Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Penggunaan Idiomatik pada Berita Kriminal dalam Surat Kabar Berbasis Media Online Bengkulu Today Edisi Juni 2022 Lizentiya; Heny Friantary; Vebbi Andra
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i2.433

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini ialah bagaimanakah bentuk dan makna idiomatik pada berita kriminal dalam surat kabar berbasis Media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk dan makna idiomatik pada berita kriminal dalam surat kabar berbasis Media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode contect analysis (analisis isi) yang bebentuk kepustakaan (library research). Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, catat, dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah teknik pengujian kepercayaan (credibility) yang terdiri dari dua cara, yaitu meningkatkan ketekunan dan menggunakan bahan referensi. Sumber data yang diambil dari penelitian ini adalah surat kabar berbasis Media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022. Bentuk dan Makna idiomatik pada berita kriminal dalam surat kabar berbasis media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022, yaitu Makna idiomatik pada berita kriminal dalam surat kabar berbasis media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022 terdapat 20 bentuk-bentuk idiomatik, diantaranya 3 Idiomatik Bagian Tubuh, yaitu Unjuk Gigi, Tubuh Korban, dan Tangkap Tangan, 1 Idiomatik Panca Indra, yaitu Pekik Nyaring, 1 Idiomatik Nama Warna, yaitu Lampu Merah, 8 idiomatik benda alam, yaitu Senjata Api, Barang Bukti, Anak Bangsa, Obat Rindu, Nusantara Gemilang, Balik Papan, Meninggal Dunia, dan Barang Haram, 2 idiomatik nama binatang, yaitu Elang Jupi dan Gading Cempaka, idiomatik bagian tumbuh-tumbuhan, yaitu Kampung Jeruk, Taba Jambu, dan Pondok Kelapa, 3 idiomatik bilangan, yaitu Kelapa Dua, Pematang Tiga.
Strategi BKAS Dalam Pengajaran Materi Sastra Puisi Rakyat Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Oleh Guru SMPN 5 Kota Bengkulu Zhazhabilla Meilania Bintaro; Heny Friantary; Feny Martina
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i3.440

Abstract

Dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia guru akan menerapkan beberapa strategi dalam pengajarannya, materi puisi rakyat merupakan salah satu bagian dari sastra. Salah satu strategi yang cocok yang dapat diterapkan pada pembelajaran materi satra puisi rakyat yakni strategi bimbingan kritik apresiasi sastra (BKAS). Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui strategi yang diterapkan dalam pengajaran materi sastra puisi rakyat pada mata pelajaran bahasa Indonesia oleh guru di SMP N 5 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan melakukan Observasi guru, siswa dan kelas, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru bidang studi bahasa Indonesia dan siswa kelas VII G SMPN 5 Kota Bengkulu. Teknik keabsahan data yaitu triangulasi sumber dengan cara penegecekan data yang diperoleh. Materi puisi rakyat merupakan materi yang didalamnya terkandung karya sastra lama yang keberadaannya sudah ada sejak lama dan bersifat turun menurun. Merupakan salah satu warisan budaya bahasa yang patut juga dijaga dan diapresiasi keberadaannya. Puisi rakyat selain dapat dikaji secara pembelajaran atau ilmiah, juga dapat dipetik hikmah yang terkandung didalamnya. Maka dari itu peserta didik yang mempelajari sastra puisi rakyat selain mendapatkan pembelajaran teoritis juga mendapat nilai-nilai luhur yang terkandung didalam puisi rakyat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti kepada guru dan siswa Kelas VII G SMPN 5 Kota Bengkulu. Strategi yang digunakan oleh guru SMPN 5 Kota Bengkulu merupakan strategi BKAS meliputi kegiatan membaca, menyimak, melisankan atau mengoralkan, menulis dan menjawab pertanyaan. Strategi yang diterapkan sudah terbukti baik dengan adanya indikator penilaian yang tercapai dan dilihat dari proses pembelajaran yang berlangsung baik. Guru sebagai fasilitator utama dalam pemelajaran merupakan kunci berhasilya sebuah pebelajaran, dengan adanya guru yang profesional maka taraf keberhasilan dan perkembangan peserta didik dapat terjadi.
Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Puisi Rakyat Kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu Nur Riskiana; Vebbi Andra; Heny Friantary
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i3.445

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengembangkan modul pembelajaran bahasa indonesia materi puisi rakyat kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu dan untuk mendeskripsikan serta. mengetahui kelayakan modul pembelajaran bahasa indonesia materi puisi rakyat kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian dan pengembangan (R&D). Hasil produk penelitian yang telah penulis kembangkan yaitu mencapai presentase “sangat layak” untuk dijadikan bahan ajar pendamping buku paket bahasa indonesia di sekolah. Hasil penilaian tersebut di dapatkan berdasarkan hasil validasi para ahli. Hasil validasi dari validator ahli materi 1 mencapai ktriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 84% selain itu validator ahli materi 2 mencapai kriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 97%. Hasil penilaian dari validator ahli bahasa 1 mencapai kriteria penilaian “layak” dengan presentase nilai sebesar 74%, selain itu validator ahli bahasa 2 mencapai kriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 87%. Hasil penilaian dari validator ahli media 1 mencapai kriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 82%, selain itu validator ahli media 2 mencapai kriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 86%. Berdasarkan hasil tes yang dilakukan di SMPN 13 Kota Bengkulu dengan sasaran tes yaitu peserta didik di sekolah tersebut terhadap modul pembelajaran bahasa indonesia materi puisi rakyat kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu yang telah dikembangkan oleh peneliti melalui uji coba produk skala kecil yang melibatkan 15 peserta didik dengan hasil uji produk dilihat dari keseluruhan skor yang diperoleh yaitu dengan rata-rata 85,3% mencapai kriteria “sangat baik”. Selain itu dilakukan uji coba kelompok besar dilihat dari keseluruhan hasil skor tes yaitu diperoleh skor rata-rata 90,6% mencapai kriteria “sangat baik”. Hal ini berarti bahwa modul pembelajaran bahasa indonesia materi puisi rakyat kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu yang dikembangkan dapat dikatakan berhasil dan layak digunakan untuk bahan ajar baru di sekolah agar dapat membantu proses pembelajaran terutama pada mata pelajaran bahasa indonesia.