Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kecerdasan Emosi dalam Mengurangi Stres Kerja pada Karyawan Alamsyah, Adam; Efendy, Mamang; Pratikto, Herlan
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between emotional intelligence and job stress. This research employs a quantitative approach with a correlational quantitative method. The sampling technique used in this study was the Krejcie technique, with a total of 181 respondents. Data analysis was conducted using Spearman's Rho technique with the assistance of SPSS version 16 for Windows. The statistical analysis results on the relationship between the emotional is indicating a significant negative relationship between emotional intelligence and job stress. This means that the higher the level of emotional intelligence in employees, the lower the level of job stress. Conversely, the lower the level of emotional intelligence in employees, the higher the level of job stress experienced by employees.   Keyword: Emotional Intelligence; Job Stress   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode kuantitatif dengan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Krejcie dengan total partisipan 181 responden. Teknik analisi data menggunakan teknik Spearman’s Rho dengan bantuan program SPSS versi 16 for Windows. Hasil uji analisis statistik hubungan variabel kecerdasan emosi dengan variabel stres kerja yaitu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja. Artinya, semakin tinggi tingkat kecerdasan emosi pada karyawan maka akan semakin rendah tingkat stres kerja. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah tingkat kecerdasan emosi pada karyawan maka semakin tinggi tingkat stres kerja pada karyawan.   Kata kunci: Kecerdasan Emosi: Stres Kerja
Kecenderungan impulsive buying pada remaja pengguna roblox: apakah dipengaruhi kecanduan game online dan kontrol diri? Faturahman, Adi; Kusumandari, Rahma; Efendy, Mamang
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to examine the relationship between online game addiction and self-control with impulsive buying tendencies among adolescent Roblox users in Surabaya. The research problem is grounded in the increasing engagement in online gaming among adolescents, particularly on the Roblox platform, which is equipped with a virtual economic system. This study employed a quantitative correlational approach, involving 351 participants selected through purposive sampling. The research instruments consisted of an online game addiction scale, a self-control scale, and an impulsive buying tendency scale, which were analyzed using multiple regression analysis. The findings indicate that online game addiction is positively and significantly correlated with impulsive buying tendencies (β = 0.573; p < 0.001), suggesting that higher levels of addiction are directly associated with increased impulsive buying tendencies. In contrast, self-control did not demonstrate a significant correlation (β = 0.009; p = 0.581). These results indicate that online game addiction contributes directly to impulsive buying tendencies, while self-control has not been proven to play a significant role in reducing such tendencies among adolescent Roblox users in Surabaya. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan game online dan kontrol diri dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja pengguna Roblox di Surabaya. Permasalahan dalam penelitian didasari oleh meningkatnya aktivitas game online di kalangan remaja terutama pada platform Roblox yang dilengkapi sistem ekonomi virtual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, melibatkan 351 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi skala kecanduan game online, skala kontrol diri, dan skala kecenderungan impulsive buying yang dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Temuan menunjukkan kecanduan game online berkorelasi positif signifikan dengan kecenderungan impulsive buying (β = 0,573; p < 0,001), mengindikasikan tingginya kecanduan berbanding lurus dengan meningkatnya impulsive buying. Sebaliknya, kontrol diri tidak memperlihatkan korelasi bermakna (β = 0,009; p = 0,581). Hasil mengindikasikan kecanduan game online berkontribusi langsung yang memicu impulsive buying, sementara kontrol diri belum terbukti berperan signifikan dalam mengurangi kecenderungan tersebut pada remaja pengguna Roblox di Surabaya.
Menjembatani Efikasi Diri dan Burnout: Peran Grit pada Guru Pendamping Khusus di Sekolah Inklusi Sukma Wati Wati, Sukma; Arifiana, Isrida Yul; Efendy, Mamang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36503

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika relasional antara keyakinan kemampuan profesional, ketekunan berkelanjutan, dan sindrom kelelahan psikologis pada pendidik pendamping siswa berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan inklusif. Menggunakan desain kuantitatif korelasional, investigasi melibatkan 112 partisipan dari wilayah Surabaya dan Sidoarjo yang diseleksi melalui teknik purposive sampling dengan kriteria pengalaman kerja minimal satu tahun. Instrumentasi penelitian mencakup skala kelelahan psikologis Maslach-Leiter yang terdiri dari 18 butir pernyataan valid dengan koefisien reliabilitas α = 0,937, skala keyakinan pendidik versi Indonesia berbasis teori Tschannen-Moran dan Hoy mencakup 24 butir dengan α = 0,896, serta skala ketekunan Duckworth meliputi 16 butir valid dengan α = 0,954. Analisis mediasi menggunakan PROCESS Macro Model 4 dengan bootstrapping 5.000 sampel mengungkapkan bahwa keyakinan profesional berkorelasi negatif signifikan dengan kelelahan psikologis (β = -0,374, p < 0,05), demikian pula ketekunan menunjukkan asosiasi negatif bermakna dengan kelelahan (β = -0,323, p < 0,05). Namun, keyakinan profesional tidak berhubungan signifikan dengan ketekunan (β = 0,236, p = 0,154), mengakibatkan hipotesis mediasi tertolak dengan interval kepercayaan 95% mencakup nilai nol (CI [-0,177, 0,024]). Temuan mengindikasikan bahwa kedua konstruk psikologis beroperasi secara paralel sebagai faktor protektif independen terhadap kelelahan okupasional, bukan melalui mekanisme sekuensial.
Peran Career Adaptability dan Kecerdasan Emosi terhadap Kesiapan Kerja Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setyaningrum, Rosi; Efendy, Mamang; Pratikto, Herlan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara career adaptability dan kecerdasan emosi dengan kesiapan kerja pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 153 responden. Instrumen yang digunakan terdiri dari tiga skala psikologis, yaitu skala kesiapan kerja, career adaptability, dan kecerdasan emosi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara career adaptability dengan kesiapan kerja, dan antara kecerdasan emosi dengan kesiapan kerja. Secara simultan, kedua variabel bebas tersebut berkontribusi sebasar 52,4% terhadap kesiapan kerja siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa career adaptability dan kecerdasan emosi merupakan dua faktor penting yang dapat meningkatkan kesiapan kerja siswa dalam memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan career adaptability dan kecerdasan emosi perlu mendapat perhatian dalam program pendidikan dan pelatihan di Sekolah Menengah Kejuruan guna meningkatkan kesiapan kerja siswa secara optimal.