Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

NILAI PENDIDIKAN SOSIAL DALAM SURAH AL-MA'UN SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN EMPATI DAN SOLIDARITAS DI ERA INDIVIDUALISME Durratul Lutfiah Qaidah; Sarwadi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan sosial yang terkandung dalam Surah Al-Ma’un sebagai dasar pembentukan empati dan solidaritas sosial di era modern yang ditandai oleh meningkatnya individualisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa Surah Al-Ma’un mengandung pesan fundamental tentang keseimbangan antara iman dan kepedulian sosial. Ayat-ayatnya menegaskan bahwa ibadah tidak bermakna apabila tidak disertai tanggung jawab sosial terhadap anak yatim dan fakir miskin. Nilai-nilai seperti empati, solidaritas, dan amal sosial dalam surah ini dapat diimplementasikan dalam pendidikan karakter Islam melalui pembelajaran kontekstual dan pembiasaan social Penelitian ini menegaskan bahwa Surah Al-Ma’un merupakan landasan konseptual yang efektif untuk membangun masyarakat berakhlak sosial dan berkeadilan
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbasis Kotoran Kambing di Desa Muara Kecamatan Tonra A. Nur Fitri; Jumriani Saputri; Harjum Abadi Noer; Fitri Ramadhani; Nurul Andini; Risma; Sarwadi; Surandi; Armita; Muhammad Farid
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1870

Abstract

Pertanian merupakan mata pencaharian utama masyarakat Desa Muara, Kecamatan Tonra. Ketergantungan petani pada pupuk kimia menimbulkan dampak negatif berupa penurunan kesuburan tanah, peningkatan biaya produksi, dan risiko pencemaran lingkungan. Program pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Muara, Kabupaten Bone melalui KKN Reguler 2025 Universitas Muhammadiyah Bone. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani tentang pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik cair (POC) berbasis kotoran kambing sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan dan ekonomis. Kegiatan penyuluhan mengenai manfaat POC, praktik langsung, pembuatan melalui teknik fermentasi sederhana, serta hasil angket untuk melihat tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat pemahaman peserta pelatihan mencapai 77,78%, yang menunjukkan bahwa pelatihan tergolong berhasil dan memuaskan, karena lebih dari 75% peserta telah memahami cara pembuatan pupuk organik cair (POC). Dari hasil kegiatan pelatihan diperoleh target kegiatan pengabdian yaitu meningkatnya pemahaman petani tentang tata cara pembuatan POC dari kotoran kambing.
Konsep Reward dan Punishment dalam Perspektif Surat An-Nahl Ayat 41-43 Yumna Alya Hariyadhi; Sarwadi
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.520

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep reward dan panisment dalam perspektif Al-Qur’an melalui surah An-Nahl 41-43 serta impliksinya bagi pendidikan islam . Ayat-ayat tersebut menggambarkan janji Allah berupa kehidupan yang baik di dunia dan pahala yang lebih besar di akhirat  bagi orang-orang yang berhijrah karena-Nya, disertai penegasan karakter sabar dan tawakal, serta perintah untuk bertanya kepada ahl al-dzikri ketika tidak mengetahui . Tujuan penelitian ini adalah  merumuskan kerangka teologis-edukatif tentang reward (thawab/targhib) dan punishment (‘uqubah/tarhib)yang berlandaskan pada ayat-ayat tersebut . Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain kepustakaan, menggunakan sumber data berupa kitab tafsir klasik dan kontemporer serta kajian mutakhir tentang reward-panisment dan targhib-thartib dalam pendidikan islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa An-Nahl 41-43 menghadirkan  reward bukan sekadar kompensasi material ,tetapi janji perlindungan, perjuangan bermakna, dan keberhasilan eskatologis; sedangkan punishment  hadir dalam bentuk ancaman historis dan konsekuensi moral bagi penindasan dan penolakan wahyu. Secara edukatif, ayat-ayat ini menegaskan bahwa reward dan punishment harus benilai, roposional, tidak destruktif, serta terintegrasi dengan pembinaan sikap sabar, tawakal, dan penghormatan terhadap otoritas keilmua. Artikel ini menyimpulkan bahwa konsep reward dan punishment  berbasis Al-Qur’an dapat. Menjadi kerangka normatif bagi praksis pendidikan islam yang lebih manusiawi dan transformatif.
Function and Meaning of Metaphors in The Palm-Leaf Manuscript of Cilinaya Written in Sasak Language and its Translation Sarwadi; Ida Bagus Putra Yadnya; N.L. Sutjiati Beratha,; Ida Ayu Made Puspani
e-Journal of Linguistics Vol. 13 No. 1 (2019): January
Publisher : The Doctoral Studies Program of Linguistics of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/eJL.2019.v13.i01.p05

Abstract

The palm-leaf manuscript of Cilinaya is one of the manuscripts which is stillimplemented in the life of the Sasak ethnic people. The writer conveyed massages to the readersusing different figurative expressions, one of which is metaphor. This current study is a product-oriented translation study in which the qualitative descriptive approach was applied. The palm-leaf manuscript of Cilinaya was used as the data source. Based on the result of analysis anddiscussion, it can be concluded that several metaphorical expressions are used to praise abeautiful girl that everybody is proud of. Those metaphorical expressions are Duh mas mirahkembang mete, Duh mas mirah serining kasur, Duh mas mirah buaq bulu, Neneq bini, Dun dendare masku, Dendare, dende, Duh mas mirah dende ayu. In the Sasak language, a metaphor willhave different function and meaning if the morpheme „be‟ is inserted in the expression „lauhdaye’ to form „belauk bedaye‟.
KECERDASAN ENTREPRENEURSHIP DALAM ALQUR’AN Sarwadi; Abdullah Miqdam
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 Juni (2020): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v2i1.28

Abstract

Pembahasan entrepreneurship sedang menjadi primadona di era revolusi industry 4.0. kecerdasan ini adalah satu potensi yang maampu membangkitkan semangat entrepreneur dalam lintas generasi. Namun pembahasan entrepreneurship ternyata juga sudah menjadi pembahasan dalam beberapa tafsir Al Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tematik berdasarkan beberapa kitab tafsir Indonesia dan timur tengah. Hasil dari kecerdasan entrepreneurship dalam tulisan ini adalah kecerdasan wiraswasta dan kecerdasan kinerja.
Implementasi Konsep Sajidin Dalam Surat Al-Hijr Ayat 98 Pada Dunia Pendidikan Istiqomah rahmawati; Eko Ngabdul Shodikin; Sarwadi
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 Juni (2022): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v4i1.49

Abstract

The word prostration in the Qur'an with its various forms, often experiences repetition in many verses, this indicates that the word has an important and deep meaning. This is what inspired the author to explore the concept of "sajidin" in the letter al Hijr verse 98 "wa kun minas sajidin" which means "be you among those who prostrate". The secret behind Allah's command in this verse will be discussed in this paper. The origin of the word sajidin is the plural form of sa>jid which means perpetrator. Prostrating means prostrating the noblest part parallel to the ground. Everything in nature prostrates to Allah in their respective situations and conditions, starting from plants, animals and even heavenly bodies. When a person prostrates, he prostrates his face at the level of his feet. This has a deep philosophical meaning, there is helplessness, the totality of surrender, submission and so on. The author tries to reveal the concept to adopt its values ​​so that it can be implied in the educational process in the hope that generations of sajidi>n mentality will be born.
DISRUBSI PENDIDIKAN ISLAM Sarwadi; Umar Saiful Haq; Rendiansyah
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 Juni (2021): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v3i1.52

Abstract

Pendidikan Islam mempunyai definisi yang variatif. Goal settingnya mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan Bahagia serta mampu menjalankan fungsinya sebgai khalifah di bumi. Maka menjadi kebutuhan bagi Pendidikan Islam untuk bergerah dan berubah dengan mendisrusi dirinya atau justru terdisrupsi. Keadaan ini menjadi syarat eksistensi dari Pendidikan Islam dalam perhelatan kancah membangun generrasi. Olehkakarena itu mendidik mentalitas entrepreneurship dengan mengembangkan soft skill adalah tuntutan yang harus dilakukan dalam lembga Pendidikan Islam.