Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Penetapan Kadar Protein Pada Belut Sawah (Monopterus albus Zuieuw) Liar Dan Budidaya Sholikhah Deti Andasari; Saifudin Zukhri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.202 KB)

Abstract

Belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dalam jumlah maupun mutunya. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Protein mempunyai fungsi khas yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran tentang kadar protein pada belut liar dan belut budidaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah belut yang dibudidaya masyarakat di daerah Polanharjo sebanyak 3 ekor dan belut sawah dari pencari belut yang diperoleh di sawah di daerah Wedi sebanyak 3 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat peneliti. Masing-masing sampel diekstraksi terlebih dahulu dengan metode sentrifugasi. Setelah ekstrak protein diperoleh kemudian dihitung kadar proteinnya dengan Spektrofotometri Visibel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar protein yang terkandung pada belut budidaya adalah 0,124% sedangkan kadar protein pada belut liar adalah 0,109%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar protein pada belut budidaya lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan belut liar.
Penetapan Kadar Protein pada Belut Sawah (Monopterus albus Zuieuw) Liar dan Budidaya Sholikhah Deti Andasari; Saifudin Zukhri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.416 KB)

Abstract

Belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dalam jumlah maupun mutunya. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Protein mempunyai fungsi khas yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran tentang kadar protein pada belut liar dan belut budidaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah belut yang dibudidaya masyarakat di daerah Polanharjo sebanyak 3 ekor dan belut sawah dari pencari belut yang diperoleh di sawah di daerah Wedi sebanyak 3 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat peneliti. Masing-masing sampel diekstraksi terlebih dahulu dengan metode sentrifugasi. Setelah ekstrak protein diperoleh kemudian dihitung kadar proteinnya dengan Spektrofotometri Visibel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar protein yang terkandung pada belut budidaya adalah 0,124% sedangkan kadar protein pada belut liar adalah 0,109%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar protein pada belut budidaya lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan belut liar.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Daerah Operasi Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea S Setianingsih; Saifudin Zukhri; Nunik Indriani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.739 KB)

Abstract

Infeksi Daerah Operasi (IDO) dapat memberikan dampaknegatif berupa reheacting, memperpanjang lama rawat pasien,peningkatan biaya rumah sakit, menurunkan mutu rumah sakit dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kejadian Infeksi daerah operasi pada pasien post operasi sectio caesarea di Rumah SakitUmum Islam Klaten. Jenis penelitian ini adalah observasionaldengan desain case control. Sampel penelitian ini adalah 194 (97kasus dan 97 kontrol) pasien yang menjalani sectio caesarea (SC) diRumah Sakit Umum islam Klaten pada bulan Januari 2017 sampaidengan November 2019. Uji statistik menggunakan regresi logistikberganda. Hasil penelitian diperoleh faktor intrinsik yangberhubungan dengan kejadian infeksi daerah operasi adalahperdarahan (p= 0,000) dan anemia (p= 0,000) sedangkan yang tidakberhubungan dengan infeksi daerah operasi adalah umur (p= 0,973),usia kehamilan (p= 0,504), gravida (p= 0,856), tingkat pendidikan(p= 0,159), KPD (p= 0,278), suhu tubuh (p= 0,748), diabetes melitus(p= 0,471). Faktor ekstrinsik yang berhubungan dengan kejadianinfeksi daerah operasi adalah lama hari rawat (p= 0,025), ASAScore (p= 0,042), sifat operasi (p= 0,004) dan lama operasi (p=0,000) sedangkan yang tidak berhubungan dengan infeksi daerahoperasi adalah antibiotik profilaksis (p= 0,174) (α = 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang paling dominanmempengaruhi infeksi daerah operasi adalah anemia dengan hasilp= 0,000 (α; 0,05) dan OR 12,591 artinya ibu yang mengalamianemia beresiko sebesar 12,591 kali mengalami kejadian infeksidaerah operasi.
PENGARUH METODE SCHOOL WATCHING TERHADAP PERILAKU KESIAPSIAGAAN BENCANA ANAK SEKOLAH Fitri Suciana; Ulva Nur Aini; Saifudin Zukhri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.501 KB)

Abstract

Metode schoolwatchingBencana merupakan kejadian yang tidak pernah diduga dan menimbulkan bahaya serta risiko. Indonesia secara geografis termasuk negara yang rawan terjadi bencana terutama gunung meletus gunung meletus sehingga perlu adanya kesiapsiagaan bencana. Banyak korban jiwa akibat bencana gunung meletus ini adalah anak-anak, sehingga salah satu upaya dalam meningkatkan siap siaga bencana pada anak adalah dengan menggunakan metode watching school. Tujuan : mengetahui pengaruh metode school watching terhadap perilaku kesiapsiagaan bencana pada anak sekolah dasar. Metode: menggunakan desain penelitian one group post test with control group desain dengan jumlah sampel 25 responden kelompok intervensi dan 25 responden kelompok kontrol. Hasil penelitian terdapat pengaruh metode school watching terhadap perilaku siap siaga pada anak dengan P value 0,000.
Penetapan Kadar Protein Pada Belut Sawah (Monopterus albus Zuieuw) Liar Dan Budidaya Deti Andasari, Sholikhah; Zukhri, Saifudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dalam jumlah maupun mutunya. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Protein mempunyai fungsi khas yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran tentang kadar protein pada belut liar dan belut budidaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah belut yang dibudidaya masyarakat di daerah Polanharjo sebanyak 3 ekor dan belut sawah dari pencari belut yang diperoleh di sawah di daerah Wedi sebanyak 3 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat peneliti. Masing-masing sampel diekstraksi terlebih dahulu dengan metode sentrifugasi. Setelah ekstrak protein diperoleh kemudian dihitung kadar proteinnya dengan Spektrofotometri Visibel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar protein yang terkandung pada belut budidaya adalah 0,124% sedangkan kadar protein pada belut liar adalah 0,109%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar protein pada belut budidaya lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan belut liar.
Penetapan Kadar Protein pada Belut Sawah (Monopterus albus Zuieuw) Liar dan Budidaya Andasari, Sholikhah Deti; Zukhri, Saifudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dalam jumlah maupun mutunya. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Protein mempunyai fungsi khas yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran tentang kadar protein pada belut liar dan belut budidaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah belut yang dibudidaya masyarakat di daerah Polanharjo sebanyak 3 ekor dan belut sawah dari pencari belut yang diperoleh di sawah di daerah Wedi sebanyak 3 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat peneliti. Masing-masing sampel diekstraksi terlebih dahulu dengan metode sentrifugasi. Setelah ekstrak protein diperoleh kemudian dihitung kadar proteinnya dengan Spektrofotometri Visibel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar protein yang terkandung pada belut budidaya adalah 0,124% sedangkan kadar protein pada belut liar adalah 0,109%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar protein pada belut budidaya lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan belut liar.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Daerah Operasi Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Setianingsih, S; Zukhri, Saifudin; Indriani, Nunik
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Daerah Operasi (IDO) dapat memberikan dampaknegatif berupa reheacting, memperpanjang lama rawat pasien,peningkatan biaya rumah sakit, menurunkan mutu rumah sakit dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kejadian Infeksi daerah operasi pada pasien post operasi sectio caesarea di Rumah SakitUmum Islam Klaten. Jenis penelitian ini adalah observasionaldengan desain case control. Sampel penelitian ini adalah 194 (97kasus dan 97 kontrol) pasien yang menjalani sectio caesarea (SC) diRumah Sakit Umum islam Klaten pada bulan Januari 2017 sampaidengan November 2019. Uji statistik menggunakan regresi logistikberganda. Hasil penelitian diperoleh faktor intrinsik yangberhubungan dengan kejadian infeksi daerah operasi adalahperdarahan (p= 0,000) dan anemia (p= 0,000) sedangkan yang tidakberhubungan dengan infeksi daerah operasi adalah umur (p= 0,973),usia kehamilan (p= 0,504), gravida (p= 0,856), tingkat pendidikan(p= 0,159), KPD (p= 0,278), suhu tubuh (p= 0,748), diabetes melitus(p= 0,471). Faktor ekstrinsik yang berhubungan dengan kejadianinfeksi daerah operasi adalah lama hari rawat (p= 0,025), ASAScore (p= 0,042), sifat operasi (p= 0,004) dan lama operasi (p=0,000) sedangkan yang tidak berhubungan dengan infeksi daerahoperasi adalah antibiotik profilaksis (p= 0,174) (? = 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang paling dominanmempengaruhi infeksi daerah operasi adalah anemia dengan hasilp= 0,000 (?; 0,05) dan OR 12,591 artinya ibu yang mengalamianemia beresiko sebesar 12,591 kali mengalami kejadian infeksidaerah operasi.
PENGARUH METODE SCHOOL WATCHING TERHADAP PERILAKU KESIAPSIAGAAN BENCANA ANAK SEKOLAH Suciana, Fitri; Aini, Ulva Nur; Zukhri, Saifudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode schoolwatchingBencana merupakan kejadian yang tidak pernah diduga dan menimbulkan bahaya serta risiko. Indonesia secara geografis termasuk negara yang rawan terjadi bencana terutama gunung meletus gunung meletus sehingga perlu adanya kesiapsiagaan bencana. Banyak korban jiwa akibat bencana gunung meletus ini adalah anak-anak, sehingga salah satu upaya dalam meningkatkan siap siaga bencana pada anak adalah dengan menggunakan metode watching school. Tujuan : mengetahui pengaruh metode school watching terhadap perilaku kesiapsiagaan bencana pada anak sekolah dasar. Metode: menggunakan desain penelitian one group post test with control group desain dengan jumlah sampel 25 responden kelompok intervensi dan 25 responden kelompok kontrol. Hasil penelitian terdapat pengaruh metode school watching terhadap perilaku siap siaga pada anak dengan P value 0,000.