Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Geopolitik Thai Canal: Ancaman Atau Peluang Bagi Strategi Maritim Indonesia Arya Pradana, Dimas Gading; Yusnaldi, Yusnaldi; Rudiyanto, Rudiyanto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12709

Abstract

Kawasan Asia Tenggara merupakan titik tumpu geopolitik maritim global, dengan Selat Malaka sebagai jalur perdagangan vital. Wacana pembangunan Thai Canal (Kanal Kra) kembali mengemuka sebagai variabel strategis yang berpotensi mengubah peta maritim dan tatanan kekuatan regional secara fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implikasi proyek tersebut bagi Indonesia, dengan menjawab pertanyaan utama: apakah Thai Canal merupakan ancaman atau peluang bagi strategi Poros Maritim Dunia (PMD)? Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berjenis studi kasus deskriptif-analitis dan kerangka teori Mandala Kautilya, penelitian ini mengkaji data dari dokumen kebijakan, literatur akademik, dan laporan strategis. Hasil analisis menunjukkan bahwa Thai Canal berpotensi menjadi ancaman signifikan dengan mendegradasi sentralitas geostrategis Selat Malaka, mengikis pengaruh Indonesia di ASEAN, dan meningkatkan kerentanan keamanan akibat proyeksi kekuatan Tiongkok yang lebih leluasa ke Samudra Hindia. Namun, proyek ini juga dapat berfungsi sebagai katalisator strategis, mendorong Indonesia untuk mendiversifikasi infrastruktur maritim, meningkatkan daya tawar diplomasi, dan merevitalisasi visi PMD menjadi lebih fungsional berbasis kapabilitas. Disimpulkan bahwa dampak Thai Canal bersifat dialektis; ia menjadi ancaman jika direspons secara pasif, namun dapat dikonversi menjadi peluang strategis melalui kebijakan yang proaktif dan adaptif. Penelitian ini merekomendasikan reorientasi strategi maritim Indonesia untuk menghadapi realitas geopolitik baru di kawasan Indo-Pasifik.
Sinergitas Kelembagaan dan Maritime Domain Awareness di Indonesia: Analisis Dokumen BAKAMLA, KPLP, dan POLAIRUD dalam Pencegahan Eksploitasi Sumber Daya Alam di Perairan Karimun Besar Pulungan, Ahmad Ari Syahputra; Yusnaldi, Yusnaldi; Budiman Djoko Said
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12726

Abstract

Tata kelola keamanan maritim Indonesia menghadapi tantangan serius akibat tumpang tindih kewenangan dan lemahnya koordinasi antar lembaga utama penegak hukum laut seperti BAKAMLA, KPLP, dan POLAIRUD. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergitas kelembagaan ketiga instansi tersebut dalam pencegahan eksploitasi sumber daya alam di perairan strategis Pulau Karimun Besar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dan triangulasi dokumen yang mencakup regulasi hukum, laporan kelembagaan, serta literatur akademik. Hasil menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga belum optimal karena inkonsistensi mandat hukum, duplikasi kewenangan, dan lemahnya integrasi teknologi informasi untuk pertukaran data. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan kerangka koordinasi keamanan maritim nasional berbasis sistem Maritime Domain Awareness (MDA) terpadu guna memperkuat deteksi dan koordinasi operasi maritim.
Integrasi Pentahelix Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menghadapi Ancaman Keamanan Non-Militer Di Kepulauan Riau Hakim, Siti Rabbani; Yusnaldi, Yusnaldi; Uksan, Arifuddin; Setiawibawa, Rachmat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14767

Abstract

Wilayah Kepulauan Riau memiliki posisi geopolitik strategis sebagai beranda terdepan Indonesia, namun hal ini menciptakan kerentanan tinggi terhadap ancaman keamanan non-militer seperti illegal fishing, penyelundupan, dan perdagangan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi model Pentahelix dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Riau dalam menghadapi ancaman tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain analisis sistem Input-Process-Output (IPO), penelitian ini memetakan sinergi antara lima aktor utama: Pemerintah, Akademisi, Badan Usaha, Masyarakat, dan Media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman non-militer di wilayah perbatasan bersifat asimetris dan transnasional, sehingga menuntut pergeseran paradigma dari pendekatan militeristik ke arah keamanan insani (human security). Integrasi Pentahelix berperan penting dalam menutup celah koordinasi dan ego sektoral antar-instansi. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural berupa keterbatasan infrastruktur maritim, rendahnya literasi digital masyarakat pesisir, dan tumpang tindih kewenangan regulasi. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan masyarakat sebagai "pagar hidup" negara melalui dukungan teknologi komunikasi, kemandirian ekonomi, dan revisi kerangka hukum kolaboratif sangat krusial untuk menciptakan ketahanan wilayah yang berkelanjutan serta menjaga kedaulatan nasional di perbatasan