Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

DESAIN BOARD GAME SEBAGAI MEDIA ASERTIF UNTUK MENGURANGI PERILAKU FOMO PADA GENERASI Z: BOARD GAME DESIGN AS AN ASSERTIVE MEDIUM TO MITIGATE FOMO IN GENERATION Z Naura Nazivah; Fauziah, Emmareta; Arsita Pinandita
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v21.i2.18687

Abstract

This board game design addresses the FOMO (Fear of Missing Out) phenomenon among Generation Z, which hinders assertive skills and social interactions. The study aims to create an assertive-interactive medium through qualitative methods (interviews, questionnaires, observations) and SWOT analysis to define the USP (Unique Selling Proposition), strategic positioning, and alignment with Jesse Schell’s 4 Elements of Games (Mechanics, Aesthetics, Story, Technology). The resulting board game incorporates mechanics that encourage self-reflection through storytelling and art therapy via expressive imagery . A fantasy-themed visual design aligns with Generation Z’s interest in supernatural characters, motivating them to confront real-life challenges.
UPSCALING BISNIS GULA SEMUT MELALUI SOSIALISASI KEAMANAN PANGAN DAN DIGITAL MARKETING Winati, Famila Dwi; Fauziah, Emmareta; Zen, Bita Parga; Pratama, Aiza Yudha; Arifin, Miftahol
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 7 No. 1 (2025): Periode April 2025
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v7i1.5929

Abstract

Palm sugar is the flagship product of Pernasidi Village, Banyumas Regency, which is managed in an integrated manner by KUB Merci. KUB Merci faces several obstacles in the production and management process, including a lack of knowledge about food safety and digital marketing, which results in suboptimal turnover. Traditional production methods also affect the cleanliness of the production kitchen, increasing the risk of contamination. This community service aims to improve participants' understanding of Good Processed Food Processing (CPPOB) and digital literacy. The program is carried out through three stages: pre-service, implementation, and post-service, based on Participatory Rural Appraisal (PRA). The methods used include socialization and training, including material provision, hands-on practice, and discussion. The results of the program showed a significant increase in participants' understanding of CPPOB (72%) and digital marketing (52%). In addition, the evaluation of participants' satisfaction with the program showed positive results with an average score of 3.87. The long-term impact of this program is expected to improve the production standards and competitiveness of palm sugar products from Pernasidi Village through the sustainable application of CPPOB and digital marketing. The program is also expected to contribute to an increase in KUB Merci's turnover and the economic welfare of the local community. However, a thorough implementation of CPPOB and intensive assistance in social media management is needed for the artisans to maximize marketing and expand market reach.
Peningkatan Kualitas Produk UMKM Rotan dan Bambu melalui Penerapan Alat Bending dan Diversifikasi Produk Robert Hendra Yudianto; Pricilla Tamara; Emmareta Fauziah
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2547

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM Master Hias Bambu di Banyumas melalui penerapan teknologi bending untuk diversifikasi produk berbasis bambu dan rotan. Sejak 2018, Master Hias Bambu telah memproduksi lampu hias dan dekorasi, namun masih menghadapi kendala efisiensi produksi dan keterbatasan inovasi desain. Kegiatan ini mencakup pengadaan alat bending semi-otomatis, pelatihan teknis bagi tenaga kerja lokal, serta pengembangan produk baru seperti balance bike, tempat tidur kucing, dan rantang estetis berbahan rotan-bambu. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, dengan melibatkan mitra pada setiap tahap mulai perencanaan hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kecepatan produksi, kualitas estetika, dan keberagaman desain. Program ini juga menghasilkan prototipe produk inovatif, dokumentasi video, serta publikasi media yang memperluas visibilitas UMKM. Ke depan, diharapkan program ini mendorong keberlanjutan usaha ramah lingkungan serta regenerasi perajin muda.
Eksplorasi Limbah Uang Kertas Tidak Layak Edar dengan Metode Double Diamond, Studi Kasus: BI Purwokerto Nursanti, Rizna Eka; Octanio Haryanto, Laurensius Windy; Fauziah, Emmareta
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.15357

Abstract

Tercatat Bank Indonesia Purwokerto menarik 235.930,00 hingga 512.968,00 (dalam jutaan Rupiah) setiap bulan. Masalah muncul ketika limbah ini terus bertambah sebelum limbah lama musnah/terurai atau termanfaatkan kembali. Pengolahan limbah utas Bank Indonesia Purwokerto sejauh ini adalah dengan dikubur dalam tanah di suatu area khusus dalam wilayah kerja. Dengan keteradaan yang kontinyu, limbah utas memenuhi persyaratan untuk dimanfaatkan sebagai material alternatif produk komersial. Aplikasi limbah utas sebagai material alternatif membutuhkan pondasi yang jelas terkait potensi dan batasan pemanfaatan untuk aplikasi dalam desain produk. Metode Double Diamond merupakan metode desain dengan 4 tahap yakni discover, define, develop dan deliver. Metode ini memungkinkan porsi penggalian permasalahan dengan dalam. Dari keseluruhan tahap didapat hasil yakni pengolahan limbah utas berwujud cacahan (shredded) dengan teknik fusing. Dengan menggunakan plastik kresek (plastic bag) yang belum mengalami recycle sebagai laminasi, cacahan limbah uang kertas dapat dijadikan material lembaran. Metode fusing yang dianjurkan adalah metode berlapis. Sementara hasil eksplorasi material lembaran seperti cutting, gluing, coiling, sewing, woving, folding disajikan dalam tabel. Dari eksplorasi ini, dengan pertimbangan estetika, ability untuk dibuat, ability dan estetika untuk digabung dengan material lain, serta kecocokan properties, maka material utas diproyeksikan salah satunya untuk pengembangan produk pouch.
EFEKTIVITAS PERANCANGAN TYPEFACE DENGAN METODE IKONOGRAFI Swaratama, Elfa; Achmad Zaki Yamani; Emmareta Fauziah
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Bahasa Rupa April 2020
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v3i2.518

Abstract

This article describes the typeface design method based on Dayak Iban tattoo. It uses iconographic theory from Erwin Panofsky and the evaluate it through a Likert survey on a scale of 1-5 using four aspects of assessment(similarity, uniqueness, readability, and legibility). Based on the iconographic analysis, this study categorizes Dayak tattoo motifs into three worlds, which are; The Upper World (Hornbill), Middle World (Tree of Life, Eggplant Flowers), and the Underworld (Dragon and Scorpion) will put on each letter anatomies. The evaluation stage found that the typeface has a 3.8 average level of uniqueness, readability, and legibility, although the level of similarity in this typeface with Dayak tattoo motifs needs to be increased again because of the score is just 3 of a maximum of 5.
Perancangan Media Edukasi Interaktif Berbasis Permainan untuk Pengenalan Huruf Anak Usia 4 hingga 5 Tahun Satya Hernawan, Jodi; Windy, Laurensius; Fauziah, Emmareta
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini 4–5 tahun berada pada masa perkembangan penting dalamkemampuan berbahasa, termasuk pengenalan huruf. Namun, banyak anak PAUD masih mengalami kesulitan mengenali bentuk dan bunyi huruf karena media belajar yang kurang menarik dan tidak sesuai gaya belajar anak. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang media edukasi interaktif berbasis permainan yang mendukung proses belajar mengenal huruf. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, anak, dan orang tua, serta studi literatur dan analisis produk sejenis. Hasil perancangan berupa board game edukatif yang menggabungkan balok huruf, kartu bergambar, dan papan permainan yang dirancang ramah anak. Berdasarkan uji coba, media ini meningkatkan minat dan keterlibatan anak dalam belajar huruf secara menyenangkan. Kesimpulannya, media ini efektif mendukung pengenalan huruf dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Kata kunci: belajar, media edukasi, pengenalan huruf, PAUD, permainan
Pemanfaatan Batok Kelapa sebagai Desain Kemasan Jenang Jaket Khas Banyumas Emmareta Fauziah; Krishnanda Raditya Mooduto; Rizna Eka Nursanti; Laurensius Windy Octanio Haryanto
Jurnal Desain Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v10i1.13241

Abstract

Kemasan merupakan daya tarik yang berperan penting dalam sebuah produk makanan. Masalah yang sering muncul pada usaha kecil menengah (UKM) oleh-oleh makanan di Kota Purwokerto adalah kemasan. Inovasi terhadap kemasan berdampak sangat signifikan bagi usaha oleh-oleh makanan contohnya besek yang digunakan untuk dodol Garut. Sejauh ini pemanfaatan batok kelapa sebagai kemasan jarang sekali dilakukan padahal material ini sangat berlimpah dan mudah ditemukan terutama di Purwokerto sama halnya dengan besek. Merancang kemasan makanan oleh-oleh yang inovatif untuk kemasan khas Banyumas yakni Jenang Jaket dirasa perlu dilakukan. Pemilihan material batok kelapa dalam perancangan kemasan juga didasari oleh salah satu bahan dasar Jenang Jaket yaitu gula kelapa asli. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi yang dilakukan berdasarkan sudut pandang penulis dengan metode kualitatif. Data yang dikumpulkan kemudian menjadi acuan dalam perancangan kemasan batok kelapa. Perancangan diawali dengan membuat moodboard produk, melakukan positioning terhadap produk, membuat sketsa desain dan hingga hasil akhir pada penelitian ini adalah berupa purwarupa (prototype) kemasan. Setelah diperoleh purwarupa disadari bahwa masih perlu adanya studi lebih lanjut mengenai desain kemasan yang dirancang untuk mengetahui secara aplikatif dampak terhadap peningkatan nilai produk tersebut.
Implementasi Dapur Bersih untuk Meningkatkan Higienitas Produk Gula Semut pada Sentra Produksi Tradisional Miftahol Arifin; Aiza Yudha Pratama; Alfin Hikmaturokhman; Gladi Pawestri Utami; Emmareta Fauziah
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 1 (2025): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i1.9393

Abstract

Sentra produksi gula semut tradisional di Desa Pernasidi, Banyumas, menghadapi tantangan serius terkait aspek higienitas produk. Lingkungan produksi yang terbuka dan minim sanitasi berdampak pada kualitas dan keamanan pangan, sehingga membatasi akses pasar, terutama ke ritel modern dan ekspor. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan standar kebersihan produksi melalui implementasi dapur bersih (clean kitchen) yang dirancang sesuai dengan prinsip sanitasi pangan dan efisiensi kerja. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, meliputi pelatihan mitra, pembangunan prototipe dapur bersih berbahan material lokal yang mudah dibersihkan, serta evaluasi dampak melalui uji visual dan organoleptik terhadap produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan dapur bersih mampu menurunkan kontaminasi silang, meningkatkan kualitas visual gula semut, dan mendapat respons positif dari pelaku UMKM dan stakeholder lokal. Selain itu, kegiatan ini juga memicu kesadaran pentingnya keamanan pangan di kalangan petani dan produsen. Kesimpulannya, intervensi dapur bersih berkontribusi signifikan dalam meningkatkan daya saing produk lokal dan merupakan langkah awal menuju sertifikasi halal dan PIRT. Ke depan, model ini dapat direplikasi ke wilayah sentra produksi lain dengan penyesuaian lok.