Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Iklim Organisasi dengan Burnout pada Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sleman Hentyn Drajad Rudyarwaty; Bagus Wicaksono; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.562 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i1.121

Abstract

ABSTRAK     Era globalisasi  saat ini, semakin  berkembang  pesatnya  ilmu pengetahuan  dibidang industri dapat timbul pesaingan antar organisasi yang kompleks dan tuntutan organisasi yang tinggi  sehingga menyebabkan individu mengalami burnout. Burnout merupakan bentuk kelelahan fisik, mental maupun emosi karena tuntutan pekerjaan terus menerus dalam jangka waktu lama berakibat pada penarikan diri. Burnout dapat dipengaruhi berbagai faktor baik internal maupun ekstrenal, diantaranya kecerdasan emosi dan iklim organisasi. Kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengelola emosi baik dalam diri maupun orang lain serta iklim organisasi merupakan persepsi individu terhadap lingkungan kerjanya. Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  hubungan  antara  kecerdasan  emosi  dan iklim organisasi  dengan burnout,  hubungan  antara kecerdasan  emosi dengan  burnout,  dan hubungan  antara  iklim  organisasi  dengan  burnout  pada  pegawai  Kantor  Pelayanan  Pajak Pratama  Sleman.  Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  pegawai  Kantor  Pelayanan  Pajak Pratama  Sleman  berjumlah  116 pegawai.  Sampling menggunakan  studi populasi  sehingga semua populasi dijadikan responden. Instrumen yang digunakan adalah skala burnout , skala kecerdasan emosi, dan skala iklim organisasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan emosi dan  iklim  organisasi  dengan  burnout  ,  ditunjukkan  dengan  Fhitung  70,968  (>Ftabel  3,090), p=0,000   (p<0,05),   dan  koefisien   korelasi   R=0,771.   Secara   parsial   penelitia   ini  juga menunjukkan ada hubungan negatf yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan burnout dengan nilai korelasi 0,289 dan p=0,004 (p<0,05). Terdapat hubungan negatif dan signifikan antara iklim organisasi dengan burnout  dengan nilai korelasi 0,454 dan p=0,000 (p<0,05). Nilai R2 yang diperoleh 0,594 berarti dalam penelitian kecerdasan emosi dan iklim organisasi secara   serentak   memberikan   sumbangan   efektif   sebesar   59,4%.   Terhadap   burnout. Sumbangan  relatif  sebesar  9,52%  untuk  variabel  kecerdasan  emosi  dan  90,47%  untuk variabel iklim organisasi   Kata kunci: Kecerdasan emosi, iklim organisasi, burnout
Hubungan Antara Kecenderungan Kepribadian Narsistik Dan Financial Literacy Dengan Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Andi Tenriawaru; Bagus WIcaksono; Rahmah Saniatuzzulfa
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.729 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.126

Abstract

ABSTRAK     Mahasiswa dalam tahap perkembangan dapat dikategorikan sebagai remaja akhir. Remaja dengan tugas perkembangan mencari identitas diri dan menjadi pribadi yang unik ini menjadikan remaja memiliki perhatian dalam segi penampilan dan gaya hidup. Hal ini berdampak pada perilakunya, rela membelanjakan uang untuk keinginan semata. Remaja dengan kecenderungan kepribadian narsisitik mencintai dirinya secara berlebihan sehingga terdorong untuk berperilaku konsumtif. Perilaku konsumtif juga semakin meningkat apabila seseorang tidak memiliki financial literacy yang memadai karena dapat mengakibatkan pemborosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecenderungan kepribadian narsistik dan financial literacy dengan perilaku konsumtif, mengetahui hubungan antara kecenderungan kepribadian narsistik dengan perilaku konsumtif, dan mengetahui hubungan antara financial literacy dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta.Subjek dalam penelitian adalah 93 mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen penelitian yaitu skala perilaku konsumtif (reliabilitas 0,910), skala kecenderungan kepribadian narsistik (reliabilitas 0,932), dan skala financial literacy (reliabilitas 0,905). Analisis uji simultan F menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecenderungan kepribadian narsistik dan financial literacy dengan nilai Fhitung=71,702>Ftabel=3,10 (p=0,000<0,05;r=0,784). Secara parsial, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecenderungan kepribadian narsistik dengan perilaku konsumtif (r = 0,670 ; p-value 0,000 < 0,05) dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara financial literacy dengan perilaku konsumtif (r = -0,227 ; p-value 0,030 < 0,05). Artinya, semakin tinggi kecenderungan kepribadian narsistik maka semakin tinggi perilaku konsumtif. Semakin tinggi financial literacy maka semakin rendah perilaku konsumtif. Sumbangan efektif yang diberikan oleh variabel kecenderungan kepribadian narsistik sebesar 51,93% dan variabel financial literacy sebesar 9,50% dengan total sebesar 61,43%. Kata kunci: Financial Literacy, Kecenderungan Kepribadian Narsistik, dan Perilaku Konsumtif
Perceived Organizational Support dan Self-Compassion pada Penyesuaian Diri Karyawan Fikri Dinar Satria; Bagus Wicaksono; Pratista Arya Satwika
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v8i2.59763

Abstract

Ketika berada pada situasi atau lingkungan kerja baru, karyawan akan dihadapkan oleh permasalahan yang dapat mempengaruhi performanya dan nantinya akan juga berdampak pada organisasi. Kemampuan penyesuaian diri yang baik diperlukan agar karyawan dapat segera menyatu dengan kondisi lingkungan perusahaan serta mengeluarkan potensi terbaiknya. Perceived organizational support dan self-compassion merupakan beberapa faktor yang mampu mempengaruhi kemampuan karyawan dalam menyesuaikan diri. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan adanya keterkaitan antara perceived organizational support dan self-compassion dengan penyesuaian diri pada karyawan. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan populasi penelitian adalah seluruh karyawan bagian produksi di sebuah PT di Jawa Tengah. Subjek penelitian berjumlah 91 karyawan yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan menggunakan alat ukur skala penyesuaian diri (α = 0,937), skala perceived organizational support (α = 0,930), skala self-compassion (α = 0,915). Uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa perceived organizational support dan self-compassion mampu mempengaruhi secara signifikan terhadap penyesuaian diri karyawan (p<0,05) sebesar 56,6%. Uji korelasi parsial juga menemukan adanya keterkaitan antara perceived organizational support terhadap penyesuaian diri karyawan (p<0,05) dan keterkaitan antara self-compassion terhadap penyesuaian diri karyawan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara perceived organizational support dan self-compassion dengan penyesuaian diri karyawan.
Penerapan Asas Serentak Tindak Pidana Narkotika dan Pencucian Uang di Pengadilan Tinggi Aceh Alfian Aulia Rosyadha; Bagus Wicaksono; Dariyatmi; Ocna Nusrilia; Sinta Ana Pramita
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.3.3.5323.533-538

Abstract

Imprisonment for a certain period of time may not exceed 20 years as stipulated in Article 12 paragraph 4 of the Criminal Code. the rules for concurrent criminal acts are regulated in a limited manner in Articles 63-70 of the Criminal Code so that the conviction of Abdullah Bin Zakaria in the case of money laundering and narcotics crimes carried out separately is not in accordance with the provisions of the Criminal Code. This study aims to determine the application of the legal principle of concurrent criminal acts in the criminal law system in Indonesia, to determine the principle of concurrent criminal acts in criminalizing Narcotics Crimes and Money Laundering Crimes in Aceh Province. This research uses normative legal research methods by examining positive legal principles related to concurrent criminal acts and approaches. The data used in this research is secondary data which includes official documents, books, and research results in the form of reports. Based on the studies that have been carried out, it is proven that the decision of the Banda Aceh High Court is not in accordance with the provisions stipulated in the Criminal Code. In this decision, Abdullah Bin Zakaria must serve a prison sentence of more than 20 Year. Therefore, it is expected that related parties who are included in the Criminal Justice System apply provisions regarding Concurrent criminal acts in the Crime of Money Laundering and Narcotics Crime.
DESAIN KURSI ERGONOMI PADA PEKERJA SORTIR DI DEPARTEMEN BLOW MOLDING PT. ALBEA RIGID PACKAGING SURABAYA (PT. ARPS) Adelia Priadina Cahya Ningrum; Akas Yekti Pulih Asih; Bagus Wicaksono
DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/diagnosa-widyakarya.v1i3.890

Abstract

ARPS merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam produksi Kemasan Compact, Lipstick, botol dan juga Jar. Pada proses sortir pekerja borongan di departemen Blow Molding, terdapat salah satu permasalahan yaitu kursi yang digunakan untuk duduk. Hal ini menunjukkan kursi yang digunakan perlu dilakukan desain ulang agar pekerja dapat bekerja dengan nyaman dan tidak mengalami gangguan masalah kesehatan sehingga dapat meningkatkan produktivitas pekerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan ukuran kursi sebelumnya yang sudah sesuai dengan antropometri pekerja dan didesain lagi agar lebih ergonomi. Hasil desain ulang kursi sesuai dengan antropometri dilihat dari tinggi kursi dari lantai, lebar kaki kursi, lebar bawah alas kursi. Tinggi alas duduk kursi dari lantai, panjang alas uduk kursi.lebar alas duduk kursi, panjang sandaran punggung, lebar pijakan kak dan tiinggi pijakan kaki dari lantai. Sehingga diharapkan Hasil perancangan ulang kursi dengan desain rancangan baru terdapat perbedaan pada jarak sandaran dengan kursi sebelumnya agar pekerja dapat bersandar sehingga pekerja tidak mengalami kelelahan atau penyakit akibat kerja.
Upaya Peningkatan Kesadaran Akan Perilaku Hidup Bersih dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di RW 033 Desa Sumber Jaya Bekasi Bagus Wicaksono; Muhammad Sulthon Auliyaa; Afgan Sandy Putra; Devy Juliani; Hilal Ghufron; Muhammad Luthfi Nugeraha; Jarot Usman Sahadat; Shafwan Nadhif; Muhammad Razaqa Dhi'fan Dwi Putra; Nur Aeni; M. Reza Syahputra
Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/685qj335

Abstract

The Real Work Lecture Program carried out by Group 4 aims to increase public awareness in Sumber Jaya Village, especially in RW 033 regarding clean living behavior and prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). The KKN program that willbe carried out consists of the main activities in the form of carrying out community service work, socializing about a healthyenvironment and dengue fever as well as giving lavender plants, naming plants around the RW 033 post with a QR Code,socializing children with the media of painting piggy banks, and making a bank. inorganic waste. Through these programs, it is hoped that it can increase people's awareness of healthy living in a clean environment, broaden people's knowledge aboutdengue fever in a deeper way, use technological media in the form of SCcan QR Code as an educational development for localresidents regarding plants and their uses, increase awareness of life. cleanliness for children from an early age, and fostering awareness of the importance of waste management to support efforts to improve healthy living in preventing dengue fever. From the activities that have been carried out, it turns out that the KKN carried out by Group 5 in Sumber Jaya village has succeeded in having a positive impact on the community and the environment.
Pengkajian dan Penerapan Strategi Pemasaran Berbasis Nilai-Nilai Kebangsaan UUD 1945 Berdasarkan Teknologi IOT Dalam Industri MIGAS di Indonesia : Perspektif Kepatuhan Terhadap UU MIGAS Edy Soesanto; Fiqry Raihan Algifary; Bagus Wicaksono
Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak Vol. 1 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak (JBEP)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbep.v1i2.144

Abstract

This research aims to analyze the use of Internet of Things (IoT) technology in the marketing strategy of the oil and gas industry in Indonesia, with a focus on aspects of compliance with applicable oil and gas laws and regulations. The use of IoT technology has brought significant changes in various industries, and the oil and gas sector is no exception. In this context, this research will investigate how IoT technology can be used in oil and gas marketing strategies to improve operational efficiency, supervision, and compliance with oil and gas law regulations in Indonesia. The importance of compliance with oil and gas law regulations cannot be separated from the broader legal framework, namely the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (UUD 1945). The 1945 a Constitution is the Indonesian constitution which establishes the basic principles of the state, including the management of natural resources, including oil and gas, which are in the national interest. In this research, the use of IoT technology in oil and gas marketing strategies will be analyzed by considering the perspective of compliance with applicable oil and gas law regulations, which are part of the legal framework regulated by the 1945 Constitution and support state sovereignty in managing natural resources. Through literature analysis and case studies of the oil and gas industry in Indonesia, this research aims to provide a deeper understanding of the potential use of IoT technology in the oil and gas industry in Indonesia and its implications for compliance with oil and gas law regulations. It is hoped that the results of this research will provide valuable information for oil and gas companies, regulators, and other stakeholders in formulating effective marketing strategies and complying with applicable regulations. In addition, this research also has the potential to become the basis for further research in this field. By understanding and applying IoT concepts in oil and gas marketing strategies that comply with oil and gas law regulations and the principles set out in the 1945 Constitution, a more efficient, controlled, and sustainable oil and gas industry can be created in Indonesia.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Yang Sedang Mengerjakan Skripsi Bagus Wicaksono; Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.6109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan. Penelitian dilakukan terhadap 78 mahasiswa akhir program sarjana fakultas psikologi angkatan 2020 yang sedang menempuh tugas akhir atau skripsi dan diperoleh melalui teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Perceived Social Support Family (PSS-Fa) untuk mengukur dukungan keluarga yang dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian diperoleh nilai koefisien r = -0,360 dan p = 0,001 (p < 0,05), menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan. Semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin rendah tingkat kecemasan. Sebaliknya, semakin rendah dukungan keluarga maka semakin tinggi tingkat kecemasan. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi angkatan 2020 Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana. Kata kunci: dukungan keluarga, kecemasan, mahasiswa, skripsi
Decision Support System for Performance Assessment of Honoray Personnel Applying MABAC, MOORA, and ARAS Method with a Combination of ROC Weighthing Woro Agus Nurtiyanto; Perani Rosyani; Ines Heidiani Ikasar; Muhammad Syam Noverick; Galuh Surya Permana; Bagus Wicaksono
International Journal of Integrative Sciences Vol. 2 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijis.v2i12.7378

Abstract

MABAC (Multi-Attributive Border Approximation area Comparison), ARAS (Additive Ratio Assessment), and MOORA (Multi-Objective Optimization on the basis of Ratio Analysis) are decision support system methods employed for evaluating the performance of honorary staff. MABAC utilizes a multi-attribute border approximation area approach to measure the relative performance of honorary staff. ARAS assigns weights to competing attributes and produces assessment ratio values aiding in decision-making. Meanwhile, MOORA focuses on multi-objective optimization by considering ratio analysis. The combination of these three methods provides a holistic and comprehensive framework for assessing the performance of honorary staff, enabling decision-makers to effectively evaluate their contributions and achievements based on predefined criteria. This approach allows for the determination of relative rankings and the selection of honorary staff that best align with organizational needs