Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MSI Transaction on Education

Analisis Penggunaan Bahan Bakar Campuran Pertalite dengan Bioetanol dari Tebu Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Injeksi Deded Purnama; Ahmad Arif; Erzeddin Alwi; Toto Sugiarto
MSI Transaction on Education Vol 4 No 3 (2023): MSI Transaction on Education
Publisher : Minangkabau Scholar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46574/mted.v4i3.117

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor dapat menimbulkan dampak negatif, diantaranya konsumsi bahan bakar fosil yang meningkat dan polusi lingkungan yang disebabkan oleh emisi gas buang pada sepeda motor. Salah satu jenis bahan bakar yang banyak dikonsumsi adalah pertalite sebanyak 79% dibandingkan jenis bahan bakar bensin lainnya. Upaya yang diperlukan dalam mengatasi dampak tersebut yaitu dilakukan pencampuran bahan bakar pertalite dengan bioetanol dari tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan konsumsi bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang pada sepeda motor. Variasi bahan bakar yang digunakan adalah BE0, BE5, BE10, BE15, BE20, dan BE25. Hasil penelitian menunjukkan, penurunan terbesar konsumsi bahan bakar terjadi pada variasi bahan bakar BE25 sebesar 19% dan penurunan emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) terjadi pada variasi bahan bakar BE25 sebesar 28% dan 61% dibandingkan dengan variasi bahan bakar standar BE0. Increasing growth in the number of motorized vehicles can have negative impacts, including increased consumption of fossil fuels and environmental pollution caused by exhaust emissions from motorcycles. One type of fuel that is widely consumed is pertalite as much as 79% compared to other types of gasoline. The effort needed to overcome this impact is to mix pertalite fuel with bioethanol from sugar cane. This research aims to reduce fuel consumption and reduce exhaust emissions on motorbikes. The fuel variations used are BE0, BE5, BE10, BE15, BE20, and BE25. The research results showed that the largest reduction in fuel consumption occurred in the BE25 fuel variation by 19% and the reduction in carbon monoxide (CO) and hydrocarbon (HC) exhaust emissions occurred in the BE25 fuel variation by 28% and 61% compared to the fuel variation standard BE0.
Pengaruh Penggunaan Coil Racing Terhadap Emisi Gas Buang Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor Empat Langkah Dayfit Mikeda L; Erzeddin Alwi; Wakhinuddin S; Rifdarmon
MSI Transaction on Education Vol 4 No 3 (2023): MSI Transaction on Education
Publisher : Minangkabau Scholar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46574/mted.v4i3.122

Abstract

Koil pengapian merupakan alat yang dirancang untuk memiliki kekuatan penguat listrik bertegangan tinggi sehingga menghasilkan pijaran api yang besar pada busi untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna. Pemakaian koil racing dapat mempengaruhi kadar emisi gas buang dan jumlah konsumsi bahan bakar pada kendaraan dikarenakan system pengapian yang lebih baik dan lebih sempurna dibandingkan dengan menggunakan koil standar. Koil Racing menghasilkan tegangan primer sebesar 343.3 volt dan tegangan sekunder mencapai 30 KV dan memiliki jumlah gulungan primer sebanyak 150 lilitan dan gulungan sekunder sebanyak 13.108 lilitan. Dengan menggunakan koil racing ini mampu menurunkan persentase kadar emisi gas buang karbonmonoksida (CO) sebesar 60%, gas hidrokarbon (HC) sebesar 24.53%, serta penurunan jumlah persentase konsumsi bahan bakar sebesar 16.79%. The ignition coil is a device designed to have the power of a high-voltage electric amplifier so as to produce a large afterglow on the spark plug to produce complete combustion. The use of racing coils can affect the level of exhaust emissions and the amount of fuel consumption in vehicles due to a better and more perfect ignition system compared to using a standard coil. The Racing coil produces a primary voltage of 343.3 volts and a secondary voltage of 30 KV and has a primary winding of 150 windings and a secondary winding of 13,108 windings. By using this racing coil, it is able to reduce the percentage of carbon monoxide (CO) exhaust emissions by 60%, hydrocarbon gas (HC) by 24.53%, and a decrease in the percentage of fuel consumption by 16.79%.
Studi Perbandingan Performa Camshaft Standar dan Modifikasi pada Sepeda Motor Empat Langkah 100 cc Purnama, Alvin; Fernandez, Donny; Alwi, Erzeddin; Arif, Ahmad; Sutiman, Sutiman
MSI Transaction on Education Vol 5 No 3 (2024): MSI Transaction on Education
Publisher : Minangkabau Scholar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46574/mted.v5i3.152

Abstract

Teknologi otomotif berkembang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas yang meningkat. Camshaft yang mengatur buka tutup katup, merupakan komponen penting dalam mesin sepeda motor dan mempengaruhi performa mesin. Penelitian ini membandingkan performa camshaft standar dan modifikasi pada sepeda motor empat langkah 100 cc melalui metode eksperimen kuantitatif. Camshaft modifikasi memiliki durasi buka lebih lama, waktu buka lebih awal, waktu tutup lebih lambat, lift lebih tinggi, LSA lebih besar, dan overlap lebih luas dibandingkan camshaft standar, yang secara keseluruhan meningkatkan efisiensi volumetrik dan performa mesin. Pengujian dynotest dilakukan pada putaran mesin 2000-5000 rpm untuk mengukur torsi, daya, dan kecepatan maksimum. Hasil menunjukkan camshaft modifikasi meningkatkan torsi dari 10.34 Nm menjadi 13.00 Nm, daya dari 2.16 kW menjadi 2.95 kW, dan kecepatan maksimum dari 32.84 km/h menjadi 37.00 km/h pada 2000 rpm. Pada 5000 rpm, daya camshaft modifikasi sedikit lebih rendah dibandingkan camshaft standar. Modifikasi camshaft efektif meningkatkan performa mesin pada putaran rendah hingga menengah, memberikan kontribusi penting bagi industri otomotif dan pengguna sepeda motor. Automotive technology is evolving to meet the increasing needs of mobility. The camshaft, which regulates the opening and closing of the valves, is an important component in motorcycle engines and affects engine performance. This study compares the performance of standard and modified camshafts on four stroke 100 cc motorcycles through quantitative experimental methods. Modified camshafts have longer opening durations, earlier opening times, slower closing times, higher lifts, larger LSAs, and wider overlaps than standard camshafts, which overall improves volumetric efficiency and engine performance. The dynotest test was performed at 2000-5000 rpm engine revolutions to measure maximum torque, power, and speed. The results showed that the modified camshaft increased torque from 10.34 Nm to 13.00 Nm, power from 2.16 kW to 2.95 kW, and maximum speed from 32.84 km/h to 37.00 km/h at 2000 rpm. At 5000 rpm, the power of the modified camshaft is slightly lower than that of the standard camshaft. Camshaft modifications are effective in improving engine performance at low to medium revs, making an important contribution to the automotive industry and motorcycle users.
Analisis Penggunaan Berat Roller CVT Standart dengan Variasi Terhadap Daya dan Torsi Sepeda Motor Putra, Aditya Fajri; Alwi, Erzeddin; Maksum, Hasan; Muslim
MSI Transaction on Education Vol 6 No 2 (2025): MSI Transaction on Education
Publisher : Minangkabau Scholar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46574/mted.v6i2.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi berat roller CVT terhadap daya dan torsi pada sepeda motor Honda Vario 160 tahun 2022. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen, mengganti roller standar dengan roller racing dengan berat 15g dan 12g. Pengujian dilakukan menggunakan dynotest untuk mengukur perubahan daya dan torsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan roller standar menghasilkan torsi sebesar 11,72 Nm dan daya sebesar 8,95 kW. Dengan roller racing 15g, torsi meningkat menjadi 13,10 Nm dan daya menjadi 9,05 kW. Sedangkan dengan roller racing 12g, torsi yang dihasilkan adalah 13,41 Nm dan daya sebesar 10,11 kW. Pengujian menunjukkan bahwa penggunaan roller 12g memberikan peningkatan torsi sebesar 12% dan daya sebesar 11% dibandingkan roller standar, sementara roller 15g meningkatkan torsi sebesar 11% dan daya sebesar 1%.