Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

TRANSFORMASI PRAKTIK BAHASA DALAM BUDAYA DIGITAL: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK PADA MEDIA SOSIAL MASYARAKAT BUGIS: TRANSFORMATION OF LANGUAGE PRACTICES IN DIGITAL CULTURE: AN ANTHROPOLINGUISTIC STUDY OF BUGIS SOCIAL MEDIA Muhammad Musawir; Adilah Sabir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.4898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi praktik bahasa Bugis dalam budaya digital melalui pendekatan Antropolinguistik. Fokus penelitian meliputi bentuk transformasi bahasa, makna budaya yang terkandung, serta implikasinya terhadap identitas digital masyarakat Bugis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif digital, dokumentasi, dan pencatatan kontekstual pada platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, pengodean, analisis kontekstual, dan interpretasi antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi praktik bahasa Bugis dalam media sosial ditandai oleh enam temuan utama, yaitu (1) munculnya campur kode dan hibriditas bahasa, (2) simplifikasi struktur bahasa, (3) pergeseran norma kesantunan, (4) penggunaan simbol digital sebagai bagian dari komunikasi multimodal, (5) fungsi bahasa sebagai representasi identitas digital, dan (6) pengaruh konteks komunikasi terhadap pilihan bahasa. Temuan ini mengindikasikan bahwa bahasa Bugis tidak mengalami kemunduran, melainkan beradaptasi secara dinamis dalam menghadapi perubahan teknologi dan budaya. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian antropolinguistik dalam konteks digital dengan menegaskan bahwa bahasa merupakan praktik budaya yang terus mengalami transformasi. Secara praktis, penelitian ini memberikan dasar bagi upaya pelestarian bahasa Bugis melalui pemanfaatan media sosial sebagai ruang baru bagi praktik bahasa.
REKONSTRUKSI IDENTITAS BUDAYA MELALUI BAHASA DI MEDIA SOSIAL: PERSPEKTIF ANTROPOLINGUISTIK: RECONSTRUCTION OF CULTURAL IDENTITY THROUGH LANGUAGE IN SOCIAL MEDIA: AN ANTHROPOLINGUISTIC PERSPECTIVE Muhammad Musawir; Adilah Sabir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.4899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi identitas budaya melalui praktik bahasa di media sosial dalam perspektif Antropolinguistik. Fokus penelitian meliputi bentuk-bentuk rekonstruksi identitas, strategi linguistik yang digunakan, serta makna budaya yang terkandung dalam praktik bahasa digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif digital, dokumentasi, dan pencatatan kontekstual pada platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, pengodean, analisis wacana digital, dan interpretasi antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi identitas budaya dalam media sosial ditandai oleh lima temuan utama, yaitu (1) penggunaan bahasa lokal sebagai penanda identitas budaya, (2) strategi campur kode sebagai bentuk negosiasi identitas, (3) performativitas bahasa dalam konstruksi identitas digital, (4) penggunaan simbol digital dalam representasi identitas, dan (5) pengaruh konteks komunikasi terhadap praktik bahasa. Temuan ini mengindikasikan bahwa identitas budaya dalam era digital bersifat dinamis, kontekstual, dan terus direkonstruksi melalui praktik bahasa yang adaptif. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian antropolinguistik dengan memperluas analisis bahasa sebagai praktik budaya ke ranah digital. Secara praktis, penelitian ini memberikan dasar bagi upaya pelestarian identitas budaya melalui pemanfaatan media sosial sebagai ruang strategis untuk reproduksi dan representasi budaya.
LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS): DIGITAL LITERACY IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING TO IMPROVE HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) Adilah Sabir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.4955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain quasi-experimental pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran berbasis literasi digital dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes HOTS, observasi, angket literasi digital, dan wawancara. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji t dan N-gain, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan HOTS yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol, dengan nilai N-gain berada pada kategori sedang. Selain itu, hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa integrasi literasi digital meningkatkan keterlibatan peserta didik, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan dalam mengevaluasi dan memproduksi informasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital berperan strategis dalam mentransformasi pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih kontekstual dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan model pembelajaran berbasis literasi digital untuk meningkatkan HOTS secara berkelanjutan.
INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM ASESMEN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA: PELUANG DAN TANTANGAN: INTEGRATION OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING ASSESSMENT: OPPORTUNITIES AND CHALLENGES Adilah Sabir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.4956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peluang dan tantangan integrasi Artificial Intelligence dalam asesmen pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif-deskriptif yang melibatkan guru Bahasa Indonesia sebagai partisipan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI memberikan peluang signifikan dalam meningkatkan efisiensi penilaian, personalisasi asesmen, serta penyediaan umpan balik yang cepat dan adaptif. Selain itu, AI berpotensi mendukung pengembangan asesmen berbasis data yang mampu mengidentifikasi kesulitan belajar siswa secara lebih spesifik. Namun demikian, implementasi AI juga menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan literasi digital guru, isu validitas dan reliabilitas penilaian, serta persoalan etika seperti bias algoritma dan perlindungan data. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi AI dalam asesmen pembelajaran Bahasa Indonesia memerlukan pendekatan yang holistik, termasuk penguatan kompetensi guru, pengembangan model asesmen hibrida, serta dukungan kebijakan yang memadai. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian asesmen berbasis teknologi serta memberikan implikasi praktis bagi inovasi pembelajaran di era digital.
PELATIHAN DASAR EDITING VIDEO DENGAN CAPCUT SEBAGAI PENDUKUNG PROJECT VIDEO PERCAKAPAN BAHASA MANDARIN BERTEMA INDUSTRI PERHOTELAN Andi Bulqis Safirah; Ainun Bashirah Syam; Nurul Izzah; Adilah Sabir
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan media audio visual sebagai sarana pembelajaran bahasa yang lebih interaktif dan kreatif. Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Mandarin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan berbahasa, tetapi juga kemampuan memproduksi media pembelajaran berbasis digital. Salah satu bentuk media yang dapat dikembangkan adalah video percakapan bahasa Mandarin yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk pada bidang industri perhotelan. Namun demikian, sebagian mahasiswa masih memiliki keterbatasan dalam keterampilan dasar pengeditan video menggunakan aplikasi digital. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dasar penggunaan aplikasi CapCut kepada mahasiswa sebagai pendukung pembuatan proyek video percakapan bahasa Mandarin. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap sosialisasi, pelatihan praktik, dan pendampingan pembuatan video. Materi pelatihan meliputi pengenalan antarmuka aplikasi CapCut, teknik mengimpor video, menggabungkan dan memotong klip, menambahkan teks dan audio, serta penggunaan filter untuk memperbaiki kualitas visual video. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami fitur dasar CapCut dan menerapkannya dalam pembuatan video percakapan sederhana bertema industri perhotelan. Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dalam pengeditan video, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengembangkan media pembelajaran bahasa Mandarin berbasis audio visual sebagai persiapan proyek akhir perkuliahan.
PEMBALIKAN MORAL DALAM ANIMASI SATIRIS INSTAGRAM: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH Sri Mulyani R; Adilah Sabir
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84706

Abstract

Penelitian berjudul ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pembalikan moral dalam animasi satiris Instagram berdasarkan teori Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Terkait dengan tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena data yang dianalisis berupa dialog animasi satiris yang menampilkan karakter setan dan malaikat pada empat unggahan Instagram @colil___ yang bersifat publik. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan transkripsi, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang mencakup dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial-budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk pembalikan moral dalam animasi satiris Instagram, yaitu (1) pembalikan moral antara setan dan pemerintah, (2) pembalikan moral antara setan dan manusia, serta (3) pembalikan moral antara setan dan malaikat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa animasi satiris Instagram menjadi media kritik digital terhadap pemerintah melalui pembalikan moral.
ANALISIS BUTIR SOAL HOTS PADA ASESMEN BAHASA INDONESIA DI PERGURUAN TINGGI Adilah Sabir; Sri Mulyani
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84147

Abstract

Analisis Butir Soal HOTS pada Asesmen Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kognitif butir soal berdasarkan kategori Higher Order Thinking Skills (HOTS), menganalisis kualitas butir soal berdasarkan parameter Teori Tes Klasik, serta mendeskripsikan kesesuaian antara klaim HOTS dan kualitas empiris soal pada asesmen Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan analisis kualitatif dalam desain deskriptif evaluatif. Data berupa 40 butir soal dan respons mahasiswa dianalisis melalui klasifikasi kognitif berdasarkan taksonomi Bloom revisi serta analisis statistik meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas, dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 35% butir soal yang termasuk kategori HOTS (C4–C5) dan tidak ditemukan soal pada level kreasi (C6). Secara empiris, 45% soal berada pada kategori tingkat kesukaran sedang, namun 55% butir memiliki daya pembeda rendah hingga sangat rendah. Sebanyak 65% butir soal dinyatakan valid dengan reliabilitas tes sebesar 0,72 (kategori tinggi). Analisis integratif menunjukkan bahwa hanya 42,8% soal HOTS yang memiliki kualitas baik, sementara sisanya tergolong “HOTS semu”. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kualitas asesmen HOTS memerlukan validitas ganda, yaitu kesesuaian kognitif dan kualitas empiris, agar mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi secara akurat.