Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan antara Pengetahuan dan Kebiasaan Mengonsumsi Fast Food Dengan Obesitas pada Usia Remaja di SMA Negeri 3 Palu: Penelitian Mirabela A; Ni Nyoman Udiani; Suaib
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5425

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan berkaitan dengan rendahnya pengetahuan gizi serta tingginya kebiasaan mengonsumsi fast food yang tinggi kalori, lemak, dan gula. Pola makan yang tidak seimbang dapat memicu peningkatan berat badan berlebih dan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan kebiasaan konsumsi fast food dengan obesitas pada remaja di SMA Negeri 3 Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 88 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan status obesitas ditentukan berdasarkan IMT/U sesuai Permenkes Tahun 2020. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (53,4%) dan kebiasaan konsumsi fast food tidak sering (54,5%). Status gizi didominasi gizi lebih (53,4%) dan obesitas (46,6%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan obesitas serta kebiasaan konsumsi fast food dan obesitas (p = 0,001). Disimpulkan bahwa pengetahuan dan kebiasaan konsumsi fast food berhubungan dengan obesitas remaja. Disarankan sekolah meningkatkan edukasi gizi seimbang dan remaja mengurangi konsumsi fast food.
HUBUNGAN KOMUNIKASI PERAWAT DALAM MANAJEMEN NYERI DENGAN KEPUASAN PASIEN POST OPERASI YANG DIRAWAT DI RUANG TERATAI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH : ASSOCIATION BETWEEN KNOWLEDGE LEVEL AND WORKLOAD WITH THE COMPLETENESS OF NURSING CARE DOCUMENTATION IN THE INTENSIVE CARE UNIT OF MADANI GENERAL HOSPITAL, CENTRAL SULAWESI PROVINCE Lisa Rahmita; Siti Yartin; Suaib
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.871

Abstract

Pendahuluan. Nyeri pasca operasi merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami pasien dan dapat berdampak pada pemulihan fisik maupun psikologis apabila tidak dikelola dengan baik. Komunikasi perawat memiliki peran penting dalam manajemen nyeri, terutama melalui pemberian informasi, empati, dan dukungan terapeutik yang dapat meningkatkan pengalaman perawatan pasien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi perawat dalam manajemen nyeri dengan kepuasan pasien post operasi di Ruang Teratai RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional, melibatkan 59 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner komunikasi perawat dalam manajemen nyeri dan kuesioner kepuasan pasien yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai komunikasi perawat dalam kategori baik (86,4%) dan kepuasan pasien dalam kategori sangat puas (61,0%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi perawat dalam manajemen nyeri dengan kepuasan pasien post operasi (p=0,043) dengan kekuatan hubungan yang cukup kuat (r=0,264). Kesimpulan. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin baik komunikasi yang dilakukan perawat, semakin tinggi kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi komunikasi terapeutik perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, khususnya pada pasien post operasi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kecemasan Orang Tua pada Anak yang Dilakukan Pemasangan Infus Diruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Correlation Between Knowledge Level and Anxiety of Parents Toward Children Undergoing Intravenous Infusion In The Catelia Ward of the Undata General Hospital Central Sulawesi Province Putri K. Amas; Masri Dg. Taha; Suaib
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10309

Abstract

Latar Belakang: Terapi infus sebagai salah satu tindakan invasif memerlukan keterampilan yang cukup saat melakukan pemasangan. Orang tua umumnya merasa cemas ketika anak mereka mempunyai masalah kesehatan. Reaksi fisiologi dan psikologi yang tampak merupakan indikasi adanya kecemasan orang tua terhadap anaknya yang sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan kecemasan orang tua pada anak yang dilakukan pemasangan infus di ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan Crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang terpasang infus dan dirawat di ruang Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dengan sampel berjumlah 33 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup dan sebagian besar kecemasan dalam kategori berat serta hasil analisis uji bivariat ditemukan p value 0,016 ? 0,05. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan orang tua pada anak yang dilakukan pemasangan infus di ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Saran: Bagi orang tua agar lebih memahami dan tidak takut untuk bertanya serta menggali informasi terkait masalah kesehatan, dengan demukian dapat mengurangi kecemasan terhadap anaknya saat menjalani pemasangan infus, karena pemahaman yang lebih baik tentang prosedur pemasangan infus.
The Role of the Constitutional Court in Realizing Dignified Justice: A Constitutional Law Perspective Latif, Abdul; Sangga, Amin; Thahir; Suaib; Jalil
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.6152

Abstract

This research is a normative legal study with a conceptual and legislative approach. The research results show that the role of the Constitutional Court in Indonesia in realizing dignified justice can be carried out by using the theory of dignified justice in the efforts of the Constitutional Court judges to interpret the constitution. The efforts of the Constitutional Court judges to interpret the constitution based on dignified justice are aimed at ensuring that substantive justice can be realized for the community. The role and orientation of the Constitutional Court's authority from the perspective of constitutional law can be seen in the efforts of the Constitutional Court judges to optimize the Court's authority through constitutional interpretation. In this context, both judicial restraint and judicial activism play important roles in the development of law and the enforcement of justice, and their application often depends on the specific context of each case
Hubungan Antara Kesehatan Mental Dengan Prestasi Akademik Pada Siswa di SMP Negeri 17 Palu Menggunakan Metode Strengths And Difficulties Questionnaire (SDQ): Penelitian Annisa Yuliani Putri; Rahmat Doko; Suaib
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5402

Abstract

Kesehatan mental pada remaja merupakan faktor krusial yang memengaruhi kemampuan mereka dalam belajar serta pencapaian prestasi akademik. Berbagai gangguan mental, seperti stres, kecemasan, dan depresi, dapat menurunkan fokus, mengurangi motivasi belajar, dan berdampak negatif pada kinerja akademik jika tidak ditangani secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi kesehatan mental dengan prestasi akademik siswa di SMP Negeri 17 Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi yang menjadi sasaran penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 17 Palu, yang berjumlah 139 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling, sehingga diperoleh 58 responden sebagai sampel penelitian. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) sebagai alat ukur kesehatan mental siswa, sedangkan prestasi akademik diukur berdasarkan nilai rapor pada semester ganjil. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden menunjukkan kondisi kesehatan mental yang sangat baik sebesar 58,6%, sedangkan prestasi akademik sebagian besar berada pada kategori baik, yakni 55,2%. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kesehatan mental dan prestasi akademik siswa di SMP Negeri 17 Palu. Terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dengan prestasi akademik pada siswa di SMP Negeri 17 Palu.
Hubungan Peran Keluarga dengan Personal Hygiene pada Lansia di Kelurahan Mamboro Barat: Penelitian Wulandari Saeng; Suaib; Ismunandar Wahyu Kindang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5487

Abstract

Semakin bertambahnya usia, menyebabkan semakin tinggi ketergantuan seseorang dalam menjaga personal hygiene. Pemenuhan kebutuhan personal hygiene bagi lansia sangat membutuhkan peran dari anggota kelaurga lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan personal hygiene pada lansia di Keluarahan Mamboro Barat Penelitian ini menggunakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 186 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan menggunakan rumus slovin sehingga sampel yang didapatkan berjumlah 65 orang. Uji statistik yang digunakan pada analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil Uji Chi-Square dengan Nilai p-value 0,000 atau p < 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara peran keluarga dengan personal hygiene lansia Peran Keluarga di Kelurahan Mamboro Barat didapatkan sebagian besar memiliki kategori kurang sebanyak 27 responden (41,5%). Personal hygiene di kelurahan mamboro barat didapatkan memiliki kategori baik sebanyak 34 (52,3%). Terdapat Hubungan peran keluarga dengan personal hygiene pada lansia dikelurhan mamboro barat dengan nilai uji statistik chi square p velue = 0,000. Bagi Keluarga di kelurahan Mamboro Barat, penulis berharap dapat melakukan peran keluarga dalam kebersihan diri, jika mendapatkan dukungan keluaga yang diberikan secara optimal maka lansia terdorong untuk melakukan kebersihan diri sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatannya.
Pengaruh Resusitasi Cairan terhadap Perubahan Status Hemodinamik Mean Arterial Pressure (Map) pada Pasien Syok Hipovolemik Di Ruang Icu RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Sri Lestari; Abdul Rahman; Suaib
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5985

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang berdampak pada gangguan fisik dan psikologis sehingga menurunkan kualitas hidup dan resiliensi pasien. Kasus diabetes melitus tidak hanya menjadi masalah kesehatan global, tetapi juga menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan yang ada di Indonesia. Pengelolaan penyakit yang menuntut pengaturan pola makan, pemantauan glukosa darah, aktivitas fisik, dan pengobatan rutin dapat menimbulkan kejenuhan yang memengaruhi kemampuan adaptasi pasien. Efikasi diri berperan penting dalam membantu pasien mengelola penyakit secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup dan resiliensi pada pasien diabetes melitus di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 204 responden, sampel berjumlah 67 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner DMSES, WHOQOL-BREF, dan CD-RISC. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki efikasi diri tinggi (67,2%), kualitas hidup tinggi (62,7%), serta resiliensi tinggi (70,1). Uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara efikasi diri dengan kualitas hidup diperoleh nilai Asymp.Sig sebesar 0,001 (p<0,05) dan efikasi diri dengan resiliensi sebesar 0,005 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara efikasi diri dengan kualitas hidup dan resiliensi pada pasien diabetes melitus di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli.