Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Tidal Characteristics in the Northern Coast of Central Java (a Case Study in Semarang, Indonesia) Prayogo, Luhur Moekti; Yuliardi, Amir Yarkhasy; Spanton, Perdana Ixbal
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v3i2.5643

Abstract

Tides are a phenomenon that affects the dynamics of coastal waters. This study aims to analyze the characteristics of tides on the North Coast of Semarang, Central Java using the Least Square method. The tidal data used is in September 2020 from the Geospatial Information Agency open source data. The results showed that the tidal pattern in this area is dominated by a semi-diurnal component with a Formzahl number of 1.44, which means that the tidal type is mixed tending to be semi-diurnal. The main component identified is M2 (0.4 meters), which is the main semi-diurnal component influenced by the gravitational force of the moon. In addition, the S2 component (0.3 meters), which is a semi-diurnal component influenced by the gravitational force of the sun. In addition, the influence of extreme weather such as storms causes an increase in tide height, which triggers tidal flooding and coastal abrasion. The study concludes that an understanding of tidal characteristics is essential for sustainable coastal management. The results of this analysis can be used as a basis for mitigating environmental impacts, such as abrasion and tidal flooding, as well as for optimizing the economic activities of tide-dependent coastal communities, such as fisheries and ponds.
Perhitungan Nilai Low Water Spring (LWS) dan High Water Spring (HWS) pada Bulan Berbeda Menggunakan Metode Kuadrat Terkecil di Pelabuhan Cirebon: Calculation of Low Water Spring (LWS) and High Water Spring (HWS) Values in Different Months using The Least Squares Method at Cirebon Port Rabbani, Mochamad Rafif Rabbani; Hariwiyadi, Stephanus; Yuliardi, Amir Yarkhasih
Jurnal Hidrografi Indonesia Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Hidrografi Indonesia
Publisher : Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62703/jhi.v6i2.120

Abstract

Perhitungan Low Water Spring (LWS) dan High Water Spring (HWS) digunakan dalam perencanaan bangunan pantai. Kota Cirebon yang saat ini sedang memacu pembangunannya memerlukan informasi tentang LWS/HWS dalam mendukung pembangunan daerahnya. Data pengamatan pasang surut dengan panjang waktu pengamatan satu bulan yaitu bulan Januari dan bulan Juli digunakan untuk memperoleh perbedaan terhadap nilai LWS/HWS-nya. Sumber data diperoleh dari hasil pengumpulan data Telemetri Pasang Surut oleh Pushidrosal. Pengolahan data menggunakan Metode Kuadrat terkecil (Least Square Method) dengan bantuan perangkat Matlab 7.1. Hasil penelitian menunjukkan nilai LWS/HWS di Pelabuhan Cirebon pada bulan Januari 2024 dan Juli 2024, terdapat perbedaan jumlah konstanta harmonik pasang surut, dimana konstanta harmonik pasang surut bulan Juli 2024 lebih banyak dibandingkan Januari 2024. Hal ini diduga akibat adanya variasi bulanan. Terdapat selisih nilai LWS/HWS antara Januari 2024 dan Juli 2024 sebesar 0,05 m. Nilai ini masih bisa ditolerir sesuai standar survei yang dikeluarkan oleh IHO (2008).  
Kajian Pengelolaan Ekowisata Mangrove di Pantai Kutang Desa Labuhan Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Sukma, Raka Nur; Feni Nurkumala; Amir Yarkhasy Yuliardi; Nor Sa’adah
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i1.114

Abstract

Hutan mangrove rentan terhadap kerusakan. Kerusakan hutan mangrove tidak hanya disebabkan oleh proses alam, tetapi juga karena ulah manusia. Salah satu program untuk menjaga kondisi hutan mangrove tetap lestari adalah perlu adanya upaya pengelolaan hutan mangrove yang berkelanjutan agar kelestarian hutan mangrove menjadi seimbang.Penelitian ini mempunyai beberapa tujuan: 1). Mengevaluasi pengelolaan hutan mangrove untuk ekowisata di kawasan Pantai Kutang Desa Labuhan berdasarkan kondisi fisik (kesesuaian lahan, metode penanaman, kelulushidupan tanaman, dan gangguan tanaman), partisipasi stakeholder, dan pengelolaan hutan mangrove. 2). Mengetahui strategi pengelolaan hutan mangrove untuk ekowisata yang berkelanjutan di kawasan Pantai Kutang Desa Labuhan.Metode yang  digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode evaluatif, yang kemudian pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan observasi dilapangan kemudian dianalisis menggunakan analisa persentase dan analisa SWOT. Penelitian dilakukan dari bulan Mei-Juni 2024 di kawasan Pantai Kutang Desa Labuhan. Analisa SWOT dari hasil penelitian menghasilkan 4 strategi untuk pengelolaan mangrove yang berkelanjutan.  
Kajian Pengelolaan Ekowisata Mangrove di Pantai Kutang Desa Labuhan Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Sukma, Raka Nur; Feni Nurkumala; Amir Yarkhasy Yuliardi; Nor Sa’adah
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i1.114

Abstract

Hutan mangrove rentan terhadap kerusakan. Kerusakan hutan mangrove tidak hanya disebabkan oleh proses alam, tetapi juga karena ulah manusia. Salah satu program untuk menjaga kondisi hutan mangrove tetap lestari adalah perlu adanya upaya pengelolaan hutan mangrove yang berkelanjutan agar kelestarian hutan mangrove menjadi seimbang.Penelitian ini mempunyai beberapa tujuan: 1). Mengevaluasi pengelolaan hutan mangrove untuk ekowisata di kawasan Pantai Kutang Desa Labuhan berdasarkan kondisi fisik (kesesuaian lahan, metode penanaman, kelulushidupan tanaman, dan gangguan tanaman), partisipasi stakeholder, dan pengelolaan hutan mangrove. 2). Mengetahui strategi pengelolaan hutan mangrove untuk ekowisata yang berkelanjutan di kawasan Pantai Kutang Desa Labuhan.Metode yang  digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode evaluatif, yang kemudian pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan observasi dilapangan kemudian dianalisis menggunakan analisa persentase dan analisa SWOT. Penelitian dilakukan dari bulan Mei-Juni 2024 di kawasan Pantai Kutang Desa Labuhan. Analisa SWOT dari hasil penelitian menghasilkan 4 strategi untuk pengelolaan mangrove yang berkelanjutan.  
Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Produk Olahan Ikan Sebagai Produk Unggulan di SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Spanton M, Perdana Ixbal; Prayogo, Luhur Moekti; Yuliardi, Amir Yarkhasy
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Ekonomi Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v4i1.3016

Abstract

Indonesia merupakan penghasil produk utama hasil pertanian (dalam arti luas) yang beberapa diantaranya memiliki keunggulan komparatif di dunia. Salah satu daerah di Lamongan yang masyarakatnya tidak sedikit yang berprofesi sebagai Nelayan Tangkap. Hasil tangkapan nelayan umumnya langsung dijual dalam bentuk produk mentah. Masyarakat mulai mengolah hasil tangkapan secara sederhana dan bersifat usaha rumahan. Untuk meningkatkan nilai jual dari produk hasil olahan ikan tersebut dibutuhkan teknik pengemasan yang menarik. Oleh karena itu pelatihan pengemasan produk ini bertujuan untuk menginformasikan dan menambah pengetahuan masyarakat khususnya guru-guru di SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring Kabupaten Lamongan agar dapat mengemas produk ikan yang dihasilkannya secara menarik dan higienis. SMK ini dipilih karena memiliki jurusan kelautan dan perikanan sehingga guru-guru dan peserta didik dapat menginformasikan hasil pelatihan kepada masyarakat yang lebih luas. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan praktek secara langsung. Tahapan pelatihan dimulai dengan sosialisasi pengemasan produk dan penggunaan label kemasan serta evaluasi diakhir kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta pelatihan mampu menghasilkan kemasan produk olahan ikan yang menarik dan higienis dan dilengkapi dengan label yang informatif.
DISTRIBUSI SALINITAS DAN SUHU DI MUARA MUSI: MENGGUNAKAN GRADIEN SALINITAS VERTIKAL UNTUK ZONA KLASIFIKASI MUARA : English Septy Heltria; Amir Yarkhasy Yuliardi; Ratu Almira Kismawardhani; I Wayan Nurjaya; Lerma Yuni Siagian; Denny Alberto Satrya Gumay
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i2.40222

Abstract

Muara Musi merupakan muara sungai Telang dan Musi yang berbatasan langsung dengan Selat Bangka. Pada saat pasang (surut) kita melihat distribusi salinitas meningkat (menurun) yang diketahui melalui distribusi vertikal menggunakan CTD (Conductivity Temperature Depth). Diagram TS (Temperature-Salinity) digunakan untuk melihat karakteristik massa air di daerah penelitian. Metode DIVA (Data-Interpolating Variational Analysis) digunakan untuk interpolasi dan visualisasi data dari data vertikal dan spasial temperatur, salinitas dan densitas. Klasifikasi zona muara Musi diidentifikasi berdasarkan nilai sebaran salinitas yang memperhitungkan pertukaran salinitas yang bersirkulasi pada saat pasang dan surut. Densitas massa air secara signifikan dipengaruhi oleh salinitas yang terbukti bergradasi. Sementara distribusi suhu tidak berubah secara signifikan dengan kedalaman, distribusi spasial menunjukkan bahwa suhu di estuari lebih rendah daripada di daerah hulu dan laut. Distribusi spasial salinitas menunjukkan bahwa salinitas tinggi memasuki muara menuju sungai lebih jauh pada saat pasang dari pada saat surut. Distribusi salinitas berkisar antara 0,5–30 psu dan suhu antara 29–33 ℃ dari bagian horizontal dan vertikal. Pola sebaran salinitas di muara sungai Musi diidentifikasi, terdiri dari tiga zona yang mewakili kondisi salinitas di daerah penelitian, yaitu zona Polyhaline, Mesohaline, dan Olygohaline.
HYDRODYNAMICS MODELING IN KENDARI BAY, SOUTHEAST SULAWESI, INDONESIA Imalpen Imalpen; Tri Prartono; Rastina; Alan Frendy Koropitan; Amir Yarkhasy Yuliardi
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2024.v21.a3906

Abstract

Kendari Bay is coastal water in the center of the capital city of Southeast Sulawesi province. It is shaped like a pocket with a narrow mouth and there is an estuary of a large river, namely the Wanggu river, which makes the dynamics of its waters very interesting to study. The focus of the study is the hydrodynamic factors in the Kendari Bay and Wanggu River areas. This study aims to examine the hydrodynamic conditions of Kendari Bay, mainly due to the existence of reclamation and the influence of the Wanggu River which has not been studied previously. This research method uses a two-dimensional model based on bathymetric data, tides, and the flow of the Wanggu River with a simulation time of 15 days (1 March to 15 March 2020). The modeling results were then verified with PUSHIDROSAL tidal elevation data showing an RMSE value of 0.07 indicating that the model was well constructed. The mixed tidal type with a tendency to double daily is the tidal type of Kendari Bay waters based on the Formzahl number value of 0.51. The current pattern generally moves in and out from east to west and vice versa with a varying elevation range following spring conditions of 1.75 m. The maximum tidal speed is 0.1784 m/s and the minimum value is 0.0057 m/s which is shown in the sample results of the model when the hing to low tide, and low to high tide. The results of the hydrodynamic modeling show that the current velocity increases when passing through a narrow path, namely the bay estuary and river estuary. The existence of the reclamation area affects the changes in the velocity of the current which is significantly larger and the direction of the current that undergoes a deflection follows the shape of the reclamation area. The current direction is to the southeast and then turns towards the northeast when low to high tide and eastward then turns towards the northeast when the high to low tide spring conditions compared to research before the reclamation
Variasi Musiman Spasial-Vertikal Suhu dan Salinitas di Teluk Tomini dan Laut Banggai Amir Yarkhasy Yuliardi; Gandhi Napitupulu; Luhur Moekti Prayogo; Diah Ayu Rahmalia; Ratna Juita Sari; Agung Tri Nugroho
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.25880

Abstract

Teluk Tomini merupakan salah satu wilayah semi-tertutup di Indonesia yang memiliki karakteristik oseanografi kompleks akibat pengaruh sirkulasi regional dan faktor musiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi musiman, spasial, dan vertikal suhu serta salinitas di Teluk Tomini sepanjang tahun 2020 dengan menggunakan data reanalisis oseanografi dari produk Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) yang memiliki resolusi spasial 0,083 dan 50 lapisan vertikal. Analisis dilakukan terhadap distribusi suhu dan salinitas permukaan, penampang vertikalsepanjang lintang 0 antara 120125BT, serta profil vertikal pada tiga titik pengamatan (121BT, 123BT, dan 125BT). Hasil menunjukkan bahwa suhu permukaan laut (SPL) mencapai nilai maksimum 30C pada musim peralihan I, dan minimum 28C pada musim timur. Distribusi salinitasmemperlihatkan gradasi secara zonal, dengan nilai yang lebih tinggi di bagian timur (34,5 PSU) akibat intrusi massa air asin dari Laut Banda dan Laut Maluku. Secara vertikal, terdapat stratifikasi termohalin yang mencolok hingga kedalaman 100 m, dengan kolom air yang lebih homogen di wilayah timur. Arus permukaan memainkan peran penting dalam membentuk distribusi spasial parameter-parameter tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengaruh dinamika musiman dan intrusi regional terhadap struktur termohalin di Teluk Tomini. Temuan ini memberikan dasar penting bagi pemahaman lebih lanjut mengenai proses oseanografi fisis serta implikasinya terhadap ekosistem laut dan perencanaan pengelolaan sumber daya perikanan di wilayah ini.
Sea Surface Temperature Trends (1993–2022) at the Central–West Java Border: Climate Change Indicator Amir Yuliardi; Sugeng Hartono; Luhur Moekti Prayogo; Agung Tri Nugroho; Diah Ayu Rahmalia; Ratna Juita Sari
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains Vol 6 No 2 (2025): Jul-Des 2025
Publisher : Yayasan Ekologi Masyarakat dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55448/j94d1w11

Abstract

This study analyzes the variability of sea surface temperature (SST) in the coastal waters of Cilacap and Pangandaran, South Java Sea, during the 1993–2022 period using satellite data from Marine Copernicus. The analysis covers long-term trends, interannual fluctuations, and seasonal patterns related to regional oceanographic dynamics such as ENSO and seasonal upwelling. The results show a warming trend of SST at 0.06 ± 0.02 °C per decade, indicating the influence of regional climate change. Interannual variability highlights significant cooling in 1997 (La Niña) and extreme warming in 1998 and 2010 (El Niño). Seasonal patterns reveal the highest SST from March to May during the west monsoon, and the lowest SST in August–September due to upwelling. Upwelling plays an important role in regulating sea temperatures and supporting biological productivity. These findings underscore the importance of SST monitoring for climate-adaptive marine resource management in the southern coastal region of Java.
OPTIMALISASI BUDIDAYA KEPITING BAKAU SISTEM SILVOFISHERIES SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN NELAYAN DI KAWASAN EKOWISATA DEMANG GEDI, PURWOREJO Hendrayana Hendrayana; Any Kurniawati; Amir Yarkhasy Yuliardi; Kartika Lintang Prameswari; Sherlyta Nisrina Muthi; Abdul Basir
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i4.3205

Abstract

The Demang Gedi Forest Farmer Group (KTH) in Gedangan Village, Purwodadi District, Purworejo Regency, is a community group engaged in coastal conservation through mangrove planting, mangrove nurseries, and management of the Demang Gedi tourism area. The group faces challenges related to limited product diversification and suboptimal conservation management, particularly in developing productive activities. To address these issues, a community service program introduced mangrove crab farming using a silvofisheries system, supported by training and workshops on sustainable mangrove management. The program was implemented through preparation, technical training, mentoring, and monitoring–evaluation stages. The results show improvements in both production and management. The group, which previously had no crab cages, now owns two box-type crab cages with 400 boxes and has generated an income of IDR 4,500,000 from mangrove crab cultivation. In addition, group management has improved, with regular activities now conducted to manage crab farming. Further improvements in cage management and water quality are needed to increase future harvest yields.
Co-Authors Abdul Basir Abdulrahman, Idris Achmad Yogi Pambudi Adiyanto, Fajar Agung Tri Nugroho Agung Tri Nugroho Agus Atmadipoera Agustina Sartika Yos Ekaristi Manik Akmala Dwi Nugraha Alan Frendy Koropitan Aminuddin, Jamrud Any Kurniawati Bimo Aji Widyantoro Budi Purwanto Cabral, Mario Denny Alberto Satrya Gumay Diah Ayu Rahmalia Diah Ayu Rahmalia Ester Restiana Endang Gelis Fadhilah, Firda Haifa Farhan Ramdhani Feni Nurkumala Firdaus, Randi Gandhi Napitupulu Gentio Harsono Gentio Harsono Hariwiyadi, Stephanus Hendrayana Hendrayana I Gusti Bagus Wiksuana I Wayan Nurjaya Imalpen Imalpen Imalpen, Imalpen Indra Jaya Kartika Lintang Prameswari Kentaro Ando Lauura Hermala Yunita Lerma Yuni Siagian Luhur Moekti Prayogo Luhur Moekti Prayogo Luhur Prayogo, Luhur Marita Ika Joesidawati Muhamad Gilang Arindra Putra Muhammad Hanif Napitupulu, Gandhi NEVIATY PUTRI ZAMANI Noferdiman Nor Sa'adah Nor Sa’adah Nugroho, Agung Tri Nur Sukma, Raka Nyoman M N Natih Putra, Muhamad Rabbani, Mochamad Rafif Rabbani Rachman, Herlambang Aulia Rahmalia, Diah Ayu Raka Raka Nur Sukma Randi Firdaus Rastina Rastina, Rastina Ratna Juita Sari Ratna Juita Sari Ratri Andinisari Ratu Almira Kismawardhani Rizky Janatul Magwa Sa'adah, Nor Sari, Ratna Juita Septy Heltria Sherlyta Nisrina Muthi Soma Somantri Spanton, Perdana Ixbal Sugeng Hartono Sukma, Raka Suwarsih Taj, Kemal Tampubolon, Danastri Lintang Pitaloka Tri Hartanto Tri Prartono Try Al Tanto Wirasatriya , Anindya Yogaswara, Deny Yoppie Wulanda Zainul Hidayah