Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 18 KOTA BANDA ACEH Zahara, Amelia; Harun, Muhammad Yusuf; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5266

Abstract

Sikap merupakan suatu kecenderungan sesorang individu dalama merespon suatu objek, sikap spiritual merupakan suatu kepercayaan akan ada sesuatu yang lebih agung pada diri sendiri, sikap sosial merupakan sikap yang ada pada sekelompok orang yang menjadi perhatian seluruh anggota kelompok tersebut. Pembahasan mengenai sikap merupakan cakupan KI_1 dan KI-2 pada Kurikulum 2013. Adapun issue yang diangkat dalam penelitian yaitu, apakah terdapat adanya kemungkinan hubungan positif dan signifikan mengenai antara sikap spiritual siswa dan sikap sosial siswa dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk dapat tahu hubungan posisitif dan signifikan antara sikap spiritual siswa dan sikap sosial siswa dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh. Objek populasi dalam penelitian yaitu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh dengan total 104 siswa. Pengambilan sampel secara random sampling menggunakan teknik Slovin dan jumlah sampel dengan banyak 51 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan koefisien korelasi ganda. Berdasarkan pengolahan data, hasil koefisien korelasi ganda di peroleh sebesar 0,05 pada kategori cukup kuat dengan koefisien determinasi (r2) = 25%. Hasil uji signifikansi juga menentukan bahwa terdapat korelasi yang signifikan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung =8,12 dan Ftabel = 3,19 pada taraf signifikansi () 5% dengan dkpembilang = 2 dan dkpenyebut = (51-2-1), maka Fhitung Ftabel sehingga Ha diterima. Berdasarkan ketentuan ini disimpulkan, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap spiritual siswa dan sikap sosial siswa dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh.
HUBUNGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 18 KOTA BANDA ACEH Zahara, Amelia; Harun, Muhammad Yusuf; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5263

Abstract

Sikap merupakan suatu kecenderungan sesorang individu dalama merespon suatu objek, sikap spiritual merupakan suatu kepercayaan akan ada sesuatu yang lebih agung pada diri sendiri, sikap sosial merupakan sikap yang ada pada sekelompok orang yang menjadi perhatian seluruh anggota kelompok tersebut. Pembahasan mengenai sikap merupakan cakupan KI_1 dan KI-2 pada Kurikulum 2013. Adapun issue yang diangkat dalam penelitian yaitu, apakah terdapat adanya kemungkinan hubungan positif dan signifikan mengenai antara sikap spiritual siswa dan sikap sosial siswa dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk dapat tahu hubungan posisitif dan signifikan antara sikap spiritual siswa dan sikap sosial siswa dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh. Objek populasi dalam penelitian yaitu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh dengan total 104 siswa. Pengambilan sampel secara random sampling menggunakan teknik Slovin dan jumlah sampel dengan banyak 51 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan koefisien korelasi ganda. Berdasarkan pengolahan data, hasil koefisien korelasi ganda di peroleh sebesar 0,05 pada kategori cukup kuat dengan koefisien determinasi (r2) = 25%. Hasil uji signifikansi juga menentukan bahwa terdapat korelasi yang signifikan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung =8,12 dan Ftabel = 3,19 pada taraf signifikansi () 5% dengan dkpembilang = 2 dan dkpenyebut = (51-2-1), maka Fhitung Ftabel sehingga Ha diterima. Berdasarkan ketentuan ini disimpulkan, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap spiritual siswa dan sikap sosial siswa dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh.
Analisis Faktor Self Care Management Hipertensi pada Pra Lansia Sampai Lansia di Wilayah Terpencil Kepulauan Nias Sumatera Utara Silviana, Rina; Ichwansyah, Fahmi; Abdullah, Asnawi; Hermansyah, Hermansyah; Hafnidar, Hafnidar; Zahara, Amelia
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24333

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a chronic disease that has characteristics in unsTabel bloodpressure, so it needs a long treatment that can even be up to a lifetime and requiresconsiderable medical expenses. Hypertension is a condition in which systolic bloodpressure is equal to or higher than 140 mmHg and diastolic blood pressure is higher than 90 mmHg. This study aimed to analyze the factors associated with hypertension self-care management among pre-elderly and elderly individuals living in remote areas of Nias Regency, North Sumatra. This quantitative study employed a cross-sectional design. Data were collected over one month, from May 30 to June 30, 2024, through face-to-face interviews using a structured questionnaire. The study population comprised all hypertensive patients aged 45–74 years, categorized as pre-elderly and elderly, within the working area of Ehosakhozi Public Health Center. A total of 80 respondents were selected using random sampling. Data were analyzed using cross-sectional analysis with STATA version 14.0. The results showed that 50% of pre-elderly and elderly respondents had poor self-care management. Poor self-care management was predominantly found among the elderly group (75%) compared to the pre-elderly group (25%) (OR = 15.55; 95% CI = 3.29–73.41; p = 0.001). Insufficient family support increased the risk of poor self-care management by nearly four times (OR = 3.74; 95% CI = 1.12–12.51; p = 0.032). Gender, educational level, marital status, smoking history, alcohol consumption, and self-efficacy were also significantly associated with hypertension self-care management. Educational level was identified as the most dominant factor associated with hypertension self-care management among pre-elderly individuals. It is expected that healthcare providers will encourage and assist family members in supporting the care of pre-elderly and elderly individuals with hypertension. Keywords: Hypertension, Pre-elderly, Elderly, Self Care Management   ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memiliki karakteristik pada tekanan darah yang tidak stabil, sehingga perlu dilakukan pengobatan yang lama bahkan bisa sampai seumur hidup dan membutuhkan biaya pengobatan yang cukup besar. Untuk menganalisis faktor Self Care management hipertensi pada pra lansia sampai lansia di wilayah terpencil, Kabupaten Nias Sumatera Utara. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan rancangan Cross-Sectional. Pengumpulan data dilakukan selama sebulan sejak 30 Mei sampai dengan 30 Juni 2024 dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini ada seluruh pasien yang mengalami hipertensi dari rentan usia 45-74 tahun dengan kategori pra lansia sampai lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ehosakhozi. Sampel yang diambil sebanyak 80 orang dengan teknik random sampling dan dianalisis dengan uji Cross-Sectional menggunakan aplikasi STATA 14.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50% pra lansia dan lansia memiliki Self Care management kurang baik. Pra lansia dan lansia yang memiliki Self Care management kurang baik mayoritas pada kelompok lansia 75% dibandingkan dengan kelompok pra lansia 25% (OR=15,55; 95%CI=3,29-73,41; p=0,001). Dukungan keluarga yang kurang berisiko hampir 4 kali mengalami Self Care management kurang baik (OR=3,74; 95%CI=1,12-12,51; p=0,032). Jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, riwayat merokok, konsumsi alkohol dan Self Efficacy juga berhubungan dengan Self Care management hipertensi. Pendidikan menjadi faktor yang paling dominan berhubungan dengan Self Care management hipertensi pada pra lansia. Diharapkan petugas kesehatan dapat menghimbau dan membantu anggota keluarga untuk dapat merawat pra lansia sampai lansia dengan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Pra Lansia, Lansia, Self Care Management.