Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penguatan Pemahaman Budaya Indonesia pada SB Hulu Langat Melalui Metode Discovery Learning Cerita Rakyat “I La Galigo” Sua, Andi Tenri; Asfar, Andi Muhammad Irfan Taufan; Adiansyah, Romi
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 1, Juni 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i1.22486

Abstract

Prosa rakyat atau lebih dikenal dengan cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat. Tersebarnya cerita rakyat di seluruh nusantara mengakibatkan penggalian kearifan lokal menjadi sangat penting sebagai upaya untuk melestarikan budaya bangsa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kemitraan Internasional ini bertujuan untuk memberikan penguatan pemahaman kepada mitra akan pentingnya budaya Indonesia khususnya cerita rakyat Sulawesi Selatan yaitu I La Galigo. Mitra dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah siswa dan guru SB Hulu Langat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Penyuluhan meliputi tahap sosialisasi atau penyampaian terkait dengan program pengabdian yang dilaksanakan. Pada tahap pelatihan diterapkan metode discovery learning, yaitu penyampaian cerita rakyat secara lisan dan tertulis, kegiatan menyimak dan membaca dengan seksama, serta sharing session mengeluarkan pendapat secara mandiri. Tahap pendampingan dilakukan untuk mengetahui kendala mitra selama pelaksanaan program agar dapat memberikan solusi alternatif. Adapun hasil yang diperoleh yaitu adanya respon, tanggapan atau pendapat positif dari siswa maupun guru SB Hulu Langat terkait metode discovery learning yang diterapkan dalam menguatkan pemahaman serta memotivasi mitra dalam berliterasi akan pentingnya budaya Indonesia khususnya cerita rakyat Sulawesi Selatan I La Galigo.
PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM BAHASA PENYELIDIKAN DI POLSEK AWANGPONE KABUPATEN BONE (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Syahriani, Syahriani; Safar, Muh.; Sua, Andi Tenri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk serta penyebab campur kode dalam bahasa penyelidikan di Polsek Awangpone Kabupaten Bone. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Data yang diolah merupakan hasil wawancara dan percakapan antara polisi dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik rekam, simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bentuk campur kode yang terjadi berupa bentuk, kata sejumlah 22, frasa sejumlah 7, klausa sejumlah 11. Penyebab yang melatarbelakangi campur kode ialah faktor latar belakang kebahasaan, faktor ragam, faktor keinginan menjelaskan, faktor keinginan menunjukkan keakraban, serta faktor penutur dan mitra tutur.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 7 BONE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) PADA MATERI TEKS NEGOSIASI Syahrani, Audya; Sua, Andi Tenri; Suhardiman, Suhardiman
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7526

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of tenth-grade students at SMAN 7 Bone on negotiation texts. Pre-cycle data showed an average score of only 58.96 (poor) and 42% of students failed to meet the Minimum Competency (KKM) due to passive teacher-centered learning. The focus of this research is to improve learning outcomes and student engagement through the implementation of the Student-Centered Learning (SCL) model. This study used the Classroom Action Research (CAR) method, conducted in two cycles with 27 students. The research stages included planning, SCL implementation with group discussions and negotiation practice, observation of engagement, and a learning outcome test at the end of each cycle, with a success indicator of 85% completion. The results showed progressive and significant improvement. In Cycle I, the average score increased to 70.92 (sufficient), but reflections showed that students remained passive during presentations. After strategy improvements and more intensive teacher guidance in Cycle II, the average score jumped to 91.33 (very good), with classical completion reaching 100%. The main finding is that actively facilitated SCL successfully increased students' enthusiasm and courage in arguing. It was concluded that the SCL model was highly effective in improving student learning outcomes in negotiation texts. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas X SMAN 7 Bone pada materi teks negosiasi, di mana data pra-siklus menunjukkan nilai rata-rata hanya 58,96 (kategori kurang) dan 42% siswa tidak tuntas KKM akibat pembelajaran teacher-centered yang pasif. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa melalui penerapan model Student Centered Learning (SCL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 27 siswa. Tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan SCL dengan diskusi kelompok dan praktik negosiasi, observasi keaktifan, serta tes hasil belajar di akhir setiap siklus dengan indikator keberhasilan 85% tuntas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang progresif dan signifikan. Pada Siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 70,92 (cukup), namun refleksi menunjukkan siswa masih pasif saat presentasi. Setelah perbaikan strategi dan bimbingan guru yang lebih intensif pada Siklus II, terjadi lonjakan nilai rata-rata menjadi 91,33 (sangat baik), dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Temuan utama adalah SCL yang terfasilitasi aktif berhasil meningkatkan antusiasme dan keberanian siswa berargumentasi. Disimpulkan bahwa model SCL sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi teks negosiasi.
Pengaruh Model InSTAD Terhadap Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Bone Indramayanti, A. Titi; Fitriana, Irna; Sua, Andi Tenri
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Kajian Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Perspektif Sosia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i2.3072

Abstract

Kurikulum Merdeka merekomendasikan lima model pembelajaran untuk mendukung implementasi kurikulum. Namun, pada pembelajaran keterampilan menulis puisi kelas X di SMK Negeri 1 Bone, kelima model tersebut belum menunjukkan efektivitas yang optimal, yang ditandai dengan rendahnya nilai akhir peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan efektivitas model pembelajaran InSTAD terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas X Pemasaran (PN) SMK Negeri 1 Bone. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain pretest–posttest control group. Instrumen penelitian meliputi tes tertulis, produk tulisan puisi, dan lembar observasi aktivitas menulis siswa. Teknik analisis data terdiri atas uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran InSTAD efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas X PN SMK Negeri 1 Bone. Hal ini dibuktikan oleh hasil uji t pada nilai tes tertulis kemampuan kognitif menulis puisi dan nilai keterampilan menulis puisi pada tes akhir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji t tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Perbedaan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan menulis puisi membuktikan bahwa model InSTAD lebih efektif dibandingkan model pembelajaran konvensional Kurikulum Merdeka (Project Based Learning dan Cooperative Learning). Selain itu, penerapan model InSTAD juga mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, apresiasi, serta antusiasme siswa terhadap pembelajaran menulis puisi.
Perbandingan Model DL dan Model PjBL dalam Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas XI SMKN 1 Bone Idamayanti, A.; Sua, Andi Tenri; Idris
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Kajian Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Perspektif Sosia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i2.3123

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa SMK Negeri 1 Bone dalam menulis teks prosedur, khususnya dalam menyusun kalimat secara utuh, mengorganisasikan ide, menggunakan bahasa yang tepat, serta memahami aspek teknis penulisan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan rancangan static group comparison. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI TKJ, dengan kelas XI TKJ 1 menggunakan model Project Based Learning dan kelas XI TKJ 2 menggunakan model Discovery Learning dalam pembelajaran menulis teks prosedur. Instrumen penelitian divalidasi melalui validitas isi. Analisis data dilakukan menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%, setelah terlebih dahulu memenuhi uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar menulis teks prosedur pada kedua kelompok setelah perlakuan. Uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan baik pada hasil pretest–posttest masing-masing kelompok maupun pada hasil posttest antara kedua kelompok (p < 0,05). Hasil perbandingan menunjukkan bahwa model Project Based Learning lebih efektif dibandingkan dengan model Discovery Learning dalam meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur siswa.