Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kebijakan Penyidikan Tindak Pidana Umum Terhadap Manajemen Penyidikan Kasus Tindak Pidana Umum Dalam Mewujudkan Kinerja Penyidik Di Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Garut Mulyaningsih, Mulyaningsih; Kadarusman, Alit
Jurnal Publik Vol. 13 No. 2 (2019): Jurnal Publik : Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Pasca Sarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v13i2.15

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah membahas tentang pengaruh Implementasi kebijakan penyidikan tindak pidana umum terhadap manajemen penyidikan kasus tindak pidana umum dalam mewujudkan kinerja penyidik di satuan reserse dan kriminal Polres Garut. Metoda analisis yang digunakan dalam pembahasan topik utama menggunakan model analisis causal efektual dengan meninjau hubungan rasional yang menganalisa hubungan sebab akibat antara pengaruh Implementasi kebijakan penyidikan tindak pidana umum terhadap manajemen penyidikan kasus tindak pidana umum dalam mewujudkan kinerja penyidik di satuan Reskrim Polres Garut. Lokasi penelitian adalah, satuan reserse dan kriminal Polres Garut dengan jumlah responden sebanyak 66 orang. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel intervening dan variabel dependen. Implementasi kebijakan penyidikan tindak pidana umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen penyidikan kasus tindak pidana umum dalam mewujudkan kinerja penyidik di satuan reserse dan kriminal Polres Garut, implementasi kebijakan penyidikan tindak pidana umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen penyidikan kasus tindak pidana umum. implementasi kebijakan penyidikan tindak pidana umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penyidik dan variabel manajemen penyidikan kasus tindak pidana umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penyidik di satuan reserse dan kriminal Polres Garut. Artikel ini berkesimpulan bahwa untuk mewujudkan kinerja penyidik secara optimal dapat dilakukan dengan meningkatkan implementasi kebijakan dan manajemen penyidikan
Edukasi Perawatan Ulkus Kaki Diabetik pada Remaja di Kota Surakarta Hermawati, Hermawati; Mulyaningsih, Mulyaningsih
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6937

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan peningkatan prevalensi yang signifikan, termasuk pada kelompok usia remaja. Komplikasi kronis DM, seperti kaki diabetik, dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas tinggi jika tidak ditangani dengan baik. Remaja putri, sebagai calon ibu dan pengambil keputusan kesehatan keluarga, memiliki peran krusial dalam pencegahan dan pengelolaan DM, termasuk perawatan kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang perawatan kaki diabetik melalui intervensi edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan 10 Mei 2025. Kegiatan dilakukan di SMP Muhammadiyah 8 Surakarta dengan jumlah responden yaitu 120 peserta. Kegiatan yang dilakukan yaitu memberikan pendidikan Kesehatan  tentang Definisi dan Komplikasi DM, pencegahan dan perawatan ulkus kaki diabetik.
Self-Management Counseling Increases Compliance in Diabetes Mellitus Patients Mulyaningsih, Mulyaningsih; Ardika , Noviana Ayu; Wahyuni, Wahyuni; Hermawati, Hermawati
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 18 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v18i2.8759

Abstract

People with diabetes mellitus (DM) can experience various complications if they do not have a good lifestyle. People with DM must comply with medication, physical activity, diet, and education to improve a healthy lifestyle. One effort that can be made to improve compliance is to provide Self-Management Counseling (SMC) with the Transtheoretical Model (TTM) approach. This quasi-experimental study involved two groups of DM patients. 79 respondents were selected with the criteria of not having the disease and having diabetes for 2 years. Respondents were divided into an intervention group (40 people) and a control group (39). The results showed that there were differences in compliance with diet (p = 0.001), activity (p = <0.001), treatment (p = <0.001), and education (p = 0.002) between the intervention group and the control group. Therefore, it can be concluded that SMC with the TTM approach has proven effective in improving compliance with type 2 diabetes patients—both compliance with diet, activity, treatment, and education.
Membangun Budaya Siaga Bencana: Penguatan Kesiapsiagaan Melalui Sosialisasi di PAYPA 2 Kadipiro Surakarta Mulyaningsih, Mulyaningsih; Nur Imamah, Ida; Mulyatmojo, Ariyanto
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i5.1185

Abstract

Bencana adalah suatu fenomena yang mengancam kualitas hidup masyarakat yang disebabkan oleh berbagai faktor, baik alam, non alam, maupun manusia yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Anak dan remaja adalah generasi atau tunas bangsa yang akan datang, mereka harus dididik tentang kebencanaan agar mereka dapat menyebarkan pengetahuan tersebut ke masyarakat dan keluarga mereka. Pendidikan kebencanaan dan simulasi diharapkan dapat menjadi bidang yang tepat untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana. Ini disebabkan fakta bahwa faktor pengetahuan, bersama dengan peran setiap individu dalam masyarakat, adalah yang paling penting dalam menentukan tingkat kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi bencana. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan evakuasi kebencanaan, yang dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 70 menjadi 90. Dari analisis juga didapatkan perbedaan pengetahuan sebelum dan sedudah edukasi dengan nilai p < 0,001. Ini menunjukkan pentingnya melakukan edukasi dan simulasi kebencanaan secara teratur agar masyarakat mempunyai kemampuan dan kesiapsiagaan bencana yang baik.
Pemberdayaan Guru Sebagai Upaya Pelaksanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Di TK/PAUD ‘Aisyiyah Kota Surakarta : Implementasi Pendidikan Aman Bencana Kebakaran Ida Nur Imamah; Mulyaningsih Mulyaningsih
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i1.450

Abstract

Latar Belakang :Kurangnya pemahaman masyarakat sekitar terhadap karakteristik bahaya, kurangnya informasi atau peringatan dini yang mengakibatkan ketidaksiapan dalam menghadapi bencana salah satunya bencana kebakaran. pendidikan pengurangan resiko bencana perlu dilaksanakan di seluruh sekolah yang ada di Indonesia. Dampak bencana di bidang pendidikan dapat mengakibatkan banyaknya korban jiwa yakni peserta didik, terhentinya proses belajar mengajar rusaknya sarana dan prasarana di sekolah serta hilangnya dokumen sekolah. Metode : Pelaksanan pengabdian Masyarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan pada kader di Tingkat sekolah yaitu guru. Pelatihan yang diberikan terkait penanganan bahaya kebakaran dan pertolongan saat terjadi bencana kebakaran. Hasil : Rata-rata nilai sebelum dilakukan edukasi adalah 93 dan rata-rata nilai setelah pemberian edukasi adalah 96. Hasil simulasi diperoleh hasil 57 peserta atau 90,5% mampu melakukan pertolongan pertama kebakaran dan 6 peserta (9,5%) belum mampu melakukan pertolongan pertama. Kesimpulan : Terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta setelah dilakukan edukasi dan mayoritas peserta mampu melakukan pertolongan pertama kebakaran