I Wayan Wendra
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 144 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Menulis Teks Pidato di Kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara ., Made Rospita Pradnya Dewi; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis pidato di kelas X IPA 8 SMA Negari 1 Kuta Utara, (2) mendeskripsikan hasil penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis pidato di kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif-kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara dan siswa kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta. Objek penelitian ini adalah penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis pidato. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis pidato di kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara dilakukan dengan tiga tahap kegiatan pembelajaran, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan dibagi menjadi lima tahapan, yaitu guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menyanyikan lagu Indonesia Raya, guru mengecek kehadiran siswa, guru melakukan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti ini, guru menerapkan 5M (mengamati, menanya, mengekslorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan). Pada kegiatan penutup guru menanyakan kesulitan yang dihadapi siswa dalam memahami materi yang telah dipelajari, guru dan siswa menyimpulkan materi pelajaran. (2) Kemampuan siswa dalam mengikuti pelajaran menulis pidato yang dibantu dengan menggunaan media audio visual sangat tinggi. siswa mampu memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang telah ditentukan pihak sekolah, yaitu 85. Kata Kunci : penggunaan media audio visual, menulis pidato This research aimed at (1) describing the use of audio visual media in speech writing learning in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara, (2) describing the result of the use of audio visual media in speech writing learning in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara. This research used the descriptive qualitative-quantitative research design. The subject of this study were Indonesian language teacher who taught in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara and the students in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara. The object of this study was the use of audio visual media in speech writing learning. The data in this research was gathered by using observation and documentation method. The result of this study showed that (1) the use of audio visual media in speech writing learning in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara done within three steps of learning process which were introduction, core activity, and closing activity. The introduction activity was divided into five steps, they were teacher began the learning by greeting the students, sang the Indonesia Raya song, teacher checked the students’ attendance, teacher did the apperception, and told students the purpose of the learning. In this core activity, the teacher applied 5M (mengamati – observing, menanya – questioning, mengeksplorasi – exploring, mengasosiasi – associating, and mengkomunikasikan – communicating). The closing activity, teacher asked the difficulty that faced by students in understanding the material that had learnt, teacher and students concluded the material of learning. (2) Students ability to attend speech-assisted lessons by using audio-visual media is very high. Students could reach the KKM (KriteriaKetuntasan Minimum – The Criteria of Minimum Completeness) that has been determined by the school parties, that was 85.keyword : the use of audio visual media, speech writing
KAJIAN RETORIKA DALAM NASKAH PIDATO PADA SISWA KELAS X.1 SMA NEGERI 1 PUPUAN ., I Wayan Pasek Widiantara; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3516

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif yang menggambarkan adanya mengenai kajian retorika dalam naskah pidato siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Pupuan. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X.1 di SMA Negeri 1 Pupuan yang berjumlah 21 orang siswa, sedangkan objek penelitiannya adalah pengorganisasian tutur bahasa dalam naskah pidato siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Pupuan, pilihan bahasa figuratif dalam naskah pidato siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Pupuan, kendala-kendala yang dialami siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Pupuan terkait dengan pengorganisasian tutur bahasa dalam menulis naskah pidato, dan kendala-kendala yang dialami siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Pupuan terkait dengan pilihan bahasa figuratif dalam menulis naskah pidato. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penugasan, metode dokumentasi, dan metode wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang mencakup tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pembelajaran menulis naskah pidato pada siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Pupuan ditinjau dari segi pengorganisasian tutur bahasa sudah mnunjukkan hasil yang baik. Siswa sebagian besar menuangkan pesan, ide atau gagasannya menggunakan pola pengembangan dengan teknik deduktif, hasil pembelajaran menulis naskah pidato pada siswa klas X.1 SMA Negeri 1 Pupuan ditinjau dari segi pemilihan bahasa figuratif juga sudah menunjukkan hasil yang baik. Terkait dengan pemilihan bahasa figuratif dalam naskah pidato yang ditulis siswa, siswa sebagian besar hanya menggunakan gaya bahasa perumpamaan, berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan siswa, diketahui bahwa siswa kurang paham dengan konsep menulis pidato yang baik ditinjau dari segi pengorganisasian tutur bahasa, dan siswa juga mengalami kesulitan terkait dengan pemilihan bahasa figuratif ketika menulis naskah pidato. Siswa mengatakan sama sekali tidak paham dan tidak mengetahui apa itu bahasa figuratif. Peneliti menyarankan agar guru hendaknya mengintensifkan pembelajaran menulis naskah pidato dengan memperhatikan kendala yang ada untuk dicari pemecahannya. Kata Kunci : kajian retorika, naskah pidato This research is a case study with a qualitative descriptive design study that describes what it is rhetoric in speeches to students in class X.1 of SMA Negeri 1 Pupuan. Subjects in this study were all students in class X.1 of SMA Negeri 1 Pupuan totaling 21 people, while the research object is the organization said in a speech language to students in class X.1 of SMA Negeri 1 Pupuan, the choice of figurative language in speech to students in class X.1 of SMA Negeri 1 Pupuan, constraints experienced by students in class X.1 of SMA Negeri 1 Pupuan associated with the organization of said language in writing speeches, and the constraints experienced by students in class X.1 of SMA Negeri 1 Pupuan associated with the choice of figurative language in writing speeches. Data collection method used in this study is the assignment method, method of documentation, and method of interviews. Data a nalysis used in this study is the analysis of qualitative data that includes try stages, namely data reduction, data display, and conclusion. Result showed that learning outcomes writing speeches in class X.1 of SMA Negeri 1 Pupuan in terms of organizing said the language is good. Students most of their ideas or ideas using deductive pattern development techniques, learning outcomes writing speeches in class X.1 of SMA Negeri 1 Pupuan in terms of choice figurative also been well discussed. Option related figurative language in speech superscript students, some students use the language of parable stlye, based on interviews with students who are doing research, known to students don’t understand the conceptof writing a good speech in terms of organization of speech language, and students also have difficulties associated with the selection of figurative language when writing speeches. Students reported not understand and don’t know about figurative language. Researchers suggest that teachers should intensify the teaching of writing speeches with attention to existing constraints to look for solution.keyword : study of rhetoric, speeches
TINDAKAN JURNALIS DALAM JURNALISME WARGA (CITIZEN JOURNALISM) PADA PENULISAN BERITA DI MEDIA INFO SINGARAJA Puji A., Ni Pt. Yani; Martha, I Nengah; Wendra, I Wayan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i1.20312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindakan atau langkah-langkah seorang jurnalis dalam jurnalisme warga sebelum berita yang ditulis diterbitkan dan mendeskripsikan bentuk penyajian berita jurnalis dalam jurnalisme warga pada penulisan berita di Info Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah administrator Info Singaraja dan tiga jurnalis dalam jurnalisme warga. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data,  penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diperoleh sesuai dengan hakikat jurnalisme warga yaitu kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis seta penyampaian informasi dan berita. Selain itu dalam tindakan menerapkan prinsip dasar jurnalisme warga pada umumnya. Adapun yang dapat diperhatikan bagi jurnalis citizen journalism baru yaitu prinsip dasar, bentuk, dan tantangan jurnalisme warga seperti yang ditemukan pada penelitian tindakan jurnalis dalam jurnalisme warga pada penulisan berita di media Info Singaraja.
PEMBELAJARAN PUISI RAKYATPADAPELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI KELAS VIIE SMP NEGERI 1 SUKASADA Puspitasari, Gst A A Dyah; Astika, Made; Wendra, I Wayan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada, (2) penggunaan teks dalam pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada, dan (3) penggunaan media dalampembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif.Subjek dalam penelitian ini adalah guru Bahasa IndonesiaSMP Negeri 1 Sukasada. Objek penelitian ini adalah(1) pelaksanaan pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013,(2) penggunaan teks dalam pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada, dan (3) penggunaan media dalam pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada.Data dikumpulkan dengan metode observasidan wawancara (semiterstruktur).Tahapananalisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pelaksanaan pembelajaran puisi rakyat belum sesuai dengan isi skenario pembelajaran dan Permendikbud No. 81A Tahun 2013, (2) penggunaan teks belum sesuai dengan empat tahapan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks berdasarkan atas aturan Kemendikbud Tahun 2013, (3) penggunaan mediasangat terbatas tidak sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MURDER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI KELAS X IPB DI MADRASAH ALIYAH NEGERI PATAS TAHUN AJARAN 2016-2017 ., Baiq Laily Septiana Anggraini; ., Drs. I Wayan Wendra, M.Pd.; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi (2)mendeskripsikan respon siswa kelas X IPB di Madrasah Aliyah Negeri Patas. Rancangan penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan dua siklus dan menggunakan lima tahap penelitian tindakan kelas. yakni (1) refleksi awal, (2) perencanaan, (3) pelaksanaan, (4) observasi, dan (5) refleksi. Subjek penelitian ini adalah Guru bahasa Indonesia dan peserta didik kelas X IPB dan Objek dari penelitian ini adalah Penggunaan Model pembelajaran Kooperatif Murder untuk Meningkatkan Hasil Belajar Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Kelas X IPB di Madrasah Aliyah Negeri Patas Tahun ajaran 2016-2017. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa tes, observasi, kuisioner dan wawancara. Berdasarkan kedua jenis data yang diperoleh, maka teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu pada pratindakan mencpai skor 65,7 terauk dala kategori cukup, siklus I mencapai skor 71,15 termasuk dalam kategori baik naun belum mencapai KKM dan pada siklus II mencapai skor 80,88 termasuk dalam kategori baik dan sekaligus penelitian pun dihentikan karena sudah mencapai target. Perolehan rata-rata respons siswa pada siklus I sebesar 27,11 dalam kategori kurang positif dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 37.46 dalam kategori positif. Dalam pembelajaran menulis, Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Murder dapat Meningkatkan Hasil Belajar Keterampilan Menulis Teks Eksposisi kelas X IPB di Madrasah Aliyah Negeri Patas. Kata Kunci : Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Murder, dan hasil belajar ABSTRACT This study aims to (1) describe the improvement of writing skills of exposition texts (2) to describe the response of students of class X IPB at Madrasah Aliyah Negeri Patas. The design of this study is a Classroom Action Research which is conducted with two cycles and uses five stages of classroom action research. namely (1) initial reflection, (2) planning, (3) implementation, (4) observation, and (5) reflection. The subjects of this study are Indonesian teachers and students of class X IPB and Object of this study is the use of Cooperative Learning Model Murder to Improve Learning Outcomes Writing Skills Text Writing Exposure Class X IPB in Madrasah Aliyah Negeri Patas Teaching Year 2016-2017.. This study uses data collection methods such as tests, observations, questionnaires and interviews. Based on the two types of data obtained, the data analysis techniques used in this study is a quantitative descriptive data analysis techniques and qualitative descriptive data analysis techniques. The result of this research is pratindakan mencpai score 65,7 terauk dala enough category, cycle I reach score 71,15 including in good category naun not reach KKM and in cycle II reach score 80,88 including in good category and also research stopped because it has reached the target. The average acquisition of student response in cycle I was 27.11 in the less positive category and in cycle II increased by 37.46 in positive category. In writing study, Based on these results can be concluded that with the Application of Cooperative Learning Model type Murder can Improve the Learning Outcomes Writing Skills Text Exposition class X IPB in Madrasah Aliyah Negeri Patas. keyword : Keywords: Cooperative Learning, Murder, and learning outcomes
PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN TELEVISI “PADA ZAMAN DAHULU” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI CERITA FABEL PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 3 MENGWI ., Ida Ayu Gede Pramiari; ., Drs. I Wayan Wendra, M.Pd.; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14356

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (2) hasil penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (3) respons siswa terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel. Subjek dalam peneliitian ini yaitu guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Mengwi. Objek dalam penelitian ini yaitu langkah-langkah penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu”, kemampuan hasil belajar siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel dan respons siswa terhadap pengunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu”. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunanakan metode (1) Observasi, (2) Tes, (3) Angket, dan (4) Wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tehnik diskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terdapat tiga langkah dalam pembelajaran menceritakan kembali isi cerita fabel yaitu pendahuluan, inti, dan penutup, (2) kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel meningkat dengan perolehan skor rata-rata refleksi awal yaitu 59,35 (kurang), menjadi 70,11 (cukup) pada siklus I dan menjadi 81,41 (baik) pada siklus II, dan (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel dengan skor rata-rata respons siswa 30,88 (positif) pada siklus I menjadi 32,41 (sangat positif) pada siklus II. Kata Kunci : Tayangan Televisi, Menceritakan Cerita Fabel This classroom action research (PTK) aimed for investigating 1) the steps to use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. 2) result of using television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. 3) student’s response towards the use of use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. The subject of this study is the teacher of Bahasa Indonesia and students of class VII B in SMP N 3 Mengwi. The objects of this study are the steps of using television program “Once Upon a Time”, the ability of student learning outcomes in retelling the contents of fable stories, and student’s response towards the use of use television program “Once Upon a Time”. Data collection in this research (1) observation, (2) Test, (3) Questionnaire, and (4) Interview. The data were analyzed by using descriptive- qualitative and descriptive-quantitative techniques. The result showed that: 1) There are three steps of re-telling the content of the story such as opening, whilst-activity, and closing. 2) the student’s skill in re-writing the story increased from 59.35 (low) in pre-reflection into 70,11 (satisfactory) in 1st cycle and 81.41 (good) in 2nd cycle. 3) the student’s response towards the use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill was positive with the average score 30.08 in 1st cycle into 32.41 in 2nd cycle. keyword : Television Impressions, Telling Fable Stories
PENGGUNAAN METODE CURAH PENDAPAT DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DI KELAS X IPA 2 SMA NEGERI 1 SAWAN Dewi, Ni Putu Kusma; Wendra, I Wayan; Putrayasa, Ida Bagus
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20380

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) penerapan metode Curah Pendapat oleh guru bahasa Indonesia pada pembelajaran menulis puisi (2)kendala yang dihadapi guru bahasa Indonesia dalam menerapkan metode Curah Pendapat pada pembelajaran menulis puisi (3) kendala yang dihadapi siswa ketika guru bahasa Indonesia menerapkan metode Curah Pendapat dalam pembelajaran menulis puisi (4) respons siswa terhadap pembelajaran menulis puisi menggunakan metode Curah Pendapat oleh guru bahasa Indonesia. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X IPA 2 di SMA Negeri 1 Sawan. Objek dalam penelitian ini adalahpenerapan metode Curah Pendapat, kendala yang dihadapi oleh guru dan siswadalam penerapan metode Curah Pendapat, serta respons dari siswa terhadap penerapan metode Curah Pendapat. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) metode Curah Pendapat mampu diterapkan oleh guru dengan baik dan sesuai prosedur (2) tidak terdapat kendala yang dihadapi guru bahasa indonesia dalam menerapkan metode Curah Pendapat pada materi menulis puisi (3) sebagian besar siswa tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan penerapan metode Curah Pendapatoleh guru (4) sebagian besar siswa merespon positif terhadap pembelajaran dengan metode Curah Pendapat pada materi menulis puisi.
Pelaksanaan Pembelajaran Berbicara BIPA Siswa Kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali ., Yuniarti Rahmalia Hapsari; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 6, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran berbicara BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berbicara BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali, dan (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran berbicara BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengajar BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali dan objek penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbicara BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran berbicara BIPA yang disusun oleh pengajar yang berhubungan dengan perangkat pembelajaran hanya berupa silabus,(2) pelaksanaan pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar sudah mengarah pada kemampuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Indonesia siswa khususnya dalam hal berbicara, (3) evaluasi pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar berupa tes dan non tes.Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, berbicara, bahasa Indonesia, BIPA This research aimed at (1) describing BIPA speaking lesson plan in the IX grade students of Gandhi Memorial Intercontinental School Bali, (2) describing the implementation of BIPA speaking lesson in the IX grade students of Gandhi Memorial Intercontinental School Bali, and (3) describing the evaluation of BIPA speaking lesson in the IX grade students of Gandhi Memorial School Intercontinental Bali. This research used descriptive qualitative research design. Subjects of this study were BIPA teachers in class IX of Gandhi Memorial School Intercontinental Bali and the objects of this research are the planning, implementation, and evaluation of BIPA speaking lesson in the IX grade students of Gandhi Memorial School Intercontinental Bali. The methods used to collect data were observation, documentation, and interview. The results of this study indicated that (1) the BIPA speaking lesson plan which was compiled by the teacher was just a syllabus, (2) the implementation of BIPA speaking lesson which was conducted by the teacher had led to develop the ability of Indonesian students, especially in terms of speaking, (3) the evaluation of BIPA speaking lesson which was conducted by the teacher was test and non-test.keyword : the implementation of lesson, speaking, Indonesian, BIPA
PENGGUNAAN METODE PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN DEBAT DI KELAS X SMA NEGERI 1 SAWAN Sumiarti, Ni Luh Eka; Putrayasa, Ida Bagus; Wendra, I Wayan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan metode problem solving oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran debat di kelas X (2) respons siswa terhadap penggunaan metode problem solving oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran debat di kelas X (3) kendala guru yang datang dari siswa dalam penggunaan metode problem solving pada pembelajaran debat di kelas X SMA Negeri 1 Sawan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ialah (1) penggunaan metode problem solving dalam pembelajaran debat telah memenuhi prosedur, yaitu pada awal pembelajaran guru mampu mengarahkan siswa, pada inti pembelajaran siswa mampu mengikuti debat dengan maksimal, dan pada akhir pembelajaran siswa memperoleh gambaran mengenai metode problem solving dalam debat. (2) respons siswa sebagian besar positif, yakni menyenangi penuh metode problem solving, namun sebagian kecil kurang menyenangi metode problem solving. (3) kendala guru adalah dari segi siswa dan fasilitas. Simpulan penelitian ini adalah (1) penggunaan metode problem solving telah efektif dan sesuai prosedur. (2) respons siswa sebagian besar positif. (3) kendala yang ditemukan oleh guru adalah dari segi siswa dan fasilitas sekolah yang sangat terbatas.
PENGGUNAAN METODE PROBLEM SOLVING OLEH GURU BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN DEBAT DI KELAS X SMA NEGERI 1 SAWAN ., Ni Luh Eka Sumiarti; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Drs. I Wayan Wendra, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan metode problem solving oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran debat di kelas X (2) respons siswa terhadap penggunaan metode problem solving oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran debat di kelas X (3) kendala guru yang datang dari siswa dalam penggunaan metode problem solving pada pembelajaran debat di kelas X SMA Negeri 1 Sawan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan metode problem solving, respons siswa, dan kendala guru. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ialah (1) penggunaan metode problem solving dalam pembelajaran debat telah memenuhi prosedur, yaitu pada awal pembelajaran guru mampu mengarahkan siswa, pada inti pembelajaran siswa mampu mengikuti debat dengan maksimal, dan pada akhir pembelajaran siswa memperoleh gambaran mengenai metode problem solving dalam debat. (2) respons siswa sebagian besar positif, yakni menyenangi penuh metode problem solving, namun sebagian kecil kurang menyenangi metode problem solving. (3) kendala guru adalah dari segi siswa dan fasilitas. Simpulan penelitian ini adalah (1) penggunaan metode problem solving telah efektif dan sesuai prosedur. (2) respons siswa sebagian besar positif. (3) kendala yang ditemukan oleh guru adalah dari segi siswa dan fasilitas sekolah yang sangat terbatas. Saran penelitian ini ialah, guru Bahasa Indonesia agar mempertahankan keefektifan pembelajaran dan lebih memotivasi siswa, serta untuk pihak sekolah lebih meningkatkan fasilitas pembelajaran.Kata Kunci : debat, pembelajaran, problem solving. This study aimed for describing:1) the use of problem solving method by Indonesian teacher in debate in 10th grade students 2) students response towards the use of problem solving method by Indonesian teacher in debate in 10th grade students, 3) the teachers obstacle about the use of problem solving method by Indonesian teacher in debate in 10th grade students of SMA Negeri 1 Sawan. This study used descriptive qualitative design. The subjects of this study are the teacher and the students. The objects of this study are the use of the method, students response and the teacher’s obstacle. This study used several methods such as observation and interview. The data was analyzed by using descriptive qualitative. The result showed that: 1) the use of problem solving method has fulfilled the procedure, in the beginning the teacher can guide the students, in the middle of the learning process the students can follow the debating activity maximally, in the end the students knew about the problem solving method in debate, 2) the students response are dominantly positive towards problem solving method, 3) the teacher’s obstacle are students and facilities. The conclusions of this study are: 1) the use of problem solving method was effective and fulfilled the procedure, 2) 2) the students response are dominantly positive, 3) the teacher’s obstacle are the students and the facilities in the school. This study suggested that Indonesian teacher to keep the effectiveness of the learning and motivate the students then for the school staff to improve the facility.keyword : debate, lesson, problem solving
Co-Authors ., Baiq Laily Septiana Anggraini ., I Komang Gede Wahyu Gunawan ., I Made Wisnawa ., I Putu Widhi Astika ., Ida Ayu Gede Pramiari ., Kadek Desy Indah Sari ., Kt Juni Adi Purnawan ., Made Novi Ismayanti ., Made Rospita Pradnya Dewi ., Ni Kadek Ratna Wati ., Ni Ketut Mudiani ., Ni Komang Yuni Tri Antari ., Ni Luh Eka Sumiarti ., Ni Luh Putu Ayu Ariani ., Ni Putu Eva Fransiska Dewi ., Ni Wayan Herayati ., Putu Yoko Andriawan ., Putu Yudi Mahendra ., Safitri Nurul Wahyuni ., Yuniarti Rahmalia Hapsari Aminatuzzahro . Asgav, Irhas Maulana Astika, I Putu Widhi Baiq Laily Septiana Anggraini . Dewi, Kadek Siska Yulia Dewi, Ni Putu Kusma Diyanti, Kadek Risma Drs. I Nyoman Merdhana, M.Pd . Dw.Ayu Made Risna Gde Artawan Gede Gunatama Gst A A Dyah Puspitasari Hilmi, Muhammad Imam I Dewa Gede Budi Utama I Gede Nurjaya I Gusti Ayu Komang Lili Absari . I Gusti Ayu Sinta Ardi Lestari I Kadek Fendy Permana Merta I Kadek Murdika . I Kadek Murdika ., I Kadek Murdika I Ketut Adi Purnawan I Ketut Paramarta I Komang Agus Aryanta . I Komang Gede Wahyu Gunawan . I Made Astika I MADE SUJANA . I Made Wisnawa . I Nengah Martha I Nengah Suandi I Nyoman Yasa I Putu Adi Darmadi . I Putu Adi Darmadi ., I Putu Adi Darmadi I Putu Ari Utama Irawan . I Putu Widhi Astika I Putu Widhi Astika . I Wayan Artika I Wayan Pasek Widiantara . I.B.Made Ludy Paryatna Ida Ayu Gede Pramiari Ida Ayu Gede Pramiari . Ida Bagus Herry Yudha Prawira . Ida Bagus Herry Yudha Prawira ., Ida Bagus Herry Yudha Prawira Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd . Ida Bagus Sutresna Kadek Desy Indah Sari . Kadek Perayani Kadek Risma Diyanti KOMANG TRISNA DEWI . Layinah, Sahlatul Luh Ayu Cinthya Herliyanti . M.Pd Drs. I Nyoman Merdhana . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . M.Pd S.S. Ida Bagus Rai . Made Astika Made Astika Made Dwi Adipraya . Made Hela Irawadi . Made Novi Ismayanti . Made Rospita Pradnya Dewi . Made Sri Indriani Mariani, Ni Putu Eka Mega Tri Utami Ni Dewi Januria . Ni Kadek Lady Lokita Dewi . Ni Kadek Lady Lokita Dewi ., Ni Kadek Lady Lokita Dewi Ni Kadek Ratna Wati . Ni Kadek Sri Wedari . Ni Ketut Mudiani . Ni Komang Widya Santi Ni Komang Yuni Tri Antari . Ni Luh Eka Sumiarti Ni Luh Eka Sumiarti . Ni Luh Gede Wahyuni Lestari . Ni Luh Putu Ayu Ariani . Ni Made Dwijayanti Rahayu . Ni Made Dwijayanti Rahayu ., Ni Made Dwijayanti Rahayu Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Yuliani Warlina . Ni Pt. Yani Puji A. Ni Putu Desy Damayanthi . Ni Putu Eka Mariani Ni Putu Eva Fransiska Dewi . Ni Putu Kusma Dewi Ni Putu Riana Cipta Somantari Ni Wayan Herayati . Ni Wayan Wistari . Ni Wayan Wistari ., Ni Wayan Wistari Noval Amanda Firdaus . Noval Amanda Firdaus ., Noval Amanda Firdaus Nurul Hanifah . Pande Made Denny Sanjaya Paryatna, I.B.Made Ludy Perayani, Kadek Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Puji A., Ni Pt. Yani Puspitasari, Gst A A Dyah Putu Kartika Sari . Putu Kartika Sari ., Putu Kartika Sari Putu Rima Ruspitayanti . Putu Suryani . Putu Wiwin Meliana Dewi . Putu Wiwin Meliana Dewi ., Putu Wiwin Meliana Dewi Putu Yoko Andriawan . Putu Yudi Mahendra . Risna, Dw.Ayu Made S.A. Putu Sriasih Safitri Nurul Wahyuni . Sang Ayu Putu Sriasih Santi, Ni Komang Widya Setiawati, Veronika Ni Ketut Sri Devi Maharani . Sri Devi Maharani ., Sri Devi Maharani Sriasih, S.A. Putu Sumiarti, Ni Luh Eka Tantri, Ade Asih Susiari Thessalonica, Vero Utami, Mega Tri Veronika Ni Ketut Setiawati Wisnu, I Wayan Gede Yuniarti Rahmalia Hapsari .