Claim Missing Document
Check
Articles

Fitoremediasi Lahan Bekas Tambang Emas Dengan Penggunaan Berbagai Jenis Legume Dalam Memperbaiki Sifat Fisik Tanah Di Kabupaten Sijunjung Oktabriana. S, Giska; Syofiani, Riza; Gusmini, Gusmini; Aprisal, Aprisal
Agrium Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i2.2855

Abstract

Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, memiliki cadangan emas yang diperkirakan ada di beberapa lokasi. Kegiatan penambangan umumnya dilakukan di lahan pertanian dan perkebunan seperti persawahan dan perkebunan karet dengan teknik penambangan terbuka yang berpotensi merusak lingkungan. Akibat pengerukan, penimbunan, dan pemadatan kendaraan berat merusak tekstur tanah, pada tata air, resapan air yang terganggu akan meningkatkan limpasan dan erosi. Strategi perbaikan sifat fisik tanah dilakukan dengan penanaman tanaman penutup tanah yang dikenal dengan Legum Cover Crop (LCC). Tanaman ini dapat hidup dan bertahan hidup di tanah yang rusak dan berguna untuk melindungi tanah dari kerusakan erosi dan menghasilkan bahan organik dalam jumlah besar. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik lahan bekas penambangan emas. Penelitian ini dilakukan di Nagari Pala Luar Kecamatan Koto Tujuh Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat selama 3 bulan dan dilakukan analisis tanah di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan LCC yang berbeda: A = Kontrol (tanpa penerapan LCC), B = Mucuna conchinchinensis, C = Calopogonium mucunoide, D = Centrocema pubescens dan E = Mucuna bracteata. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) dan uji Tukey's HSD diterapkan jika ada perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LCC Mucuna conchinchinensis telah memperbaiki sifat fisik tanah yang ditunjukkan dengan peningkatan bahan organik tanah, penurunan volume tanah (BV), dan peningkatan total pori-pori tanah bekas tambang emas di Sijunjung. Kabupaten, Sumatera Barat.
Karakteristik Pupuk Organik Granul Biokanat Formulasi Biochar Sekam Padi, Senyawa Polimer Dan Tanah Liat Romadhan, Panji; Gusmini, Gusmini; Hermansah, Hermansah
Agrium Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i1.10622

Abstract

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari bahan organik yang dibuat melalui proses pengomposan atau dekomposisi. Pupuk organik granul biokanat merupakan inovasi formulasi dari beberapa bahan pupuk organik dan bahan amelioran yaitu biochar sekam padi, senyawa polimer dan tanah liat yang mampu meningkatkatkan kualitas tanah bekas tambang emas. Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji kualitas pupuk organik granul biokanat yang dapat diaplikasikan pada tanah bekas tambang emas. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium pupuk organik Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Pembuatan pupuk organik granul biokanat pertama sekali yaitu pengomposan dengan menggunakan perbandingan biochar sekam padi, pupuk kotoran sapi dan sampah sayur sebanyak 1:2:2 dalam satuan kg. Sedangkan untuk proses penggranulan menggunanakan perbandingan kompos dan tanah liat 1:2 dalam satuan kg. Hasil penelitian yang telah diperoleh dilakukan analisis secara deskriptif serta membandingkan hasil penelitian dengan standar pupuk organik yaitu SNI 7763:2018. Hasil uji menunjukkan bahwa pupuk organik granul biokanat mengandung C-total sebesar 31,92%, P-total sebesar 0,76%, total nitrogen 2,12%, kalium total 4,06%, magnesium total sebesar 0,64%. Kalsium total 26,02%, nilai pH sebesar 7,08 dan rasio C/N sebesar 15,06. Berdasarkan hasil tersebut, pupuk organik ini sesuai telah memenuhi standart SNI 7763:2018.
Management Konservasi Dalam Mitigasi Erosi Berbagai Penggunaan Lahan Di Sub Das Lunto Sumatera Barat: Conservation Management In Erosion Mitigation For Various Land Uses In Sub Watershed Lunto, West Sumatera Elsa Lolita Putri; Adrinal; Gusmini; Muhammad Faiz Barchia
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 3 (2024): November
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i3.5641

Abstract

Penelitian tentang prediksi erosi menggunakan metode USLE telah dilakukan di Sub DAS Lunto di DAS Kuantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi tingkat erosi tanah dengan metode USLE, erosi yang dapat ditoleransi, dan konservasi untuk meminimalkan erosi di Sub DAS tersebut. Laboratorium Jurusan Fisika Tanah Universitas Andalas adalah tempat penyelidikan ini dilakukan. Studi ini menggunakan metode survei purposive random sampling di sembilan satuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada SL7 (oxisol, 25%–45%, pertanian lahan kering), erosi tertinggi mencapai 577,27 ton/ha per tahun. Pada SL 8 (oxisol, kemiringan 8%–15%, pertanian lahan kering), erosi tertinggi mencapai 30,02 ton/ha per tahun. Ada dua satuan lahan, SL 2 (oxisol, kemiringan 15%-25%, pertanian lahan kering) dan SL8 (oxisol, kemiringan 8%-15%, pertanian lahan kering), masing-masing dengan nilai prediksi erosi (A) yang lebih kecanggihan. Nilai erosi tertinggi ditoleransi pada SL8, yang mencapai 46,28 ton/ha per tahun, sedangkan nilai erosi terendah ditoleransi pada SL1, yang mencapai 38,52 ton/ha per tahun.
Eksplorasi Dan Identifikasi Morfologi Benih Padi Lokal Dari Beberapa Wilayah Sumatra Barat zulkarnaini Zul; Gusmini Gusmini; Syafrimen Yasin
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 13 No 1 (2024): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v13i1.12462

Abstract

Sumatra Barat adalah provinsi yang memiliki kekayaan akan sumber daya genetik tanaman, khususnya padi. Namun penggunaan varietas padi baru mengakibatkan padi lokal mulai terpinggirkan. Oleh karena itu, eksplorasi padi lokal menjadi sangat penting dalam upaya pelestarian sumber daya genetik. Padi lokal merupakan aset yang berharga bagi perbaikan tanaman untuk mendapatkan resistensi, baik biotik maupun abiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan ekplorasi padi lokal dan mengidentifikasi lokasi tumbuh serta melakukan karakterisasi penampilan gabah padi lokal yang berasal dari beberapa wilayah Sumatra Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2023. Tahapan penelitian meliputi survei lokasi keberadaan padi lokal, karakterisasi biji padi lokal, dan melakukan analisis jarak genetik. Dari hasil penelitian diperoleh 21 genotipe padi lokal Sumatra Barat yang diperoleh dari 5 kabupaten dan 1 kota. Hasil_karakterisasi morfologi biji menunjukkan adanya perbedaan sifat*kuantitatif-(panjang, lebar dan berat 100 biji serta panjang rambut) serta perbedaan sifat kualitatif (warna lemma dan warna pucat, bentuk_kariopsis(dan warna, perikardium).
Respon aktivitas mikroorganisme tanah terhadap pemberian kompos jerami gandum plus tithonia dan pupuk kimia sintetik Imra Atil Mardya; Gusmini Gusmini; Agustian Agustian; Panji Romadhan
Agrium Vol. 23 No. 2: June 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v23i2.27582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis yang paling efektif dari kombinasi pupuk kimia sintetik serta kompos jerami gandum dan tithonia terhadap aktivitas mikroorganisme tanah. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Alahan Panjang, Solok, Sumatera Barat. Rancangan penelitian dilakukan secara acak kelompok  dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan meliputi kombinasi kapur (4 ton ha⁻¹), kompos jerami (7,5 ton ha⁻¹), dan pupuk kimia sintetik pada tingkat 0; 0,25; 0,5; 0,75; dan 1,0 dosis rekomendasi. Parameter mikrobiologi tanah yang diamati meliputi total populasi jamur dan bakteri tanah, respirasi mikroorganisme, biomassa C mikroorganisme tanah, total populasi BPF, total populasi BPN serta pengujian produksi fitohormon IAA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan kapur 4 ton/ha plus kompos jerami gandum 7,5 ton/ha dengan takaran pupuk kimia sintetik 0,75 merupakan rekomendasi dosis terbaik dan paling efektif untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah. Adapun kombinasi pupuk kimia sintetik dengan dosis 0,5 lebih berpengaruh terhadap populasi jamur, respirasi mikroorganisme dan bakteri pelarut fosfat.
Studi Fisika Tanah pada Budi Daya Tembakau (Nicotiana tabacum L) di Berbagai Kemiringan Lahan Adrinal Adrinal; Gusmini Gusmini; Elsa Lolita Putri; Ghina Nadifa
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 4 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.4.597

Abstract

The percentage of slope classes on a land has an impact on changes in soil physics. The purpose of this study is to evaluate the physical properties of soil planted with tobacco on various slopes in Kenagarian Situjuah Batua, Situjuah Limo Nagari District, Lima Puluh Kota Regency. The method used in this study was a survey; samples were taken purposively based on slope classes at slopes 8-15%, 15–25%, and 25–45% at depths of 0–20 cm and 20–40 cm. From each slope 3 repetitions were taken. The results showed that there were changes in soil physics properties in each slope class with the dominant texture of sandy clay loam. Organic matter was classified as high to low (18.77–3.63%), low soil buld density (0.66–0.34 g/cm3), and total pore space was classified as high (75.27–86.87%). The permeability of the soil was classified as very fast to somewhat slow (34.88–0.78 cm/h), and the aggregate stability index was somewhat steady to less steady (60.89–45.98%). It is recommended that tobacco farmers to make terrracing and cut the length of the slope so that it does not lose organic matter. Keywords: soil physical properties, slope level, tobacco plantation
Solid Decanter-AMF Biostimulation for Oil Palm Nursery Development on Ex-iron Mining Land Adrinal Adrinal; Yesi Widia; Elsa Loita Putri; Edwin Edwin; Gusmini Gusmini
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 31 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.31.2.367

Abstract

This study investigates the impact of decanter solid and arbuscular mycorrhiza on the growth of oil palm seedlings in pre-nursery on ex-iron ore mining sites. The construction of pits during iron mining has resulted in soil degradation and abandonment. The addition of solid decanter and arbuscular mycorrhiza can improve the chemical characteristics of soil. The study sought to determine the interaction between solid decanter and arbuscular mycorrhiza, as well as the optimal dose of solid decanter and arbuscular mycorrhiza for oil palm seedling growth in the pre-nursery. This study employed a factorial Completely Randomized Design with two factors and four treatment levels. The first factor was solid decanter (0, 200, 300, and 450 g), whereas the second was arbuscular mycorrhiza (0, 5, 10, and 15 g/polybag). The parameter studied included initial soil analysis, solid decanter analysis, final soil analysis, seed height, stem diameter, number of leaves, leaf length, fresh and dry seedling weights. The study's findings revealed an interaction between solid decanters and arbuscular mycorrhiza on leaf length, fresh weight, and dry weight of seedlings. The treatment dose of 450 g solid decanter and 5 g/polybag arbuscular mycorrhizae resulted in the best growth in all variables. Keywords: arbuscular mycorrhizae, fertility, mycorrhiza, pre-nursery
Aplikasi Biokanat Guna Memperbaiki Sifat Kimia dan Menanggulangi Kontaminan Merkuri di Tanah Bekas Tambang Emas Gusmini Gusmini; Adrinal Adrinal; Feri Arlius; Elsa Lolita Putri
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.2.251

Abstract

Gold mining is an activity that utilizes natural resources by extracting the economic value of the deposits. Mining activities can produce hazardous pollutants, namely Hg (mercury), which can physically, biologically, or chemically damage soil quality. This study aimed to determine the role of biokanat application on the chemical properties of ex-mining land and to determine the effect of biokanat on reducing Hg levels in Kanagarian Padang Sibusuak, Sijunjung Regency. This study was a field experiment with 3 biokanat treatments (0, 10, and 20 ton/ha) with 3 replicates. The experimental 9 units were allocated based on Randomised Block Design. The data were statistically analyzed using an F-test with a 5% significance level. Then, it was continued using DNMRT if the Fcalculated > Ftable. The results showed that the dose of biokanat 20 ton/ha could increase the soil pH to 6.08, organic-C to 2.4%, P-available to 11.96 ppm, total-N to 0.23%, CEC to 2.58 cmol/kg, the basic cations especially Ca into 3.53 cmol/kg, Mg into 0.37 cmol/kg, K into 0.26 cmol/kg, and Na into 0.29 cmol/kg. Application of biokanat 20 ton/ha reduced the soil mercury (Hg) content to 15.96 ppm. Keywords: biocanat, mercury, gold mining
Modification of Peatlands Amendment with Dolomite and Fly Ash Zulkarnaini Zulkarnaini; Irfan Suliansyah; Gusmini Gusmini; Syafrimen Yasin
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 31 No. 2: May 2026
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts..v31i2.45-55

Abstract

High acidity levels and low availability of alkaline elements such as Ca, Mg, and K inhibit plant growth and reduce land productivity. This study examined the effect of dolomite and fly ash doses on the chemical properties of peatland. This study used a 2 × 3 factorial randomized block design (RBD) with three replicates. The first factor was the type of soil conditioner, namely dolomite and fly ash. The second factor was the soil conditioner dose, namely 5, 10, and 15 t ha-1. The type of soil ameliorant did not interact significantly with the dose of soil conditioner for pH, water content, organic C, total N, K, P, Fe, Cu, Zn, Mg, Ca, K-exch, and humate. Dolomite was superior in increasing base elements (Ca, Mg, and K) and the humification process of organic matter, while fly ash played an important role in increasing microelements (Fe, Cu, Zn) and carbon stabilization. Meanwhile, an ameliorant dose of 15 t ha-1 significantly increases pH, moisture content, organic carbon, and macronutrients (P and K). Dolomite and fly ash at an optimal dose of 15 t ha-1 are recommended as a sustainable amelioration strategy to increase pH, chemical fertility, and carbon stability in peat soils without causing negative environmental impacts.
DISEMINASI PGPR SEBAGAI BIOAKTIVATOR DEKOMPOSISI BAHAN ORGANIK DI KELOMPOK USAHA TANI NAGARI SUNGAI ABANG KECAMATAN LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN Haliatur Rahma; Indra Dwipa; Agustian Agustian; Yaherwandi Yaherwandi; Reflinaldon Reflinaldon; Jumsu Trisno; Armansyah Armansyah; Gusmini Gusmini; Afrima Sari; Ryan Dwi Setyawan; Rika Hariance; Dede Suhendra
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v6i2.625

Abstract

Nagari Sungai Abang is one of the areas in Lubuk Alung District, one of the rice production centers in Padang Pariaman Regency. One farming group that intensively cultivates rice is the Farming Business group. The problem with the farmer groups is their ignorance of the benefits of straw as a source of organic matter in the soil. The composting process is long, so farmers always burn rice straw after harvest in preparation for planting the following season. If the burning of straw is carried out continuously, it is feared that nutrients will be deficient in the soil. This activity aims to empower Farming Business groups in Nagari Sungai Abang, Lubuk Alung District, to utilize Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) as a bio activator in making straw compost as organic fertilizer and an alternative to addressing the problem of straw waste in Nagari Sungai Abang, Lubuk Alung. This activity has been carried out in the Farming Group of Farmers in Sungai Abang Dalam Nagari Sungai Abang, Lubuk Alung District, Padang Pariaman Regency. The method used is outreach, counseling, and training to demonstrate making PGPR suspension and compost from straw. From the activities that have been carried out, ready-to-use PGPR is obtained as a bio activator reproduced in coconut water media and used as a bio activator to speed up the composting process. The conclusion of this activity is increasing farmers' understanding of the benefits of straw as a raw material for compost and the use of PGPR as a bioactivator in making straw compost.