Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Ilmu Al Jarh Wa Al Ta’dil Palangkey, Rahmi Dewanti; Abbas Baco; Nasrul Nurdin; Karmala, Karmala
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 11: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i11.10655

Abstract

Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an yang memiliki peran sentral dalam menjelaskan ajaran agama secara praktis. Namun, tidak semua hadis yang sampai kepada kita dapat langsung dijadikan hujjah, karena proses periwayatannya melibatkan perawi yang harus diverifikasi kredibilitasnya. Setelah wafatnya Rasulullah, para sahabat melakukan ijtihad dan riwayat hadis berkembang lintas generasi melalui sanad yang beragam. Dalam konteks ini, ilmu al-Jarḥ wa al-Taʿdīl hadir sebagai metode ilmiah untuk menilai validitas perawi hadis, baik dari segi moral maupun keakuratannya dalam meriwayatkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji urgensi, sejarah, kaidah, objek kajian, serta kitab-kitab utama dalam ilmu al-Jarḥ wa al-Taʿdīl. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, dengan sumber dari kitab klasik, karya ulama otoritatif, serta jurnal ilmiah kontemporer. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu al-Jarḥ wa al-Taʿdīl berperan penting dalam menjaga otentisitas hadis dan memastikan hanya riwayat yang shahih yang dijadikan pedoman. Kajian ini menegaskan bahwa keilmuan ini tidak hanya relevan di masa klasik, tetapi juga menjadi pilar penting dalam studi hadis di era kontemporer.
Ulum Hadits: Tinjauan Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Palangkey, Rahmi Dewanti; Abbas Baco; Candra Swandi; Yuliawati Ningsih
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 11: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i11.10670

Abstract

Demi menjaga keaslian dan keabsahan hadis, para ulama telah merumuskan satu disiplin ilmu yang dikenal sebagai ‘Ulūm al-Ḥadīṡ atau ilmu-ilmu hadis. Studi terhadap ilmu hadis tidak hanya dapat dilakukan secara tekstual, tetapi juga filosofis. Tujuan penelitian yang hendak ingin dicapai ialah untuk mengetahui aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Secara ontologis, kajian ini menyentuh pada hakikat objek dan keberadaan ilmu hadis itu sendiri. ‘Ulūm al-Ḥadīṡ secara umum diartikan sebagai ilmu-ilmu yang membahas hadis dari berbagai sisi, baik sanad maupun matan, guna memastikan validitasnya sebagai sumber ajaran Islam. Jika membahas Ulumul Hadis pada aspek epistemologi maka tidak lepas dari penjabaran ilmu hadis Riwayah dan ilmu hadis Dirayah, kemudian berkembang menjadi beberapa cabang-cabang. Ilmu hadis mulai berkembang sejak masa sahabat dan tabi‘in, namun mengalami kodifikasi sistematis pada abad ke-3 Hijriah. Terakhir aspek secara aksiologi membahas nilai dan kegunaan ilmu. Cabang-cabang ‘Ulūm al-Ḥadīṡ memberikan banyak manfaat, baik secara keilmuan, hukum, maupun moral. Misalnya: manfaat Ilmu Rijāl dan Jarḥ wa Ta‘dīl: membantu membedakan hadis sahih dan dha‘if, sehingga umat Islam tidak terjebak pada riwayat palsu atau lemah. Dengan mempelajari Ulumul hadis mampu mengetahui perkembangan dan kemajuan ilmu-ilmu hadis dan sejarahnya mulai dari zaman Rasulullah hingga saat ini.
Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Ilmu Hadits Ifriani, Ifriani; Munawira, Siti; Palangkey, Rahmi Dewanti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 8: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i8.4518

Abstract

Hadits dan sunnah sebagai sumber ajaran islam kedua setelah al-Qur’an jika dilihat dari segi periwayatan berbeda dengan al-qur’an, Dimana yang kedua setiap kali ayat-ayatnya turun, Rasulullah Saw langsung memerintahkan penulis wahyu untuk menulisnya, sementara untuk hadits nabi Saw, tidak demikian halnya. Dengan demikian lebih banyak berlangsung secara lisan dibandingkan dengan tulisan. Akibat dari larangan Rasulullah Saw secara umum kepada sahabat untuk menulis hadist sehingga khalifah umar bin abdul aziz (salah seorang khalifah bani ummayah) memandang perlunya penulisan dan pembukuan hadits-hadits nabi Saw. Dengan mempertimbangkan berbagai factor, berupa adanya kekhawatiran akan lenyapnya hadits , munculnya hadits palsu akibat pertentangan politik dan madzhab, berpencarnya para sahabat di beberapa kota, serta banyaknya diantara sahabat yang syahid dalam peperangan. Hasil dari Upaya pembukuan hadits itu telah melahirkan kitab-kitab hadits standar sebagai rujukan dalam hal pengamalan sunah Nabi Saw dalam kehidupan muslimin, serta untuk kepentingan penelitian dan pengkajian.