Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penyuluhan Penanggulangan Bencana Banjir Di Desa Padang Kecamatan Bintauna Manika, Helkim S. Laode; Mokodompit, Hafsia Khairun Nisa; Potabuga, Ridwan; Wullur, Varly Carnavale; Kaharu, Moh. Taufik; Duhi, Astrid Septriasa S.; Djalali, Widyawati; Paputungan, Yesa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana merupakan hal yang umum terjadi di dunia dan penyebabnya dapat berupa faktor alam, ulah manusia, teknologi, atau konflik antar kelompok manusia. Menurut WHO (world health organization), bencana merupakan setiap kejadian yang menyebabkan kerusakan, gangguan ekologis, hilangnya nyawa manusia, atau memburuknya derajat kesehatan atau pelayanan kesehatan pada skala tertentu yang memerlukan respon dari luar masyarak atatau wilayah yang terkena dampak. Tujuan kegiatan ini dilakukan Untuk memberikan pemahaman tentang cara mengurangi risiko bencana, memperbaiki koordinasi di tingkat lokal, dan memastikan masyarakat dapat menghadapi dampak banjir secara efektif. Penyuluhan ini dilakukan dengan metode ceramah dengan pemberian materi berupa presentasi melalui Power Point dan juga berupa Leaflet. Kegiatan ini dilakukan selama 2 jam yang bertempat di kantor desa padang kecamatan bintauna Hasil yang didapatkan setelah kegiatan penyuluhan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Padang Kecamatan Bintauna akan pentingnya pencegahan terjadinya bencana banjir musiman bagi seluruh warga. Kesimpulan masyarakat paham dalam menerapkan pola hidup sehat agar mencegah dampak bencana banjir dan tau cara penanggulangannya
Upaya Pencegahan Malnutrisi Pada Siswa – Siswi Kelas 5 SDN 4 Bilalang 1 Dengan Melakukan Edukasi Gizi Seimbang Fauzan, Moh Rizki; Sarman, Sarman; Dimkatni, Ni Wayan; Rumaf, Fachry; Sayariah, Novia Fitruatus; Mokodompit, Hafsia Khairunisa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6326

Abstract

Gizi seimbang merupakan asupan harian yang jenis dan jumalah zat gizinya sesuaia dengan kebutuhan tubuh. Pemenuhan asupan gizi tersebut juga harus memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan menjaga berat badan normal untuk mencegah terjadinya masalah gizi. Gizi seimbang sangat dibutuhkan oleh tubuh agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik terlebih anak sekolah. Gizi seimbang sangat dibutuhkan oleh anak sekolah untuk masa pertumbuhan akan tetapi kebanyakan anak sekolah belum mengetahui apa itu gizi seimbang. Tujuan dari edukasi ini adalah untuk memberikan pemahaman serta pengetahuan mengenai gizi seimbang. Metode yang digunakan dalam edukasi ini adalah metode ceramah serta menggunakan media powerpoint dan pembagian poster. Edukasi ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman yang pada akhirnya akan mempengaruhi sikap dan tindakan anak memperbaiki kebiasaan hidup sesuai dengan anjuran gizi seimbang dan mengetahui ukuran porsi makanan apa yang ada di piringku.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien Pasca Stroke dengan Kepatuhan Melakukan Tindakan Fisioterapi Akbar, Hairil; Sibua, Siska; Astuti, Widya; Gaib, Juritno Harmi; Mewengkang, Inggrit; Manika, Helkim Sarino Laode; Novitasari, Dalia; Mokodompit, Hafsia Khairun Nisa
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i6.1589

Abstract

Prevalensi stroke menurut data World Stroke Organization menunjukkan bahwa setiap tahunnya ada 13,7 juta kasus baru stroke, dan sekitar 5,5 juta kematian terjadi akibat penyakit stroke. Kasus stroke di RSU GMIM Kalooran Amurang dari tahun 2020 sebanyak 45 kasus di rawat inap dan 52 di rawat jalan, pada tahun 2021 sebanyak 50 kasus di rawat inap dan 63 terjadi di rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dan motivasi pasien pasca stroke dengan kepatuhan melakukan tindakan fisioterapi di RSU GMIM Kalooran Amurang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pasca stroke dalam melakukan tindakan fisio therapy di RSU GMIM Kalooran Amurang sebanyak 264 pasien dan jumlah sampel sebanyak 64 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu simpel random sampling. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan dukungan dengan nilai (p-value=0,022) dan motivasi pasien (p-value=0,001) dengan kepatuhan fisioterapi di RSU GMIM Kalooran Amurang.
Baby Gym Melatih Motorik Bayi Dari Usia 3-12 Bulan Di Kelurahan Mogolaing Kecamatan Kotamobagu Barat Mokodompit, Hafsia K.N; Gonibala, Alfiana P; Paputungan, Lastri; C. Katili, Nafila; Batadi, Destria R.; Mamonto, Chenita; A.Z Limo, Fadila; Komagian, Nopelia L.V
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan tumbuh kembang merupakan kegagalan untuk tumbuh dan berkembang Dimana  sebenarnya anak tersebut berkembang sesuai dengan usianya tetapi dalam prosesnya mengalangi keterlambatan, salah latu caranya adalah dengan Senam bayi atau baby gym merupakan suatu kumpulan permainan gerakan yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan, perkembangan, serta kemampuan motorik bayi secara optimal. Baby gym biasanyan dilakukan pada saat bayi berusia 3-12 bulan. Tujuan untuk mengetahui pengaruh baby gym terhadap tumbuh kembang bayi. Metode yang digunakan yaitu memberikan informasi mengenai baby gym kepada ibu-ibu yang memiliki bayi usia 3 sampai 12 bulan secara langsung dengan edukasi sekaligus mempraktekan tekniknya Kegiatan juga didukung dengan pemberian leaflet dan brosur yang berisi mengenai informasi dan gambar tentang melatih motorik bayi, Lokasi pelaksanaan di Mogolaing RT4 dan RT5  Kecamatan Kotambagu Barat setelah itu dilakukan pre-test dan post-test sebagai bahan evaluasi. Hasil Setelah dilakukan penyuluhan dan mempraktekan gerakan motoric secara langsung pada bayi ibu sudah bisa mempraktekan langsung dan sudah paham mengenai manfaat, tujuan, dan prosedur pelaksanaan termaksud tahap kerja melatih motoric pada bayi termaksud Manfaat melatih motoric pada bayi dapat melemaskan otot-otot bayi, memperlancar peredaran darah, hubungan saling percaya antara therapist dank lien, ungkapan kasih sayang dan keceriaan, kesimpulan untuk pengabdian ini diharapkan ibu dan bayi rajin datang ke posyandu untuk mengikuti pelayanan pemantauan perkembangan secara berkala sehingga dapat mendeteksi secara dini keterlambatan perkembangan motorik kasar, dan kepada bidan dan tenaga kesehatan lain  untuk memotivasi ibu atau keluarga untuk melakukan senam bayi.
Penyuluhan Mengenai Dampak Menghirup Lem Ehabond Pada Ramaja Di SMP 8 Kopandakan Kotamobagu Kuna, Moh. Rasyid; Gonibala, Alfiana P.; Mokodompit, Hafsia Khairunnisa; Dimkatni, Ni Wayan; Sugeha, Amanda P; Gonibala, Meita F.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6276

Abstract

Maraknya penyalahgunaan pengggunaan lem bermerek ehabond di kalangan pelajar menjadi salah satu fokus utama dalam upaya pencegahan di kalangan siswa. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan namun tantangan tetap besar. Siswa dihadapkan pada realitas bahwa penyalahgunaan lem ehabond dapat mengancam masa depan mereka juga  menjangkau  aspek  mental dan social, Ajakan dari teman-teman atau tekanan kelompok dapat  mempengaruhi keputusan siswa, terutama di usia remaja. Tujuan dilakukan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang dampak dari penggunaan lem ehabond. Metode penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk sesi interaktif, ceramah dan tanya jawab, dan materi penyuluhan disesuaikan dengan usia dan kebutuhan para pelajar. Adapun tahap dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan meliputi tiga tahap yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2025 dengan sasaran kegiatan adalah pelajar SMP Negeri 8 Kopandakan, Kotamobagu Selatan. Hasil Setelah dilakukan penyuluhan Lem Ehabond sangat meningkat, dari 5% responden dengan pengetahuan baik menjadi 80% setelah diberikan penyuluhan. Peningkatan pengetahuan tentang penggunaan Lem Ehabond membantu pelajar untuk mengenali dan menghindari situasi berisiko yang dapat mengarah pada penyalahgunaan menghirup Lem Ehabond. Kesimpulan menunjukkan hasil yang positif. Pengawasan dan edukasi tentang bahaya menghirup Lem Ehabond di sekolah ini telah berjalan dengan baik, tetapi tetap diperlukan edukasi tambahan untuk memperluas pemahaman siswa mengenai bahaya Menghirup Lem Ehabond. Dengan demikian, diharapkan pemahaman yang lebih mendalam ini dapat mencegah siswa mencoba menggunakan Lem Ehabond.
Edukasi Gizi Seimbang Untuk Kesehatan Reproduksi Remaja : Membangun Generasi Sehat di Usia Dini Mokodompit, Hafsia Khairun Nisa; Akbar, Hairil; Manika, Helkim Sarino Laode; Turang, Rivaldo; Amboy, Anggun Suci Rahmadani; Mamonto, Alya A; Widodo, Fauzia Maulidta Nurul Aini; Mamonto, Fisca Adelya; Mamonto, Nadia; Da’aliuwa, Zivana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.657

Abstract

egiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan model edukasi gizi seimbang yang berfokus pada peningkatan pemahaman remaja mengenai pentingnya pola makan sehat dalam mendukung kesehatan reproduksi. Masa remaja merupakan masa yang penting diperhatikan karena merupakan masa transisi antara masa anak-anak dan dewasa. Gizi seimbang pada masa ini sangat menentukan kematangan mereka di masa depan. Seperti halnya pada remaja perempuan harus memperhatikan asupan makanan karena akan menjadi calon ibu yang akan melahirkan generasi penerus yang lebih baik. Kebutuhan anak laki-laki dan perempuan berbeda. Anak laki-laki banyak melakukan aktivitas fisik sehingga membutuhkan energi. Sedangkan, perempuan mengalami haid sehingga banyak memerlukan protein dan zat gizi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMP 2 Kotamobagu pada remaja putra dan putri kelas VII dengan memberikan pengarahan pentingnya gizi seimbang pada remaja, manfaat gizi seimbang, macam macam gizi seimbang bagi kesehatan reproduksi remaja. Hasil yang diharapkan pada pengabdian ini adalah remaja dapat merubah perilaku dan pola pikir cara mengkonsumsi makanan dengan melihat kebutuhan gizi yang seimbang untuk persiapan kematangan kesehatan reproduksi, serta menghasilkan luaran modul tentang pentingnya edukasi gizi seimbang bagi remaja.
Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik serta Pengelolaan Sampah Yang Tepat di SDN Lolayan Imban, Putri Natasya; Mokodompit, Diva; Akbar, Hairil; Mokodompit, Hafsia Khairun Nisa; Amir, Echa Effendy Siswanto; Astuti, Windi; Bandu, Jumiati; Saleh, Husna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.718

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan edukasi tentang pemilahan sampah organik dan anorganik serta pengelolaan sampah yang tepat di Sekolah Dasar Negeri Desa Lolayan. Sampah merupakan benda-benda yang sudah tidak digunakan atau tidak terpakai oleh pemiliknya. Berdasarkan sifatnya, sampah dibagi menjadi dua yaitu sampah organik yang mudah terurai oleh mikroorganisme dan sampah anorganik yang sulit terurai serta membutuhkan waktu lama dalam proses penguraian. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan kuis yang melibatkan siswa-siswi sekolah dasar Desa Lolayan. Materi mencakup pengertian sampah organik dan anorganik, cara pemilahan sampah, manfaat pemilahan sampah, serta cara pengelolaan sampah daur ulang menjadi benda bermanfaat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa-siswi dapat memahami cara memilah sampah dan memanfaatkan sampah yang dapat didaur ulang menjadi benda bermanfaat. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini adalah dukungan pihak sekolah, antusiasme peserta, serta kerja sama antara tim pelaksana dan guru. Kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk kesadaran dan perilaku hidup bersih di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, edukasi pemilahan sampah ini menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan minim sampah di sekolah dasar.
Penerapan Pijat pada Bayi untuk Menstimulasi Motorik Kasar dan Halus di Desa Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Mokodompit, Hafsia K N; Mokodompit, Ghea O S; Bango, Amelia P; Binol, Cindi R; Bilangan, Siti M
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.838

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan Pijat Pada Bayi Untuk Menstimulasi Motorik Kasar Dan Halus Di Desa Lolayan Kabupaten BolaangMongondow. Pijat bayi dapat memberikan stimulasi perkembangan motorik kasar bayi, yaitu bagian dari aktifitas motorik yang melibatkan ketrampilan otot-otot besar atau kasar. Kemampuan menggunakan otot-otot besar bagi bayi merupakan kemampuan gerak dasar. Masa depan suatu bangsa tergantung pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tahun-tahun pertama kehidupan, terutama periode sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun merupakan periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Usia 5 bulan berat badan anak 2 kali lipat berat badan lahir dan usia 1 tahun sudah 3 kali berat badan saat lahir. Sedangkan untuk panjang badannya pada 1 tahun sudah satu setengah kali panjang badan saat lahir. Menurut Soetjoningsih perkembangan merupakan periode penting dalam kehidupan anak khususnya setelah melewati masa perkembangan sangat pesat. Pada usia 3 tahun, usia ini merupakan batas telah melewati perkembangan. Setelah masa ini, perkembangan akan berlangsung secara contoniue, maka perlu dilakukan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan seorang anak usia 3 tahun agar cepat terdeteksi gangguan perkembangannya untuk landasan perkembangan selanjutnya
Penerapan Pemijatan Loving Baby Massage terhadap Meningkatkan Pertumbuhan dan Meningkatkan Pola Tidur pada Balita di Desa Mengkang Mokodompit, Hafsia K N; Bonde, Avitra; Makalalag, Rizty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.839

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan pemijatan Loving Baby Massage untuk meningkatkan pertumbuhan dan pola tidur di Desa Mengkang. Pijat bayi atau balita merupakan pengungkapan rasa kasih sayang antara orang tua dengan anak lewat sentuhan pada kulit. Sentuhan dan pelakuan seseorang ibu merupakan kebutuhan dasar bagi bayi, balita maupun anak-anak. Sentuhan yang dihadirkan dalam pijatan-pijatan lembut merupakan sebuah stimulasi yang penting dalam tumbuh kembang anak. Pijat adalah terapi sentuhan tertua yang dikenal manusia. Materi mencangkup pengertian pemijatan dan komprementer, pertumbuhan pada balita, tujuan dan manfaat. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan berat badan balita dan pengetahuan ibu terkait pemijatan serta pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak. Partisipasi aktif bertanya dan  mampu menerapkan pijat sesuai SOP. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan meliputi dukungan kelompok, antusiasme ibu balita, dan tersedianya media edukasi. Kegiatan ini membentuk model epidemiologi sosial untuk penerapan pijat, menekankan peran orang tua dalam menerapkan sentuhan kasih sayang melalui pijat. Kesimpulannya, penerapan pijat Loving Baby Massage  untuk meningkatkan tumbuh kembang dan pola tidur pada balita serta menambah pengetahuan orang tua terhadap tumbuh kembang anak melalui pemijatan.