Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PROFIL PROTEIN PADA TAHAP PERKEMBANGAN BUAH KACANG TANAH (Arachis hypogaea (L.) Sulistiono Sulistiono; Issirep Sumardi; Azis Purwantoro
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Perkembangan buah kacang tanah hanya terjadi di dalam tanah. Organ yang membawa buah masuk ke dalam tanah adalah ginofor yang terbentuk setelah fertilisasi terjadi. Apabila buah tidak masuk ke dalam tanah maka, embrio, biji dan buah kacang tanah tidak dapat berkembang. Setiap tahap dari perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh protein spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil protein pada setiap tahap perkembangan buah kacang tanah. Analisis profil protein dilakukan pada beberapa tahap perkembangan buah yaitu pada umur 0, 4, 6, 15, 18 dan 23 hari setelah anthesis (hsa), baik pada buah yang berkembang (masuk ke dalam tanah) maupun tidak berkembang (tidak masuk ke dalam tanah), serta akar, batang dan daun menggunakan   metode SDS-PAGE (sodium dodecyl sulphate-polyacrylamide gel electrophoresis).  Profil protein pada buah berbeda dengan profil protein pada akar, batang dan daun. Protein dengan berat molekul 124 kDa kemungkinan berperan dalam mengontrol perkembangan buah kacang tanah.   Kata kunci: Arachis hypogaea, profil protein, perkembangan buah
RESPON Solanum melongena TERHADAP PAPARAN NaCl PADA FASE PERKECAMBAHAN Agus Muji Santoso; Sulistiono Sulistiono; Maria Ulfa; Nurul Widayati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Respon perkecambahan yang berbeda pada tiap tanaman pangan merupakan fase krusial tanaman dalam merespon kondisi margin lingkungannya, termasuk kondisi berkadar garam. Kajian untuk mengetahui respon Solanum melongena pada fase perkecambahan terhadap paparan NaCl telah dilakukan dalam penelitian ini. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Botani, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Februari-Maret 2012, dengan desain RAL.  Paparan NaCl diberikan pada konsentrasi 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, dan 20% dan data diambil pada 13 hst secara destruktif untuk diamati dan dianalisis dengan Anova One Way dilanjutkan uji Duncan 5%. Biji koleksi ditanam pada media liat berpasir steril dan disiram tiap 2 hari sekali (50 mL/ pot), pada suhu 27-28OC, 4000-6000 lux, v-angin 0-1 m/s. Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kecepatan perkecambahan tertinggi pada perlakuan % dan terendah pada 20%; (2) semua perlakuan tidak berpengaruh signifikan terhadap panjang hipokotil, akar primer, dan biomassa kecambah; (3) rata-rata kecepatan pertumbuhan kecambah optimal pada perlakuan 5%; (4) tipe perkecambahan epigeal; (5) testa terangkat jelas dari media pada umur 3-5 hst; (6) warna kotiledon hijau dan hipokotil putih terang pada umur 13 hst pada semua perlakuan; (7) arah tumbuh erectus, tegar, kotiledon terbuka sempurna dan opposita.   Kata kunci: Solanum melongena, perkecambahan, NaCl.
KEPADATAN DAN STRATIFIKASI KOMPOSISI SUMBER DAYA IKAN DEMERSAL DI LAUT CINA SELATAN (WPP – NRI 711) Robet Perangin Angin; Sulistiono Sulistiono; Rahmat Kurnia; Achmad Fahrudin; Ali Suman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.848 KB) | DOI: 10.15578/jppi.22.3.2016.161-172

Abstract

Informasi distribusi kepadatan stok dan komposisi ikan demersal sangat penting untuk diketahui sebagai bahan masukan guna keberhasilan pengelolaan perikanan. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui komposisi, kepadatan stok dan sebaran sumber daya ikan demersal di Laut Cina Selatan. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai Juni 2015 dengan menggunakan scientific echosounder BIOSONICS DT-X dan frekuensi 120 KHz. Untuk verifikasi data akustik terutama komposisi jenis dilakukan pengoperasian trawl. Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis ikan demersal di Laut Cina Selatan meliputi 147 spesies dari 55 famili. Stratifikasi komposisi dikedalaman 20-30 m, 30-40 m, 40-50 m, 50-60 m, dan 60-70 m masing masing didominasi oleh ikan dari famili Leiognathidae, Lutjanidae, Nemipteridae, Tetraodontidae, dan Serranidae. Estimasi kepadatan stok sumber daya ikan demersal di Laut Cina Selatan berkisar antara 0,16 – 2,85 ton/km2 dengan rata-rata kepadatan 1,05 ton/km2. Information about density distribution and composition of demersal fish stocks is very important to be known as an input for the success of fisheries management. Current research aimed to determine the composition, stock density and distribution of demersal fish resources in the South China Sea. The research was conducted in May to June 2015 using scientific echosounder BIOSONICS DT-X and frequency of 120 KHz. Trawler sampling was done to verify the acoustic data, especially for species composition. The results show that the species composition of demersal fish in the South China Sea consisted of 147 species of 55 families. The stratification of the composition at the respective depth of 20-30 m, 30-40 m, 40-50 m, 50-60 m and 60-70 m, were dominated by fish families of Leiognathidae, Lutjanidae, Nemipteridae, Tetraodontidae, and Serranidae. The estimated stock density of demersal fish resources in the South China Sea ranged from 0.16 to 2.85 tonnes/km2 with the average of 1.05 tonnes / km2.     
Grand Watudodol Underwater Coastal Cleanup Sulistiono Sulistiono; Diah Etika Maharatih Setiarina; Nadya Adharani; Megandhi Gusti Wardhana
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 2, No 1 (2018): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v2i1.35162

Abstract

Pantai Grand Watudodol Banyuwangi memiliki potensi alami yaitu terumbu karang dan biota-biota asosiasnya yang masih cukup bagus. Keindahan pemandangan taman bawah laut tersebut harus dijaga dari berbagai jenis sampah. Sampah-sampah yang ada di terumbu karang Grand Watudodol berasal dari sampah-sampah yang hanyut dari sungai terbawa ke muara sampai ke pantai. Untuk menjaga kebersihan terumbu karang maka masyarakat sekitar pantai harus menjaga kebersihan pantai Grand Watudodol secara rutin agar dapat  memuaskan wisatawan. Tahapan-tahapan Grand Watudodol underwater coasatal cleanup yaitu dengan membagi tiga area yaitu area yang terendam air, area yang berbatasan dengan air dan area yang sama sekali tidak terendah air. Hasi bersih pantai didapatkan sampah organik dan sampah anorganik yang sebagian besar adalah kiriman dari luar bukan dari wisatawan pantai tersebut.
PEMANFAATAN GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM) PADA MANAJEMEN BUKA TUTUP PERLINTASAN KERETA API Yani Sugiyani; Dwi Bayu Rendra; Sulistiono Sulistiono
PROSISKO: Jurnal Pengembangan Riset dan Observasi Sistem Komputer Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.376 KB)

Abstract

Teknologi Informasi merupakan sebuah fasilitas yang dapat diterapkan disegala bidang. Salah satu contoh teknologi informasi yang sudah dirasakan manfaatnya adalah  GIS (Geographic Information System) sebagai pengolahan citra bagi pemetaan. Permasalahan gerbang perlintasan kereta Api sudah menjadi dilema bagi masyarakat dimana jadwal kedatangan kereta dengan penutupan gerbang perlintasan tidak sesuai sehingga sudah banyak korban yang meninggal dikarenakan ketidak sesuaian jadwal. Dengan memanfaatan teknologi GIS diharapkan masyarakat juga dapat mengetahui kedatangan kereta api sehingga kecelakaan dapat dihindari. Metode yang digunakan dengan pemanfaatan pencitraan peta kedatangan kereta api. Dengan menempatkan alat detector (alat pelacak) serupa navigasi maka akan terlacak kedatangan kereta api. Sehingga pada jarak kedatangan kereta api dapat di antisipasi waktu penutupan perlintasan kereta api. Selain untuk menghindari kecelakaan juga untuk menghindari kemacetan panjang di jalur perlintasan kereta api karena terlalu lamanya pintu perlintasan kereta api tertutup. Diharapkan dengan pemanfaatan GIS pada pintu perlintasan kereta Api, dapat meminimalisir kecelakaan dan kemacetan yang diakibatkan kurang antisipasinya kedatangan kereta Api
The Potential of Ecotourism Development in Water Reservation Area of Mahseer (Tor spp.) in Bungo Regency of Jambi, Indonesia Muhammad Atma Aditya; Fredinan Yulianda; Sulistiono Sulistiono
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

River waters in Bungo Regency are the habitat of mahseer (Tor spp.), which has a potential for ecotourism development. This study aimed to examine the potential of mahseer resources as the main commodity in river ecotourism development. The study was conducted at the Lubuk Alay water reservation area in October 2019. Observations were made for water quality (temperature, depth, transparency, TSS, pH, DO, nitrate, and total phosphate) and general tourism conditions in the region. The analysis was carried out on the river tourism suitability index (TSI), carrying capacity, and management strategies. Based on the observations, the water quality was generally in good condition and suitable for ecotourism requirements. Types of suitable activities for river ecotourism consisted of relaxing sitting-in (TSI 2.08 – 2.45, suitable) with a carrying capacity of 149 persons/day and playing water (TSI 2.35 – 2.45, suitable) with a carrying capacity of 2194 person/day. The management strategies for developing river ecotourism covered the classification of zones in the Lubuk Beringin, ecotourism development in accordance with the existing potential, coordination between the government and public for ecotourism development, and development of ecotourism through improving facilities and infrastructure.Keywords: Carrying capacity, conservation, river ecotourism.
Keragaman ikan di Danau Cala, Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan Jifi Abu Ammar; Mohammad Mukhlis Kamal; Sulistiono .
Depik Vol 3, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.367 KB) | DOI: 10.13170/depik.3.3.2147

Abstract

The aim of his studi was to evaluate the fish fauna in Danau Cala in dry season, transition season, and the tide season. The survey was conducted 3 times on July 2013, October 2013 and January 2014 as representative of dry, transition and tide seasons. The fish sampling was conducted by gillnets and fish traps. A total of 35 fish species were recorded during the study; 23 species in dry season, it was dominated by tembakang fish (Helostoma temminckii) from family Helosmatidae, Sepat siam fish(Trichogaster pectoralis) from Belontiidae family, and snakehead fish (Channa striata) of Channidae family. A total of 16 species were recorded on transitional seasons where baung fish (Hemibagrus nemurus) of the family Bagridae, and seluang fish (Rasbora sp) of the family Cyprinidae were predominant. In addition, 15 fish species were recorded on tide season which was dominated by baung fish (Hemibagrus nemurus) and tendon fish (Mystus sabanus) of family Bagridae
Karakteristik morfologi teritip spons Indonesia Sulistiono .; Mujizat Kawaroe; Hawis Madduppa; Romanus Edy Prabowo
Depik Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.137 KB) | DOI: 10.13170/depik.3.2.1553

Abstract

Abstract. Research on the sponge barnacle of Indonesia is very rare, and this study is aimed to describe the morphological characteristics of sponge barnacles and their specific relationship with their sponge host species. This research was a survey and sponge samples were collected by tearing apart any available sponge found in three sampling locations, typically coral reef areas of Weh Island, Seribu Islands, and Karimunjawa Islands. Sponge barnacles contained in sponge samples were observed using stereo microscope and scanning electron microscope, and species identification was determined based on the morphological description of Darwin (1854), Pilsbry (1916), Martin dan Davis (2001), and Kolbasov (1993). Four species of sponge barnacles were found consisting of Acasta cyathus, Acasta fenestrata, Euacasta dofleini, and Membranobalanus longirostrum. Specific relationships of barnacle and its sponge host were found between Euacasta dofleini and Haliclona sp. and between Membranobalanus longirostrum and Suberites sp. respectively. Keywords : sponge; barnacle; acasta; membranobalanus; biodiversityAbstrak. Penelitian teritip spons Indonesia jarang dilakukan sejak kelompok ini pertama kali dideskripsikan hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakter morfologi teritip spons Indonesia dan untuk mengkaji hubungan spesies spesifik teritip terhadap spons. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilaksanakan sejak Oktober sampai Desember 2012 di tiga lokasi yaitu Pulau Weh, Kepulauan Seribu, dan Kepulauan Karimunjawa. Metode penelitian menggunakan metode survei dan titik pengambilan sampel dipilih berdasarkan keberadaan spons. Sampel diamati menggunakan mikroskop stereo dan mikroskop elektron kemudian diidentifikasi berdasarkan deskripsi Darwin (1854), Pilsbry (1916), Martin dan Davis (2001), dan Kolbasov (1993). Hasil penelitian didapatkan empat spesies teritip spons yaitu Acasta cyathus, A. fenestrata, Euacasta dofleini, dan Membranobalanus longirostrum. Terdapat hubungan spesies spesifik antara teritip dan spons inang yaitu antara teritip E. dofleini dan spons Haliclona sp. dan antara teritip M. longirostrum dan spons Suberites sp. Kata kunci : teritip; spons; acasta; membranobalanus; biodiversitas
Aquatic environmental characteristic of Singkil Swamp Wildlife Reserve in Aceh Singkil Regency Nur Rohim; Sulistiono Sulistiono; Fredinan Yulianda
Depik Vol 11, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.077 KB) | DOI: 10.13170/depik.11.1.22863

Abstract

 Singkil Swamp Wildlife Reserve is a peat swamp ecosystem located in Aceh Singkil Regency, Aceh Province. Peat swamp ecosystem has an important function in protecting and balancing water systems, carbon stocks and biodiversity conservation. However, information on the characteristics of the waters of this ecosystem is still not widely known, especially in the area of utilization that is influenced by community activities. This study aims to determine the aquatic environmental characteristics of the Singkil Swamp Wildlife Reserve utilization area covering the physical and chemical parameters of the water and the relationship among those parameters. Sampling was carried out through field observations both in-situ and ex-situ at 5 stations for 3 months (April-June 2021). Observations were made on water quality parameters namely temperature, transparency, depth, current, colour, salinity, water smell, pH, DO, TDS, TSS, conductivity, phosphate and nitrate. Analysis of the data was conducted, namely correlation analysis, PCA (Principal Component Analysis) and CA (Cluster Analysis). The water color was black and the pH was acidic, that is a characteristic of the swamp waters. The results of the measurement of water quality parameters indicate that TDS (13-44 mg/l), TSS (9-236 mg/l), total phosphate (0.01-2.14 mg/l), and nitrate (0.5-25.7 mg/l) were suitable for freshwater aquaculture to support fishery reserve. Based on the clustering of those stations, 5 observation stations were grouped into two different groups, namely cluster 1 with the number of observation stations of 2 stations (Stations 1 and 2) and cluster 2 with the number of observation stations of 3 stations (3, 4 and 5). The parameter values of total phosphate, pH, DO, and nitrate in cluster 1 tend were higher than in cluster 2.Keywords:Peat swampFreshwaterWater quality
Karakteristik morfologi teritip spons Indonesia Sulistiono .; Mujizat Kawaroe; Hawis Madduppa; Romanus Edy Prabowo
Depik Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.2.1553

Abstract

Abstract. Research on the sponge barnacle of Indonesia is very rare, and this study is aimed to describe the morphological characteristics of sponge barnacles and their specific relationship with their sponge host species. This research was a survey and sponge samples were collected by tearing apart any available sponge found in three sampling locations, typically coral reef areas of Weh Island, Seribu Islands, and Karimunjawa Islands. Sponge barnacles contained in sponge samples were observed using stereo microscope and scanning electron microscope, and species identification was determined based on the morphological description of Darwin (1854), Pilsbry (1916), Martin dan Davis (2001), and Kolbasov (1993). Four species of sponge barnacles were found consisting of Acasta cyathus, Acasta fenestrata, Euacasta dofleini, and Membranobalanus longirostrum. Specific relationships of barnacle and its sponge host were found between Euacasta dofleini and Haliclona sp. and between Membranobalanus longirostrum and Suberites sp. respectively. Keywords : sponge; barnacle; acasta; membranobalanus; biodiversityAbstrak. Penelitian teritip spons Indonesia jarang dilakukan sejak kelompok ini pertama kali dideskripsikan hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakter morfologi teritip spons Indonesia dan untuk mengkaji hubungan spesies spesifik teritip terhadap spons. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilaksanakan sejak Oktober sampai Desember 2012 di tiga lokasi yaitu Pulau Weh, Kepulauan Seribu, dan Kepulauan Karimunjawa. Metode penelitian menggunakan metode survei dan titik pengambilan sampel dipilih berdasarkan keberadaan spons. Sampel diamati menggunakan mikroskop stereo dan mikroskop elektron kemudian diidentifikasi berdasarkan deskripsi Darwin (1854), Pilsbry (1916), Martin dan Davis (2001), dan Kolbasov (1993). Hasil penelitian didapatkan empat spesies teritip spons yaitu Acasta cyathus, A. fenestrata, Euacasta dofleini, dan Membranobalanus longirostrum. Terdapat hubungan spesies spesifik antara teritip dan spons inang yaitu antara teritip E. dofleini dan spons Haliclona sp. dan antara teritip M. longirostrum dan spons Suberites sp. Kata kunci : teritip; spons; acasta; membranobalanus; biodiversitas
Co-Authors . Arisyono . Muslihuddin . Sudarmanto ., Carissa A. Furkon Abubakar, Salma Achmad Fahrudin Agus Muji Santoso Agustinus M Samosir Ahmad Zahid Akhmad Firmansyah Aldi Chandra Khoncara Ali Mashar Ali Suman Anang Najamuddin Andi Chadijah Aris Darmansah Azis Purwantoro Bahroin Tampubolon C.P. Simanjuntak Chadijah, Andi Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Citra Sari D.S. Sjafei Diah Etika Maharatih Setiarina Dian Herawati Djadja S . Sjafei Djamar Tumpal F. Lumbanbatu Dwi Ari Budi Retnani Dwi Bayu Rendra Eddy Supriyono Endah Purnamawati Erna Wigati Ertika Noviani Etty Riani F.Y. Tantu Fadly Y Tantu Faleh Setia Budi Fredinan Yulianda G.S. Haryani Gadis Sri Haryani Happy Widyarini Hawis H Madduppa Isdradjad Setyobudiandi Isdrajad Setyobudiandi Ismail Ismail Isnugroho, Endro Issirep Sumardi Jack Mamangke Jifi Abu Ammar Joko Purnomo Kurniawati H Ekosafitri Lilik Rodiana M F Rahardjo M Nursid M. Brodjo M. M. Kamal M. Robiyanto M.M. Kamal Ma’arif, Roisul Maria Ulfa Megandhi Gusti Wardhana Mennofatria Boer Mita Ory Pakarti Mohammad Mukhlis Kamal Muhammad Atma Aditya Muhammad Fadjar Rahardjo Muhammad Ichsan Ismail Muhammad Raihan Pambudi Muhammad Salman MUJIZAT KAWAROE Murniarti Brodjo Murniarti Brojo Muslihuddin . Muslihuddin . Nadya Adharani Nica Cah yani Nida Urrahma Hidayati Niken T.M. Pratiwi Nur Rohim Nurlisa Alias Butet Nurul Widayati Perangin-angin, Robet R F . Kaswadji R F Kaswadji R. Affandi Rahmat Kurnia Resna Handayani RIDWAN AFFANDI Risa Tiuria Rizqan Khairan Munandar Roisul Ma’arif Romanus Edy Prabowo Rugaya H. Serosero S. Refiani S.H. Nasution Salma Abubakar Santoso . Selia Hermawati Sigid Hariyadi Siti Sofiah Sonja Kleinertz Subiyanto . Susilo Budi Winarno Suzana Refiani Suzana Refiani Taufik Fakih Hakiki Thomas Nugroho Tuti Panghastuti Ujang Sehabudin, Ujang Wahyuni, Sri Widjojo, Adi Yani Sugiyani Yeni Irawati Yudha Prastyo Yunizar Ernawati Zulkarnaen Zulkarnaen Zulkarnain