Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Edukasi Urgensi Foot Care sebagai Prevensi Risiko Luka Kaki Diabetic di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar Rahman, Framita; Gaffar, Indra; Sabriyati, Wa Ode Nur Isnah; Rini, Ita; Rahmaniar, Andi; Natsir, Muh Fajaruddin; Fajar, Rachmat; Ramadhani, Wafiq Aulia; Syukur, Azzahra Marsya; Harisa, Akbar; Yodang, Yodang
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i1.683

Abstract

The Tamalanrea Jaya Community Health Center has a total of 393 DM sufferers in 2022 with 152 male sufferers and 241 female sufferers. The solution offered is to provide guidance regarding the risk of diabetic foot wounds through educational outreach and counseling. The aim of the guidance is to provide information to the community in the Tamalanrea Jaya Community Health Center working area with diabetes melitus (DM) in adults and the elderly regarding the understanding, causes and prevention of diabetic foot wounds. This activity was held on September 19, 2023, with 29 participants in the community service outreach program. The inclusion criteria were people with diabetes mellitus in the working area of Tamalanrea Jaya Community Health Center in Makassar City. .The results of this activity showed that the majority of respondents (58.6%) suffered from DM for the first time at the age of 30-50 years with the average age when they first suffered from DM being 49 years, the period when most suffered from DM (44.8%) was more from 3 years and most respondents (48.3%) followed the Prolanis program for more than 3 years. And from this activity, it was found that there was an increase in knowledge after the counseling and presentation was carried out and participants were able to spread it well and correctly according to the steps that had been directed by the service team.
PENGENALAN DAN PENCEGAHAN GROOMING: UPAYA PERLINDUNGAN REMAJA DARI KEKERASAN TERSELUBUNG DI SMA NEGERI 1 BARRU Gaffar, Indra; Rachmawaty, Rini; Hastuti, Hastuti; Seniwati, Tuti; Latief, Raudyatuh Zahra; Durrotun, Syifa; Septiani, Fauzah Fadillah; Muslimin, Khilya; Nirmaharani, Nirmaharani; Eliyana, Eliyana
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v5i2.841

Abstract

Program pengabdian masyarakat dengan judul “Pengenalan dan Pencegahan Grooming: Upaya Perlindungan Remaja dari Kekerasan Terselubung di SMA Negeri 1 Barru” dilatarbelakangi oleh maraknya kasus kekerasan seksual tersembunyi yang menargetkan remaja, khususnya melalui media digitial. Fenomena grooming yaitu proses manipulatif yang dilakukan pelaku untuk mendapatkan akses emosional korban, sehingga seringkali tidak disadari sebagai bentuk kekerasan karena tidak selalu melibatkan ancaman fisik secara langsung. Minimnya literasi digital dan pengetahuan tentang fenomena grooming, serta tingginya penggunaan media sosial meningkatkan kerentanan remaja menjadi korban. Lebih lanjut, ditemukan peningkatan kasus pelecehan seksual pada remaja di Kota Barru. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai fenomena grooming yang menjadi awal terjadinya kekerasan seksual. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan siswa yaitu dengan melakukan psikoedukasi. Pengabdian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Barru dengan 113 siswa yang berpartisipasi. Kegiatan dibagi menjadi 3 tahap yaitu pemberian pre-test, kemudian dilanjutkan dengan psikoedukasi kepada siswa dengan tema “Cegah dan Kenali Grooming: Lindungi Remaja dari Kekerasan Terselubung”. Setelah itu, ditutup dengan pelaksanaan post-test. Pre-test dan post-test bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah materi edukasi. Hasil analisis dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test. Seluruh peserta mengalami peningkatan skor yang signifikan secara statistik (p < 0.001). Sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi atau edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan hasil belajar atau pengetahuan siswa.