Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Policy to Practice Gap dalam Program Makan Bergizi Gratis: Studi SWOT di Magelang Orbawati, Eny Boedi; Mukti, Ari; -, Fadlurrahman; Aufa, Risan; Karunia, Indica; Ikhtiara, Seiren
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 10 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpp.v10i4.5982

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pada tahun 2024 sebagai strategi nasional untuk menurunkan stunting dan memperkuat kualitas sumber daya manusia menunjukkan adanya policy-to-practice gap dalam implementasi di tingkat lokal. Penelitian ini menganalisis pelaksanaan MBG di Magelang dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT), serta merumuskan strategi untuk menjembatani desain kebijakan nasional dengan kapasitas adaptasi lokal. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, observasi, dan telaah dokumen, dengan analisis data menggunakan koding tematik dan pemetaan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan politik pusat, struktur organisasi SPPG yang komprehensif, dan keterlibatan koperasi merupakan kekuatan utama, sementara keterbatasan variasi menu, ketergantungan pada pasokan eksternal, dan ketiadaan evaluasi berbasis outcome gizi menjadi kelemahan utama. Peluang muncul melalui pemberdayaan koperasi, literasi gizi, dan replikasi dapur percontohan, sedangkan ancaman berupa ketergantungan fiskal dan resistensi budaya konsumsi tetap membayangi. Analisis ini menegaskan bahwa SWOT tidak hanya berfungsi sebagai alat pemetaan teknis, tetapi juga sebagai lensa analitis untuk mengidentifikasi kesenjangan antara arahan kebijakan pusat dengan realitas lokal. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada literatur administrasi publik dengan memperlihatkan bagaimana SWOT dapat digunakan untuk menjembatani kebijakan dan praktik dalam tata kelola gizi. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi daerah, keberlanjutan pendanaan, serta kolaborasi lintas sektor untuk menjamin efektivitas dan keberlanjutan program.
Analisis Service Quality dengan Metode Csi Dan Ipa Terhadap Kepuasan Peserta di Bpjs Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kendal Pradana, Erlangga Pramudya; Nugraha, Joko Tri; Mukti, Ari; Widyantoro, Sigid
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11756

Abstract

Kabupaten Kendal memiliki jumlah tenaga kerja yang melimpah karena daerah ini dikenal sebagai kawasan industri. BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kendal sebagai penyedia layanan asurasi sosial dari pemerintah telah hadir sebagai solusi pemberian jaminan sosial terhadap para tenaga kerja. BPJS Ketenagkerjaan Kantor Cabang Kendal sendiri berstatus sebagai Kantor Cabang Pembantu (KCP) yang hanya memiliki pegawai yang terbatas, sehingga mereka harus bekerja keras dalam memberikan pelayanan jaminan sosial terhadap seluruh tenaga kerja yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan peserta terhadap pelayanan dan indikator apa saja yang perlu dibenahi di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendal. Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data yakni observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Jumlah sampel yang telah ditentukan sebanyak 100 orang yang merupakan peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kendal. Penelitian ini mengacu pada dimensi service quality melalui metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menyatakan jika perolehan CSI untuk sejumlah indikator terhadap peserta di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kendal yakni sebesar 79,97% yang berada di kriteria (PUAS). Dalam Pengukuran IPA, perbaikan pelayanan peserta yang perlu di fokuskan ada 7 indikator karena pelayanannya dinilai penting, namun kepuasannya dinilai peserta sangat rendah.
Analisis SWOT dan Framework Implementasi Strategi Pengembangan UMKM Fadlurrahman, Fadlurrahman; Orbawati, Eny Boedi; Pajrin, Rani; Mukti, Ari; Raharjo, Budi
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v8i3.3345

Abstract

Magelang City UMKM actors operate in three fields, namely industry, services and trade. The development of UMKM actors in Magelang City from 2020 to 2022 experienced fluctuations. UMKM players are encouraged to expand their marketing through market places. The emergence of various digital platforms indicates that UMKM players are in the era of globalization. The development of UMKM which is accompanied by environmental changes must be adjusted to approproate strateges such as SWOT analysis approach. The aim of this research is create a model or framework for implementing UMKM development strategies in Magelang City. The research method is qualitative with a SWOT analysis approach (identification of strengths, weaknesses, opportunities and threats). The location of the research was in Magelang City. Informants were selected using a purposive sampling technique, including heads of UMKM associations, trader coordinators and regional apparatus organizations related to UMKM empowerment. Data collection was carried out by interviews, observation and documentation. This research identified 6 strengths, 7 weaknesses, 7 opportunities and 4 threats. From this identification, 16 strategies were produced in the form of 7 SO strategies, 3 WO strategies, 3 ST strategies, and 3 WT strategies. After that, a strategy implementation framework was formulated which focused on the classification of action planning for UMKM actors by paying attention to SO, WO, ST and WT strategies. All of these strategies are classified into four components, including optimizing the availability of human resources, utilizing external programs and technology, obtaining and using business legality, and forming branding and business characteristics.
Public Service Quality dan Customer Satisfaction: Mengekplorasi Atribut Kualitas Pelayanan Pada Sektor Publik Tri Nugraha, Joko; Orbawati, Eny Boedi; Fadlurrahman, Fadlurrahman; Mukti, Ari; Ikhtiara, Seiren
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v9i2.3653

Abstract

The quality of public services is the most important thing to know whether they are successful in fulfilling services. The quality of service reflects the quality of the bureaucracy. The objectives of the study include identifying weaknesses or shortcomings of public service delivery and measuring the tendency of public satisfaction level with public services. Using a survey method with 100 respondents. The analysis technique uses a descriptive statistic. The results showed that there are 3 dimensions of service that need to be improved, including: (1) The dimension of fairness of costs / tariffs in services; (2) The dimension of conformity of service products between those listed in the service standard and the results provided and (3) Dimensions of quality of facilities and infrastructure.
Accelerating the competitiveness of organic food MSMEs through appropriate technology innovation in Magelang Orbawati, Eny Boedi; Saleh, Arif Rahman; Puspitasari, Herlina Mega; Fadlurrahman, Fadlurrahman; Mukti, Ari; Ikhtiara, Seiren
Community Empowerment Vol 10 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.15206

Abstract

Organic rice and processed vegetable products are flagship commodities in Magelang Regency, yet their development is hindered by limited production capacity and conventional marketing management. This community empowerment program aims to strengthen the competitiveness of two MSME partners through technological innovation and management modernization. The methodology employed a community-based empowerment approach involving technology transfer (vacuum machines, food dehydrators, and stainless-steel grinders), quality management training (Good Manufacturing Practices and HACCP), and digital marketing literacy. The results demonstrated a production capacity increase of 100%, work efficiency improvements of 40%, and a turnover growth of approximately 10%. Furthermore, the partners successfully adopted semi-digital management systems and expanded their market reach through digital marketplaces. These achievements prove that the integration of appropriate technology and digital strategies can effectively transform traditional MSMEs into competitive enterprises with global quality standards.
Disfungsi Tata Kelola dalam Mekanisme Exit Program Bantuan Sosial Mukti, Ari; Setianingsih, Endang Larasati; Dwimawanti, Ida Hayu
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 4 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i4.8351

Abstract

Program bantuan sosial merupakan instrumen utama dalam sistem perlindungan sosial yang tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman, tetapi juga menuntut pengelolaan kepesertaan yang efektif, termasuk mekanisme exit. Dalam praktiknya mekanisme exit seringkali tidak berjalan optimal, yang ditunjukkan oleh rendahnya tingkat graduasi dan tingginya persistensi penerima manfaat dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan disfungsi tata kelola dalam mekanisme exit program bantuan sosial dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya dalam praktik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pendamping sosial di Provinsi Jawa Tengah serta studi dokumentasi terhadap regulasi dan dokumen kebijakan terkait. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan thematic analysis melalui proses reduksi, pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi secara iteratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan mekanisme exit dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu lemahnya penegakan kebijakan, intervensi politik lokal, dependensi penerima manfaat, dan disfungsi pengelolaan data. Temuan ini menunjukkan bahwa mekanisme exit tidak dapat dipahami semata sebagai prosedur administratif, tetapi sebagai sebuah persoalan tata kelola yang melibatkan interaksi antara regulasi, aktor, dan sistem.