Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Dinamis

PENGARUH PEMBEBANAN STATIK TERHADAP PERILAKU MEKANIK KOMPOSIT POLIMER YANG DIPERKUAT SERAT ALAM Muftil Badri M
Jurnal Dinamis No 4 (2009)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.643 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mekanik komposit polimer yang diperkuat serat alam. Karakteristik mekanik yang diamati adalah kekuatan tarik statik, modulus elastisitas, dan permukaan patahan secara makroskopik. Karakteristik tersebut dapat diperoleh melalui pengujian tarik statik. Jenis polimer yang digunakan sebagai matriks adalah resin termoset tak jenuh seri 157 BQTN-Ex sedangkan serat alam yang dimanfaatkan berasal dari sekam padi, pelepah pisang, dan sabut kelapa. Spesimen uji tarik dibuat sesuai dengan standar ASTM D638. Komposisi resin yang digunakan adalah 80% sedangkan serat adalah 20% dari volume spesimen. Berdasarkan hasil uji tarik statik diperoleh karakteristik kekuatan tarik dan modulus elastisitas yang bervariasi untuk jenis serat yang berbeda. Kekuatan tarik dan modulus elastisitas rata-rata komposit polimer yang diperkuat serat sekam padi adalah 86,7 MPa dan 855,7 MPa. Kekuatan tarik dan modulus elastisitas rata-rata komposit polimer yang diperkuat serat pelepah pisang adalah 59,1 MPa dan 317,6 MPa. Kekuatan tarik dan modulus elastisitas rata-rata komposit polimer yang diperkuat serat sabut kelapa adalah 45,0 MPa dan 159,5 MPa. Berdasarkan pengamatan terhadap permukaan patahan dapat dikatakan bahwa karakteristik patahan komposit polimer yang diperkuat serat alam dipengaruhi oleh ikatan matriks terhadap serat.Kata kunci: Komposit polimer; sekam padi; pelepah pisang; sabut kelapa; kekuatan tarik; modulus elastistias; permukaan patahan.
RESPON POLYMERIC FOAM YANG DIPERKUAT SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) AKIBAT BEBAN TEKAN STATIK DAN IMPAK (SIMULASI NUMERIK Muftil Badri M; Bustami Syam; Samsul Rizal; Krishna Surya Buana
Jurnal Dinamis No 7 (2010)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.892 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki respon polymeric foam yang diperkuat serat TKKS akibat beban tekan statik dan dinamik melalui eksperimen dan simulasi numerik. Respon yang akan diamati adalah tegangan maksimum, kekuatan retak/patah, serta distribusi tegangan. Karakteristik material berupa modulus elastisitias dan analisa kerusakan akan diselidiki dalam penelitian ini. Secara eksperimen, respon dan karakteristik beberapa material, yaitu: resin termoset, polyurethane, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS akan diamati melalui uji tekan statik aksial. Secara numerik, respon polymeric foam yng diperkuat serat TKKS yang akan diselidiki adalah distribusi tegangan dari beberapa jenis pembebanan, yaitu: tekan statik aksial, tekan bending, dan tekan impak Split Hopkinson Pressure Bar (SHPB). Spesimen uji tekan statik aksial dibuat berdasarkan standar ASTM D-1621-00. Spesimen uji polymeric foam terdiri dari beberapa material penyusun dengan persentase massa yang berbeda, yaitu: 60 % resin jenis 157 BQTN Ex Series sebanyak, 20% polyurethane, 5% serat TKKS yang dihaluskan, serta 5% katalis methyl ethyl keton proxide (MEKPO). Spesimen uji dieksekusi menggunakan alat uji Shimadzu Servopulser. Analisa numerik melalui simulasi komputer menggunakan software berbasis metode elemen hingga (MEH) yaitu ANSYS Rel. 5.4 untuk simulasi tekan statik aksial dan bending sedangkan MSC/NASTRAN Rel. 4.5 untuk simulasi impak tekan SHPB. Dari hasil uji tekan statik aksial diperoleh nilai modulus elastisitas resin sebesar 118,78 MPa, polyurethane 0,18 MPa, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS sebesar 17,22. Tegangan maksimum yang direspon oleh resin adalah 0,582 MPa, polyurethane 0,0044 MPa, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS sebesar 0,106 MPa. Nilai kekuatan retak terhadap masing-masing spesimen uji juga berbeda, kekuatan retak resin adalah 1,18 MPa, polyurethane sebesar 0,075 MPa, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS sebesar 0,133 MPa. Kegagalan resin akibat beban tekan statik aksial ditandai dengan perbesaran ukuran penampang lateral (barreling), kerusakan polyurethane ditandai dengan terbentuknya lipatan-lipatan permanen di dinding spesimen yang menunjukkan respon plastis sempurna, dan kegagalan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS ditandai dengan pembesaran rongga-rongga yang acak. Berdasarkan hasil simulasi numerik diperoleh tegangan Von Mises maksimum terhadap polymeric foam yang diperkuat serat TKKS akibat beban statik aksial sebesar 0,186 MPa sedangkan tegangan maksimum Von Mises akibat bending statik nilainya jauh lebih besar, yaitu 50,518 MPa. Hasil simulasi bending statik menunjukkan bahwa titik kritis terjadi di lokasi beban diberikan. Untuk beban impak, hasil simulasi menunjukkan bahwa polymeric foam yang diperkuat serat TKKS memiliki tegangan maksimum Von Mises impak bending sebesar 69,44 MPa dan impak SHPB sebesar 102, 96 MPa. Hasil simulasi impak menunjukkan bahwa kenaikan waktu impak menyebabkan penurunan terhadap tegangan impak.Kata kunci: polymeric foam, serat TKKS, modulus elastisitas, tegangan, beban tekan statik aksial, tekan bending, impak SHPB
STUDY PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP GEOMETRI GERAM PADA PEMESINAN LAJU TINGGI, KERAS DAN KERING Berta br Ginting
Jurnal Dinamis Vol 2, No 14 (2014)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1424.48 KB)

Abstract

ABSTRACTIn this research, the material of AISI 4140 at 55 HRC was cut using CBN tool in high speedmachining, hard and dry machinery process. The chips, as the result of the whole condition ofthe cutting are observed morphologically and measured geometrically in the case of thethickness.The method used in this research is incremental experiment done in every segmentperformed in the certain cutting condition. In this case, the varieties of cutting: the speed cutting(V) (m/min), the feed (f) (mm/rev) and the depth of cutting c (mm) are performed.The result shows that the morphology of the chips formed have the geometrical featuresuch as saw-tooth; the higher the cutting speed (V), the thickness of the chip after the cutting(hc) tends to decrease and the distance between the edges of the saw (δ) tends to increase.Meanwhile the feed parameter (f) and the depth of the cutting (a) is in reverse with the speed ofcutting (V) ; the higher the feed (f) and the depth of the cutting (a), the thickness of the chip aftercutting (hc) tends to decrease.Keywords: the cutting parameter, geometrical chip,high- speed machining, hard machining,dry machining.