Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Penggunaan Idiomatik pada Berita Kriminal dalam Surat Kabar Berbasis Media Online Bengkulu Today Edisi Juni 2022 Lizentiya; Heny Friantary; Vebbi Andra
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i2.433

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini ialah bagaimanakah bentuk dan makna idiomatik pada berita kriminal dalam surat kabar berbasis Media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk dan makna idiomatik pada berita kriminal dalam surat kabar berbasis Media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode contect analysis (analisis isi) yang bebentuk kepustakaan (library research). Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, catat, dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah teknik pengujian kepercayaan (credibility) yang terdiri dari dua cara, yaitu meningkatkan ketekunan dan menggunakan bahan referensi. Sumber data yang diambil dari penelitian ini adalah surat kabar berbasis Media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022. Bentuk dan Makna idiomatik pada berita kriminal dalam surat kabar berbasis media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022, yaitu Makna idiomatik pada berita kriminal dalam surat kabar berbasis media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022 terdapat 20 bentuk-bentuk idiomatik, diantaranya 3 Idiomatik Bagian Tubuh, yaitu Unjuk Gigi, Tubuh Korban, dan Tangkap Tangan, 1 Idiomatik Panca Indra, yaitu Pekik Nyaring, 1 Idiomatik Nama Warna, yaitu Lampu Merah, 8 idiomatik benda alam, yaitu Senjata Api, Barang Bukti, Anak Bangsa, Obat Rindu, Nusantara Gemilang, Balik Papan, Meninggal Dunia, dan Barang Haram, 2 idiomatik nama binatang, yaitu Elang Jupi dan Gading Cempaka, idiomatik bagian tumbuh-tumbuhan, yaitu Kampung Jeruk, Taba Jambu, dan Pondok Kelapa, 3 idiomatik bilangan, yaitu Kelapa Dua, Pematang Tiga.
Strategi BKAS Dalam Pengajaran Materi Sastra Puisi Rakyat Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Oleh Guru SMPN 5 Kota Bengkulu Zhazhabilla Meilania Bintaro; Heny Friantary; Feny Martina
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i3.440

Abstract

Dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia guru akan menerapkan beberapa strategi dalam pengajarannya, materi puisi rakyat merupakan salah satu bagian dari sastra. Salah satu strategi yang cocok yang dapat diterapkan pada pembelajaran materi satra puisi rakyat yakni strategi bimbingan kritik apresiasi sastra (BKAS). Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui strategi yang diterapkan dalam pengajaran materi sastra puisi rakyat pada mata pelajaran bahasa Indonesia oleh guru di SMP N 5 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan melakukan Observasi guru, siswa dan kelas, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru bidang studi bahasa Indonesia dan siswa kelas VII G SMPN 5 Kota Bengkulu. Teknik keabsahan data yaitu triangulasi sumber dengan cara penegecekan data yang diperoleh. Materi puisi rakyat merupakan materi yang didalamnya terkandung karya sastra lama yang keberadaannya sudah ada sejak lama dan bersifat turun menurun. Merupakan salah satu warisan budaya bahasa yang patut juga dijaga dan diapresiasi keberadaannya. Puisi rakyat selain dapat dikaji secara pembelajaran atau ilmiah, juga dapat dipetik hikmah yang terkandung didalamnya. Maka dari itu peserta didik yang mempelajari sastra puisi rakyat selain mendapatkan pembelajaran teoritis juga mendapat nilai-nilai luhur yang terkandung didalam puisi rakyat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti kepada guru dan siswa Kelas VII G SMPN 5 Kota Bengkulu. Strategi yang digunakan oleh guru SMPN 5 Kota Bengkulu merupakan strategi BKAS meliputi kegiatan membaca, menyimak, melisankan atau mengoralkan, menulis dan menjawab pertanyaan. Strategi yang diterapkan sudah terbukti baik dengan adanya indikator penilaian yang tercapai dan dilihat dari proses pembelajaran yang berlangsung baik. Guru sebagai fasilitator utama dalam pemelajaran merupakan kunci berhasilya sebuah pebelajaran, dengan adanya guru yang profesional maka taraf keberhasilan dan perkembangan peserta didik dapat terjadi.
Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Puisi Rakyat Kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu Nur Riskiana; Vebbi Andra; Heny Friantary
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i3.445

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengembangkan modul pembelajaran bahasa indonesia materi puisi rakyat kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu dan untuk mendeskripsikan serta. mengetahui kelayakan modul pembelajaran bahasa indonesia materi puisi rakyat kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian dan pengembangan (R&D). Hasil produk penelitian yang telah penulis kembangkan yaitu mencapai presentase “sangat layak” untuk dijadikan bahan ajar pendamping buku paket bahasa indonesia di sekolah. Hasil penilaian tersebut di dapatkan berdasarkan hasil validasi para ahli. Hasil validasi dari validator ahli materi 1 mencapai ktriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 84% selain itu validator ahli materi 2 mencapai kriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 97%. Hasil penilaian dari validator ahli bahasa 1 mencapai kriteria penilaian “layak” dengan presentase nilai sebesar 74%, selain itu validator ahli bahasa 2 mencapai kriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 87%. Hasil penilaian dari validator ahli media 1 mencapai kriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 82%, selain itu validator ahli media 2 mencapai kriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 86%. Berdasarkan hasil tes yang dilakukan di SMPN 13 Kota Bengkulu dengan sasaran tes yaitu peserta didik di sekolah tersebut terhadap modul pembelajaran bahasa indonesia materi puisi rakyat kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu yang telah dikembangkan oleh peneliti melalui uji coba produk skala kecil yang melibatkan 15 peserta didik dengan hasil uji produk dilihat dari keseluruhan skor yang diperoleh yaitu dengan rata-rata 85,3% mencapai kriteria “sangat baik”. Selain itu dilakukan uji coba kelompok besar dilihat dari keseluruhan hasil skor tes yaitu diperoleh skor rata-rata 90,6% mencapai kriteria “sangat baik”. Hal ini berarti bahwa modul pembelajaran bahasa indonesia materi puisi rakyat kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu yang dikembangkan dapat dikatakan berhasil dan layak digunakan untuk bahan ajar baru di sekolah agar dapat membantu proses pembelajaran terutama pada mata pelajaran bahasa indonesia.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MENGGUNAKAN TEKNIK REKA CERITA GAMBAR DENGAN TEKNIK PARAFRASE PUISI SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 KOTA BENGKULU Heny Friantary
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 16, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v16i1.819

Abstract

This study aims to see the description of the following. First, the ability to write a narrative essay using the technique of making pictures of class X students of SMA Negeri 3 Kota Bengkulu. Second, the ability to write narrative essay using poetry paraphrase technique of grade X SMA Negeri 3 Bengkulu. Third, the comparative ability to write narrative essay using the technique of picture storytelling with poetry paraphrasing technique of class X students of SMA Negeri 3 Kota Bengkulu. The subjects of this study were the students of grade X SMA Negeri 3 Kota Bengkulu which amounted to 30 people. The type of research used is quantitative research with descriptive method. This research data is obtained through narrative writing test using image-making techniques and narrative writing test using poetry paraphrase technique. The test of narrative writing ability is used to know the comparative ability to write narrative essay using the technique of picture storytelling with poetry paraphrasing technique of grade X students of SMA Negeri 3 Kota Bengkulu with data analysis technique done descriptively. Based on the results of the study, the following conclusions are obtained. First, the ability to write a narrative essay using the technique of making pictures of class X students of SMA Negeri 3 Kota Bengkulu is generally quite good (76.67). Second, the ability to write a narrative essay using poetry paraphrase technique of grade X SMA Negeri 3 Bengkulu is generally more than enough (69,5).
ANALISIS KESIAPAN GURU ERA MERDEKA BELAJAR PADA KOMPONEN TPACK DI SEKOLAH DASAR Heny Friantary; Marsila; Maryam; Ranti Anggraini; Resti Komala Sari
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 3 (2024): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i3.3127

Abstract

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis kesiapan guru di era pembelajaran mandiri dalam hal komponen TPACK di Sdislam al Kiswah. TPACK adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten, yang dianggap penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era pembelajaran mandiri, dan untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi guru dalam mempersiapkan pembelajaran di era pembelajaran mandiri dalam hal komponen TPACK (Teknologi, Pedagogi, Konten, Pengetahuan). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, subjek/informan adalah guru dan siswa kelas I, II, III, IV, dan V yang telah menerapkan kurikulum pembelajaran mandiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan guru kelas I, II, IV, dan V di era pembelajaran mandiri dalam hal komponen TPACK di SDN 66 Bengkulu telah berjalan dengan baik. Para guru tersebut memahami konsep TPACK serta strategi dan model pembelajarannya. Para guru ini juga telah beradaptasi dengan kurikulum pembelajaran bebas, tetapi fasilitas komputer dan proyektor masih sangat minim sehingga guru mengalami kesulitan dan tidak mampu mengintegrasikan teknologi secara optimal dalam proses pembelajaran. Namun, siswa di SDN 66 Kota Bengkulu pandai memahami konsep pembelajaran di era pembelajaran bebas yang disampaikan oleh guru.   Kata Kunci: Kesiapan Guru, Merdeka Belajar, TPACK, Teknologi Pendidikan, Pedagogi, Konten Pembelajaran.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SELUMA Hanipa Soleha Noptami; Heny Friantary; Lara Sari; Maryam; Resti Komala Sari
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 3 (2024): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i3.3128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 28 siswa kelas III SDN 03 Seluma yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar dan dokumentasi nilai prestasi belajar siswa. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,580 dan nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi belajar siswa, maka semakin tinggi pula prestasi belajar yang dicapai. Kata kunci: motivasi belajar, prestasi belajar, IPAS, sekolah dasar
Penggunaan Media Cerita Bergambar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI: Kajian Pustaka: Penelitian Riut Suwanti; Sefnisari Candranita; Heny Friantary; Andre Taulani Sandi; Dini Widiyant
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6241

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki peran penting dalam mengembangkan kompetensi literasi siswa yang meliputi keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional yang kurang menarik sehingga berdampak pada rendahnya minat dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis penggunaan media cerita bergambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MI melalui pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah library research dengan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan dalam rentang tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa media cerita bergambar memiliki efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman, memperkaya kosakata, serta mengembangkan keterampilan berbicara dan menulis siswa. Selain itu, media ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Media cerita bergambar memiliki keunggulan dalam menyajikan materi secara konkret melalui integrasi visual dan teks sehingga memudahkan pemahaman siswa. Implementasi media ini dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MI terbukti mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara signifikan. Dengan demikian, media cerita bergambar dapat dijadikan sebagai inovasi pembelajaran yang efektif dalam mendukung pengembangan literasi siswa di era Kurikulum Merdeka.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Kelas IV SDN 101 Kota Bengkulu: Penelitian Pici Nadia Safitri; Salsa Dwi Amanda; Nova Asvio; Heny Friantary
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6304

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDN 101 Kota Bengkulu, yang disebabkan oleh dominasi metode ceramah, kurangnya penggunaan media pembelajaran, serta minimnya keterlibatan siswa dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), peningkatan hasil belajar siswa, serta keterlibatan siswa selama proses pembelajaran IPA berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan 29 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM dari 10 siswa menjadi 25 siswa. Selain itu, keaktifan siswa dalam pembelajaran juga meningkat, terlihat dari partisipasi diskusi, kerja sama kelompok, serta keberanian dalam menyampaikan pendapat. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala seperti ketimpangan partisipasi, keterbatasan waktu, dan sarana prasarana.Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa model Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPA. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa PjBL dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang inovatif untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa, serta mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21.
Analisis Kemampuan Critical Thinking Siswa dalam Pembelajaran IPAS di SD Negeri 16 Kota Bengkulu: Penelitian M. Rakel Ibnu Ibrahim; Choldia Heldianti Usiwardani; Heny Friantary
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan critical thinking siswa dalam pembelajaran IPAS di SD Negeri 16 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru IPAS dan siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan critical thinking siswa dalam pembelajaran IPAS berada pada kategori cukup baik. Siswa telah mampu mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, menyampaikan pendapat, menarik kesimpulan, dan memberikan solusi terhadap permasalahan sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Namun, kemampuan berpikir kritis siswa masih belum merata karena sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memberikan alasan logis dan menghubungkan konsep pembelajaran dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar. Faktor pendukung kemampuan critical thinking siswa meliputi penggunaan media pembelajaran yang menarik, penerapan metode diskusi dan tanya jawab, lingkungan belajar yang aktif, serta peran guru dalam memberikan stimulus pertanyaan. Adapun faktor penghambat kemampuan critical thinking siswa meliputi rendahnya minat membaca, kurangnya rasa percaya diri siswa, keterbatasan sarana pembelajaran, dan kebiasaan siswa yang masih terbiasa dengan pembelajaran satu arah. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih aktif, inovatif, dan kontekstual agar kemampuan berpikir kritis siswa dapat berkembang secara optimal.