisi oseanografis selama periode 2 tahun (2019-2020). Data debit sungai diperoleh dari Seasonal Reforecasts of River Discharge dari Global Flood Awareness System, sementara data parameter fisis laut diperoleh dari Global Ocean Physics Reanalysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah pesisir yang berbatasan dengan Laut Jawa dan perairan di selatan Pulau Madura dipengaruhi secara signifikan oleh debit sungai dan siklus musiman monsun. Debit sungai yang tinggi selama musim hujan menyebabkan penurunan salinitas di perairan khususnya di selatan Madura. SST meningkat pada musim barat dan menurun pada musim timur. Perairan selatan Madura cenderung lebih stabil dengan pola arus yang dipengaruhi oleh kondisi geografis yang lebih tertutup. Pola arus di Laut Jawa berbalik arah setiap musim, sedangkan arus di selatan Madura cenderung konstan sepanjang tahun. Penelitian ini mengungkap perbedaan dinamika oseanografis antara perairan utara dan selatan Pulau Madura, serta pentingnya interaksi antara monsun dan debit sungai dalam membentuk kondisi lingkungan laut di wilayah ini.
Characteristics and Distribution of Chemical-Biological Parameters in The Seawaters of Eastern Java Sea Pambudi, Achmad Yogi; Putra, Muhamad Gilang Arindra; Yogaswara, Deny; Yuliardi, Amir Yarkhasy
Journal Omni-Akuatika Vol 20, No 1 (2024): Omni-Akuatika May
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2024.20.1.1100

Abstract

The Java Sea is influenced by the west and east monsoons, which have an impact on hydrodynamic processes and chemical-biological water quality. Chemical-biological parameters play an important role in the food chain cycle that occurs in these waters. The quality of the eastern Java Sea waters is still limited by chemical-biological parameters, so the characteristics and distribution of these waters can be comprehensively known. chemical-biological. This study aimed to analyze the characteristics and distribution of nitrate, phosphate, oxygen, chlorophyll-A, and NPP parameters in the eastern Java Sea waters. This study used secondary data with daily temporal resolution from January to December 2020. Spatial analysis uses the climatological averaging method for 6 months as a statistical representative of the west monsoon and east monsoon. For each parameter, a vertical analysis was conducted to compare parameter values between the coastal waters of Tuban, Java Sea, and Banjarmasin Waters. Correlation analysis between parameters was conducted using the Pearson correlation method. Nitrate, phosphate, oxygen, chlorophyll-A, and NPP concentrations have temporal and spatial variability. Monsoon factors in Indonesia have a strong influence on the variability of nitrate, phosphate, oxygen, chlorophyll- A, and NPP concentrations. During the east monsoon, the concentration of chemical-biological parameters decreases, while in the west monsoon, the concentration increases and reaches its highest value. Generally, high concentrations occur in the northern and southern parts of the study site, around the coastal areas of Java and Kalimantan. Key Word: Chemical-Biological Parameters, Java Sea, Tuban Waters