Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MOTORIK

PENGARUH ISAP LENDIR (SUCTION) SISTEM TERBUKA TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN TERPASANG VENTILATOR Saifudin Zukhri; Fitri Suciana; Agus Herianto
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v13i1.7

Abstract

Patients who are attached to endotracheal tube and ventilator will requiring endotracheal tube suctioning that can causes hypoxemia. In ICU RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, the open endotracheal tube suctioning was performed using a general suctioning SOP. Credland has developed an open endotracheal tube suctioning procedure based on recent literature and research. The aim of this research is to know the difference of the effect of open endotracheal tube suctioning that done in ICU with open endotracheal suctioning by Credland on the peripheral oxygen saturation of the patient who installed ventilator.This research uses “quasi experiment” design with “pre test and post test nonequivalent control group” and uses “consecutive sampling”. Ten respondents became the control group when an open endotracheal tube suctioning was applied using generalized SOP in ICU and became the treatment group when was applied with the Credland method. Statistical analysis to determine the peripheral oxygen saturation difference in each group using “wilcoxon”. To compare the oxygen peripheral saturation difference in the control group and the treatment group using “mann whitney”. In the control group the mean of oxygen peripheral saturation before suctioning was 97.8 ± 2.4 and after suction was 94.2 ± 3.0 with the mean difference before and after the suctioning was 3.6 ± 1 , 5. In the treatment group the mean of oxygen peripheral saturation before suctioning was 97.4 ± 3.2 and after suctioning was 95.7 ± 4.9 with average saturation difference before and after suctioning was 1.7 ± 2, 2.There was a difference in the effect of an open endotracheal tube suctioning that done in ICU with open endotracheal tube suctioning by Credland’s methode on the peripheral oxygen saturation of the ventilator-installed patient with p value = 0.014 (p <0.05)
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KARET KERBAU (Ficus elastica Roxb. Ex Hornem.)TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Saifudin Zukhri; Rahmi Nurhaini
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v14i1.23

Abstract

Tanaman Karet Kebo (Ficus elastica Roxb. Ex Hornem.) merupakan salah satujenis tanaman oleh masyarakat di Indonesia sebagai obat penurun tekanan darah,penurun kolesterol, stroke dan pengurang nyeri sendi. Staphylococcus aureusmenyebabkan berbagai infeksi dan keracunan pada manusia. Tujuan penelitian iniadalah mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) ekstrak daun KaretKebo(Ficus elastica Roxb. Ex Hornem.)terhadap bakteri Staphylococcus aureus,yang selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembangan antibiotikherbal yang murah, aman, dan efektif.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Sampel yangdigunakan adalah ekstrak etanol Daun Karet Kebo California (Ficus elasticaRoxb. Ex Hornem.) yang diperoleh dari proses maserasi dan Staphylococcusaureus yang diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas KedokteranUmum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Penelitian terbagi dalam 3kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya mendapatkanaquadestilata, kelompok kontrol perlakuan yang terdiri dari seri konsentrasi 10%,20%, 30%, 40% dan 50% ekstrak etanol daun Ficus elastica Roxb. Ex Hornemdan kelompok kontrol positif dengan menggunakan tetrasiklin 30μg.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata daya hambat Ficus elasticaRoxb. Ex Hornem.untuk tiap konsentrasi 10 %, 20 %, 30 %, 40 % dan 50%,secara berturut-urut adalah 7,3mm, 9mm, 11mm, 13,6 mm dan 16,3 mm. Hasiltersebut menunjukkan bahwa pada konsentrasi 50 %, memiliki daya hambat yangkuat. Hasil tersebut relatif kecil bila dibanding dengan kontrol postif (tetracyclin30 μg), yang mencapai 42,3mm.Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih terdapat perbedaan aktivitas antarakelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan serta kelompok kontrolpositif dengan nilai p value 0,000.
PENGARUH REEDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP SISTEM PENILAIAN APACHE II Saifudin Zukhri; Sri Wiyastuti; Puput Risti Kusumaningrum
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 18 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v18i2.938

Abstract

The highly dynamic and complex condition of the intensive care unit makes it difficult for nurses to provide the best possible care. The Acute Physiology Chronic Health Evaluation II (APACHE II) score system is a commonly used option in intensive care units. (ICU). The poor knowledge of nurses about APACHE II can be a predictor of mortality and the severity of the patient's condition. This research aims to find out the influence of reeducation on the knowledge and attitude of nurses toward the application o f the APACHE II assessment system in the RSUP ICU room, Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. The study involved 35 nurses at ICUs, of whom 57.1% were women. The research design used is a one-group pretest-posttest design. The re-education is done by lecture and the question-and-answer method using the APACHE app on the smartphone for 30 minutes. The knowledge and attitude of the nurse are measured using the instrument created by Chen et al. (2004). The results indicate that the majority of nurses at RSUP ICU, Dr. Soradjo Irtonegoro, are in DIV or S1 nursing (57.1%), working more than 3 months (91.4%). The average pre-reeducation knowledge score is 43.4, the average post- reeducation learning score is 58.5 (rating 0-100), and the results of the Wilcoxon test showed a p = 0.00. The average attitude score before reeducation is 64.7; after reeducation, it is 73.2, with a p -value of 0.00. Reeducation improves the knowledge and attitude of ICU nurses when applying APACHE II.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASCA STROKE PADA PENDERITA STROKE DI DESA JIWOWETAN KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN Zukhri, Saifudin; Daryani, Daryani; Lanang, Muhammad
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 19 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v19i1.980

Abstract

Stroke merupakan kelainan fungsi sistem saraf yang terjadi secara tiba-tiba akibat gangguan peredaran darah otak dan penyakit yang mempunyai kontribusi paling besar dalam menimbulkan kecacatan berupa kelumpuhan anggota badan, gangguan bicara, proses berpikir, dan daya ingat yang merupakan akibat dari fungsi otak. gangguan. Kualitas hidup pasien pasca stroke banyak mengalami perubahan yang cenderung menurun akibat perubahan status kesehatan dan pasien harus mampu beradaptasi dengan kebiasaan pasca stroke untuk lebih meningkatkan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasca stroke pada pasien stroke di Desa Jiwowetan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 17 pasien pasca stroke. Kualitas hidup ditentukan dengan menggunakan kuesioner Stroke Special Quality of Life (SS-QOL). Data dianalisis dengan distribusi frekuensi dan persentase. Rata-rata usia responden adalah 63 tahun, sebagian besar responden (64,7%) berjenis kelamin laki-laki, berdasarkan pendidikan sebagian besar adalah pelajar SD (11,8%), sudah menikah (88,2%), lama hidup setelah stroke  5 tahun ( 52,9%) dan kualitas hidup baik (58,8%). Kualitas hidup pasca stroke di Desa Jiwo Wetan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten mayoritas baik dengan rata-rata tertinggi domain yang diduga berpengaruh adalah domain energi dan kemampuan kognitif. Kata Kunci: stroke, kualitas hidup, kelumpuhan anggota gerak, iskemia