Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., I Wayan Rediarta; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan hasil belajar IPA setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif TSTS, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPA setelah menggunakan model pembelajaran konvensional, dan 3) mengetahui adanya perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TSTS dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Gugus 13 Kecamatan Buleleng pada Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus 13 Kecamatan Buleleng yang berjumlah 190 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB dan VA SD Mutiara yang masing-masing berjumlah 36 dan 37 orang siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling sehingga diperoleh kelas VB sebagai kelompok eksperimen dan VA sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes yaitu tes hasil belajar IPA yang berupa tes objektif. Data yang dikumpulkan berupa skor hasil belajar IPA kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar siswa dengan model TSTS tergolong kualifikasi sangat baik (X ̅=28,11), 2) hasil belajar siswa dengan model konvensional tergolong kualifikasi baik (X ̅=24,08), dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TSTS dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari perhitungan dengan menggunakan uji-t yang memperoleh hasil thitung=53,22>ttabel (α=0,05) =2,00. Melalui perbedaan tersebut, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran kooperatif TSTS berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Model Kooperatif, TSTS, Hasil Belajar IPA The purpose of this research was: 1) to describe the results of science learning after using TSTS cooperative learning model, 2) to describe the results of science learning after using conventional learning models , and 3) to know the differences of science learning outcome between the group of students who are learning with TSTS cooperative learning model and a group of students who are learning with conventional learning models in class V at cluster 13 sub district Buleleng the Academic Year 2013 / 2014. Kind of this research is a quasi experimental study. The population in this study are 190 students of fifth grade elementary school students at Cluster 13 sub district Buleleng. The samples in this study were students of class VB and VA at Mutiara elementary school each of which accounted by 36 and 37 students. Samples were taken using techniques random sampling in order to obtain the VB class as experimental group and VA as a control group. Data collected by the test method that tests science learning outcomes in the form objective test. Data collected in the form scores of science learning outcomes were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The results showed: 1) learning outcomes of students with TSTS model classified as excellent qualifications (X ̅= 28.11), 2) student learning outcomes with conventional models classified as good qualifications (X ̅ = 24.08), and 3) there are significant differences of science learning outcomes between the groups of students who are learning TSTS cooperative learning model and groups of students who are learning with conventional learning models. The difference can be seen from the calculations using the t-test results gained tcount = 53.22 >ttable (α = 0.05) = 2.00. Through these results, it can be said that the TSTS cooperative learning model give positive effects on science learning outcomes.keyword : Cooperative Model, TSTS, Science Learning Outcomes
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING BERPENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., I Putu Rudi Artawan; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Matematika siswa kelas III semester II SD No 6 Sanur pada tahun pelajaran 2012/2013 setelah penerapan metode penemuan terbimbing berpendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI).Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus.Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, serta refleksi.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III semester II SD No.6 Sanur pada tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari 42 orang siswa.Data hasil belajar Matematika siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk uraian yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing berpendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas III semester II SD No. 6 Sanurpada tahun pelajaran 2012/2013.Pada observasi awal, rata-rata skor siswa hanya mencapai 55,36 dengan tingkat hasil belajar yang berada pada kategori rendah. Pada siklus I, rata-rata skor siswa mengalami peningkatan menjadi 66,24 dengan tingkat hasil belajar yang berada pada kategori sedang. Kemudian pada siklus II, rata-rata skor siswa meningkat menjadi 82,05 dengan tingkat hasil belajar yang berada pada kategori tinggi. Demikian pula ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 33% pada observasi awal menjadi 62% pada siklus I dan 86% pada siklus II.Kata Kunci : Kata kunci:Metode Penemuan Terbimbing, Pendekatan pendidikan Matematika Realistik Indonesia, Hasil Belajar. This study aims to determine the improvement of student learning outcomes Math third grade second semester Sanur SD No. 6 in the school year 2012/2013 after the application of the method of guided discovery approach Realistic Mathematics Education Indonesia (PMRI). This research is an action research conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation / evaluation, and reflection. The subjects of this study were students in the second semester of third grade elementary school lesson 6 Sanur in 2012/2013 which consisted of 42 students. Mathematics student learning outcomes data gathered through the test form description quantitatively analyzed descriptively. The results showed that the application of the method of guided discovery berpendekatan Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) can improve student learning outcomes Math class second semester SD No. III. 6 Sanur in the school year 2012/2013. At the initial observation, the average score of students reached only 55.36 with the level of learning outcomes that are in the low category. In the first cycle, the average score of students has increased to 66.24 with the level of learning outcomes that are in the medium category. Then in the second cycle, the average scores of students increased to 82.05 with the level of learning outcomes that are in the high category. Similarly, mastery learning students also increased from 33% at baseline to 62% observed in the first cycle and 86% in the second cycle.keyword : Key words:Method ofGuided Discovery, IndonesiaRealistic MathematicsEducationApproach, ResultsLearning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERBANTUAN TEKNIK KANCING GEMERINCING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Made Hendra Putrawan; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA di gugus III Kecamatan Banjar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kuantum berbantuan teknik kancing gemerincing dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan quasi experiment. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD yang terdapat di gugus III Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 180 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD NO 1 Tampekan yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD NO 3 Dencarik yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kuantum dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Nilai (thitung > ttabel, thitung = 4,5 dan ttabel = 2,000 (α = 0,05 ; db = 58). Rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih besar daripada nilai kelompok kontrol ( ). Hal ini menggambarkan bahwa kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kuantum menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Ini berarti model pembelajaran kuantum berbantuan teknik kancing gemerincing berpengaruh lebih baik terhadap hasil belajar IPAKata Kunci : model pembelajaran kuantum, kancing gemerincing dan hasil belajar This study aimed to determine the differences in science learning outcomes in gugus III of Banjar sub district between students who learned with quantum learning model assisted by kancing gemerincing techniques with students who used conventional learning models in fifth grade students in academic year 2014/2015. The populationof this study was all of the students in the fifth grade of elementary school located in gugus III Banajar sub district in academic year 2014/2015, with the population of 180 students. The samples of this study were the fifth grade of elementary school students NO 1 Tampekan which amounted to 30 students as the experimental group and fifth grade of elementary school students NO 3 Dencarik, amounting to 30 students as the control group. The data of science learning outcomes were collected by objective test. The data were analyzed using descriptive statistical analysis techniquis and inferential statistics namely t-test.The results of this study indicated that there were differences in science learning outcomes significantly between groups of students who used quantum learning model, with a group of students who learned with the conventional model.Value (t count > t table, t count = 4.5 and t table = 2.000 ( = 0.05; db = 58). Average value of the experimental group is higher than the value of the control group ( ). It was illustrated that the group of students who learned with quantum model showed better results that the group of students who learned with the conventional model. It means that quantum learning model assisted by kancing gemerincing techniquis had better effect on science learning outcomeskeyword : quantum learning model, kancing gemerincing and learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 1 BEBALANG ., I Dewa Agung Ratna Prabarini; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5176

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: rendahnya aktivitas belajar siswa dan rendahnya hasil belajar siswa. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan aktivitas belajar melalui model pembelajaran berbasis portofolio, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar melalui model pembelajaran berbasis portofolio. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas V semester II tahun pelajaran 2014/2015 Sekolah Dasar Negeri 1 Bebalang Bangli yang berjumlah 19 orang. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus yang terdiri dari 4 kali pertemuan. Setiap pertemuannya dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi untuk aktivitas belajar dan metode tes untuk hasil belajar. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan presentase aktivitas dan hasil belajar PKn siswa. Peningkatan aktivitas tersebut ditunjukkan dengan perolehan presentase aktivitas belajar pada siklus I 72,92% dan meningkat pada siklus II sebesar 14,29% hingga mencapai 87,21% dengan kategori aktif. Hasil belajar pada pada siklus I 70,75% dan meningkat pada siklus II sebesar 13,95% hingga mencapai 84,7% dengan kategori tinggi dan ketuntasan klasikal mencapai 84,21% pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis portofolio dapat meningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V Semester II Sekolah Dasar Negeri 1 Bebalang Bangli.Kata Kunci : model pembelajaran berbasis portofolio, aktivitas Belajar, hasil Belajar The problem in this study were lack of student learning activities and lack of student learning outcomes. Therefore, this research aims to (1) determine an increase in student learning activities through portfolio based learning, (2) to increase student learning outcomes through portfolio based learning. This research was Classroom Action Research (CAR) with fifth grade students study subjects elementary school 1 Bebalang Bangli school year 2014/2015 amounted to 19 people. Actions performed in 2 cycles consist of 4 meeting. Each encounter a cycle from planning, actions, observation/evaluation and reflection. The use of methods to data collection was observation method for student activities and test method for student outcomes.The data has been collected quantitatively analyzed descriptively. The research results showed an increase in the percentage of civic learning activity and learning outcomes of student. The increase in the percentage indicated by the acquisition of learning activities in the first cycle to 72.92% increased by 14.29% in the second cycle of 87.21% with active category. The increase in the percentage indicated by the acquisition of learning outcomes in the first cycle to 70.75% increased by 13.95% in the second cycle of 84.7% with high category and classical completeness to 84.21% with high category. Based on the results above, it could be concluded implementation of portfolio based learning can increased activity and learning outcomes in elementary school 1 Bebalang Bangli.keyword : portfolio based learning, learning activities, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MATA PELAJARAN PKN KELAS V SD ., I Wayan Eka Martawan; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PKn antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran resolusi konflik dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester genap SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan rancangan nonequivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 5 kelas dengan siswa 124 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD No. 1 Paket Agung dengan jumlah siswa 44 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas V SD No. 2 Paket Agung dengan jumlah siswa 43 orang sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini yaitu tes kemampuan berpikir kritis. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran resolusi konflik dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, dengan nilai thitung sebesar 3,211 dan ttab sebesar 1,988. Artinya, thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran resolusi konflik terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V semester genap SD di gugus VIII Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : model resolusi konflik, berpikir kritis The aim of the research was to Investigated the significant different of student’s critical thinking skill in Pkn subject between groups of student who followed resolution conflict model of learning and groups of students who followed conventional model of learning in fifth grade of even semester’s student in SD VIII group in Buleleng District, Buleleng regency in learning period 2014/2015. This research was quasi experiment with the program nonequivalent post test only control group design. The population of this research was the fifth grade of students in SD VIII group in Buleleng District, Buleleng regency in learning period 2014/2015 which have five class and 124 number of students. The sample of this research was fifth grade SD no 1 Paket Agung with 44 number of students as an experiment and fifth grade SD no 2 Paket Agung with 43 number of students as a control class. The instrument of this research was test of critical thinking skill. The data which was collected was analyzed in two stages, those are descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (T-tes). The result showed that the difference of critical thinking skill between the group of student who treated by using resolution conflict model of learning and group of student who treated by using conventional learning, with score tvalue 3,211 and ttable was 1,988. Therefor, tvalue more than ttable. Based on the result of the research, can conclude that the resolution conflict model of learning can affect the critical thinking of student of fifth grade in in SD VIII group in Buleleng District, Buleleng regency in learning period 2014/2015.keyword : resolution conflict model, critical thinking.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF REGULATED LEARNING (SRL)TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V SEMESTER GENAP ., Nyoman Sudiastana; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas V semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus VII Kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 131 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 1 Banjar Bali yang berjumlah 23 orang dan kelas V SD No. 2 Banjar Bali yang berjumlah 31 orang. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PKn yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas V semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus VII Kecamatan Buleleng. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata hasil belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) adalah 22,52 lebih besar dari rata-rata hasil belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 18,39.Kata Kunci : model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL), hasil belajar PKn This research did to know the difference of the learning result of PKn between students who learn with Self Regulated Learning system and student who learn with conventional learning system in the 5th level on period of the year 2014/2015 in Gugus VII of elementary school in District of Buleleng in Buleleng Regency. System of this research is quasi experiment. Populationthis research are the students of 5th level in Gugus VII of elementary school in Buleleng District on period of the year 2014/2015 which consisted of 131 students. Sample of this research such as student of 5th at SD No. 1 Banjar Bali which consisted of 23 students and student of 5th level at SD No. 2 Banjar Bali which consisted of 31 students. Output of the learning result PKn collected from student by the instrument discription test. The collecting output to be analyze by descriptive statistic analysis and inferential statistic (t-test). This research result found that there is any significant differentation learning result of PKn between student who learn with Self Regulated Learning system and student who learn with conventional system in 5th level of Gugus VII elementary school in District Buleleng on period of the year 2014/2015. The mean comparison of the learning result of PKn in between students who learn with Self Regulated Learning system and student who learn with conventional learning system (22,52 vs 18,39).keyword : self regulated learning (SRL) models, learning result of PKn
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW 1 DENGAN BANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V DI SD GUGUS XIV, KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., I Nyoman Adi Widiana; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5675

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model kooperatif tipe Jigsaw 1 dengan bantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester genap SD Negeri Pemaron Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Rancangan penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain post-test only control group design, dan sampel sebanyak 46 orang yang diambil secara undian. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 14,83 termasuk dalam kategori sedang, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model cooperative jigsaw 1 dengan bantuan media konkret dengan mean (M) = 20,41 termasuk dalam kategori tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1 dengan bantuan media konkret dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 1 Pangkungparuk Kecamatan Seririt. Perbedaan tersebut dilihat dari skor hasil belajar IPA siswa diperoleh hasil thitung sebesar 22,32, sedangkan, ttabel dengan db = 44 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (22,32 > 2,021). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1 dengan bantuan media konkret berpengaruh positif tehadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kooperatif tipe jigsaw 1, media konkret, hasil belajar siswa Abstract The purposes of this research were to know the significant differences between students result in science who learnt by cooperative learning model type Jigsaw 1 and helping by concrete media with students who learnt using conventional learning model in the fifth grade students in SD Negeri Pemaron Kecamatan Buleleng. The type of this research was a quasi experiment by using post-test only control group design. The sample of this study was grade fifth of SD Negeri Pemaron and the sample is 46 students that picked using lottery. Data of students achievement collected using multiple choice test with only one correct answer. Then, data analysis used inferential statistic (t-test). The result of study show that (1) the students who learned science by conventional learning model with mean (M) = 14, 83 belong to average category, (2) the students who learned science by cooperative learning model type Jigsaw 1 and helping by concrete media with mean (M) = 20,41 belong to high category, (3) The result of this research is there is a significant difference students result in science between students who learnt by cooperative learning model type Jigsaw 1 and helping by concrete media with students who learnt using conventional learning model in fifth grade students in SD Negeri Pemaron, Kecamatan Buleleng. The differences can be seen from the score of the student found tarithmetic= 22, 32, and ttabel with db = 44 in significant degree 5% is 2,021. The result showed that tarithmetic is more than ttabel(22,32> 2,021). The result showed that cooperative learning model type Jigsaw 1 and concrete media better than conventional learning model in students result science.keyword : cooperative learning model type Jigsaw 1, concrete medial, students result in science.
PENGARUH MODEL TTW BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SD KELAS IV ., I Gede Jano Ariasa; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5680

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TTW berbantuan media gambar dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan rancangan non equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng, yang berjumlah 5 kelas dengan siswa 131 orang.Sampel penelitian ini yaitu kelas IV SD No. 1 Paket Agung dengan jumlah siswa 44 orang dan kelas IV SD No. 2 Paket Agung dengan jumlah siswa 42 orang, yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini yaitu lembar observasi dan tes menulis. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TTW berbantuan media gambar dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, dengan nilai thitung sebesar 35,71 dan ttab sebesar 2,000. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran TTW berbantuan media gambar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : TTW, hasil belajar The purpose of this study was to determine whether there is a significant difference in learning outcomes between group that learned by a learning model TTW and aided drawing media with groups of students who followed the conventional learning in the second semester of the fourth grade students in Cluster VIII SD Buleleng, Buleleng in Academic Year 2014/2015. This study is a quasi experimental design with non equivalent post test and only control group design. The population was fourth grade in Cluster VIII Buleleng, amounting to 5 classes with 131 students. Samples of this research that fourth grade No. 1 Package Court with the number of students 44 and fourth grade No. 2 Package Court with the number of students 42 students, which is determined by simple random sampling technique. Instruments in this study was the observation sheet and test writing. The data obtained were analyzed in two stages, namely the descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (t-test). The results showed that there were differences in learning outcomes between groups of students that learned with a learning model TTW aided drawing media with a student group that learned with conventional learning, with a tvalue of 35.71 and ttab 2,000. Based on these results, it can be said that there was significant influence learning model TTW and aided drawing media on learning outcomes of fourth grade students in Cluster VIII Buleleng District. keyword : TTW, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT TERHADAP HASIL BELAJAR RANAH AFEKTIF MATA PELAJARAN PKN SISWA ., Ni Luh Putu Eka Agustini; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ranah afektif mata pelajaran PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model VCT dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas V di Gugus III Kecamatan Dawan tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus III Kecamatan Dawan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 123 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 2 Kusamba yang berjumlah 29 orang dan kelas V SDN 4 Kusamba yang berjumlah 32 orang. Data hasil belajar ranah afektif mata pelajaran PKn siswa dikumpulkan dengan metode non tes berbentuk kuesioner. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar ranah afektif mata pelajaran PKn yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model VCT dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas V di Gugus III Kecamatan Dawan tahun pelajaran 2014/2015. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata hasil belajar ranah afektif mata pelajaran PKn siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model VCT adalah 120,31 lebih besar dari rata-rata hasil belajar ranah afektif mata pelajaran PKn siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 97,14.Kata Kunci : VCT, hasil belajar ranah afektif, PKn This study aimed to determine the difference of the affective learning outcomes PKn subjects between students who were taught by using VCT model and the students who were taught by using conventional way in fifth grade students at Gugus III Dawan District in the academic year 2014/2015. The study was the quasi experiment. The populations in this study were the fifth grade students at Gugus III Dawan District in the academic year 2014/2015 who consisted of 123 students. The samples of this study were fifth grade at SDN 4 Kusamba which consisted of 32 students and fifth grade students at SDN 2 Kusamba which consisted of 29 students. The data of students’ affective learning outcomes PKn subjects was collected by questionnaire shaped non test methods. The collected data was analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic analysis (t-test). The result of the study shows that there is significant difference of the affective learning outcomes PKn subjects between students who are taught by using VCT model and students who are taught by using conventional way in fifth grade at Gugus IIII Dawan District in the academic year 2014/2015. The mean comparison of affective learning outcomes PKn subjects in VCT model was significantly higher than in conventional (120,31 vs 97,14).keyword : VCT, affective learning outcomes, PKn
Pengaruh Model Pembelajaran Resolusi Konflik Terhadap Motivasi Belajar PKn Pada Siswa Kelas V Gugus VIII Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Tahun Ajaran 2014/2015 ., Putu Krisiantari; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.6187

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik dan konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Gugus VIII Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 120 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 1 Munduk yang berjumlah 20 orang dan siswa kelas V SD No. 2 Munduk yang berjumlah 17 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tehnik pengumpulan data non tes yaitu kuisioner motivasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar PKn yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (ttabel 2,042 > thitung 11,3). Perbandingan hasil perhitungan rata-rata motivasi belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik adalah 132 lebih besar dari rata-rata motivasi belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 117. Hal ini berarti penerapan model resolusi konflik berpengaruh terhadap motivasi belajar PKn siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus VIII Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Kata Kunci : Model Resolusi konflik, Motivasi Abstract The purpose of this study to find out the motivasion differencesin studing CIvic between the student who used resolution conflick model and those student who used konvensional model. This study is quasi experiment research. The population of this study were 120 student in five grade of VIII cluster elementary school in Banjar district in academic year 2014/2015. The sample of this study were 20 student of SN No. 1 Munduk and 17 student from SD No. 2 Munduk. The data ghatering used in this study is using questionnaire. Then, the data were analyzed by using descriptive and inferention (t- test) statistics. This study find cut the significant differences between the students who used resolution conflict model and the conventional model ttable 2,042 > tarithemetic 11,3). The mean of motivation study of the students who used resolution conflict were 132 higher from who those who used konventional model. It means the resolution conflict models is significantly in fluence the student motivation in studying Civic in five grade student of VIII cluster elementary school in Banjar district in academic year 2014/2015. keyword : Resolutions conflict model, Motivation
Co-Authors ., Agung Ayu Kade Rwi Utami ., Bq.Fitri Hurianti ., Gede Pasek Sumayasa ., I Gede Dody Mahaputra ., I Gede Setya Mahendrawan ., I Gusti Ayu Nyoman Prawidayanti ., I Kd Rizal Rahmadi ., I Ketut Putra Astawa ., I Komang Pande Ardiyasa ., I Made Agus Edi Septiawan ., I Made Agus Muliarta ., I Made Dwi Radnyana Giri ., I Pt Agus Santika Yasa ., I Putu Diarsa ., Kadek Ayu Budi Suryani ., Kadek Ayu Nataliani ., Kadek Ayu Wisaka Dewi ., Luh Komang Laksmi Prasatya ., Luh Putu Sri Lestari, S.Pd., M.Pd. ., Made Wisnu Puthra ., Ni Kadek Afri a ., Ni Kadek Dwi Putriani ., Ni Kadek Wangi ., Ni Ketut Windu Ratnasari ., Ni Komang Sri Asriyani ., Ni Komang Tri Ernawati ., Ni Luh Putu Dewi Aryani ., Ni Luh Putu Eka Agustini ., Ni Luh Sri Sumewati ., Ni Made Ayu Permita Budiani ., Ni Made Dwi Gayatri ., Ni Made Widya Paramita ., Ni Nyoman Mira o ., Ni Putu Eva Adelina Ariswati ., Ni Putu Seni Armini ., Ni Wayan Bela Kartika ., Ni Wayan Depiani ., Ni Wayan Eni Febriyanti ., Ni Wayan Juliani ., Ni Wayan Winjassica Purnama Dewi ., Nyoman Masa ., Putu Ari Dharmayanti, S.Pd.,M.Pd. ., Putu Dimas Mantara ., Putu Sugiantari ANAK AGUNG ISTRI RAI MARTA DEWI . Desak Putu Parmiti Devi Octaviani Dewa Gede Alit Muriana . Dewa Nyoman Sudana Drs. Ndara Tanggu Renda . Dwi Arini, Ni Kadek Ayu Gede Raga Gede Wira Bayu Gusti Ngurah Bagus Yogantara . Handayani, Putri Astuti I Dewa Agung Ratna Prabarini ., I Dewa Agung Ratna Prabarini I Dewa Kade Tastra I Gede Astawan I Gede Jano Ariasa ., I Gede Jano Ariasa I Gede Margunayasa I Gede Raga I Gede Rai Sanjaya . I Gede Supraptayana . I Gusti Ayu Tri Agustiana I Gusti Ngurah Japa I Gusti Ngurah Margareta . I Kadek Rusadi Putra I Kadek Suartama I Komang Sudarma I Komang Sudarma I Made Citra Wibawa I Made Suarjana I Made Tegeh I Nyoman Adi Widiana ., I Nyoman Adi Widiana I Nyoman Jampel I Putu Rudi Artawan . I Wayan Eka Martawan ., I Wayan Eka Martawan I Wayan Guntara . I Wayan Rediarta . I Wayan Widiana I Wayan Yoga Sentana Utama . Ign Wayan Suwatra Ignatius I Wayan Suwatra Kadek Ayu Mertasari . Kadek Megawati . Kadek Yudiana Ketut Pudjawan Kusuma Putri, Ni Pt Linda M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd. I Nyoman Arcana,SST. . M.Pd. S.Pd. Putu Nanci Riastini . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. Made Hendra Putrawan . Made Sumantri Made Wesi Agung Prabhawa . Mahardi, I Putu Yogik Suwara Mahardi, I Putu Yogik Suwara Ni Kadek Aryani . Ni Kadek Ayu Dwi Arini Ni Kadek Rosdianti Pertiwi Ni Ketut Eli Wahyuni Ni Ketut Suarni Ni Komang Karyawati . Ni Luh Astiningsih . Ni Luh Gede Paramita Hervinovira . Ni Made Sukerti Ni Nyoman Kusmariyatni Ni Nyoman Nonik Ni Putu Eka Ariesta Wati . Ni Wayan Arini Ni Wayan Rati Nyoman Sudiastana ., Nyoman Sudiastana Octaviani, Devi Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Pujiani, N.L Nopi Purwanti . Putu Junaedi Mahardika ., Putu Junaedi Mahardika Putu Krisiantari ., Putu Krisiantari Rusadi Putra, I Kadek S.Pd Luh Putu Putrini Mahadewi . S.Pd. ., Putu Ari Dharmayanti, S.Pd. S.Pd. Luh Putu Sri Lestari . Sri Astiti, Desak Kadek Sri Astiti, Desak Kadek Sulistya Dewi, Made Rahayu Utariasih, Luh Juli Utariasih, Luh Juli Wahyuni, Ni Wayan Wayan Yogi Wintari . Wiryawan, I Wayan Ade Wiryawan, I Wayan Ade